Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pelayanan Daring Melalui Aplikasi “Aku Mandiri” di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir Dwi Pelyadina; Tuty Khairunnisyah; Junaidi
PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2022): PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : lmu Administrasi Publik, FISIP, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.784 KB) | DOI: 10.47753/pjap.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses implementasi kebijakan pelayanan daring melalui aplikasi “AKU MANDIRI” di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan kerangka pikir yang dikembangkan Edward III (1980). Pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pelayanan daring melalui aplikasi “AKU MANDIRI” di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir sudah berjalan dengan baik, namun belum maksimal. Hal ini disebabkan beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor penghambat adalah sosialisasi yang dilakukan belum menyeluruh ke semua desa yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Sedangkan faktor pendukung bersumber dari sumber daya yang sudah berjalan dengan baik dilihat dari kualitas dan kuantitas dimana semua operator sudah berjumlah cukup dan sudah mengikuti bimbingan teknis, sikap implementor yang cepat dalam memproses pengajuan yang dilakukan masyarakat serta adanya struktur birokrasi yang sudah sesuai dengan pembagian tugas dan fungsinya masing-masing.
Reframing Collaborative Governance for Local Economic Empowerment: Institutional Insights from Traditional Culinary MSMEs Ermanovida Ermanovida; Tuty Khairunnisyah; Aulia Utami Putri; Norma Juainah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1396

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in strengthening local economies and preserving cultural identity. In Kabupaten Ogan Ilir, traditional culinary MSMEs hold significant potential as drivers of regional economic development; however, their management remains constrained by fragmented coordination, limited institutional capacity, and suboptimal stakeholder collaboration. This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in managing traditional culinary MSMEs in Ogan Ilir Regency. A qualitative descriptive approach was employed to examine the implementation of collaborative governance. The study is guided by the model proposed by Chris Ansell and Alison Gash, focusing on five analytical components: direct stakeholder dialogue, trust development, commitment to collaborative processes, shared understanding, and intermediate outcomes. Data were gathered through in-depth interviews, observational fieldwork, and document review, incorporating insights from local government institutions and associated actors, MSME actors, community groups, and supporting institutions. The findings indicate that collaborative governance practices have begun to develop but remain partially institutionalized. Dialogue mechanisms exist yet are not conducted routinely; trust among actors has improved at the institutional level but remains fragile operationally; and commitment is stronger within government institutions than among non-state actors. While intermediate outcomes such as increased business licensing, improved packaging, and digital marketing adoption have been observed, collaboration is still predominantly top-down and lacks sustained multi-actor engagement. Strengthening structured coordination forums, clarifying stakeholder roles, and enhancing participatory mechanisms are essential to achieving a more integrated and sustainable collaborative governance model for culinary MSME development.