Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Socialization Sorting, Waste Management, Waste Treatment In Selokerto Village, Sempor, Kebumen Kusumastuti Kusumastuti; Siti Mutoharoh; Wulan Rahmadhani; Adinda Putri Sari Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.764 KB)

Abstract

Garbage is material that is disposed of as residue from industrial and householdproduction. Garbage is the residue of human daily activities and/or natural processes insolid form (Law Number 81, 2012). The amount of waste produced in a certain area isproportional to the number of residents, types of activities, and the level of consumptionof the population for goods or materials. The larger the population or the level ofconsumption of goods, the greater the volume of waste produced (Sucipto, 2012).Selokerto Village is one of the villages in Sempor sub-district with an area of 150hectares. Based on preliminary results, it was found that most of the people of Selokertoare still not aware of environmental health with a classification of about 57% of residentsthrowing garbage and waste in rivers, 37% in the yard, 3% in the fields and 3% throwinggarbage in its place. There needs to be concern from the Selokerto village community tominimize the existing waste into the Selokerto village environment.This community service was carried out by conducting socialization about wastemanagement to the residents of Selokerto village which was attended by 30 peopleconsisting of RW, RT, Kadus and cadres. Before and after the socialization, a pre-test andpost-test of the residents' knowledge about waste management were conducted. Theresults of the pre-test found that 60% of the residents did not know how to process waste.And after the socialization, the post test results showed that 80% of the residents hadgood knowledge of waste management. After the socialization, residents were also invitedto do community service simultaneously in the Selokerto village area to maintain a cleanenvironment. In conclusion, there is a need for public awareness and the need for wastemanagement for the importance of maintaining environmental cleanliness in theSelokerto village area.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Fitria Prabandari; Kusumastuti Kusumastuti; Sumarni Sumarni
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.658 KB)

Abstract

Rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk. Perlu adanya pengertian dan bimbingan serta dukungan dari sekitarnya agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat baik fisik, mental maupun psikososial. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar peserta memahami kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan penyuluhan dilakukan di SMP Muhammadiyah Larangan pada bulan Februari 2022. Kegiatan dihadiri 60 remaja putra dan putri. Pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta penyuluhan dan diakhiri dengan evaluasi yaitu pemberian kuesioner tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.Hasil dari kegiatan penyuluhan didapatkan lebih dari 90% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja. Hal tersebut diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi maka kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi pun dapat ditingkatkan.
Increasing Elderly Knowledge Menopause and Physical Health Through Tera Exercise in Selokerto Village, Kebumen Regency K Kusumastuti; Wulan Rahmadhani; Fitria Prabandari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is the permanent cessation of menstruation due to the failure of the ovarian follicles. Various problems arise in the menopausal process, can be in the form of hormonal deficits, social psychology and diseases in the elderly. One of the efforts that can be done is to increase knowledge and exercise Tera gymnastics. Tera Gymnastics is a physical and mental exercise, combining body movements with regular, harmonious, correct and continuous breathing techniques and rhythms. The methods used include preparation, implementation and evaluation. At the preparatory stage, it was carried out in coordination with the village head, village midwife, head of the puskesmas and health cadres of Selokerto Village. The service team also prepared rooms, tape recorders, gymnastics instructors, presentation media, and questionnaires. In the second stage, the implementation consisted of increasing knowledge about menopause by involving health workers from the Sempor 1 Health Center then doing tera gymnastics. The activity was attended by 20 senior citizens of Selokerto Village. The third stage is evaluation by conducting pre-test and post-test during the implementation of increasing knowledge of menopause using a questionnaire. The results of this community service, get an increase in knowledge of menopause. After being given education about menopausal problems, there was an increase in knowledge from the category of sufficient knowledge (78.9%) to the category of good knowledge (73.7%). In conclusion, it is necessary to activate the Posyandu for the elderly by holding tera gymnastics to improve the health of the elderly in the Selokerto village area, SemporDistrict, Kebumen Regency.
PANDU RASA (Pelayanan Terpadu Ramah Lansia) di Desa Selokerto, Sempor, Kebumen Wulan Rahmadhani; Siti Mutoharoh; K Kusumastuti; Adinda Putri Sari Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lanjut ditandai mengalami kemunduran biologis seperti yang terlihat gejala kemunduran fisik salah satunya mengalami kemunduran kemapuan kognitif. Fungsi kognitif berkaitan dengan aktifitas fisik yang berpengaruh pada struktur dan fungsinya, setiap gerakan fisik yang dilakukan memberikan rangsangan kepada otak. Menurunnya kemampuan fisik mengakibatkan lansia menjadi kelompok berisiko tinggi dalam penanganan masalah Kesehatan. Peningkatan taraf Kesehatan pada lansia dapat di lakukan melalui senam lansia. Permasalahan yang ada di selesaikan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan dari pengabdian kepada komunitas lanjut usia adalah menginformasikan pentingnya menjaga kualitas kesehatan bagi lansia dengan ruitin melakukan senam lansia, sehingga lanjut usia dapat beraktifitas secara optimal. Evaluasi keberhasilan program dilihat dari berjalannya kegiatan senam secara rutin dari kelompok lansia.
Peran dan Kendala orang tua dalam pendampingan pembelajaran offline pasca pembelajaran daring masa pandemi pada anak di SDN Kalipuru Pujotirto Asri Khaswana Widyasari; Wuri Utami; K Kusumastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua adalah orang yang paling berperan penting dalam membantu anak-anak karena lingkungan utama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Mendukung, membina, dan mengajar anak-anak di rumah adalah komitmen masing-masing orang tua. Peran orang tua menjadi penting ketika anak-anak mulai belajar di rumah. Para orang tua memiliki banyak kendala dalam membantu anak-anaknya belajar di rumah. Orang tua telah mengakui bahwa mereka benar-benar berpikir bahwa sulit untuk mengontrol putra putri mereka saat belajar di rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dan kendala orang tua dalam pendampingan pembelajaran offline pasca pembelajaran daring masa pandemi di SDN Kalipuru Pujotirto. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 266 orang tua siswa. Penulis mengambil data dari 74 orang yang diambil secara simple random sampling. Instrument atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif. Orangtua memiliki peran kategori baik dalam pendampingan pembelajaran (74.3%). Orangtua memiliki kendala kategori berat dalam pendampingan pembelajaran (82.4%). Bagi sekolah, di harapkan membuat program pendidikan untuk orang tua (parenting school) untuk mendukung orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran di rumah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan dasar orang tua tentang pendidikan anak.
Penerapan Konsumsi Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nifas Dhenara Madumeta; K Kusumastuti; Hastin Ika Indriyastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian ASI eksklusif di wilayah Buluspesantren tahun 2021 yaitu 72,9%. Salah satu penyebab tidak diberikannya ASI eksklusif untuk bayi usia dibawah enam bulan yaitu produksi dari ASI ibu nifas yang terhambat atau tidak lancar di masa awal setelah bersalin bahkan lebih dari tiga hari setelah bersalin. Dampak dari tidak diberikan ASI eksklusif sampai usia bayi enam bulan yaitu kurangnya tumbuh kembang anak secara baik. Sari kacang hijau dapat sebagai alternative ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI, karena didalam kacang hijau terkandung vitamin B1 (thiamin) yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi, memperkuat system saraf dan juga untuk memproduksi ASI. Penerapan konsumsi sari kacang hijau pada ibu nifas untuk meningkatkan jumlah produksi ASI. Penelitian ini merupakan jenis studi kasus. Partisipan dalam penelitian yaitu 3 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Penerapan dilakukan selama 8 hari sejak 6 jam setelah bersalin, partisipan mengkonsumsi sari kacang hijau 150 ml setiap kali minum dengan frekuensi waktu pagi dan sore hari. Setelah dilakukan penerapan konsumsi sari kacang hijau selama 8 hari dengan frekuensi konsumsi 2x sehari terjadi peningkatan produksi ASI dengan kategori baik pada ketiga partisipan. Saat sebelum diberikan penerapan, produksi ASI ketiga partisipan dengan kategori kurang baik
Faktor Risiko Asfiksia Neonatorum Di Rumah Sakit Soedirman Kebumen S Sumarni; K Kusumastuti; Dyah Puji Astuti; Fitria Prabandari; Yusronisa Nur Hikmah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir (neonatus) tidak dapat memulai bernafas spontas saat setelah lahir. Beberapa faktor yang menyebabkanasfiksia neonatorum antara lain faktor ibu, bayi, dan tali pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi asfiksia pada bayi baru lahir di Dr. Soedirman Kebemen. Jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah bayi baru lahir yang di rawat di Ruang perinatal Dr. Soedirman Kebemen pada periode Januari- Desember 2021 sebanyak 834. Besar sampel untuk tiap kelompok adalah 156. Analisisdata menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa persalinan prematur (p=0.777), persalinan lama (p=0,581), dan pre eklamsia berat (p=0.276) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia. Sedangkan plasenta previa (p=0.032) dan ketuban pecah dini (p=,010) berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang Kesimpulan; Plasenta previa dan ketuban pecah dini berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang dialami oleh bayi baru lahir, sedangkan persalinan lama, persalinan prematur, pre eklamsia berat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap asfiksia yang dialami oleh bayi baru lahir.
PENYULUHAN TENTANG PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) DAN METODE KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Wulan Rahmadhani; Siti Mutoharoh; Kusumastuti Kusumastuti; Adinda Putri Sari Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12906

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan peningkatan jumlah penduduk yang signifikan setiap tahunnya. Masalah utama yang dihadapi di Indonesia dibidang kependudukan adalah masih tingginya angka pertumbuhan penduduk. Salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan jumlah penduduk adalah melalui Program KB. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini agar pasangan usia subur dapat meningkatkan pengetahuan tentang program KB dan metode kontrasepsi sebagai proteksi pencegahan kehamilan. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 4 hari di berbagai tempat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) tentang program KB dan metode kontrasepsi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan aplikasi buku saku. Hasil pengabdian masyarakat ini diterima antusias oleh peserta yang terlihat dari banyaknya pasangan yang bertanya seputar informasi mengenai program KB, jenis-jenis metode kontrasepsi, kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode kontrasepsi, dan cara penggunaannya. Disarankan agar kegiatan penyuluhan dilaksanakan berkala dengan frekuensi lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas kepada keluarga secara umum agar setiap orang, keluarga dan masyarakat lebih mengetahui, memahami tentang metode kontrasepsi sebagai proteksi pencegahan kehamilan dan menambah informasi sehingga pengetahuan pasangan usia subur tentang KB lebih baik.
Efforts to Increase Knowledge about Adolescent Reproductive Health through Counseling at the Bejiruyung Healthy Youth Forum (Fresh Beji) in Bejiruyung Village, Sempor District, Kebumen Regency Wulan Rahmadhani; Siti Mutoharoh; K Kusumastuti; Adinda Putri Sari Dewi
Urecol Journal. Part F: Community Development Vol. 1 No. 2 (2021): August-Dec
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujcd.89

Abstract

15% of the total population in Indonesia were teenagers. Adolescent is a critical period which is changed from childhood to adulthood. There are many problems in this periode included reproductive health problem releted to sexual behaviour. The problem happened cause of the curiosity of something to big. The aimed of this activity was to increase adolescent knowledge about reproductive health properly. Method in this study was counseling and meansuring tool used a questionnaire that will be filles ouy by adolescent before and after counseling. 25 adolescents were selected became respondents. Result in this study was the knowledge of adolescent about reproductive health was increase. Respondents were enthusiastic which was indicated by the number of questions during the questions and answer session. Adolescent periode was the most rapid development in the course of his life. Therefore, efforts are needed to improve or educate related toreproduktif helath to prevent wrong behavior on adolescent.
Providing Education for Mothers with Stunting Toddlers through Healthy Toddler Class Adinda Putri Sari Dewi; K Kusumastuti; Siti Mutoharoh; Wulan Rahmadani
Urecol Journal. Part F: Community Development Vol. 2 No. 1 (2022): January-June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/ujcd.146

Abstract

Stunting is a state of malnutrition associated with insufficient nutrition so that it can be chronic. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers with stunting toddlers. This activity was carried out in Selokerto Village, Sempor District, Kebumen Regency with 18 participants. The method used in this activity starts from the preparation stage, screening, giving mastery on stunting and complementary feeding, Tuina Massage and Evaluation. The activity assessment was carried out by analyzing the results of the pre-test and post-test questionnaires. The assessment from mothers with stunting toddlers is that most participants in the class for mothers with healthy toddlers experienced an increase in tests. This activity succeeded in increasing the knowledge of mothers with stunting toddlers in Selokerto Village, Sempor District, Kebumen Regency.