Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyusunan Numerical Ability Test untuk Seleksi Karyawan Bidang Klerikal Utama, Riezkina Putri; Yulianto, Aries
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1048

Abstract

Kegiatan administrasi atau biasa disebut dengan clerical work merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berperan penting dalam perusahaan, dibuktikan oleh banyaknya perusahaan yang berhenti beroperasi karena pengelolaan administrasi yang buruk. Untuk mendapatkan tenaga kerja administratif yang mumpuni, sebuah perusahaan perlu mengadakan proses seleksi karyawan. Proses seleksi karyawan atau biasa disebut dengan rekrutmen tentunya memerlukan alat tes yang dapat mengukur performa kinerja calon karyawannya dalam bidang administratif. Numerical ability test merupakan sebuah online test yang disusun untuk mengukur kecepatan, ketelitian serta kemampuan numerik bagi para calon karyawan di bidang tersebut. Alat ukur numerical ability test tentunya perlu melewati pengujian psikometri agar dapat digunakan oleh perusahaan dalam proses rekrutmen. Metode pengujian psikometri yang digunakan adalah uji reliabilitas dengan internal consistency teknik alfa cronbach serta uji validitas dengan metode criterion-related validity dan constructs validity. Hasil uji psikometri membuktikan bahwa numerical ability test dapat dikatakan reliabel dan valid dalam mengukur performa kerja karyawan bidang administratif, sehingga dapat digunakan oleh perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Jenis Kelamin Terhadap Perilaku Seksual pada Remaja Berpacaran Yulianto, Aries; Putri, Angiza Ananda; Moningka, Clara
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1054

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan individu dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dengan ditandai adanya perubahan fisik maupun psikologis. Dalam dunia remaja dan dewasa muda di Indonesia, seksualitas tidak tabu dilakukan, tetapi tabu dibicarakan. Sejumlah penelitian menunjukkan perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja, dimana remaja laki-laki cenderung memiliki perilaku seksual yang lebih tinggi, Pola asuh orang tua juga mempengaruhi perilaku seksual pada remaja, meskipun ditemukan sejumlah hasil yang tidak konsisten. Menurut Baumrind, pola asuh orang tua terbagi menjadi tiga, yaitu Otoritarian, Otoritatif, dan Permisif. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pola asuh orang tua dan jenis kelamin terhadap perilaku seksual pada remaja. Partisipan penelitian berjumlah 400 remaja (232 laki-laki dan 168 perempuan). Ada dua instrumen penelitian yang digunakan, yaitu alat ukur pola asuh orang tua dan alat ukur perilaku seksual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual. Begitu pula bahwa interaksi antara pola asuh dan jenis kelamin tidak berpengaruh pada pola asuh. Jenis kelamin mempengaruhi perilaku seksual pada remaja, dimaan remaja laki-laki memiliki perilaku seksual yang lebih tinggi.
PELATIHAN PERANCANGAN KUESIONER SECARA DARING BAGI SISWA SMA PEMBANGUNAN JAYA 2 SIDOARJO Aries Yulianto
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.424

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset dan keterampilan metodologis siswa SMA melalui pelatihan perancangan kuesioner secara daring. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo yang sedang mempersiapkan penelitian sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Permasalahan utama yang dihadapi siswa adalah rendahnya pemahaman mengenai prinsip dasar penyusunan kuesioner yang valid dan reliabel, meskipun telah terbiasa menggunakan platform survei daring. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan daring menggunakan aplikasi Zoom yang dikemas dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi contoh kuesioner. Materi pelatihan mencakup pengenalan kuesioner sebagai instrumen penelitian, kriteria kuesioner yang baik, langkah-langkah penyusunan pernyataan, serta aspek etika pengumpulan data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai proses penyusunan kuesioner, struktur instrumen, teknik penulisan pernyataan, dan kemampuan mengevaluasi kualitas butir pertanyaan. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan budaya riset sejak jenjang pendidikan menengah serta menjadi model pengabdian masyarakat berbasis daring yang efektif untuk menjembatani kebutuhan praktis siswa dengan keilmuan di perguruan tinggi.
The Effects of Workplace Well-Being and Calling on Work Engagement Among Nurses Komang Genta Ayu Saraswati; Aries Yulianto
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3819

Abstract

Nurses frequently work under high job demands, emotional pressure, rotating shifts, and direct responsibility for patient safety. These conditions make work engagement an important issue because engaged nurses are more likely to maintain energy, dedication, and focus during patient care. This study examined the predictive effects of workplace well-being and calling on work engagement among nurses. A quantitative cross-sectional design was used with 428 nurses who were actively working and had worked for at least one year in their current workplace. Data were collected from February to April 2026 through online and direct questionnaires. Work engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale-9, workplace well-being using the Workplace Well-being Index, and calling using the CVQ. Multiple linear regression showed that workplace well-being positively predicted work engagement (b = 0.110, β = 0.438, t = 10.603, p < 0.001), and calling also positively predicted work engagement (b = 0.052, β = 0.157, t = 3.796, p < 0.001). The model explained 28.0% of work engagement variance (R² = 0.280, F = 55.08, p < 0.001). These findings indicate that external workplace resources and personal meaning are associated with nurses’ work engagement. Because the study used a cross-sectional design, the findings should be interpreted as predictive associations rather than causal effects.