Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PROGRAM KELAS AYAH SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING Sitti Mukarramah; Andi Syintha Ida; Suriani B
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.3047

Abstract

Stunting merupakan permasalahan terkait gizi kronis yang diderita oleh balita. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 mencapai angka 36,4%. Salah satu penyebab kejadian tersebut disebabkan oleh kekurangan zat nutrisi. Seorang ayah adalah sosok penting dan utama dalam menjalankan peran pencegahan dan pengendalian kejadian stunting, terutama dalam pemenuhan zat anak. Kesetaraan gender menunjukkan peranan yang seimbang antara laki-laki dalam kegiatan produktif dan reproduktif. Seorang ayah perlu menyadari peranannya dalam meningkatkan gizi keluarga dan berperan langsung dalam kegiatan reproduktif pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Kota Makassar mulai Juli s/d Agustus 2022. Pihak yang terkait dalam kegiatan ini adalah Bidan Koordinator Puskesmas Tamalate, Kader Kesehatan, Ketua RT dan para “ayah” di Posyandu Asoka 3 Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate sebanyak 25 orang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai selesai. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam mempersembahkan MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting.
PENDAMPINGAN BIDAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT EDUKASI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI Jumrah Sudirman; Stang Stang; Muh. Ikhsan Amar; Suriani B.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17045

Abstract

Abstrak: Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan faktor resiko berbagai penyakit dan kondisi yang ada di masyarakat adalah dengan melakukan edukasi menggunakan media interaktif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk melakukan pelatihan kepada bidan sebagai Upaya meningkatkan kemampuan bidan dalam mendesain media edukasi dengan teknologi Augmented Reality. Pelaksanaan Kegiatan dilakukan secara hybrid, dimana peserta mengikuti secara online sebanyak 40 peserta dan yang mengikuti secara online sebanyak 260 peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan simulasi. Pelaksaan kegiatan ini bermitra dengan Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil yang didapatkan menunjukkan peserta yang mengisi postes sebanyak 252 orang, dimana 73.01% peserta telah memiliki pengetahuan yang baik. Kegiatan terlaksanan dengan tertib sesuai rencana kegiatan.Abstract: Efforts to increase knowledge about prevention and risk factors for various diseases and conditions that exist in the community are by conducting education using interactive media. This service activity is carried out to conduct training for midwives as an effort to improve the ability of midwives in designing educational media with Augmented Reality technology. The implementation of the activity was carried out in a hybrid manner, where as many as 40 participants took part online and 260 participants took part online. The methods used are lectures, discussions and simulations. The implementation of this activity partnered with the IBI Regional Management of South Sulawesi Province. The results obtained showed that there were 252 participants who filled out the posttest, of which 73.01% of the participants had good knowledge. Activities carried out in an orderly manner according to the activity plan.
PENGARUH PIJAT STIMULASI OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSIO UTERI PADA IBU NIFAS Suriani B; Andi Sinta Ida; Fitriati Sabur
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v18i2.1580

Abstract

Meningkatnya angka kematian ibu setelah melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan. Salah satu cara untuk mengatasi perdarahan itu dengan cara melakukan pijat oksitosin. Pijatan ini dapat merangsang hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi uterus sehingga proses involusi bisa berjalan normal. Pijat oksitosin adalah suatu tindakan pemijatan tulang belakang mulai dari nervuske 5 - 6 sampai scapula yang akan mempercepat kerja saraf para simpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehingga oksitosin keluar. Sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka bekas implantasi plasenta, mencegah perdarahan, serta memperbanyak produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pijat oksitosin pada ibu post partum yang dipijat oksitosin dan yang tidak dipijat oksitosin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy eksperiment. Sampel dalam penelitian ini diambil melalui cara purposive sampling. Sampel berjumlah 38 orang yang terdiri dari 18 repsonden kelompok intervensi dan 20 responden pada kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengamati penurunan tinggi fundus uterus pada hari pertama post partum. Hasil dari penelitian ini teridentifikasi terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu post partum (p=0.026<0.05). Perlunya bidan mensosialisasikan manfaat pijat oksitosin agar ibu nifas dan keluarga mampu melakukan pijat oksitosin.
Dukungan Keluarga Dan Sosial Budaya Dengan Risiko Anemia Pada Ibu Hamil Hairuddin K; Jumrah Sudirman; Suriani B
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.563

Abstract

Based on anemia data obtained from the results of medical records at the Lepo-lepo Health Center in Kendari, 128 (11.07%) pregnant women experienced anemia from 1,156 patients who checked their pregnancy in 2013, there were 112 (6.68%) pregnant women who experienced anemia from 1,675 patients checked their pregnancy, and in 2014 was 97 (5.48%) pregnant women had anemia from 1,768 patients who checked their pregnancy. This study aimed to analyze the sociocultural relations and family support with the incidence of anemia in pregnant women. The research method used was analytic observational with a Cross-Sectional Study approach. The total sample was 33 pregnant women with a purposive sampling technique. The study found that most pregnant women still experienced anemia due to a lack of family support. The amount of family support a mother receives affects the anemia of pregnant women. This effect can interfere with the psychological health of pregnant women, such as experiencing stress. For the mother to feel calm and at ease during pregnancy, it is hoped that the pregnant woman's family can provide full support so that there is a sociocultural relationship and family support with the incidence of anemia in pregnant women with each value ρ <α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between sociocultural and family support with the incidence of anemia in pregnant women. As a recommendation in research to improve sociocultural relationships and family support with the incidence of anemia in pregnant women