Abstract: Children with cancer living in a halfway house are prone to boredom due to limited activities, physical fatigue, and a monotonous routine during treatment. This community service program aims to reduce boredom levels, increase stimulation, and foster positive emotions among children battling cancer at the Lentera Pejuang Kanker halfway house. Participants included three children aged 6, 7, and 14 years. Methods employed included checklist notation observation, semi-structured interviews, and pre-test and post-test evaluations. Initial assessment results indicated that all subjects exhibited signs of boredom, such as loss of interest in activities, passive behavior, and reliance on gadgets. The intervention was conducted through a participatory, art-based approach over three days, featuring mask painting, making clay keychains, painting pots and planting flowers, canvas painting with the theme “Me in the Future,” and a presentation of all artwork. The program also included psychoeducation for parents regarding the importance of providing positive praise. Program results showed a decrease in boredom indicators, increased engagement in activities, reduced gadget use, and increased confidence in children’s ability to interact and speak in public.Abstrak: Anak pejuang kanker yang tinggal di rumah singgah rentan mengalami kejenuhan akibat keterbatasan aktivitas, kondisi fisik yang mudah lelah, dan rutinitas monoton selama proses pengobatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kejenuhan, meningkatkan stimulus, serta meningkatkan emosi positif pada anak pejuang kanker di rumah singgah Lentera Pejuang Kanker. Partisipan terdiri dari tiga anak berusia 6, 7, dan 14 tahun. Metode yang digunakan meliputi observasi checklist notation, wawancara semi terstruktur, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami indikasi kejenuhan, seperti kehilangan minat terhadap aktivitas, perilaku pasif, dan ketergantungan pada gadget. Intervensi dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis art activity selama tiga hari melalui kegiatan melukis topeng, membuat keychain dari clay, melukis pot dan menanam bunga, melukis di kanvas dengan tema “Aku di Masa Depan”, serta presentasi seluruh hasil karya. Program juga disertai psikoedukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemberian pujian positif. Hasil program menunjukkan penurunan indikator kejenuhan, meningkatnya keterlibatan dalam aktivitas, berkurangnya penggunaan gadget, serta meningkatnya keberanian anak dalam berinteraksi dan berbicara di depan umum.