Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN INTERVENSI RENDAM PERMANGANAS KALIUS (PK) TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OP HEMOROIDEKTOMY Nurwidiasih; Setiyowati, Yovita Dwi
Journal Healthcare Education Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 No. 2 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-hemorrhoidectomy pain is a common complication that may impede the recovery process. Non-pharmacological interventions such as potassium permanganate (KMnO₄) sitz baths have shown potential in pain management and wound healing. This case study aims to evaluate the effectiveness of KMnO₄ sitz bath therapy in reducing post-hemorrhoidectomy pain. A 45-year-old male patient (Mr. A) experienced severe postoperative pain (7/10 on the Numerical Rating Scale). Sitz baths with a 0.1–0.2% KMnO₄ solution were administered twice daily. Pain intensity was measured before and after each intervention using the NRS. Within 2–3 days, the patient’s pain level decreased significantly to 3/10, accompanied by improved comfort, enhanced mobility, and positive behavioral responses. The analgesic effects are associated with the antiseptic and astringent properties of KMnO₄, as well as the muscle-relaxing effects of warm water, which together reduce inflammation, prevent infection, and alleviate anal sphincter spasms. These findings support the use of potassium permanganate sitz baths as an effective non-pharmacological intervention in managing post-hemorrhoidectomy pain and promoting recovery.
Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Caregiver Kanker Payudara Lopes, Lilia; Setiyowati, Yovita Dwi; Susilo, Wilhelmus Hary
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.17389

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is a disease that is the first largest cancer case in women in Indonesia. Breast cancer has a very complex impact on cancer sufferers and their families. Caregivers have an obligation and an important role to care for sick families, so social support is really needed to improve the quality of life of caregivers while caring for sick family members. This study aims to analyze the relationship between social support and the quality of life of caregivers in breast cancer patients in Jakarta. This research is a quantitative research with a descriptive correlation design and a cross sectional approach. The data collection method used was distributing questionnaires. The sampling technique in this research used random sampling with 50 respondents. The results of the univariate analysis showed that the majority of caregivers were aged 41-59 years, 31 (62.0%) and the majority of respondents were male, 30 (60.0%). College education level was 25 (50.0%) and the majority of caragiver jobs were private employees as many as 24 (48.0%). The majority of caregivers who have high social support are 35 (70.0%) and the majority of caregivers who have a good quality of life are 46 (92.0%). The results of bivariate analysis using the Spearmen's Rho test with α = 0.05 showed that there was no significant relationship between social support and the quality of life of caregivers of breast cancer patients (p-value = 0.176), the calculated r value was (-193). Keywords: Breast Cancer, Social Support, Quality of Life, Caregiver  ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi kasus kanker terbesar di Indonesia. Kanker payudara memberikan dampak yang sangat kompleks bagi penderita kanker dan keluarga, Caregiver memiliki kewajiban dan peran penting untuk merawat keluarga yang sakit sehingga dukungan sosial sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup caregiver selama merawat anggota keluarga yang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa penyebaran kuisioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan responden sebanyak 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas caregiver berusia 41-59 tahun sebanyak 31 (62,0%) dan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 (60,0%). Tingkat pendidikan perguruan tinggi sebanyak 25 (50,0%) dan mayoritas pekerjaan karyawan swasta sebanyak 24 (48,0%). Mayoritas caregiver yang memiliki dukungan sosial tinggi sebanyak 35 (70,0%) dan mayoritas cargiver yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 46 (92,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearmen’s Rho dengan α = 0.05 hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup caregiver pasien kanker payudara (p-value = 0.176), nilai r hitung (-193). Kata Kunci: Kanker Payudara, Dukungan Sosial, Kualitas Hidup, Caregiver
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG Nadia, Priscilla Resty; Setiyowati, Yovita Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.851

Abstract

Nyeri punggung merupakan suatu rasa ketidaknyamanan pada di tulang belakang seperti rasa terbakar, atau tertusuk pada bagian seluruh punggung dan dapat terjadi pada semua usia. Tujuan penelitian untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel 129 orang. Alat pengumpulan data adalah kuesioner BackPEI yang sudah di modifikasi. Hasil penelitian dengan uji Chi-Square dan kruskal-Wallis (α=0,05) menunjukkan secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara posisi duduk (p-value= 0.000), dan pengetahuan (p-value= 0.000) dengan kejadian nyeri punggung, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p-value= 0.561), IMT(p-value= 0.725), aktifitas fisik (p-value= 0.126) dengan kejadian nyeri punggung. Uji Regresi Logistik menunjukan faktor dominan penyebab nyeri punggung adalah posisi duduk sebesar 16.0 kali. Para siswa diharapkan tetap dapat melakukan peregangan di sela waktu kegiatan jam pembelajaran, melakukan posisi duduk dengan sudut 135O.