Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

IMPLEMENTASI INTEGRITAS DALAM PELAYANAN HAMBA TUHAN Malik Malik
Sesawi Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v4i2.124

Abstract

Penelitian ini berbicara tentang integritas diri seorang hamba Tuhan dalam pelayanan.  Beberapa fenomena yang berkembang saat ini bahwa tidak sedikit hamba Tuhan yang jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan oleh karena tidak memiliki fondasi yang kuat dalam membangun dan mempertahankan integritas mereka.  Dengan integritas yang kuat dan kokoh akan menjadikan pelayanan seorang hamba Tuhan dapat bersikap arif dan bijaksana sambil terus mengarahkan orang lain semakin mencintai Tuhan dan melayani-Nya. Peneliti menggunakan metode analisis dari setiap pendapat ahli untuk menemukan maksud penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, maka integritas itu dapat menghasilkan responsilbilty, kredibililtas, kualitas dan akuntabilitas. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa implementasi integritas hamba Tuhan dalam pelayanan sangatlah penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kembali tentang jati diri seorang hamba Tuhan yang seyogyanya memiliki integritas yang benar, kuat serta setia melayani Tuhan. Oleh sebab itu sangat diperlukan membangun serta mengimplementasikan integritas yang benar di atas dasar firman Tuhan dan hidup dalam doa. Hidup dalam kesetiaan sesuai dengan hati nurani yang murni, berani berkata tidak kepada dosa serta memiliki kehidupan yang handal
AKTUALISASI NILAI MISI DALAM DINAMIKA BUDAYA PADA KELUARGA KRISTEN DI MENTAWAI: Indonesia Malik Malik; Mesal Mesal; Hasahatan Hutahaean; Immerius Sakerebau
Manna Rafflesia Vol. 10 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v10i1.342

Abstract

This study discusses the importance of involving all congregation members in carrying out missions. The involvement of church members begins with the Christian family knowing the values of the mission. This is inseparable from how Christian leaders apply it in ministry. The purpose of the study was to explain the application of mission values in Christian families in Mentawai, by considering the condition of diversity that continues to grow in culture, religion, and tribe in Mentawai, West Sumatra. The method used is qualitative by collecting data from the literature. The results of the study found that the application of mission values in the Christian family can be made by being a bearer of good news, being a congregation of disciples, being a congregation that grows in teaching, and being a congregation that supports missions. The diversity of cultures, religions, and tribes in Mentawai can trigger the enthusiasm and persistence of the Church, both GKPM and other churches that serve there.
Kekuatan Injil di Era Digital: Tafsir Teologis Roma 1:16–17 tentang Iman Kristen Masa Kini Malik Bambangan; Yarnida Gulo
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.391

Abstract

This study discusses the implementation of Christian faith in the digital era. This digital era is full of increasingly rapid technological advances where artificial intelligence dominates human activities. This presents both a challenge and an opportunity for Christians to embody their faith in the world. True Christian faith will be tested by difficult times and calm times. These difficult and calm times will determine the purpose and direction of a Christian's faith in facing them. True Christian faith will persist in any situation, no matter how great the challenge. Thus, true faith can be applied in the lives of Christians in the digital era. The purpose of this study is to determine how Christians implement Christian faith in this digital era by referring to Romans 1:16-17 as its theological foundation. The method used in this study is a qualitative method with an interpretive approach to Romans 1:16-17 implemented in Christian life in the digital era. The results are: living in obedience, having a true knowledge of God, believing in God and His Word, and having a certain hope in Christ. This study concludes that Christian faith can be implemented in the lives of believers through obedience to the Word and continued faith and hope in Christ. AbstrakPenelitian ini berbicara tentang implementasi iman orang Kristen di era digital.  Era digital ini penuh dengan kemajuan tekhnologi yang semakin pesat dimana kecerdasan buatan manusia mendominasi aktivitas manusia.  Hal ini merupakan tantangan sekaligus menjadi peluang bagi orang Kristen dalam mengejawantahkan imannya pada dunia.  Iman Kristen yang sejati akan teruji oleh masa yang sulit maupun masa yang tenang.  Pada masa yang sulit dan tenang ini akan menentukan tujuan dan arah iman orang Kristen dalam menghadapinya.  Iman Kristen yang sejati akan tetap bertahan pada situasi bagaimanapun besarnya tantangan tersebut.  Dengan demikian iman sejati tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan orang Kristen di era digital.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi iman Kristen di era digital ini bagi orang Kristen dengan mengacu kepada Roma 1:16-17 sebagai landasan teologisnya.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan interpretasi surat Roma 1:16-17 yang diimplementasikan dalam kehidupan Kristen di era digital.  Sebagai hasilnya adalah; hidup dalam ketaatan, memiliki pengetahuan yang benar akan Allah, percaya kepada Allah dan Firman-Nya, serta memiliki pengharapan yang pasti dalam Kristus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iman Kristen dapat diimplementasikan dalam kehidupan orang percaya dengan ketaatan pada firman serta tetap beriman dan berpengharapan pada Kristus.
Misi ANALISIS PROBLEMATIKA SOSIAL Pelaksanaan Amanat Agung sebagai Kontribusi bagi Misi dalam Konteks Indonesia: Prolematika Misi Malik Bambangan; Stenly R. Paparang
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 9 No. 1 (2026): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v9i1.484

Abstract

The Great Commission of the Lord Jesus speaks of the sending out of the disciples by Jesus to go and make disciples of all nations. There is an assumption that its implementation today applies only to disciples of Christ, not to the church, contains only evangelism, and is considered unnecessary. This study identifies the challenges faced in the implementation of the Great Commission, analyzes its contribution to interfaith dialogue and cooperation, and assesses the social impact of the implementation of the Great Commission in the context of Indonesian pluralism. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, through the process of collecting data from various literatures and interpreting it to draw conclusions. The results show that there are several challenges and opportunities in the implementation of the Great Commission, including resistance, government regulation, social disparity, economic inequality, and social and religious tensions. Keywords: Social Problems, Great Commission, Christian Mission, Pluralism, Indonesia, Interfaith Dialogue, Evangelism
MAKNA PERSEMBAHAN KORBAN SEBAGAI PENGHAPUS DOSA BERDASARKAN IMAMAT 4:1-5 DAN IMPLIKASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Wirahayanti Laoli; Aslina Laia; Malik Bambangan
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.185

Abstract

Imamat 4:1-5 mengajarkan bahwa persembahan korban sebagai penghapus dosa menekankan pentingnya pertobatan sebagai langkah awal untuk pemulihan hubungan dengan Allah. Ketika seseorang melakukan dosa tanpa sengaja, korban hewan dipersembahkan sebagai pengganti hukuman yang seharusnya diterima. Korban ini haruslah hewan tanpa cacat, yang melambangkan pertobatan yang tulus serta permohonan pengampunan dari Allah. Dalam konteks ini, korban menjadi sarana untuk mendamaikan dosa dan memulihkan hubungan dengan Tuhan. Bagi orang percaya masa kini, penghapusan dosa tidak lagi dilakukan melalui persembahan korban fisik, melainkan melalui pengorbanan Yesus Kristus yang sempurna di salib. Kristus menjadi korban yang menyelesaikan penebusan dosa umat manusia secara tuntas. Ajaran ini mengingatkan orang percaya akan pentingnya hidup dalam pertobatan sejati dan kesadaran akan pengorbanan Kristus yang menebus dosa. Selain itu, orang percaya juga diingatkan untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, dengan mengandalkan pengampunan yang telah diberikan melalui karya Kristus. Dengan demikian, Imamat 4:1-5 mengajarkan nilai-nilai pertobatan yang relevan untuk kehidupan orang percaya masa kini, yang melibatkan pengakuan dosa dan kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
MEMBANGUN KESEJAHTERAAN JEMAAT PEDALAMAN: STRATEGI KEPEMIMPINAN GEREJA BERDASARKAN TELADAN YUSUF DALAM MENGINTEGRASIKAN IMAN DAN EKONOMI Kaleb Yusuf; Salomo Rudianto; Malik Bambangan
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.188

Abstract

Dalam konteks jemaat pedalaman, kesejahteraan merupakan isu rumit dengan banyak aspek. Kesejahteraan diartikan sebagai kondisi ideal dimana umat Kristen hidup layak, mandiri, serta bertumbuh secara fisik dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menyampaikan pemahaman bahwa aktivitas ekonomi seharusnya tidak dipisahkan dari kehidupan rohani, melainkan dipandang sebagai bagian dari panggilan iman. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penulis menganalisis bagaimana kisah Yusuf menunjukkan bahwa perencanaan baik, pengelolaan sumber daya bijaksana, dan kepemimpinan yang dilandasi takut akan Tuhan dapat meningkatkan kesejahteraan komunitas. Penelitian terkini menunjukkan masih terbatasnya kajian tentang narasi Yusuf sebagai landasan teologis bagi strategi kesejahteraan jemaat pedalaman. Para pemimpin gereja perlu mengembangkan strategi yang mengintegrasikan nilai iman dengan tindakan praktis ekonomi, tidak hanya untuk meningkatkan taraf hidup jemaat, tetapi juga menyatakan kemuliaan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan.
MENGGALI AJARAN KITAB ULANGAN TENTANG HUKUM DAN KASIH TUHAN Angelina Sarumaha; Kasihani Zendrato; Malik Bambangan
Alucio Dei Vol 9 No 2 (2025): Alucio Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v9i2.196

Abstract

Artikel ini mengkaji korelasi hukum dan kasih Tuhan dalam kitab Ulangan melalui pendekatan hermeneutik dan teologi biblika. Analisis terhadap Ulangan 6:4-9, 7:7-9, dan 30:15-20 menunjukkan bahwa perintah Allah bukanlah memuat legalistik, melainkan ekspresi kasih-Nya yang dinamis. Kitab ini menguraikan aturan sebagai anugerah yang menegaskan identitas Israel sebagai umat perjanjian. Pemilihan mereka didasari oleh kesetiaan Ilahi, tanpa mempertimbangkan kualitas atau jumlah. Ketaatan merupakan respons terhadap Allah yang terlebih dahulu mengasihi, sebagaimana tercermin dalam ajaran Shema. Temuan penelitian menggambarkan keseimbangan antara belas kasih dan keadilan Pencipta, dengan ketetapan-Nya bertujuan untuk kesejahteraan umat. Relevansi kitab kontemporer Ulangan terletak pada pemahaman bahwa peraturan adalah panduan yang memerdekakan untuk hidup benar dengan Tuhan dan sesama, serta memaknai penderitaan sebagai proses pendidikan yang didasari cinta kasih.
Teladan Orangtua dalam Pertumbuhan Rohani Anak Remaja Milla Susanti; Malik Bambangan
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2026): Agustus : Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v8i2.689

Abstract

This study examines how parents can serve as role models in fostering the spiritual growth of their adolescents. Parents play a fundamental role in shaping their children's character and faith by providing positive examples that adolescents can imitate in their daily lives. Spiritual growth during adolescence is particularly important because it serves as a strong foundation for their future faith, values, and moral development. The purpose of this study is to explore how parental role modeling influences adolescents' spiritual growth. This research employed a qualitative methodology using a library research approach. Relevant books, journal articles, theological literature, and other scholarly references were analyzed to examine theories and concepts related to parental roles and adolescent spiritual formation. The findings indicate that effective parental role modeling is demonstrated through words, behavior, love, faithfulness, integrity, and purity, which encourage adolescents to develop a deeper relationship with God and practice Christian values consistently. The study concludes that parents should actively model faith in everyday life as an essential part of educating their adolescents. By becoming living examples of Christian values, parents can significantly contribute to nurturing adolescents' spiritual maturity and strengthening their commitment to a lifelong life of faith.