Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNIK

STUDI OZONISASI SENYAWA ORGANIK AIR LINDI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SARIMUKTI Rezagama, Arya
TEKNIK Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.202 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v34i2.5630

Abstract

Existing treatment leachate from Sarimukti Landfill doesn’t meet the quality standards of waste water.Preliminary treatment is necessary to break down persistent leachate compounds. Ozone can act directly orindirectly with organic material (Glaze 1986). Column batch reactor system use one liter volume. Ozone ispumped into the leachate in the form of fine bubbles. Variations include Ozone Pumping Flow, Ratio ofhigh/diameter (t/d), and pH. Kinetic Reaction of oxygen dissolution in the average leachate is zero order.Increased pumping air discharge and increased pH makes ozone transfer process better. Best value occurs at pH11, where the value of the reaction rate constant ozone 1.48. The average percentage of organic materialallowance 31% COD and 26% TOC. The decline TOC and COD have a tendency to be influenced by the pHoptimum 8-9. At alkaline pH makes carbonate (CO3) formed the greater, that make ozone compounds killquickly. FTIR results showed the intensity of hydroxyl groups increased after ozone oxidation where thesubstitution of functional groups of organic matter associated with electrophilic addition reaction of oxygenatoms. Existence Fulfic acid also increased the effect compounds and Humic Acid, Humad large has been cut byradicals.
Pemodelan Peningkatan Kualitas Air Sungai melalui Variasi Debit Suplesi Rezagama, Arya; Sarminingsih, Anik; Rahmadani, Ajeng Yasinta; Aini, Afifah Nadya
TEKNIK Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.612 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i3.23893

Abstract

Kualitas air sungai sangat dipengaruhi oleh besarnya debit yang mengalir serta kondisi kualitas air pada kawasan hulu. Sungai Pepe merupakan saluran penggelontor kota Surakarta yang diharapkan dapat difungsikan menjadi area wisata. Namun kualitas air Sungai tersebut termasuk dalam golongan IV atau tidak sesuai dengan peruntukannya. Limbah domestik dan industri UKM yang masuk ke sungai serta rendahnya baseflow sungai menjadi penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kualitas air Sungai Pepe dengan melakukan variasi suplesi debit dari Sungai Anyar sehingga kualitas air Sungai Pepe menjadi lebih baik. Simulasi dilakukan dengan menggunakan model Qual2Kw. Pengukuran kualitas air eksisting dilakukan pada 6 titik pengambilan sampel. Variasi debit suplesi yang digunakan meliputi kondisi eksisting, suplesi 0,5 m3/s dan 1 m3/s. Debit suplesi ke Sungai Pepe Hilir dapat di atur melalui pintu air di Sungai Anyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air secara umum menjadi lebih baik sepanjang ruas sungai. Parameter DO dan COD membaik menunjukkan kemampuan areasi yang membaik akibat hidrodinamika aliran sungai. Adanya pencampuran limbah tekstil pada anak sungai masih menjadi parameter yang dominan dalam penurunan kualitas air sungai.
Penyisihan Limbah Organik Air Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Koagulasi-Flokulasi Kimia Rezagama, Arya; Hadiwidodo, Mochtar; Purwono, Purwono; Ramadhani, Nurul Fajri; Yustika, Mia
TEKNIK Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.919 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v37i2.12647

Abstract

Air lindi yang meresap ke dalam tanah yang berpotensi bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah, air tanah dan air permukaan. Komposisi limbah lindi dari berbagai TPA berbeda-beda bergantung pada musim, jenis limbah, umur TPA. Proses dalam TPA menghasilkan molekul organik recalcitrant yang ditunjukkan dengan rendahnya rasio BOD/COD dan tingginya nilai NH3-N. Belum optimalnya pengolahan air lindi di Jatibarang membutuhkan pretreatment sebagai bentuk upaya alternatif dalam proses pengolahan air lindi sebelum masuk ke dalam proses aerated lagun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh koagulan kimia pada penyisihan bahan organik air lindi TPA Jatibarang. Penelitian dilakukan pada bulan April- Agustus 2016. Karaktersitik air lindi TPA Jatibarang termasuk dalam kategori "moderately stable" dan lindi muda. Penyisihan bahan organik dengan menggunakan kuagulan kimia FeCl3 dan Al2SO4 menunjukkan nilai yang cukup signifikan untuk parameter COD, BOD, TSS. Penggunaan dosis optimal terjadi pada 16 g/L FeCl3 serta 16 g/L Al2SO4 dapat menurunkan nilai COD sebesar 51% dan 65%, BOD sebesar 50% dan 56%, dan TSS sebesar 24% dan 21%. Perubahan nilai pH akibat penambahan koagulan berpengaruh positif terhadap tingkat penyisihan, namun memberikan dampak negatif yaitu buih yang cukup banyak. Penurunan beban organik menguntungkan bagi sistem pengolahan lindi eksisting TPA Jatibarang. [Title: Removal of Lindi Water Organic Waste of TPA Jatibarang using Chemical Coagulation- Floculation] Leachate grounding into the soil that potentially could mix with the groundwater caused contamination of soil, groundwater and surface water. The composition of waste landfill leachate from the various location is depending on the season, the type of waste, and landfill age. Process in the TPA produces recalcitrant organic molecules as indicated by the low ratio of BOD/COD and NH3-N high value. The ineffective treatment of leachate at Jatibarang require a pretreatment as a form of alternative effort in the processing of leachate prior to entry into the aerated lagoon process. This study aims to analyze the influence of chemical coagulants on grounding organic material Jatibarang landfill leachate. The study was conducted in April-August 2016. Jatibarang landfill leachate characteristics were categorized as "moderately stable" and young leachate. Allowance for organic materials using chemical coagulants of FeCl3 and Al2SO4 showed significant values for the parameters of COD, BOD, and TSS. The use of optimal dose occurs at 16 g/L FeCl3 and 16 g/L Al2SO4 which can reduce the COD value by 51% and 65%, BOD by 50% and 56%, and TSS at 24% and 21%. PH value changes due to the addition of coagulant positive effect on the level of the allowance, but a negative effect that is quite a lot of froth. The decline in organic load favorable for existing landfill leachate treatment systems Jatibarang.Â