Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Description of premarital sexual behavior in high school students in Jabodetabek Ananda Shafa Fadhilah; Aisyah Ramadhani Kamilia Jasmine; Marwa Zakia Habibillah; Mohammad Aldin Dhafa Pratama; Aries Yulianto
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 4 (2023): Maret: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v13i4.3627

Abstract

Talking openly about sexual behavior in adolescents is still a taboo thing to do, but it's actually not taboo to do, especially among high school students. Dating has become something that is commonly done by high school students nowadays, most high school students have engaged in sexual behavior when dating. A number of studies in cities in Indonesia have shown that high school students have engaged in premarital sexual behavior. On the other hand, Jabodetabek is the area with the most rapid progress. This research wants to know about premarital sexual behavior among high school students in Jabodetabek. The research was conducted using a descriptive research strategy with a survey design. The results of the study show that students in Jabodetabek engage in sexual behavior from low intimacy, namely touching (65%) to the highest intimacy, namely sexual intercourse (0.83%). It can be concluded that the sexual behavior of high school students in Jabodetabek occurs sequentially from low intimacy to high intimacy.
Gambaran Smartphone Addiction pada Remaja di Tangerang Selatan Aries Yulianto; Irnawati Jayanti; Namira Rahman; Amallia Hanna Bahagianti Sajidah
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 1 No 02 (2023): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.276 KB) | DOI: 10.58812/jpkws.v1i02.238

Abstract

Lebih dari 50% pengguna smartphone di Indonesia merupakan remaja. Dari data yang ditemukan, pengguna ponsel di Tangerang Selatan mengalami peningkatan sebanyak 3,3%, dari tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut adalah karena penggunaan smartphone pada remaja di Tangerang Selatan yang bertujuan untuk mencari informasi ataupun menghibur diri di kala stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran smartphone addiction pada remaja di Tangerang Selatan. Peneliti melakukan penelitian terhadap 100 remaja (50 laki-laki dan 50 perempuan) yang tinggal di Tangerang Selatan dengan descriptive research strategy melalui survey research design. Perilaku smartphone addiction diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) yang terdiri dari 33 pertanyaan dengan 6 dimensi, masing-masingnya menggambarkan hubungan dan keterikatan mereka dengan smartphone. Hasil yang menunjukkan bahwa perilaku smartphone addiction pada remaja di Tangerang Selatan cenderung sedang. Selain itu, ditemukan tidak ada perbedaan smartphone addiction antara remaja laki-laki dan perempuan.
PERANCANGAN ONLINE TEST UNTUK MENGUKUR MINAT CALON MAHASISWA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Khairina, Shafira Qonita; Yulianto, Aries
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 19, No 02 (2021): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v19i2.133

Abstract

Calon mahasiswa sering kali bimbang saat memilih program studi dikarenakan banyaknya pilihan dan kurangnya eksplorasi mengenai program studi. Hal ini juga terjadi pada calon mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) yang hendak memilih salah satu dari 10 program studi yang tersedia. Saat individu telah mengetahui dan mengenali minat dirinya, maka akan mempermudah dalam menentukan karier melalui pemilihan program studi yang tepat. Holland membagi minat menjadi 6 tipe yaitu: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional (RIASEC). Sayangnya, saat ini belum tersedia tes yang dapat mengukur minat calon mahasiswa UPJ yang kemudian dapat digunakan untuk mengetahui program studi mana yang cocok. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah tes minat untuk calon mahasiswa UPJ yang diadministrasikan secara online. Peneliti juga melakukan studi awal pengujian psikometri terhadap tes minat tersebut. Administrasi online ini memanfaatkan Google Form yang dihubungkan dengan Google Sheet untuk membuat sistem skoring dan interpretasi hasil. Tes minat ini terdiri dari 30 nomor soal berformat forced-choice, dimana setiap pada nomor peserta memilih salah satu dari dua pernyataan yang masing-masing mewakili tipe minat yang berbeda. Dari hasil pengujian reliabilitas tes-retes, ada 33% peserta yang skornya konsisten setelah dites kembali dalam jangka 1 minggu. Untuk reliabilitas konsistensi internal setiap 6 tipe, diperoleh diperoleh koefisien Alpha antara 0,012 hingga 0,611. Sedangkan untuk pengujian validitas, tidak ditemukan perbedaan IPK antara mahasiswa yang hasil tes minatnya sesuai dengan rekomendasi program studi dengan mahasiswa yang hasil tes minatnya tidak sesuai dengan rekomendasi program studi. Pengembangan tes minat online ini akan dilanjutkan agar dapat diperoleh hasil yang memuaskan.
Perancangan Online Personality Test untuk Mengukur Kepribadian Calon Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya Muthiah, Syifa Alya; Yulianto, Aries
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 19, No 01 (2021): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v19i01.132

Abstract

AbstractMistakes in choosing a course of study can make students decide to change study programs or even move universities. This mistake happened at Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) where there were 13 students moved study programs from 2017-2019, where 85% of the reason was because the study program that had been taken was not his own desire and was not in accordance with students. The choice of study program is influenced by many factors, one of which is personality. Based on the big five personality theory, there are 5 personality dimensions, namely Openness to experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, and Neuroticism (OCEAN). This study aims to compile an online test to measure the personality of prospective UPJ students whose results can provide recommendations for suitable UPJ study programs. Researchers also conducted a preliminary psychometric test study of this personality test. This online administration makes use of a Google Form linked to a Google Sheet to create a scoring system and interpretation of results. This personality test consists of 50 Likert scale formatted statements, where each dimension is measured by 5 statements, from "Disagree" (1) to "Agree" (5). The test-retest reliability coefficient with a duration of 1 week for the five dimensions ranged from 0.585 to 0.952, while the Alpha coefficient of each dimension ranged from 0.449 to 0.757. The results of the construct validity test using the group difference technique showed that there was no difference in GPA between students whose personality test results were in accordance with the study program's recommendations and students whose personality test results did not match the study program recommendations. The developments of this online personality test will be continued in order to obtain satisfactory results. Keywords : online test, personality, big five personality, prospective college students, validity, reliability AbstrakKesalahan dalam memilih program studi dapat membuat mahasiswa memutuskan untuk pindah pindah program studi atau bahkan pindah perguruan tinggi. Hal ini juga terjadi di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dimana tercatat ada 13 mahasiswa yang pindah program studi dari tahun 2017-2019, dimana 85% alasannya karena program studi yang telah diambil bukan keinginan dari diri sendiri dan tidak sesuai dengan dirinya. Pemilihan program studi dipengaruhi banyak faktor, salah satunya kepribadian. Berdasarkan big five personality theory, ada 5 dimensi kepribadian, yaitu Openness to experience, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism (OCEAN). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tes online untuk mengukur kepribadian calon mahasiswa UPJ yang hasilnya dapat memberikan rekomendasi program studi di UPJ yang cocok. Peneliti juga melakukan studi awal pengujian psikometri terhadap tes kepribadian ini. Administrasi online ini memanfaatkan Google Form yang dihubungkan dengan Google Sheet untuk membuat sistem skoring dan interpretasi hasil. Tes kepribadian ini terdiri dari 50 pernyataan berformat skala Likert, dimana setiap pada dimensi diukur oleh 5 pernyataan, dari “Tidak Setuju” (1) hingga “Setuju” (5). Koefisien reliabilitas tes-retes dengan jangka waktu 1 minggu untuk kelima dimensi berkisar antara 0,585 hingga 0,952, sedangkan koefisien Alpha dari setiap dimensi berkisar antara 0,449 hingga 0,757. Hasil pengujian construct validity dengan teknik group difference menunjukkan tidak ditemukan perbedaan IPK antara mahasiswa yang hasil tes kepribadiannya sesuai dengan rekomendasi program studi dan mahasiswa yang hasil tes kepribadiannya tidak sesuai dengan rekomendasi program studi. Pengembangan tes kepribadian online ini akan dilanjutkan agar dapat diperoleh hasil yang memuaskan. Kata Kunci: online test, kepribadian, big five personality, calon mahasiswa, validitas, reliabilitas
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DAN LOYALITAS KARYAWAN PADA SEBUAH PERUSAHAAN E-COMMERCE DI JAKARTA Yulianto, Aries; Martina, Devi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 16, No 1 (2018): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v16i1.27

Abstract

AbstractThe development of e-commerce business in Indonesia has increased dramatically since the last few years. This e-commerce business development is using by an e-commerce startup companylocated in West Jakarta.Researchers found some problems related to the company and its employees. Shortly, it could be assumed that their employee loyalty and organizational climate are low. Employee loyalty is an orientation toward organization that related with personal identification to their organization. On the other hand, organizational climate is an environment qualitywithin an organization that relatively felt and stayed by an employee. The objective of this study is to determine the relationship between organizational climate and employee loyalty, by controlling the effect of age and gender on loyalty. Participants were 50 employees (21 males, 29 females) of the company, aged 23 to 34 year old (M = 27.62,SD = 2.899). This research found the correlations range from .540 and .588, p < .01. It can be concluded that there is a positive and significant correlation between organizational climate and loyalty, including whencontrolling effect of age and gender to loyalty. Keywords: e-commerce, loyalty, organizational climate. AbstrakBisnis e-commerce atau jual beli online di Indonesia mengalami peningkatan drastis sejak beberapa tahun belakangan ini. Perkembangan bisnis e-commerce ini juga dimanfaatkan oleh sebuah perusahaan rintisan bisnis e-commerce yang berlokasi di Jakarta Barat. Namun peneliti menemukan permasalahan berkaitan dengan karyawan dan perusahaan tersebut. Diduga loyalitas dan iklim organisasi di perusahaan tersebut rendah.Loyalitas karyawan merupakan orientasi terhadap organisasi yang berkaitan dengan identifikasi seseorang terhadap organisasi. Di lain pihak,iklim organisasi adalah kualitas lingkungan di dalam suatu organisasi yang secara relatif dapat dirasakan dan dapat bertahan oleh karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan loyalitas, dengan mengontrol pengaruh usia maupun jenis kelamin terhadap loyalitas. Responden berasal dari seluruh karyawan perusahaan berjumlah 50 orang (laki-laki = 21; perempuan = 29) berusia 23 – 34 tahun (M = 27,62; SD = 2,899). Diperoleh korelasi berkisar antara 0,540 hingga 0,588, p< 0,01. Dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan loyalitas, termasuk ketika mengontrol pengaruh usia maupun jenis kelamin terhadap loyalitas. Kata kunci: e-commerce, loyalitas, iklim organisasi.
PENGUJIAN PSIKOMETRI SKALA GUTTMAN UNTUK MENGUKUR PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA BERPACARAN Yulianto, Aries
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 18, No 01 (2020): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v18i01.80

Abstract

Perilaku seksual pada remaja marak dibahas akhir-akhir ini. Perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja saat berpacaran dengan lawan jenis dimulai dari berciuman, bercumbu ringan, bercumbu berat, dan kemudian hubungan intim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah alat ukur seksual pranikah remaja menggunakan skala Guttman yang didasari adanya urutan perilaku dalam derajat keintiman dengan pacar. Skala perilaku seksual pranikah remaja terdiri 11 pernyataan yang menggambarkan tahapan perilaku seksual pranikah, yaitu touching (3 pernyataan), kissing (3 pernyataan), petting (4 pernyataan), dan intercourse (1 pernyataan). Penelitian ini melibatkan 657 remaja (358 laki-laki, 299 perempuan) berusia 15 hingga 24 tahun (M=19,09, SD=3,001) berdomilisi di sekitar Tangerang dan Jakarta, berprofesi sebagai pelajar dan pekerja, pernah atau sedang terlibat dalam hubungan berpacaran dengan lawan jenis dan minimal telah melakukan satu perilaku seksual pranikah bersama pacar. Hasil analisis skalogram diperoleh nilai CR = 0,946 dan CS = 0,756, yang menunjukkan bahwa skala memiliki reproduksibilitas yang baik. Dengan kata lain, perilaku seksual pranikah remaja memiliki urutan dalam derajat keintiman, mulai dari touching, kissing, petting, dan intercourse. Selain itu, validitas skala dibuktikan dengan skor total remaja laki-laki yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan remaja perempuan, t(655) = 1,764, p<0,039. Penelitian ini menyimpulkan bahwa skala perilaku seksual pranikah remaja reliabel dan valid, sehingga dapat digunakan oleh penelitian selanjutnya.
IDENTIFIKASI GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA SEBAGAI KONSUMEN BIOSKOP Yulianto, Aries; Dharmawan, Debby
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 16, No 02 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v16i02.1

Abstract

Peningkatan drastis jumlah penonton film di bioskop didominasi oleh orang muda, khususnya mahasiswa.Dengan dijadikannya orang muda sebagai sasaran dalam dunia bisnis, penting untuk melihat bagaimana gaya pengambilan keputusan dalam menonton film di bioskop. Studi-studi sebelumnya mengenai gaya pengambilan keputusan konsumen pada orang muda menemukan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya pengambilan keputusan yang dominan pada mahasiswa ketika menonton di bioskop. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi skala Consumer Style Inventory (CSI) dari Sproles dan Kendall (1986) yang mengukur tujuh gaya. Partisipan penelitian merupakan mahasiswa dari tiga universitas swasta di Jakarta Barat sebanyak 225 mahasiswa (105 laki-laki dan 210 perempuan) berusia antara 17 hingga 21 tahun. Sesuai dugaan peneliti, ditemukan tiga gaya dominan  adalah Perfectionistic (36,00%), Price conscious (35,11%), dan Recreational (31,56%). Artinya mahasiswa cenderung mengutamakan kualitas bioskop dalam menonton film sebagai sarana hiburan dengan tetap memperhatikan harga tiket di waktu luang mereka dengan keterbatasan keuangan. Kata kunci: mahasiswa, penonton bioskop, bioskop, gaya pengambilan keputusan konsumen.
MODERASI JENIS KELAMIN DAN USIA PADA PENGARUH CELEBRITY WORSHIP TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PENGGEMAR K-POP Isril, Thalia Lunaadhara; Yulianto, Aries
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2459

Abstract

Perkembangan budaya Korea semakin tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu budaya Korea yang paling populer di Indonesia adalah K-Pop. Penggemar K-Pop di Indonesia tersebar pada berbagai kelompok usia, didominasi oleh remaja dan dewasa awal, serta didominasi oleh jenis kelamin perempuan. Sejauh mana penggemar melakukan aktivitas mengagumi selebriti K-Pop favoritnya menentukan bagaimana subjective well-being yang dialaminya. Hasil penelitian-penelitian sebelumnya ditemukan hasil yang tidak konsisten bagaimana pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being pada penggemar K-Pop. Penelitian ini juga mengenai peran jenis kelamin dan usia dalam memoderasi pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being pada penggemar K-Pop. Jumlah partisipan penelitian ini adalah sebanyak lima ratus tiga belas penggemar K-Pop berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang berusia remaja hingga dewasa awal. Untuk mengukur subjective well-being, digunakan alat ukur Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Sedangkan, untuk mengukur celebrity worship digunakan alat ukur Celebrity Attitude Scale (CAS). Peneliti menggunakan uji regresi linear untuk mengetahui pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being, serta moderasi dari jenis kelamin dan usia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa celebrity worship berpengaruh positif dan signifikan terhadap subjective well-being pada penggemar K-Pop. Selain itu, ditemukan bahwa jenis kelamin tidak memoderasi pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being pada penggemar K-Pop. Berbeda dengan jenis kelamin, usia memoderasi pengaruh celebrity worship terhadap subjective well-being pada penggemar K-Pop. Pada dewasa awal, celebrity worship berpengaruh positif terhadap subjective well-being, sedangkan hal ini tidak terjadi pada remaja.
PENGARUH CELEBRITY WORSHIP DAN JENIS KELAMIN TERHADAP COMPULSIVE BUYING PADA PENGGEMAR K-POP BERUSIA EMERGING ADULTHOOD Tristan, Risqika Naputi Ananda; Yulianto, Aries
Sebatik Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i1.2462

Abstract

K-Pop digemari oleh bermacam-macam kalangan usia, dimana didominasi oleh kelompok berusia 18 – 25 tahun (emerging adulthood). Seseorang yang menggemari selebriti akan menunjukkan perilaku celebrity worship dan mereka akan merasa terikat dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan selebriti favoritnya yang dapat diwujudkan dengan membeli segala hal yang berhubungan dengan selebriti tersebut sehingga dapat menimbulkan compulsive buying. Pada penggemar K-pop dapat memiliki compulsive buying apabila melakukan pembelian yang tidak normal yang dilakukan secara tidak terkontrol, berulang kali, dan memiliki dorongan kuat untuk membeli agar mengurangi perasaan negatif. Di sisi lain, sejumlah studi menunjukkan bahwa perempuan lebih menunjukkan compulsive buying dibandingkan laki-laki. Tujuan penelitian ini dilaksanakan guna melihat pengaruh celebrity worship terhadap compulsive buying pada emerging adulthood penggemar K-Pop. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 348 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur celebrity worship adalah Celebrity Attitude Scale (CAS), sedangkan untuk compulsive buying adalah Compulsive Buying Scale (CBS). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linear sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan celebrity worship dan jenis kelamin terhadap compulsive buying, R2=0,724, F= 190,304, p<0,001. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi celebrity worship yang dimiliki oleh emerging adulthood penggemar K-Pop, maka menyebabkan semakin tinggi juga compulsive buying. Selain itu, faktor jenis kelamin juga memiliki pengaruh terhadap compulsive buying, dimana laki-laki memiliki compulsive buying yang lebih tinggi.
The Effect of Attachment Styles on Celebrity Worship in K-Pop Fans with Age as a Moderator Jayanti, Irnawati; Yulianto, Aries
Sebatik Vol. 29 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i1.2597

Abstract

The increasing popularity K-Pop in Indonesia has captured the attention of diverse age groups, especially in adolescents and young adults. Fans’ attachment to K-Pop idols can be understood by the concept of celebrity worship. Celebrity worship consists of three levels; from entertainment social, as the low level, intense personal, as the moderate one, and bordeline pathological, as the highest. Adolescents and young adult had differences in celebrity worship, On the other hand, attachment styles develop from childhood to form attachment patterns that occur when a person reach adulthood. There are four types of attachment style, i.e.: fearful, dismissing, preoccupied, and secure. We believe celebrity worship can be affected by attachment styles in adolescent and young adult K-pop fans. This quantitative study aims to investigate the effect of attachment style on celebrity worship, with age as a moderating variable. The study involved adolescent and young adult K-Pop fans, using the Celebrity Attitude Scale (CAS) and the Attachment Style Questionnaire (ASQ) as measurement tools. Data were analyzed using two-way ANOVA. This study found that age moderates the effect of attachment style on celebrity worship. Dismissing attachment styles influenced the entertainment-social dimension in young adults but not in teenagers. These results highlight the importance of the developmental stage in understanding the effect of attachment style on celebrity worship.