Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Pendapatan ByAyussa Menggunakan Metode QSPM Rachman, Arief; Idawicaksakti , Maria Dellarosawati; Praptono, Budi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi pascapandemi COVID-19 berangsurangsur kembali normal. Pandemi COVID-19 telah berdampakpada banyak sektor dan subsektor perekonomian global.Penurunan daya beli suatu produk terlihat di kalanganmasyarakat di seluruh dunia saat mereka bersiap menghadapikemungkinan terburuk pada saat itu. Negara-negaramengambil langkah-langkah untuk memperkuat perekonomianmereka agar bisa pulih lebih cepat dari pandemi yang dialami.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk sektoryang terkena dampak pandemi COVID-19. ByAyussamerupakan UMKM yang bergerak di bidang industri Makanandan Minuman. ByAyussa fokus menjual nasi bakar sebagaimenu utamanya, dan juga menawarkan makanan lain sepertiGyu Don, bihun goreng dadakan, nasi campur Bali, dan masihbanyak lagi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untukmengetahui mengapa ByAyussa sering gagal mencapai targetpenjualan bulanannya. Untuk mengatasi permasalahan yangdihadapi ByAyussa, digunakan metode analisis SWOT(Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan QSPM(Quantitative Strategic Planning Matrix). Analisis SWOTdilakukan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yangmempengaruhi kinerja ByAyussa. Keunggulan ByAyussadiketahui antara lain penggunaan bahan-bahan lokal danorganik, menu yang beragam, serta pengelolaan keuangan yangbaik. Namun ada juga kelemahannya, seperti rendahnyakesadaran merek dan keterlibatan pelanggan yang tidakkonsisten. Analisis eksternal mengungkap peluang sepertimeningkatnya tren makanan sehat dan permintaan bahanbahan sehat. Di sisi lain, terdapat ancaman, antara lainpersaingan yang ketat dan permintaan konsumen yangberubah-ubah. Berdasarkan analisis yang dilakukan, metodeQSPM digunakan untuk memprioritaskan alternatif strategi.Strategi yang dipilih bertujuan untuk mengatasi kelemahan,memaksimalkan peluang yang ada, dan memitigasi ancamanterhadap ByAyussa. Strategi tersebut antara lain penetrasipasar melalui upaya pemasaran, memaksimalkan keterlibatanpelanggan melalui program loyalitas, meningkatkan kegiatanpromosi untuk menjangkau lebih banyak konsumen,berkolaborasi dengan influencer lokal yang selaras denganByAyussa, memperkuat kampanye pemasaran untukmenunjukkan manfaat penggunaan bahan-bahan lokal danorganik, serta tetap responsif terhadap tuntutan konsumen.Strategi yang dirumuskan diharapkan dapat memberikankontribusi terhadap penjualan ByAyussa, memperluas pangsapasar, dan memperkuat posisinya dalam persaingan industri.ByAyussa sebaiknya mempertimbangkan penerapan strategitersebut sambil memantau tren pasar dan preferensi konsumenagar mudah beradaptasi dan tetap kompetitif di masa depan. Kata Kunci - ByAyussa, Kinerja Penjualan, Analisis SWOT, QSPM, Rekomendasi Strategis
Business Design and Feasibility Analysis of Barbercome Startup Esti Retno Listiyani; Maria Dellarosawati Idawicaksakti; Tiara Verita Yastica
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.32076

Abstract

Barbercome is a startup in the hair care industry, founded in 2023. Barbercome is a mobile application that accommodates barbershops and barbers, allowing users to order home-based haircut services and make barbershop queue reservations. This application is a solution for customers who are often busy with their daily activities, have a busy work schedule, and lack free time to go to the barbershop. Many customers postpone or skip hair treatments due to inconveniences such as cuts that are not as expected, prices that are not commensurate with the quality of service, long waiting times even though they have made an appointment in advance, rushed or unfriendly service, unclean or too crowded barbershop conditions, and barber skills in handling certain types of hair are lacking. As a new business, Barbecome needs to conduct a feasibility analysis to determine whether it is feasible to run or not. The location of this business is in Bandung City. Based on the financial feasibility calculation results, the NPV value was obtained for IDR 75,547,341, PBP of 2.7, and IRR of 28.96%. Based on the feasibility and sensitivity calculations results, it can be concluded that the Barbercome startup business design is feasible to run.  Keywords: Barbercome, Feasibility Analysis, NPV, PBP, IRR
Perancangan Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran pada Zflora Gardening Menggunakan Metode Benchmarking dengan Tool Analytical Hierarchy Process (AHP) Anggita Putri Ilsanty; Maria Dellarosawati Idawicaksakti; Meldi Rendra
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp377-391

Abstract

Zflora Gardening is a business actor that is developing and competing in the field of ornamental plants, having been established since 1995. There are obstacles in running the business with the sales target that was set in 2019 being unable to be achieved. It is known from the small number of Instagram account followers compared to other competitors. Another factor is the low level of brand awareness obtained when obtaining results based on a preliminary survey. Zflora Gardening has not been able to optimize the implementation of its marketing communications. This research produces an integrated system design related to improving the marketing communications program at Zflora Gardening using the benchmarking method with the Analytical Hierarchy Process (AHP) tool. This research resulted in an improvement plan for 14 marketing communications criteria tailored to Zflora Gardening's capabilities.