Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN LEGALITAS GURU DAN UNIT TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN/TAMAN KANAK-KANAK AL-QURAN BADAN KOMUNIKASI PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA (TPA/TKA BKPRMI) KABUPATEN OGAN ILIR (STUDI PADA TPA/TKA KECAMATAN LUBUK KELIAT DAN PEMULUTAN SELATAN) Norma Juainah; Hatta Azzuhri; Deany Afriany
Karya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/jpkm.v1i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Pendampingan Legalitas Guru dan Unit Taman Pendidikan Al-Quran/Taman Kanak-kanak Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (TPA/TKA BKPRMI) Kabupaten Ogan Ilir (Studi pada TPA/TKA Kecamatan Lubuk Keliat dan Pemulutan Selatan). Metode yang dipakai adalah metode CBR (Community Based Research) karena melibatkan stakeholders terkait. Tahapan proses penelitian dengan metode CBR ini ada 4 tahapan. Pada kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah pendampingan langsung dalam penggunaan aplikasi. Sebelumnya mereka pernah mendaftar secara manual tetapi ternyata belum terdata dalam aplikasi sehingga mereka perlu input ulang tetapi dengan persyaratan-persyaratan yang telah lengkap yang mereka miliki serta telah membawa perangkat seperti laptop dan Handphone untuk mendaftar. Dalam proses pendampingan pendaftaran pada SIPDAR-PQ, terdapat beberapa kendala yang dihadapi TPA, mulai dari yang telah daftar sebelumnya lupa password, lupa email, dan lain sebagainya. Sehingga kebermanfaatan program ini adalah untuk memfasilitasi guru dan unit sehingga lebih mudah untuk mendaftar ke SIPDAR.
KOMUNIKASI KOLABORATIF DALAM PENGUATAN LEGALITAS GURU DAN LEMBAGA TPA/TKA BKPRMI DI KABUPATEN ORGAN ILIR Qisty Azzahra; Putri Nur Zahroh; Norma Juainah; Deany Afriany
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran komunikasi kolaboratif dalam penguatanlegalitas guru dan lembaga TPA/TKA di bawah BKPRMI Kabupaten Ogan Ilir.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulandata melalui studi literatur yang bersumber dari 15 jurnal ilmiah dan buku daritahun 2023-2025. Hasil menunjukkan sekitar 60% guru belum memiliki nomor unitresmi, dan terdapat duplikasi data pada SIPDAR-PQ. Hal ini menjadi tantanganinefisiensi struktural. Komunikasi kolaboratif berhasil mengatasi hambatanbirokrasi ini dengan meningkatkan transparansi dan menghasilkan data legalitasyang akurat. Meski demikian, kesenjangan literasi digital dan keterbatasaninfrastruktur masih menjadi tantangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwakomunikasi kolaboratif efektif memperkuat legalitas guru dan lembaga sertamenekankan perlunya pendampingan berkelanjutan dan dukungan teknologi untukmenjamin tata kelola pendidikan nonformal yang berkelanjutan.
Analisis Peran Media Lokal Online atas Kemenangan Rachmat Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Lubuklinggau Tahun 2024 (Studi Kasus pada Media Berita Lubuklinggau) M. Starin Al Aflah Hutauruk; Norma Juainah; Deany Afriany
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3974

Abstract

Media Berita Lubuklinggau yang dimiliki oleh PT. Media Berita Lubuklinggau, aktif dalam memberitakan Rachmat Hidayat yang pada saat itu berstatus sebagai calon kandidat pada saat Kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2024 berlangsung secara konsisten dengan menyoroti kegiatan, visi, dan program kerja dalam berbagai pemberitaannya. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah kecenderungan media ini untuk hanya memfokuskan pemberitaannya pada satu kandidat saja, tanpa memberikan ruang yang adil bagi calon atau kandidat lainnya. Hal ini menimbulkan permasalahan yang serius karena bertentangan dengan prinsip dasar kode etik jurnalistik yang mengharuskan media untuk bersikap adil dan berimbang dalam menyampaikan informasi, terutama pada konteks pemilu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan peran pemberitaann dari Media Berita Lubuklinggau dalam membentuk citra politik Rachmat Hidayat selama kampanye. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dari website, media sosial, serta wawancara dengan pihak wartawan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Media Berita Lubuklinggau memiliki peran sebagai media lokal online terhadap kemenangan Rachmat Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Lubuklinggau 2024 dengan didominasi oleh narasi yang positif, personalisasi kandidat, dan penguatan aspek kedekatan sosial dengan pola pemberitaan yang menunjukkan kecenderungan keberpihakan melalui informasi-informasi yang berimbang. Diperlukannya independensi jurnalisme dalam pemberitaan agar meminimalisir keberpihakan serta pengawasan internal yang objektif serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk mengurangi penyebaran informasi manipulatif.
TATA KELOLA RUANG SIBER DALAM PENANGANAN KEJAHATAN TIPSANI BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI KECAMATAN TULUNG SELAPAN Abela; Norma Juainah; Ibrahim Miftha Fariz Mirza
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1696

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memunculkan berbagai bentuk kejahatan siber, termasuk penipuan berbasis kecerdasan buatan seperti deepfake, phishing, dan penipuan giveaway yang di masyarakat dikenal sebagai fenomena Tipsani atau Tipu Sana-sini. Fenomena ini menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tata kelola ruang siber yang dilakukan pemerintah daerah dalam menangani kasus tersebut serta faktor-faktor yang menjadi penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan teori cybercascades untuk memahami mekanisme penyebaran informasi palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu penegakan hukum oleh aparat kepolisian dan pendekatan sosial berupa sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat. Namun, upaya tersebut masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya, kondisi geografis yang sulit dijangkau, rendahnya literasi digital, serta faktor ekonomi yang mendorong keterlibatan sebagian masyarakat. Algoritma media sosial juga turut mempercepat penyebaran informasi penipuan. Disimpulkan bahwa penanganan kejahatan berbasis kecerdasan buatan memerlukan tata kelola yang komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, platform digital, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat sistem pengawasan.
Reframing Collaborative Governance for Local Economic Empowerment: Institutional Insights from Traditional Culinary MSMEs Ermanovida Ermanovida; Tuty Khairunnisyah; Aulia Utami Putri; Norma Juainah
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1396

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in strengthening local economies and preserving cultural identity. In Kabupaten Ogan Ilir, traditional culinary MSMEs hold significant potential as drivers of regional economic development; however, their management remains constrained by fragmented coordination, limited institutional capacity, and suboptimal stakeholder collaboration. This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in managing traditional culinary MSMEs in Ogan Ilir Regency. A qualitative descriptive approach was employed to examine the implementation of collaborative governance. The study is guided by the model proposed by Chris Ansell and Alison Gash, focusing on five analytical components: direct stakeholder dialogue, trust development, commitment to collaborative processes, shared understanding, and intermediate outcomes. Data were gathered through in-depth interviews, observational fieldwork, and document review, incorporating insights from local government institutions and associated actors, MSME actors, community groups, and supporting institutions. The findings indicate that collaborative governance practices have begun to develop but remain partially institutionalized. Dialogue mechanisms exist yet are not conducted routinely; trust among actors has improved at the institutional level but remains fragile operationally; and commitment is stronger within government institutions than among non-state actors. While intermediate outcomes such as increased business licensing, improved packaging, and digital marketing adoption have been observed, collaboration is still predominantly top-down and lacks sustained multi-actor engagement. Strengthening structured coordination forums, clarifying stakeholder roles, and enhancing participatory mechanisms are essential to achieving a more integrated and sustainable collaborative governance model for culinary MSME development.
Analisis Sentimen Pada Postingan Akun @Hermanderu67 Dan Influencer Palembang Di Instagram Selama Pilgub 2024 Dalam Menggunakan Klasifikasi Naive Bayes Alfansuriy Rahmanda Ikhsan; Norma Juainah; Najmi Muhammad Fadli
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i2.3469

Abstract

This research aims to analyze public sentiment on Instagram posts from the @hermanderu67 account and several Palembang influencers during the 2024 South Sumatra gubernatorial election. Using the Naïve Bayes classification method, this study examines user comments to identify the tendencies of positive, negative, and neutral sentiments toward the political messages conveyed. The analysis is based on the growing phenomenon of social media as a political campaign arena, particularly among young voters, where public opinion is largely shaped through rapid and massive digital interactions.The findings indicate that Herman Deru’s political communication strategy through social media was relatively successful in building a positive image, as reflected by the dominance of positive sentiments in user comments. However, the presence of negative and neutral sentiments also reveals that social media is a dynamic space of political discourse, where criticism and appreciation coexist. This study affirms that social media functions not only as a channel for information distribution but also as a digital political arena that significantly influences public opinion and voter preferences.