Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG PERAWATAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT MISI LEBAK Siti Rochani
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v2i1.193

Abstract

Nurse therapeutic communication in order to give comfort and satisfaction to the patients is very urgent in healing process. There are many patients complaining about satisfaction of nurse therapeutic communication. This research aimed to know the relation of nurse?s therapeutic communication to the satisfaction of the patients that running a medical treatment in the caring room of Misi Lebak Hospital. The research followed a quantitative analytic method with a cross sectional design. The research was applied in internal illness caring room in Misi Lebak Hospital during May to June 2017 with amount of 52 sampling as internal illness patients that following a medical treatment in the internal illness caring room of Misi Lebak Hospital. The result showed that most of the respondent as much 36 respondents (69,2%) said that the nurse?s therapeutic communication in good category and 16 other respondents (30,8%) said that nurse?s therapeutic communication in less category. And by the patient satisfaction degree to the nurse therapeutic communication in any phase of therapeutic, whether orientation phase, working phase or termination phase most of the respondent felt satisfied (69,2%) and 3,8% felt unsatisfied. And statistically, the result showed that there was a significant relation between therapeutic communication to the patient satisfaction in internal illness caring room in Misi Lebak Hospital (p value 0.010). Then the research suggested that Misi Lebak Hospital should improve nurse?s skill to increase a better therapeutic communication.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Lama Kerja dengan Waktu Tanggap Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung Siti Rochani
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v4i2.269

Abstract

Nurse respond time is a significant matter by the emergency nurses in treating patients with accute injury or patients with life threatening illness. An inaprropriate respond time by the emergency nurse can lead patients to disability even to bodily damage that threatening life as well. Nurse respond time in treating patients in emergency instalation could be vary from one nurse to the other. This study led to know correlation between education level and time of service of emergency nurses to the nurses respond time in treating emergency patients in emergency instalation room of RSUD Dr. Adjidarmo, Rangkasbitung. This quantitative study is a cross-sectional research method and took place in emergency instalation of RSUD Dr. Adjidarmo, Rangkasbitung during the month of June 2019. Research population and sample is all of the care giver nurse in emergency instalation of RSUD Dr. Adjidarmo, Rangkasbitung as much 30 nurses. The sampling is a total sampling with questionery and observation as measurement tools while data analysis managed in univariate and bivariate. The results show that respondends age avarage is 34 years old with 18 respondends (60%) are female and in level of education, respondends in Diploma are 18 (60%). The results of bivariate test show that p value 0,021 (<0,05) in level of education to the respond time and p value 0,049 (<0,05) in years of service to the respond time. There are significant correlation between level of education and years of service to the nurse time respond.
Hubungan Perilaku Hidup Sehat Terhadap Kualitas Hidup Pra-Lansia di Desa Jatimulya, Rangkasbitung - Banten Siti Rochani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2745

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku hidup sehat dengan kualitas hidup pra lansia di Kelurahan Jatimulya Rangkasbitung Banten. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan tabel silang. Populasi penelitian ini adalah pra lansia di RT 1 dan RT 4 Kelurahan Jatimulya Rangkasbitung Banten dan sampel yang diambil sebanyak 62 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis chi square. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa 72,6% memiliki perilaku hidup sehat baik dan memiliki kualitas baik. Selain itu 48,8% responden yang memiliki perilaku hidup sehat baik memiliki kondisi kesehatan baik (sehat) dengan nilai p sebesar 0,000, 30 (48,4%) responden yang memiliki kondisi kesehatan baik (sehat) dan memiliki kualitas hidup baik, dengan nilai p sebesar 0,012. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku hidup sehat dengan kualitas hidup, antara perilaku hidup sehat dengan kondisi kesehatan dan antara kondisi kesehatan dengan kualitas hidup. Disarankan agar lebih banyak lagi edukasi mengenai perilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup bagi para lansia pra-lansia.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stres Lansia Di Berbagai Lingkungan (Komunitas, Keluarga, San Panti Werdha) Siti Rochani; Farah Luqyana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7158

Abstract

Latar Belakang:Penuaan penduduk merupakan fenomena global yang meningkatkan kerentanan lansia terhadap masalah kesehatan mental, khususnya stres. Stres pada lansia dipengaruhi oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis lansia, namun kualitas dan sumber dukungan yang diterima dapat bervariasi.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat dukungan sosial dan tingkat stres pada lansia serta menggambarkan perbedaan dukungan dan stres berdasarkan asal dukungan sosial.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Penelitian dilaksanakan di panti wredha, komunitas lansia, dan keluarga di wilayah Jatimulya Rangkasbitung pada Desember 2025–Januari 2026. Sampel terdiri dari 60 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan tingkat stres diukur dengan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil:Terdapat hubungan signifikan antara asal dukungan sosial dan tingkat dukungan sosial (p = 0,023; OR = 13,3), di mana lansia yang tinggal di panti lebih berpeluang memperoleh dukungan sosial yang baik. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asal dukungan sosial dan tingkat stres (p = 0,134). Namun, terdapat hubungan signifikan antara tingkat dukungan sosial dan tingkat stres lansia (p = 0,000; OR = 26,86).Kesimpulan:Dukungan sosial yang baik berperan penting dalam menurunkan tingkat stres pada lansia dan perlu diperkuat melalui keluarga, komunitas, maupun institu