Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Madaniya

Pembelajaran Bahasa Inggris Menggunakan Media Flash Card Pada TPA Masjid Baitul Maqdis Rizkariani Sulaiman; Ihramsari Akidah
Madaniya Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.84

Abstract

Bahasa Inggris pada tingkat dasar bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensi berkomunikasi dan memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya Bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa kemampuan kosakata, semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula keterampilan berbahasanya. Mengingat pentingnya peranan kosakata dalam berbahasa maka pembelajaran kosakata menjadi perhatian penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Mempelajari kosakata Bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah karena seringkali peserta didik mengalami kesulitan dalam perolehan kosakata baru itu. Oleh karena itu penulis melaksanakan pengabdian dengan menggunakan media flash card dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris dengan harapan dapat meningkatkan kekampuan kosakata peserta didik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan tahap-tahap sebagai berikut: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting).
Pelatihan Pembuatan Boterkoektan dan Jampy di Desa Pakatto Sulastri Sulastri; Ihramsari Akidah
Madaniya Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.111

Abstract

Desa Pakkatto adalah satu desa yang terletak di kecamatan Bontomarannu, yang terletak di bagian selatan Kabupaten Gowa dengan jarak + 11 km dari ibu kota Kabupaten Gowa, 23 km dari ibu kota propinsi (Makassar) dan 2 km dari ibu kota kecamatan, luas wilayah + 1.134 ha. Salah satu hasil pertanian yang sedang berkembang di desa Pakatto adalah buah rambutan dan berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok ibu rumah tangga di lingkungan tersebut berprofesi seperti buruh, berkebun, hingga penjual buah rambutan, penghasilan para ibu rumah tangga hanya sebagai penjual buah rambutan namun wawasan pengetahuan dan keterampilan masih perlu diberikan pengayaan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah 1) memberikan penyuluhan tentang manfaat terkandung pada rambutan dan jamur tiram dari efek kesehatan, 2) training pembuatan boterkoektan (Lekker Holland Rambutan) dan jampy (jamur crispy) sehingga diharapkan menjadi kreativitas ibu rumah tangga untuk menambah income keluarga, pada khalayak sasaran yang berjumlah 21 orang. Metode yang digunakan kepada mitra adalah ceramah dan demonstrasi. Pemberian materi disajikan face-to-face dan memberikan langsung praktik yang mana melibatkan mitra dalam kegiatan ini. Metode ini juga diharapkan dapat menggali potensi masyarakat atau sumber daya alam lingkungannya yang tidak termanfaatkan. Hasil yang diperoleh setelah pelatihan ini adalah mitra telah memahami dan mengetahui teknik pembuatan dan pengolahan kue boterkoektan dan jampy. Selain itu, mitra diberikan pelatihan, diskusi dan pendampingan manajemen usaha, diskusi pendampingan kemasan dan labeling yang menarik.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif di Masa Pandemi pada Kelompok Kerja Guru Bahasa dan Sastra Indonesia MA Wihdatul Ulum Desa Bontokassi Gowa Ihramsari Akidah; Umar Mansyur; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.123

Abstract

Pada masa pandemi ini bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berdampak besar bagi sektor pendidikan. Dengan demikian, tim pengabdi berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan media pembelajaran interaktif pada kelompok kerja guru guna terciptanya pembelajaran yang menarik di dalam kelas dan tidak membosankan bagi peserta didik, dan solusi yang diberikan salah satunya dengan penggunaan media Microsoft Power Point sebagai media pembelajaran interkatif. Mitra dalam pengabdian ini adalah kelompok kerja guru MA Wihdatul Ulum Kecamatan Parangloe Desa Bontokassi Gowa. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan dan pendampingan pembuatan media interaktif. Ini berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan bahwa masalah yang ditemukan ada kaitannya dengan pembuatan media pembelajaran yang berbasis multimedia interaktif pada proses pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut diperlukan solusi yang ditawarkan pada guru-guru di MA Wihdatul Ulum, yakni memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif yang menggunakan aplikasi Camtasia dalam Microsoft Power Point. Agar tujuan tersebut tercapai maka tim pengabdi melakukan strategi dengan mengurutkan kronologis pelaksanaan yang dimulai dari diskusi, memberikan materi, melaksanakan praktik pendampingan dan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Camtasia dalam Microsoft Power Point, dan mengevaluasi hasil kegiatan. Oleh karena itu, hasil akhir dari pengabdian kepada masyarakat ini yakni dapat membantu kelompok kerja guru MA Wihdatul Ulum dalam membuat media pembelajaran interaktif, sehingga guru bisa membuat sendiri media pembelajaran interaktif dan dapat dipakai dalam proses pembelajaran baik dalam proses pembelajaran offline maupun pada proses pembelajaran online seperti saat ini.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Meningkatkan Potensi Alam Desa Lonjokboko Kabupaten Gowa Ihramsari Akidah; Rizkariani Sulaiman
Madaniya Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.182

Abstract

Karang taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Keberadaan kelompok pemuda yang tergabung dalam karang taruna di desa menjadi satu wadah inti, untuk menyamakan paradigma dan membangkitkan minat dan bakat agar memberdayakan para pemuda, hal ini tidak lepas dari dorongan pemerintah setempat dan masyarakat agar para pemuda karang taruna menjadi wadah produktif demi kemajuan dan kelestarian Desa Lonjoboko. Dilihat dari kondisi alam Desa Lonjoboko memiliki ragam kekayaan alam yang harusnya dapat dipelihara dan dikembangkan bahkan dapat dijadikan lahan pendapatan yang bernilai ekonomis bagi individu dan kelompok masyarakat setempat, lingkungan yang indah, air terjun hingga perbukitan serta tambang batu yang sangat menjanjikan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalan untuk diselesaikan sebagai upaya untuk tercapainya tujuan yang diharapkan. Salah satu desa yang kaya potensi alam tetapi belum dioptimalkan. Berdasarkan permasalahan mitra, maka permasalahan dapat diselesaikan dengan beberapa metode pendekatan, yakni observasi dan sosialisasi program dan tujuan; ceramah; diskusi; tukar pendapat dan tanggapan; dan evaluasi. Kegiatan workshop memberikan dampak yang baik terhadap peserta karang taruna. Hal tersebut dibuktikan dengan dengan antusias dari anggota karang taruna mengikuti workshop dan banyaknya pertanyaan yang masuk untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang pengembangan potensi alam di desa wisata Lonjokboko. Selain itu, adanya studi wisata yang dilakukan untuk melihat tempat-tempat yang baik untuk melakukan pengembangan potensi alam desa wisata dengan mengkombinasikan berbagai jenis produk wisata yang dimiliki Desa Lonjokboko seperti wisata air yang ada dan penggabungan antara wisata trekking dengan wisata spiritual, dimana paket penggabungan tersebut digabungkan dalam satu peta paket wisata.
Pelatihan Keterampilan Membaca dengan Media Bermain Kartu Kata sebagai Upaya Menggairahkan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Ihramsari Akidah; Akmal Hamsa
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.336

Abstract

Kesulitan utama yang terjadi sekarang ini mewujudkan bagaimana kebiasaan membaca yang dipengaruhi dari berbagai faktor. Selain pemenuhan kebutuhan sumber bacaan yang dianggap dapat menjadi refrensi utama bagi siswa tetapi juga belum memadai, ini diakibatkan sangat rendah dorongan dari keterampilan membaca di lingkup peserta didik. Mitra dalam pengabdian yang telah dilakukan adalah siswa kelas VII SMPN 1 Sanrobone Kab. Takalar. Pengabdian memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterampilan membaca siswa dalam menyusun sebuah kalimat utuh melalui penggunaan media bermain kartu kata dan mempermudah guru untuk merancang model pembelajaran efektif dan juga menyenangkan bagi siswa. Adapun, masalah yang terlihat ada kaitannya dengan keterampilan membaca yang ada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni: 1) Penggunaan media dalam pengajaran keterampilan membaca yang kurang tepat; 2) Melalui pendekatan dalam mengajar yang telah diterapkan oleh seorang guru tidak dapat mendukung peningkatan dan pemahaman seorang siswa untuk mencapai tujuan dari pembelajaran pada keterampilan membaca. Adapun strategi dalam penerapannya di dalam kelas yakni dengan mengurutkan setiap kronologis dari pelaksanaan yang akan dimulai dari sebuah diskusi, kemudian pemberian materi, pelaksanaan pelatihan serta penerapan dalam media pembelajaran bermain kartu kata, serta mengevaluasi hasil kegiatan. Dengan adanya proses pembelajaran yang dilakukan dapat terlihat bagaimana peningkatan dari keterampilan membaca dengan menerapkan media bermain kartu kata yang dilakukan secara maksimal kepada siswa, maka baik masalah ataupun kesulitan yang dialami pada proses pembelajaran dalam kelas bisa diatasi dengan menggunakan media bermain kartukata khususnya pada peningkatan keterampilan membaca. Begitu juga, pada hasil dari pelaksanaan pembelajaran tersebut, terlihat adanya peningkatan kemampuan siswa dalam keterampilan membaca. Hal ini disesuaikan dengan beberapa tujuan dari pembelajaran yang ingin dicapai dari seorang guru dan siswa bahwa terlihat adanya peningkatan dalam keterampilan membaca siswa di dalam kelas pada materi membaca. Proses pembelajaran peningkatan keterampilan membaca didukung oleh penggunaan media pembelajaran bermain kartu kata yang menjadi salah satu media pembelajaran efektif dan membuat pembelajaran di kelas lebih bersemangat, serta menggairahkan dan hasil akhirnya akan terlihat adanya peningkatan dari hasil belajar peserta didik khususnya pada peningkatan keterampilan membaca.
Menumbuhkan Kreativitas melalui Pelatihan Membuat Mading Digital Siswa MA Wihdatul Ulum Nurfathana Mazhud; Ihramsari Akidah; Sitti Rahmawati
Madaniya Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.341

Abstract

Pada era digital saat ini, tampaknya mading konvensional sudah tidak lagi sesuai, selain anggaran untuk menyiapkan berbagai bahan yang dibutuhkan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Penggunaan bahan-bahan tentunya menjadi pertimbangan saat harus mendaur ulang karena harus diganti secara berkala. Olehnya itu, mading konvensional haruslah beriringan bersama dengan perkembangan era digital. Mading digital sudah marak digunakan oleh beberapa sekolah dengan memanfaatkan teknologi digital. Berbagai platform digital dapat digunakan dalam mendesain mading digital sehingga dapat menghasilkan kreasi yang baik. Salah satu platform yang bisa digunakan yakni ‘canva’. Mengingat keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, maka hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis. Menumbuhkan kreativitas siswa MA Wihdatul Ulum merupakan lokasi pengabdian yang dipilih oleh tim pengabdi karena sekolah tersebut adalah salah satu sekolah binaan Yayasan Wakaf UMI yang berlokasi di Desa Bontokassi Gowa. Pelatihan membuat mading digital bagi siswa mendapat respon yang positif dari pihak sekolah sebagai mitra pengabdian. Pelatihan membuat mading digital diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam berbagi informasi terbaik sekolah kepada seluruh siswa maupun orang di luar lingkup sekolah. Pelatihan ini memberi manfaat yang besar bagi siswa untuk menampilkan informasi setiap saat dalam waktu relatif bebas. Pada akhir kegiatan pelatihan, secara kolaboratif tim pengabdi, guru, dan siswa menyusun mading digital yang memuat data tentang informasi seputar sekolah.
Pendampingan Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Pelayanan Pendidikan Pada Madrasah Tsanawiyah Wihdatul Ulum Bontokassi Gowa Muhajir Muhajir; Ihramsari Akidah; Muhammad Syahrul
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1093

Abstract

Penyediaan informasi dan pelayanan publik yang transparan, efektif, efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan menjadi tujuan utama dalam pengelolaan sebuah lembaga pendidikan termasuk Madrasah Tsanawiyah Wihdatul Ulum. Salah satu instrumen untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut adalah penyusunan dokumen Standard Operating Procedure pelayanan pendidikan, sehingga semua aktivitas pelayanan pendidikan mulai dari proses dan prosedur serta pihak terkait dapat terdokumentasi secara baku. Kegiatan penyusunan dokumen Standard Operating Procedure pelayanan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Wihdatul Ulum dilaksanakan dalam bentuk pendampingan yang berikan oleh tim dosen melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 10 (sepuluh) tenaga kependidikan sekaligus guru bidang studi melalui beberapa tahap yaitu pengidentifikasian kebutuhan, penyusunan, dan simulasi. Hasil dari kegiatan pendampingan telah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam penyusunan dokumen Standard Operating Procedure pelayanan pendidikan bagi tenaga kependidikan Madrasah Tsanawiyah Wihdatul Ulum. Pada kegiatan pendampingan ini telah berhasil menyusun 10 (sepuluh) dokumen Standard Operating Procedure pelayanan pendidikan yaitu: (1) pembuatan surat keterangan, (2) mutasi siswa masuk, (3) mutasi siswa keluar, (4) pelaksanaan kegiatan pembelajaran, (5) penilaian prosen dan hasil pembelajaran, (6) pengawasan kegiatan pembelajaran, (7) penilaian akhir semester/akhir tahun, (8) penyusunan anggaran kegiatan, (9) pelaksanaan kegiatan internal, (10) permohonan izin praktik pengalaman lapangan, magang.