Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Chloride Level in Rice Field Water after Fertilization in Ketapang Village by Argentometric Titration Method Ardhi Khoirul Hakim; Ani Qomariyah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.743

Abstract

Introduction: Agriculture plays an important role in Indonesia's international development, providing rice, corn and wheat to meet the needs of the community. Agricultural development can increase food availability and food security, as well as improve the economy and welfare of the community. One of the villages in Banyuwangi, namely Ketapang Village, is an area where most of the population works in the agricultural sector. KCl fertilizer is one type of fertilizer that is often used in rice fields to increase rice yield. Objective: This study aims to analyze chloride levels in rice field water after fertilization using KCl fertilizer, with the aim of determining the effectiveness of fertilizers that can be absorbed by plants. Methods: This research was conducted at the Chemistry Laboratory of STIKES Banyuwangi in March 2024. Mohr's Argentometric titration method was used for chloride analysis. Rice field water samples were collected from Ketapang Village. Results: The analysis showed significant variation in the percentage of chloride absorbed by plants at eight different paddy field sites after fertilization with KCl. The percentage of chloride absorbed ranged from 49.37% to 97.31%. Conclusions: The analysis showed significant variation in the percentage of chloride absorbed by plants after fertilization with KCl. Sites with a high percentage of chloride content can be considered a good indicator of fertilizer effectiveness, indicating that plants are able to absorb nutrients optimally. This has important implications in evaluating the quality of fertilization applied by farmers and can contribute to increased productivity and health of rice plants.
UJI ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK GENJER (Limnocharis flava) DAN SABUN CUCI TANGAN DARI DAUN GENJER Viera Salsabiela Rachman; Ani Qomariyah; Ainun Najib
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i4.12524

Abstract

Dalam menghadapi kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas, yang berasal dari faktor internal seperti reaksi kimia dalam tubuh, serta eksternal seperti polusi dan konsumsi makanan tidak sehat, antioksidan alami dapat menawarkan perlindungan dengan cara mengisi kembali elektron yang hilang pada radikal bebas tersebut. Salah satu sumber antioksidan yaitu pada tanaman genjer yang dikenal kaya akan vitamin C, E, fenol, dan flavonoid. Penelitian ini mengkaji efektivitas antioksidan dari tanaman Genjer dengan fokus pada bagian batang, daun, dan bunga. Tanaman Genjer, diuji untuk mengidentifikasi kandungan antioksidannya menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk menghindari kerusakan termal pada senyawa antioksidan. Uji fitokimia menunjukkan bahwa daun Genjer memiliki kandungan flavonoid dan fenol yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya, yang menandakan potensi antioksidan yang kuat. Pengujian antioksidan dengan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 122 ppm untuk ekstrak daun, menunjukkan efektivitas sedang dalam menangkap radikal bebas. Selanjutnya, aplikasi ekstrak ini dalam pembuatan sabun cuci tangan juga diuji, namun menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 805 ppm, yang menunjukkan penurunan aktivitas antioksidan akibat interaksi dengan bahan kimia lain dalam formulasi sabun. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan formulasi yang dapat meminimalkan pengurangan aktivitas antioksidan ketika diintegrasikan dengan bahan kimia lain.
Analisis Kadar Klorida Air Sumur Sekitar Kawasan Industri Muncar Banyuwangi dengan Metode Titrasi Argentometri Ani Qomariyah; Mochammad Akbar Alfian Susanto; Nicelia Apritanti; Kharisma Tiya Retno; Tanti Yulia Putri
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.263

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan, air, dan tempat tinggal merupakan kebutuhan yang penting. Masyarakat umum yang tinggal di kawasan industri Muncar Kabupaten Banyuwangi mengandalkan kebutuhan air yang berasal dari PDAM dikarenakan air tanah yang keruh akibat limbah industri perikanan. Adanya limbah ini tentu saja dapat mengganggu kesehatan. Beberapa masyarakat yang tinggal di kawasan industri Muncar mengeluhkan penyakit akibat limbah yaitu gatal-gatal dan batuk. Tujuan: Desa Tapanrejo, Desa Sumbersewu, dan Desa Kumendung merupakan beberapa Desa yang berada di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur yang dekat dengan industri pengolahan ikan. Di Desa ini menarik untuk dikaji kandungan kadar klorida dalam air sumur apakah masih layak digunakan sebagai air minum ataukah tidak, mengingat air tanah di daerah ini terkandung cemaran limbah dari hasil perikanan. Metode: Diambil sampel air sumur dari masing-masing Desa kemudian dilakukan analisis kadar klorida di laboratorium dengan metode titrasi argentometri. Hasil: Kadar klorida pada air sumur di ketiga Desa yang terletak di Kawasan Industri Muncar Banyuwangi menunjukkan hasil di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. Hal ini menunjukkan bahwa air bawah tanah tidak tercemar oleh limbah industri perikanan di daerah tersebut sehingga layak digunakan untuk air minum, mandi, masak, maupun mencuci.
Analysis of Chloride Level in Rice Field Water after Fertilization in Ketapang Village by Argentometric Titration Method Ardhi Khoirul Hakim; Ani Qomariyah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 1 (2024): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.743

Abstract

Introduction: Agriculture plays an important role in Indonesia's international development, providing rice, corn and wheat to meet the needs of the community. Agricultural development can increase food availability and food security, as well as improve the economy and welfare of the community. One of the villages in Banyuwangi, namely Ketapang Village, is an area where most of the population works in the agricultural sector. KCl fertilizer is one type of fertilizer that is often used in rice fields to increase rice yield. Objective: This study aims to analyze chloride levels in rice field water after fertilization using KCl fertilizer, with the aim of determining the effectiveness of fertilizers that can be absorbed by plants. Methods: This research was conducted at the Chemistry Laboratory of STIKES Banyuwangi in March 2024. Mohr's Argentometric titration method was used for chloride analysis. Rice field water samples were collected from Ketapang Village. Results: The analysis showed significant variation in the percentage of chloride absorbed by plants at eight different paddy field sites after fertilization with KCl. The percentage of chloride absorbed ranged from 49.37% to 97.31%. Conclusions: The analysis showed significant variation in the percentage of chloride absorbed by plants after fertilization with KCl. Sites with a high percentage of chloride content can be considered a good indicator of fertilizer effectiveness, indicating that plants are able to absorb nutrients optimally. This has important implications in evaluating the quality of fertilization applied by farmers and can contribute to increased productivity and health of rice plants.