Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Guru PAK dalam Penggunaan Media Google Meet pada Pembelajaran Online di SD Negeri Osiloa Tarus Kabupaten Kupang Petrus Poho Lakang; Daud Saleh Luji; Lanny Koroh
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.118 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.17

Abstract

  Abstract: Online learning in the pandemic era is a must and teachers need technological tools so that learning activities can be carried out anywhere and anytime as long as they can access the system. In this kind of learning requires a number of roles from the teacher. The purpose of this study was to find out and analyze the role of PAK teachers in implementing online learning with google meet media in the era of the covid-19 pandemic at SD Negeri Osiloa Tarus, Kupang district. The method used is a qualitative descriptive method, with the research subject being a PAK teacher who carries out online learning at the Osiloa Tarus State Elementary School. The results showed that there were six roles played by PAK teachers at SD Negeri Osiloa, namely: First. Teachers act as facilitators to provide learning tools, provide media and learning facilities, teachers act as partners not superiors. Second, the teacher acts as a guide and motivator. Third, the teacher acts as a provider of the learning environment. Fourth, the teacher as a communicator who connects the school, parents, and students in order to increase the effectiveness of online learning with the google meet media. Fifth, because this is Christian Religious Education, the teacher acts as a role model or role model in learning. Sixth, to determine the success of the process and results, the PAK teacher conducts learning as an evaluator.Abstrak: Pembelajaran online di era pandemi adalah suatu keharusan dan guru memerlukan alat teknologi sehingga kegiatan belajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun selama dapat mengakses sistem tersebut. Dalam pembelajaran seperti ini dibutuhkan sejumlah peran dari guru. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis peran guru PAK dalam menerapkan pembelajaran online dengan media google meet di era pandemi covid-19 pada SD Negeri Osiloa Tarus kabupaten Kupang. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian adalah guru PAK yang melaknasakan pembelajaran online di Sekolah Dasar Negeri Osiloa Tarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam peran yang dilakukan guru PAK SD Negeri Osiloa yaitu: Pertama. Guru berperan sebagai fasilitator untuk meyediakan perangkat pembelajaran, menyediakan media dan fasilitas belajar, guru bertindak sebagai mitra bukan atasan. Kedua, Guru berperan sebagai pembimbing dan motivator. Ketiga, Guru berperan sebagai penyedia lingkungan belajar. Keempat, Guru sebagai komunikator yang menghubungkan antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam rangka meningkatkan efektifitas pembelajaran online dengan media google meet. Kelima, Karena ini adalah Pendidikan Agama Kristen maka Guru berperan sebagai model atau panutan dalam pembelajaran. Keenam, untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil maka Guru PAK melakukan perannya sebagai evaluator.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SEKOLAH MENENGAH TEOLOGI KRISTEN WAIKABUBAK Ezra Tari; Hendrik A.E Lao; Lanny I.D Koroh; Martin Ch. Liufeto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 1 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i1.2715

Abstract

Selection of research topics Classroom action is significant for teachers. Because as part of the duties and responsibilities of teachers. This is important to support the teacher's career path to a higher rank. CAR is vital for improving the learning process. The method of devotion uses qualitative. Teachers can understand and are enthusiastic about writing down the results of learning improvements. The teacher learns how to make articles found to work well. Assistance continues with communication via WhatsApp.
STUDI ETNOGRAFI TENTANG BUDAYA SEKOLAH DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMK NEGERI 2 LOLI GUSTA BARA DAKU WALA; LANNY I.D KOROH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v2i4.1675

Abstract

This study aims to describe: (1) Implementation of the Independent Learning Curriculum at SMK Negeri 2 Loli, (2) development of school culture (3) implementation of Pancasila student profile activities. The research method used is an ethnographic method with a qualitative approach, to understand the lives of school residents based on the perspective of the school community concerned. The subjects of this study were students and residents of SMK Negeri 2 Loli. Sources of research data are: (1) written sources, (2) oral sources, and (3) documents. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The research results are as follows. (1) The principal, teachers and students of SMK Negeri 2 Loli understand the implementation of the independent learning curriculum (2) The implementation of the Free Learning Curriculum at SMK Negeri 2 Loli has gone well (3) the development of school culture and habituation in daily activities at school is running well (4) the form of student activities in projects through the Pancasila student profile has been going well. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMK Negeri 2 Loli, (2) pengembangan budaya sekolah (3) pelaksanaan kegiatan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif, untuk memahami kehidupan warga sekolah berdasarkan sudut pandang warga sekolah yang bersangkutan. Subjek penelitian ini adalah siswa dan warga sekolah SMK negeri 2 Loli. Sumber data penelitian adalah: (1) sumber tertulis, (2) sumber lisan, dan (3) dokumen. Teknik Pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil riset sebagai berikut. (1) Kepala sekolah, guru dan siswa SMK Negeri 2 Loli memahami implementasi kurikulum merdeka belajar (2) Implementasi Kurukulum Merdeka Belajar di SMK Negeri 2 Loli telah berjalan dengan baik (3) pengembangan budaya sekolah dan pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah berjalan dengan baik (4) bentuk kegiatan siswa dalam projek-projek melalui profil pelajar pancasila telah berjalan dengan baik.
Budaya Naketi Uab Atoin Meto: Pemulihan Relasi Komunikasi Di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan Talita Tlonaen; Lanny I.D. Koroh; Ezra Tari
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v3i1.558

Abstract

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang hidup sesuai dengan budaya dan ajaran agama yang dianut namun sebagai manusia biasa seseorang tidak pernah luput dari suatu kesalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan ritual naketi uab, persepsi dan ideologi masyarakat mengenai naketi uab dalam pemulihan relasi komunikasi dan persepsi gereja tentang ritual naketi uab. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ditemukan bahwa naketi uab merupakan ritual yang dilakukan oleh manusia untuk mengatasi atau mencegah suatu permasalahan baik secara sosial maupun spiritualitas. Pelaksanaan ritual naketi uab dilangsungkan dengan menggunakan tutur adat dawan Timor (Uab meto) yang memiliki makna tertentu dengan tujuan adanya keterbukaan, pemberian nasihat, sebagai sarana komunikasi dan juga untuk pemulihan relasi dengan diri sendiri, dengan sesama maupun dengan Tuhan sebagai pemilik kehidupan. Tujuan utama dari ritual naketi uab adalah untuk merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan yang dilakukan dan memperdamaikan diri dengan sesama maupun Tuhan sebagai bentuk pemulihan relasi komunikasi. Pelaksanaan naketi uab pada dasarnya berlandaskan pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat (antropologi) dan ajaran agama yang dianut (teologis) oleh pihak yang terlibat. Humans are creatures created by God who live under the culture and religious teachings adopted, but one never escapes from a mistake as an ordinary human. This study aimed to describe and analyze the implementation of the naketi uab in the restoration of communication relations and the church’s perception of the naketi uab ritual. This type of research is qualitative research, a phenomenological approach. The result of the study found that naketi uab is a ritual performed by humans to overcome or prevent a problem both socially and spiritually. The implementation of the naketi uab ritual is carried out using the Timorese dawan (uab meto) speech which has a specific meaning with the aim of openness, giving advice, as a means of communication and also for restoring relationships with oneself, with others, and with God as a personower of life. The primary purpose of the naketi uab ritual is to self-reflect, correct mistakes made and reconcile with others and God as a form of restoration of communication relations. The implementation of nakti uab is based on the values prevailing in society (anthropology) and the religious teachings adopted (theologically) by the parties involved.
Kesiapan Sekolah Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Rote Ndao Ezra Tari; Hendrik A.E. Lao; Martin Ch. Liufeto; Lanny I.D. Koroh
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9320

Abstract

Salah satu bentuk pembangunan pendidikan nasional adalah perubahan kurikulum. Perkembangan terakhir adalah kurikulum mandiri. Perubahan kurikulum ini ditengarai mengabaikan efisiensi maksimal siswa dalam belajar. Oleh karena itu penelitian ini berfokus untuk mengkaji implementasi kurikulum otonom di SD GMIT Kabupaten Rote Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian dengan menggunakan metode purposive sampling. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 responden. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum mandiri di sekolah GMIT di Kecamatan Rote Ndao Kabupaten Rote Barat berada pada level yang cukup siap beraksi. Hal ini disebabkan faktor sosialisasi yang masih kurang pemahaman guru, dukungan referensi dan persiapan kurikulum merdeka yang kurang.
Pendampingan Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru PAUD di Kota Kupang Tahun 2023 Tamelab, Maryance; Lanny Isabela Dwisyahri Koroh
Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/dev.v2i1.234

Abstract

Community engagement activities with Early Childhood Education (ECE) teachers in Kota Kupang are essential in improving the quality of education for children in their early developmental stages. This description outlines the various phases of the program, including socialization, workshops, group discussions, and assistance in developing Classroom Action Research (CAR). The outcomes of these activities include an improved understanding of CAR among ECE teachers, enhanced skills in CAR development, and support for publishing academic articles. Recommendations include the integration of digital technology, the provision of online guidance modules, and the establishment of continuous support mechanisms. By implementing these suggestions, the engagement activities can become more efficient and sustainable, contributing to the enhancement of early childhood education in Kota Kupang.