Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Strategi Kinerja Apotek Bunda Medika Saat Pandemi Covid-19 Dengan Metode Balanced Scorecard Dan Analytical Hierarchy Process (ahp) Muhammad Rendy Kusuma; Maria Dellarosawati Idawicaksakti; Rosad Ma'ali El Hadi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang strategi kinerja Apotek Bunda Medika saat pandemi covid-19. Untuk menghindari penularan virus Covid-19 di apotek serta meningkatkan kinerja apoteker, meningkatkan omzet dan meningkatkan kepuasan konsumen, Apotek Bunda Medika membutuhkan suatu strategi kinerja yang dapat membantu mencapai tujuan apotek tersebut. Balanced scorecard dengan 4 aspek utamanya yaitu perspektif keuangan, perspektif konsumen, perspektif bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dapat memberikan sasaran strategi kinerja yang dapat membantu dalam mempetakan tujuan apotek berdasarkan keempat perspektif dan menentukan beberapa strategi kinerja, kemudian Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat menjadi alat untuk menentukan strategi yang sesuai untuk Apotek Bunda Medika. Berdasarkan hasil perancangan strategi kinerja Apotek Bunda Medika, maka didapat rancangan strategi kinerja untuk Apotek Bunda Medika sebagai berikut: meningkatkan profit dengan skala prioritas 12,50%, meningkatkan penjualan obat-obatan dengan skala prioritas 27,41%, meningkatkan penjualan vitamin dengan skala prioritas 7,05%, meningkatkan penjualan suplemen kesehatan dengan skala prioritas 3,04%, menerapkan protokol kesehatan dalam apotek dengan skala prioritas 14,88%, melakukan promosi apotek secara mouth-to-mouth dengan skala prioritas 0,94%, melakukan promosi apotek di social media dengan skala prioritas 2,81%, menerapkan sistem pembayaran digital dengan skala prioritas 2,37%, melakukan pelayanan pembelian obat di social media dengan skala prioritas 3,39%, melakukan pelayanan konsultasi farmasi di social media dengan skala prioritas 1,13%, bekerja sama dengan ojek online untuk menjadi kurir obat dengan skala prioritas 1,59%, bekerja sama dengan ojek offline untuk menjadi kurir obat dengan skala prioritas 1,82%, menambah kurir obat sendiri dengan skala prioritas 0,69%, meningkatkan stok obat-obatan dengan skala prioritas 8,96%, meningkatkan stok vitamin dengan skala prioritas 2,99%, meningkatkan stok suplemen kesehatan dengan skala prioritas 2,99%, melakukan training pada karyawan dengan skala prioritas 4,54%, meningkatkan kehadiran karyawan dengan skala prioritas 0,15%, dan meningkatkan kualitas kinerja karyawan dengan skala prioritas 0,76%. Kata kunci: Strategi Kinerja, Sasaran Strategis, Inisiatif Strategis, Apotek Bunda Medika, Balance Scorecard, Analytical Hierarchy Process, Analisis SWOT
Business Design and Feasibility of Humblezing Store Branch Establishment in South Jakarta Alya Raisa Khanza; Endang Chumaidiyah; Maria Dellarosawati
Al Tijarah Vol. 7 No. 1 (2021): Al Tijarah | June
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v7i1.6545

Abstract

Feasibility analysis is done to determine a business design is feasible to run. The purpose of this research is to find out if Humblezing established an offline store branch in South Jakarta is feasible or not to run. Humblezing is a clothing line business that sells clothing products such as outerwear, shirts, jackets, pants, and bag with the concept of modern adventurwear. Humblezing sells online and offline with the first store in Bandung. The feasibility measurement pay attention to market aspects, technical aspects and financial aspects which will be projected for 5 years. The tools that used in this research are Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), Sensitivity Analysis and Risk Analysis. Based on the results of the feasibility analysis, show that the NPV value is IDR 185,343,832, IRR 38%, PBP for 3.81 years with a MARR value is 11,25%. Sensitivity measurements on the increase in product costs sensitive at 9.31%, increase in labor costs at 14.07%, decrease in selling prices at 3.19% and decrease in market demand at 2.33%. Furthermore, the estimated accumulated risk of establishing a Humblezing offline store branch includes market risk, operational risk and financial risk is 5.50%.
Perancangan Strategi Pemasaran Vape Z Store Menggunakan Metode QSPM I Gede Andika Adi Prasetya Murya; Maria Dellarosawati; Muhammad Almaududi Pulungan
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 1 (2023): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i1.5586

Abstract

Rokok elektrik kini menjadi pilihan sebagai pengganti rokok tembakau, dan mendorong tren baru yang disebut "vaping" atau kegiatan menghisap uap melalui perangkat elektronik yang menghasilkan asap. Popularitas rokok elektrik meningkat di Indonesia sehingga mendorong permintaan komponennya. Ini menciptakan peluang bisnis bagi UMKM, termasuk Vape Z Store. Vape Z Store berfokus dalam penjualan rokok elektrik. Namun, target penjualan belum tercapai, yang disebabkan karena kurangnya strategi pemasaran. Hanya Instagram yang dipakai, dan pesaing menawarkan harga yang lebih murah. Sehingga menyebabkan pendapatan tak sesuai target awal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran alternatif untuk UMKM Vape Z Store, berdasarkan analisis kondisi internal dan eksternal dengan metode QSPM. Kondisi internal dianalisis melalui Marketing Mix (4P) & wawancara dengan Owner dan Karyawan. Kondisi eksternal diselidiki dengan analisis PEST dan Five Force Porter. Hasilnya membantu Vape Z Store merumuskan strategi efektif capai target omset. Hasil perhitungan nilai Total Attractiveness Score (TAS) mengidentifikasi 5 strategi alternatif yang disetujui. Memanfaatkan Shopee dan Tokopedia sebagai platform sosial media dengan nilai TAS 5,809 menjadi strategi usulan yang paling di prioritaskan Kata Kunci: Strategi Pemasaran, QSPM, Perancangan
Business Design and Feasibility Analysis of Barbercome Startup Listiyani, Esti Retno; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati; Yastica, Tiara Verita
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.32076

Abstract

Barbercome is a startup in the hair care industry, founded in 2023. Barbercome is a mobile application that accommodates barbershops and barbers, allowing users to order home-based haircut services and make barbershop queue reservations. This application is a solution for customers who are often busy with their daily activities, have a busy work schedule, and lack free time to go to the barbershop. Many customers postpone or skip hair treatments due to inconveniences such as cuts that are not as expected, prices that are not commensurate with the quality of service, long waiting times even though they have made an appointment in advance, rushed or unfriendly service, unclean or too crowded barbershop conditions, and barber skills in handling certain types of hair are lacking. As a new business, Barbecome needs to conduct a feasibility analysis to determine whether it is feasible to run or not. The location of this business is in Bandung City. Based on the financial feasibility calculation results, the NPV value was obtained for IDR 75,547,341, PBP of 2.7, and IRR of 28.96%. Based on the feasibility and sensitivity calculations results, it can be concluded that the Barbercome startup business design is feasible to run.  Keywords: Barbercome, Feasibility Analysis, NPV, PBP, IRR
Pengembangan Bisnis Usaha Rental Mobil Quta Rent Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas (Bmc) Silalahi, Hendy; Idawicaksakti , Maria Dellarosawati; Prambudia, Yudha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Quta Rent adalah sebuah perusahaan yangbergerak di bidang rental mobil di Bandung. Meskipunpasar di industri ini memiliki potensi yang besar, QutaRent mengalami penurunan pendapatan. Hal inimendorong perusahaan untuk mencari model bisnis yangtepat serta strategi baru guna meningkatkan operasionaldan menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis strategi bisnis yang diterapkan olehQuta Rent dan memberikan rekomendasi strategi yangrelevan dengan menggunakan pendekatan Business ModelCanvas, analisis lingkungan bisnis, SWOT, dan pemetaanProfil Pelanggan. Tujuan akhirnya adalah agarperusahaan mampu bertahan dan unggul di tengahpersaingan. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis berdasarkan elemen-elemen dalamBusiness Model Canvas. Hasil penelitianmerekomendasikan perbaikan di semua elemen utama,dengan prioritas utama pada segmen pelanggan,kemitraan kunci, dan aliran pendapatan karena dianggapsebagai faktor risiko utama. Selanjutnya, perbaikan padaproposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan,sumber daya kunci, aktivitas kunci, dan struktur biayamenjadi prioritas berikutnya. Kata Kunci ─Business Model Canvas, Rental Mobil, Analisis Lingkungan Bisnis, SWOT, Value Proposition
Application of the 5S Method to Minimize Waiting Waste at the Yanti Shop, Brebes Regency Nada, Khulya Luthfia; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati; Suryadhini, Pratya Poeri
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i1.28953

Abstract

This research aims to overcome the problem of waste waiting, especially long queues, faced by Toko Yanti, a grocery store in Brebes Regency, Central Java Province. The approach used is the application of the 5S method (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). The steps involve sorting items, improving layout, arranging items, designing storage areas, implementing work rules, and ongoing evaluation. Observations before implementation show ρ (utilization) is more than one, indicating queue buildup. After implementing 5S, the value of ρ (utilization) becomes less than one, which means there is no accumulation. The implementation of the 5S method succeeded in minimizing waste waiting and increasing service efficiency at Toko Yanti. This process shows an increase in service resources and a reduction in queues, which are important indicators of a store's operational efficiency. The results of this research can be used as a reference for similar businesses to increase productivity and customer satisfaction. Apart from that, the 5S approach can also help reduce queue build-up and increase service efficiency in various types of businesses.
PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS CONTENT MARKETING DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA UMKM SINTYA21PROJECT Dewi, Kadek Sintya Sari; Praptono, Budi; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i1.394

Abstract

Abstrak: Perancangan Perbaikan Kualitas Content Marketing dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Sintya21project. Sintya21Project merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang produksi produk pakaian dan jasa konveksi yang berasal dari kota Karangasem, Bali. Saat ini, Sintya21 Project memasarkan produknya secara online maupun tradisional yaitu mulut ke mulut dan media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah usulan perbaikan kualitas content marketing pada Sintya21Project sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil pada penelitian ini secara berurutan dari yang paling penting dapat dijelaskan content marketing UMKM Sinty21project ideal menurut konsumen adalah yang memenuhi semua atribut atau requeriment consumer. Selain itu menjawab rumusan masalah diantaranya : (1) Atribut yang diperlukan oleh UMKM Sintya21 Project dalam pembuatan Content Marketing diantaranya yaitu mudah dipahami, mudah diingat, mampu menjelaskan merek/produk, bernilai dan mengedukasi, memenuhi kebutuhan, informatif, disukai, dapat dipercaya, memiliki pengaruh timbal balik, relevan, membantu pengambilan keputusan, membantu pengambilan keputusan, bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan sekitar, memenuhi kebutuhan public, dan sesuai dengan kode etik dan tidak dimanipulasi; (2) critical-to-satisfaction requirements (CTs) yang perlu untuk diprioritaskan yaitu terkait kualitas konten; (3) Rekomendasi yang tepat dalam pengembangan content marketing UMKM Sintya21Project yaitu diharapkan UMKM Sintya21Project dapat memperbaiki terkait kualitas konten dengan melakukan inovasi terkait konten pemasaran atau bekerjasama dengan professional agar dapat menarik konsumen. Kata Kunci: Perancangan, Content Marketing, QFD, UMKM, SINTYA21PROJECT. Abstract: Design of Improving Content Marketing Quality Using Quality Function Deployment (QFD) Approach to Sintya21project SMEs. Sintya21Project is one of the MSMEs engaged in the production of clothing products and convection services originating from the city of Karangasem, Bali. Currently, Sintya21Project markets its products online and traditionally, namely word of mouth and social media such as Instagram. This study aims to design a proposal to improve the quality of content marketing at Sintya21Project according to customer needs using the Quality Function Deployment (QFD) method. The results of this study, sequentially from the most important, can be explained as the ideal MSME Sinty21 project content marketing according to consumers is one that fulfills all consumer attributes or requirements. In addition to answering the formulation of the problem including: (1) The attributes needed by the UKM Sintya21 Project in making Content Marketing include being easy to understand, easy to remember, able to explain brands/products, valuable and educative, fulfilling needs, informative, liked, trustworthy, have mutual influence, relevant, assisting decision making, beneficial to life and the surrounding environment, meeting public needs, and in accordance with the code of ethics and not being manipulated; (2) critical-to-satisfaction requirements (CTs) that need to be prioritized, related to content quality; (3) Appropriate recommendations in the development of MSME Sintya21Project content marketing, namely that it is expected that UMKM Sintya21Project can improve content quality by innovating related to marketing content or collaborating with professionals so that they can attract consumers. Keywords: Design, Content Marketing, QFD, UMKM, SINTYA21PROJECT
Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) “Teddy Jaya” Di Kabupaten Sragen Menggunakan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Budi P, Susilo Agung; Praptono, Budi; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Teddy Jaya, yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, bergerak di bidang produksi dan penjualan celana pendek. Dalam menghadapi persaingan yang ketat dengan usaha sejenis, diperlukan strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan strategi terbaik. Analisis dilakukan melalui matriks IFE dan EFE berdasarkan Focus Group Discussion (FGD) dengan empat orang yang terkait dengan UMKM tersebut. Skor terbobot IFE sebesar 2,762 dan EFE sebesar 2,884 menempatkan UMKM Teddy Jaya pada kuadran V dalam matriks IE, yang merekomendasikan strategi hold and maintain. Strategi dikembangkan dengan analisis SWOT yang menghasilkan sepuluh alternatif. Hasil QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas utama adalah mengoptimalkan biaya produksi dan efisiensi sumber daya untuk menjaga daya saing harga, dengan skor TAS tertinggi yaitu 6,008. Penerapan strategi tersebut menghasilkan peningkatan penjualan sebesar 250 unit per minggu dan kenaikan profit hingga 76,57%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi berbasis analisis kuantitatif yang terstruktur dapat meningkatkan daya saing dan profitabilitas UMKM Teddy Jaya secara berkelanjutan. Temuan ini juga dapat dijadikan acuan bagi UMKM lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengembangan usaha. Kata kunci — UMKM, IFE, EFE, SWOT, QSPM, Teddy Jaya
PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS CONTENT MARKETING DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA UMKM SINTYA21PROJECT Dewi, Kadek Sintya Sari; Praptono, Budi; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i1.394

Abstract

Abstrak: Perancangan Perbaikan Kualitas Content Marketing dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) pada UMKM Sintya21project. Sintya21Project merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang produksi produk pakaian dan jasa konveksi yang berasal dari kota Karangasem, Bali. Saat ini, Sintya21 Project memasarkan produknya secara online maupun tradisional yaitu mulut ke mulut dan media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah usulan perbaikan kualitas content marketing pada Sintya21Project sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil pada penelitian ini secara berurutan dari yang paling penting dapat dijelaskan content marketing UMKM Sinty21project ideal menurut konsumen adalah yang memenuhi semua atribut atau requeriment consumer. Selain itu menjawab rumusan masalah diantaranya : (1) Atribut yang diperlukan oleh UMKM Sintya21 Project dalam pembuatan Content Marketing diantaranya yaitu mudah dipahami, mudah diingat, mampu menjelaskan merek/produk, bernilai dan mengedukasi, memenuhi kebutuhan, informatif, disukai, dapat dipercaya, memiliki pengaruh timbal balik, relevan, membantu pengambilan keputusan, membantu pengambilan keputusan, bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan sekitar, memenuhi kebutuhan public, dan sesuai dengan kode etik dan tidak dimanipulasi; (2) critical-to-satisfaction requirements (CTs) yang perlu untuk diprioritaskan yaitu terkait kualitas konten; (3) Rekomendasi yang tepat dalam pengembangan content marketing UMKM Sintya21Project yaitu diharapkan UMKM Sintya21Project dapat memperbaiki terkait kualitas konten dengan melakukan inovasi terkait konten pemasaran atau bekerjasama dengan professional agar dapat menarik konsumen. Kata Kunci: Perancangan, Content Marketing, QFD, UMKM, SINTYA21PROJECT. Abstract: Design of Improving Content Marketing Quality Using Quality Function Deployment (QFD) Approach to Sintya21project SMEs. Sintya21Project is one of the MSMEs engaged in the production of clothing products and convection services originating from the city of Karangasem, Bali. Currently, Sintya21Project markets its products online and traditionally, namely word of mouth and social media such as Instagram. This study aims to design a proposal to improve the quality of content marketing at Sintya21Project according to customer needs using the Quality Function Deployment (QFD) method. The results of this study, sequentially from the most important, can be explained as the ideal MSME Sinty21 project content marketing according to consumers is one that fulfills all consumer attributes or requirements. In addition to answering the formulation of the problem including: (1) The attributes needed by the UKM Sintya21 Project in making Content Marketing include being easy to understand, easy to remember, able to explain brands/products, valuable and educative, fulfilling needs, informative, liked, trustworthy, have mutual influence, relevant, assisting decision making, beneficial to life and the surrounding environment, meeting public needs, and in accordance with the code of ethics and not being manipulated; (2) critical-to-satisfaction requirements (CTs) that need to be prioritized, related to content quality; (3) Appropriate recommendations in the development of MSME Sintya21Project content marketing, namely that it is expected that UMKM Sintya21Project can improve content quality by innovating related to marketing content or collaborating with professionals so that they can attract consumers. Keywords: Design, Content Marketing, QFD, UMKM, SINTYA21PROJECT
Empower Educated Unemployment to Support Learning Process Using Website Development Ganesha Putri, Debby Cintia; Witjaksono, R. Wahjoe; Idawicaksakti, Maria Dellarosawati; Putri, Debby Cyntia Ganesha; Handayani, Wahyu Sri; Sulistyawan, V.N.
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol. 2 No. 1 (2018): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are so many graduated people from university, and it affects the number of unemployment who are educated and have specific knowledge in some field. In the other side, in our new education curriculum, students have to learn much by their self. The teacher only needs to monitor them. They do not teach at all. Students usually search the review their courses from the internet which are not valid at all because it is usually opinion from the author. Therefore, the educated person is essential to support education in informal learning. In this paper, authors made an innovation of website which can be used to confront educated unemployment with students to share and learn a specific knowledge. By using a website (such as a common website for marketplace), both of unemployment and student can get the benefit, such as knowledge and skill for students, and also profit/income for unemployment. This informal learning process would be held either online or offline, which unemployment as a teacher and students meet to do learning process. This website would provide benefits for all entities which involved in business processes, such as salary from the student for the teacher and profit from sharing with the teacher, promotion on the website, and sponsor of the website for the service provider. Keywords—Education, students, unemployment, website.