Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BUAH HATI

PELATIHAN SENI TARI BAGI ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN EKSPRESI BEBAS DI STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Fitriani
Jurnal Buah Hati Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.515 KB) | DOI: 10.46244/buahhati.v6i2.584

Abstract

Learning art is very important in the process of personal formation and the development of early childhood creativity as a counterweight to vertical and lateral thinking. In essence, learning art if managed properly will be able to contribute a lot in increasing students' creativity. Seeing the importance of developing children's creativity, conditions need to be prepared that provide possibilities for students to be able to channel their talents and creativity optimally. One of the right strategies in learning art to foster and develop children's creativity is the free expression approach that is directed. The free expression approach is a learning strategy that involves children in solving problems together. Researcher used a non-participatory observation method which was then followed by identification (elicitation). The results of the study show that dance training for young children through the free expression approach at STKIP Bina Bangsa Getsempena is good enough. The results of counseling and training in dance learning material through the free expression approach as an effort to develop early childhood creativity towards students are as follows: The Scope of Dance and its Elements, the Process of Creativity in Early Childhood in Dance Learning, the Selection Technique for Types of Dance in Accordance with Early Childhood Level, Learning Process of Dance in Early Childhood Through Free Expression Approach, Technique to Demonstrate Motion and Song. Abstrak Pembelajaran seni sangat berperan penting dalam proses pembentukan pribadi dan pengembangan kreativitas anak usia dini sebagai penyeimbang berfikir vertikal dan lateral. Pada hakekatnya, pembelajaran seni jika dikelola dengan baik akan dapat memberikan banyak kontribusi dalam meningkatkan kreativitas anak didik. Melihat pentingnya pengem-bangan kreativitas anak, perlu dipersiapkan kondisi-kondisi yang memberikan kemungkinan pada anak didik untuk dapat menyalurkan bakat dan kreativitasnya secara optimal Salah satu strategi yang tepat dalam pembelajaran seni untuk memupuk dan mengembangkan kreativitas anak adalah pendekatan ekspresi bebas yang sifatnya terarah. Pendekatan ekspresi bebas merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan anak dalam memecahkan masalah secara bersama-sama. Peneliti menggunakan metode observasi non partisipasi yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi (elisitasi). Hasil peneliti menunjukan bahwa pelatihan seni tari bagi anak usia dini melalui pendekatan ekspresi bebas di STKIP Bina Bangsa Getsempena sudah cukup baik. Hasil penyuluhan dan pelatihan materi pembelajaran seni tari melalui pendekatan ekspresi bebas sebagai upaya pengembangan kreativitas anak usia dini terhadap mahasiswa sebagi berikut: Ruang Lingkup Seni Tari serta Unsur-unsurnya, Proses Kreativitas Pada Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Tari, Teknik Pemilihan Jenis Tari Yang Sesuai Dengan Tingkat Anak Usia Dini, Proses Pembelajaran Seni Tari Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Ekspresi Bebas, Teknik Memeragakan Gerak dan Lagu. Kata Kunci: Tari, ekspresi bebas
PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI TARI RANUP LAMPUAN PADA ANAK DI TKIT ATHFAL AL QUR’ANIYYAH KOTA BANDA ACEH Fitriani Fitriani
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v7i2.1182

Abstract

Ranub Lampuan dance is danced in groups by 7 female dancers consisting of 1 queen and 6 maids (regular dancers). Ranub Lampu dance is danced to honor and officially welcome guests. The work of the Ranub Lampu dance art created by Yuslizar by observing social phenomena and the behavior of the Acehnese people is the basis for his work. The choreography of the Ranub Lampuan dance tells about Acehnese girls serving betel to the guests who come and the movement tells of the process of picking, wrapping, putting betel leaves into Puan, to serving betel to guests who come. This research uses qualitative research by using field research method (field research). The results of the research show that Local Wisdom Education for Early Childhoods through Ranup Lampuan Dance in Children at Tkit Athfal Al Qur'aniyyah Banda Aceh City is quite good with the number of children in dance training process for 14 children in 2 dance groups tested at 1 school in July 2020. an overview of the results of education. Local wisdom can be carried out well through the Ranup Lampuan dance. It can be seen from the way children move in layers according to the next one movement stage by following the rhythm of the Ranup Lampuan music, by being able to remember the arrangement of floor patterns in the Ranup Lampuan dance. Abstrak Tari Ranub Lampuan ditarikan secara berkelompok oleh 7 orang penari wanita yang terdiri dari 1 orang Ratu dan 6 dayang (penari biasa). Tari Ranub Lampuan ditarikan untuk penghormatan dan penyambutan tamu secara resmi. Hasil karya seni tari Ranub Lampuan yang diciptakan oleh Yuslizar dengan mengamati fenomena sosial dan tingkah laku masyarakat Aceh menjadi dasar pijakan dalam karyanya. Secara koreografi tari Ranub Lampuan menceritakan tentang gadis-gadis Aceh menghidangkan sirih kepada tamu yang datang dan geraknya menceritakan proses memetik, membungkus, meletakkan daun sirih ke dalam Puan, sampai menyuguhkan sirih kepada tamu yang datang. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mumasatkan pada metode fieldreseacrh (riset lapangan),Hasil peneliti menunjukan bahwa Pendidikan Kearifan Lokal Untuk Anak Usia Dini Melalui Tari Ranup Lampuan Pada Anak Di Di Tkit Athfal Al Qur’aniyyah Kota Banda Aceh sudah sangat baik dengan melihat anak mampu bergerak dengan melihat dari daya ingat anak ketika menghafal bentuk gerakan tari yang mengikutin proses dalam latihannya dengan jumlah anak dalam proses latihan tari 14 anak dalam 2 kelompok tari yang di uji pada 1 sekolah pada bulan juli 2020. gambaran hasilnya pendididkan. Kearifan lokalnya dapat dilaksanakan dengan baik melalui tari ranup lampuan ini terlihat dari cara anak bergerak bersusun sesuai tahap gerak satu gerak selanjutnya dengan mengikuti irama musik ranup lampuan, dengan mampu mengingat susunan pola lantai dalam tarian ranup lampuan. Kata Kunci: Pendidikan Kearifan Lokal, Ranup Lampuan