Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi Multimedia Interaktif Ekopedagogik Untuk Menumbuhkan Green Behaviour Bagi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia III Alian Sair; A. Asmaniar; E. Ermanovida; S. Syarifuddin
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v5i1.6086

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Aplikasi Multimedia Interaktif Ekopedagogik Untuk Menumbuhkan Green Behaviour bagi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Sejarah Nasional Indonesia III” pada Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Akker. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi multimedia interaktif menggunakan sistem Android untuk menumbuhkan Green Behaviour pada perkuliahan Sejarah Nasional Indonesia III. Berdasarkan respon dari para responden menunjukan aplikasi ECO-H mempermudah pemahaman akan keterkaitan ekopedagogi dan Green Behaviour dilihat dari sudut pandang kesejarahan karena didukung oleh gambar dan video. Secara keseluruhan aplikasi multimedia Eco-H memiliki efektifitas yang tinggi dan baik untuk digunakan sebagai penunjang pembelajaran/ perkuliahan untuk menerapkan Green Behaviour.
Strategi dalam Membangun Nilai Karakter Cinta Tanah Air Mahasiswa melalui Pembelajaran PKn Berbasis HOTS Norma Juainah; Ermanovida Ermanovida; Umi Chotimah; Kurnisar Kurnisar
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2653

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan alternatif strategi yang tepat dalam membangun nilai karakter cinta tanah air mahasiswa melalui pembelajaran PKn berbasis HOTS. Artikel ini disusun dengan objeknya yaitu salah satu kelas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di UPT MPK Universitas Sriwijaya dengan jumlah 47 peserta. Disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus dengan teori strategi role model yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi membangun nilai karakter cinta tanah air melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis HOTS. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi data yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan melalui pembelajaran PKn berbasis HOTS yang dilakukan, adapun karakter cinta tanah air yang terlihat seperti kecintaan terhadap bangsa Indonesia yang terbukti melalui pengunaan batik pada saat pembelajaran, mahasiswa yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama proses belajar, menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuan dalam diri dengan saling menghormati satu sama lain, dan menunjukkan semangat kebersamaan pada saat kerja kelompok.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Pembelajaran Daring dalam Pembangunan Karakter Mahasiswa Ermanovida Ermanovida; Aulia Utami Putri; Yosi Arianti; Norma Juainah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan pembelajaran daring di Universitas Sriwijaya. Pelaksanaan kebijakan ini dengan studi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam pembangunan karakter. Implementasi kebijakan dilaksanakan untuk melihat berbagai nilai-nilai karakter mahasiswa yang muncul saat pembelajaran dilaksanakan dengan metode permainan, mengingat masih terjadinya pandemic COVID-19 di Indonesia maka pelaksanaan penelitian dilakukan secara daring. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, yang terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Kemudian. penelitian yang dilakukan dengan observasi pada pembelajaran Pkn Mahasiswa Jurusan Pertenakan di UPT-MPK Universitas Sriwijaya. secara online. Permasalahan utama akibat covid-19 sehingga pembelajaran dilakukan secara daring akibatnya perlu inovasi dan metode pembelajaran yang menarik sehingga pembelajaran dilakukan dengan menarik dan asik dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pembelajaran karakter yang dilakukan menimbulkan berbagai karakter yang mucul saat awal perkuliahan daring dari awal pertemuan 1 sampai ke 16 kali pertemuan setelah Implementasi kebijakan pembelajaran daring dikeluarkan serta metode pembelajaran berbasis permainan menimbulkan pembangunan karakter mahasiswa meningkat berdasarkan hasil, bahasa, dan observasi yang dilakukan. Berdasarkan data yang ada penelitian ini dilakukan menggunakan teori Edward III untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut.
Implementasi Kebijakan E-Government di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir Sonia Ferdika; Ermanovida Ermanovida; Junaidi
PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 1 (2021): PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : lmu Administrasi Publik, FISIP, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.037 KB) | DOI: 10.47753/pjap.v2i1.27

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui implementasi aplikasi Sistem Informasi Elektronik Kinerja Aparattur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (SI-EKA) Kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian bersumber dari informan, dokumentasi, studi kepustakaan serta peraturan perundang-undangan. Informan penelitian dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi SI-EKA di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir belum efektif karena beberapa faktor, yakni: kurangnya sosialisasi, rendahnya kualitas komunikasi dan koordinasi, dan belum tersedianya standard operating procedure. Bertolak dari temuan ini, penelitian merekomendasikan kepada pihak terkait untuk memberikan teguran kepada aktor pelaksana, melakukan rapat evaluasi, dan meningkat edukasi dan sosialisasi tentang SI-EKA, dan membuat SOP.
Reframing Collaborative Governance for Local Economic Empowerment: Institutional Insights from Traditional Culinary MSMEs Ermanovida Ermanovida; Tuty Khairunnisyah; Aulia Utami Putri; Norma Juainah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1396

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in strengthening local economies and preserving cultural identity. In Kabupaten Ogan Ilir, traditional culinary MSMEs hold significant potential as drivers of regional economic development; however, their management remains constrained by fragmented coordination, limited institutional capacity, and suboptimal stakeholder collaboration. This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in managing traditional culinary MSMEs in Ogan Ilir Regency. A qualitative descriptive approach was employed to examine the implementation of collaborative governance. The study is guided by the model proposed by Chris Ansell and Alison Gash, focusing on five analytical components: direct stakeholder dialogue, trust development, commitment to collaborative processes, shared understanding, and intermediate outcomes. Data were gathered through in-depth interviews, observational fieldwork, and document review, incorporating insights from local government institutions and associated actors, MSME actors, community groups, and supporting institutions. The findings indicate that collaborative governance practices have begun to develop but remain partially institutionalized. Dialogue mechanisms exist yet are not conducted routinely; trust among actors has improved at the institutional level but remains fragile operationally; and commitment is stronger within government institutions than among non-state actors. While intermediate outcomes such as increased business licensing, improved packaging, and digital marketing adoption have been observed, collaboration is still predominantly top-down and lacks sustained multi-actor engagement. Strengthening structured coordination forums, clarifying stakeholder roles, and enhancing participatory mechanisms are essential to achieving a more integrated and sustainable collaborative governance model for culinary MSME development.