Nurhidayat Nurhidayat
Universitas Majalengka

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Karakter Islam Terhadap Kemampuan Bersosialisasi Siswa Nurul Aeni; Syafa'atun Nahriyah; Nurhidayat Nurhidayat
Al-Mau'izhoh Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v1i2.1675

Abstract

Pendidikan karakter Islam merupakan pengetahuan tentang kebaikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian secara prespektif Islam, menimbulkan komitmen untuk melakukan  kebaikan sehingga akhirnya menjadi kebiasaan dalam pikiran dan tindakan. Kemampuan bersosialisasi merupakan kemampuan yang membantu individu menyesuaikan diri bagaimana cara berfikir agar dapat berperan sebagai proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dalam ruang lingkup sosial hidupnya sejak lahir sampai meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pendidikan karater Islam siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jatitujuh; 2) Mengetahui kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jatitujuh; 3) Mengetahui pengaruh pendidikan karakter Islam terhadap kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jatitujuh tahun ajaran 2018/2019.Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kuantitatif. subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jatitujuh dengan jumlah siswa 186 siswa. Pengambilan sampel menggunakan rumus  Suharsimi Arikunto yaitu mengambil 20% yaitu 37 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner angket. Pengujian hipotesis menggunakan uji analisis regresi, uji normalitas, uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan SPSS 21. Berdasarkan Hasil perhitungan variabel pendidikan karakter Islam dengan Kemampuan bersosialisasi siswa menggunakan SPSS 21 penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh sebesar 34,8%  pendidikan karater Islam terhadap kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jatitujuh dan 65,2% di pengaruhi oleh faktor lainya yang belum di telitiadapu hasil uji hipotesis. Diketahui thitung> ttabel  yaitu 4.319 > 2.724 maka Ha diterimaHo di tolak. sehingga pendidikan karakter Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan bersosialisasi siswa. Dari perhitungan regresi maka didapat persamaan y = Y = 19.328 + 0,511X ini menunjukan kenaikan satu satuan variabel pendidikan karakter Islam dapat menyebabkan kenaikan kemampuan bersosialisasi pada siswa sebesar 0,511.
Paradigma Islam Dalam Kewajiban Menuntut Ilmu Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Nurhidayat Nurhidayat; Khaerul Wahidin; Muhammad Azka Maulana
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 10: Special Issue No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v10i1.6218

Abstract

Allah SWT created humans and jinn solely to worship Him and has no ally for Him as explained in His noble book, namely the Al-Quran Surah Az-Zariyat [51] : 56. When we worship to Allah, of course we need the knowledge because all the rules and theories contained in Islam are based on the knowledge. Even if we demand and gaining the knowledge, then it will be recorded as the value of the reward every time we do it. In addition, by demanding and gaining the knowledge, Allah will make it easy for us to take the path to heaven. Therefore, the obligation to study for every Muslims, both male and female, is a must, as well as children with special needs without any exception. Those children with special needs who have some limitations also have an obligation to study, because in the current phenomenon, there are still many children with special needs who don’t get the opportunity to undergo education. Therefore, the purpose of this study was to see how the Islamic religious perspective regarding the obligation to study for children with special needs. The method used in this study is a qualitative method which will produce a number of descriptive data. The data collection technique used is literature study where the sources obtained come from books, journals, articles, as well as the Qur'an and Hadith. The results of this study indicate that by studying, children with special needs can continue their lives as independent humans.
PROPIL MURID YANG MULTIKULTURAL TINJAUAN TAFSIR DAN HADITS TARBAWY Nurhidayat Nurhidayat; Said Agil Husain Al-Munawar; Slamet Firdaus
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3674

Abstract

Salah satu rukun pendidikan adalah murid. Tidak akan berlangsung sebuah proses pendidikan tanpa hadirnya murid. Murid adalah merupakan seseorang yang sedang belajar dan menimba ilmu dari orang yang lebih dewasa. Tidak semua murid mendapatkan ilmu yang sesuai dengan yang dicita-citakannya. Maka untuk mendapatkan yang dicita-ciakannya, seorang murid penting memahami bagimana menjadi murid yang baik dan benar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian pustaka dilakukan dengan cara menuliskan, mengklarifikasi, mereduksi dan menyajikan data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini dihasilkan beberapa dalil Quran dan Hadits serta qaul-qoul ulama yang relevan dalam penelitian ini dan penting untuk diangkat. Murid multikultural menurut pandangan Quran dan Hadits adalah peserta didik yang memiliki sifat keberagaman budaya dengan nilai-nilai agama yang menjadi landasannya.
Multikulturalisme Di Indonesia: Pengalaman Masa Kemerdekaan Nurhidayat Nurhidayat; Jamali Syahrodi; Siti Fatimah
Al-Mau'izhoh Vol 5, No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v5i1.5071

Abstract

Life in this universe turns out to have diversity. In Indonesia, there are various backgrounds of different religions, ethnicities, languages, races, skin colors and different artistic and cultural traditions, as well as the heritage of the ancestral nation which is truly protected. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach that describes multiculturalism in Indonesia: The Experience of the Independence Period seen from the past history after Indonesia's independence. Multiculturalism is an ideology that recognizes and respects the equality of existing cultural differences. Islamic religious teachings which always precipitate, kinship togetherness and harmony which is contained in a term al-maqashdudsysyar'i (religious goals) as a form of unified whole and being independent that stands in the midst of differences. The forms of multiculturalism in Indonesia include in the political, cultural, economic and social fields. One example in the political field is the four pillars or four shared contexts, namely ideology, law, diversity, and motto, in the cultural field, for example, hospitality among citizens, to guests, speaking politely, being polite and welcoming to nyimah in Lampung, in in the economic field, he recognized shari'ah insurance and shari'ah banking, and in the social field, for example, Chinese citizens and Arab citizens were accepted as Indonesian citizens.
Pengaruh Penggunaan E-Learning Madrasah Terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak Siswa Sinta Salasatunisa; Nurhidayat Nurhidayat; Gilang Maulana Jamaludin
Indonesian Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Departement of PAI, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijie.v1i1.6307

Abstract

The purpose of this study was to find out: 1) The use of madrasah e-learning media in class VIII students in the Akidah Akhlak subject at MTsN 2 Sumedang, 2) The learning outcomes of class VIII students in the Akidah Akhlak subject, 3) The effect of using madrasah e-learning on learning outcomes of class VIII students in the Akidah Akhlak subject at MTsN 2 Sumedang. This research method is quantitative ex post facto with the research object of class VIII students at MTsN 2 Sumedang. The measurement scale in this study uses a Likert scale. The results of the study show that the use of madrasah e-learning at MTsN 2 Sumedang can be implemented properly. This is evidenced by the questionnaire score obtained and the respondent's level of achievement of 75.64% so that it can be categorized as good. The learning outcomes of Grade VIII students in the Aqidah Akhlak subject at MTsN 2 Sumedang are in the very good category. With an average value of 80.7 achieved. The results of the hypothesis are based on a significance value of (0.749) > (0.05) and an R Square of 0.002 which indicates that the level of influence of variable X on variable Y is 2% very small.
Gonjang-ganjing Turunan Nabi Versus Turunan Wali Songo Sebagai Pendikan Agama Islam Anak Bangsa nurhidayat nurhidayat; Cecep Sumarna; Didin Nurul Rosidin
Indonesian Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Departement of PAI, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijie.v1i1.6328

Abstract

There was upheaval between the ulema who were habaib (descendants of Rasulullah) and the ulema who were not habaib. From Habaib's side, there is Habib's excerpt of his lecture, which allegedly insulted scholars who were not habaib and also descendants of the Wali Songo. The scholars who were not habaib denied this and at the same time blamed the habib's statements. This needs to get the attention of educators who will be used as education for their students so that they become adults and continue to strive for their goals in their lives, because both of these parties all have arguments that support their arguments so that it confuses the layman. Differences in opinions are natural, but not for division. Both Habaib, who is a descendant of Ba'alawy and Syarif, who is a descendant of Wali Songo, must all be respected as descendants of the Prophet and as scholars who guide the ummah and defend Indonesia's independence. As for the disputes between them, don't become an obstacle to loving the scholars who teach religion, let them be responsible for themselves to Rasulullah and their God if their confession is wrong. Do not make this dispute, a division and conflict, because the loser is Islam itself.
PROPIL MURID YANG MULTIKULTURAL TINJAUAN TAFSIR DAN HADITS TARBAWY Nurhidayat Nurhidayat; Said Agil Husain Al-Munawar; Slamet Firdaus
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3674

Abstract

Salah satu rukun pendidikan adalah murid. Tidak akan berlangsung sebuah proses pendidikan tanpa hadirnya murid. Murid adalah merupakan seseorang yang sedang belajar dan menimba ilmu dari orang yang lebih dewasa. Tidak semua murid mendapatkan ilmu yang sesuai dengan yang dicita-citakannya. Maka untuk mendapatkan yang dicita-ciakannya, seorang murid penting memahami bagimana menjadi murid yang baik dan benar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dalam penelitian pustaka dilakukan dengan cara menuliskan, mengklarifikasi, mereduksi dan menyajikan data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini dihasilkan beberapa dalil Quran dan Hadits serta qaul-qoul ulama yang relevan dalam penelitian ini dan penting untuk diangkat. Murid multikultural menurut pandangan Quran dan Hadits adalah peserta didik yang memiliki sifat keberagaman budaya dengan nilai-nilai agama yang menjadi landasannya.
Penerapan Metode Peer Teaching dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Silam di Sekolah Menengah Atas Yogi Permana; Nuruddin Araniri; Nurhidayat Nurhidayat
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v2i2.36

Abstract

Based on the preliminary research, students there still lack motivation and awareness of the importance of knowledge in the learning process, this is what encourages researchers to raise the formulation of research problems. The formulation of the problem in this study is how to apply the peer teaching method to increase student learning motivation in Islamic Education subjects and what are the supporting and inhibiting factors in how to increase student learning motivation by applying the Peer Teaching method to Islamic Education subjects at SMAN 2 Majalengka. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. With research subjects, students and educators at SMAN 2 Majalengka. The results of this study indicate that one of the supporting factors of student learning motivation is the role of the teacher which reflects its nature as a professional educator and one of the inhibiting factors is the role of the teacher that does not reflect his personality as an educator, ignoring the complaints experienced by students in the process. learning, while the results of the application of the peer teaching method of trained students are able to build solidarity with fellow students, instill a caring attitude towards fellow students, create an attitude of mutual acquaintance with fellow students, provide exemplary outside of class hours, respect the ability of students to catch them. other, building an anti-discrimination attitude towards the differences in the abilities of other students, creating an active learning atmosphere and teaching staff is not bored. Absrak Berdasarkan penelitian pendahuluan peserta didik di sana masih kurang memiliki motivasi dan kesadaran akan pentingnya ilmu dalam proses pembelajaran hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengangkat rumusan masalah penelitian. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara menerapkan metode peer teaching dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam cara meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menerapkan metode Peer Teaching pada mata pelajaran PAI di SMAN 2 Majalengka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian peserta didik dan tenaga pendidik SMAN 2 Majalengka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor pendukung motivasi belajar siswa adalah peran guru yang mencerminkan sifatnya sebagai tenaga pendidik yang profesional dan faktor penghambatnya salah satunya adalah peran guru yang tidak mencerminkan pribadinya sebagai seorang tenaga pendidik, mengabaikan keluh kesah yang di alami peserta didik dalam proses pembelajaran, Sedangkan hasil penerapan dari metode peer teaching peserta didik terlatih untuk dapat membangun solidaritas terhadap sesama peserta didik, menanamkan sikap peduli terhadap sesama peserta didik, mewujudkan sikap saling mengenal antar sesama peserta didik, memberikan keteladanan diluar jam pelajaran, menghargai daya tangkap peserta didik yang lainnya, membangun sikap anti diskriminasi terhadap perbedaan kemampuan peserta didik lainnya, mewujudkan suasana belajar yang aktif dan tenaga pendidik pun tidak jenuh