Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

DESAIN ALAT PEMBELAH KELAPA MUDA DENGAN DUA FUNGSI Muhammad Al-Fitra Usuli; Devitta Purnamasary Mohidin; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal JTPG
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo adalah salah satu daerah yang memiliki tanaman kelapa yang begitu melimpah dan belumtermanfaatkan dengan sangat baik, mulai dari daging kelapa, sabut, hingga air kelapa yang bemanfaatbagi manusia. meskipun satu hal yang menyebabkan kelapa belum termanfaatkan dengan baik diGorontalo yaitu perkembangan teknologi yang masih sedikit. Proses membelah buah kelapa padaumumnya dilakukan dengan cara tradisional atau dengan menggunakan parang. Dan cara ini memilikiresiko yang cukup besar. Desain alat pembelah kelapa muda ini bertujuan untuk mempermudahmasyarakat dalam proses mengeluarkan air kelapa dan membelah buah kelapa sehingga prosesmengeluarkan air kelapa dan membelah buah kelapa lebih efektif dan mudah dilakukan tanpamenimbulkan resiko. Hasil pembelahan buah kelapa ini dengan menggunakan dua jenis kelapa mudayaitu kelapa Genjah dan hibrida dengan waktu masing- masing yang sangat berbeda , Kelapa genjahmembutuhkan waktu Total 111 detik per lima buah sedangkan kelapa hibrida membutuhkan waktu 90detik per lima buah.
UJI KOMPERASI SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA ALAT BOILER PENGHANGAT TERNAK AYAM Jusman Rauf; Burhan liputo; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v4i2.458

Abstract

Pengusaha atau wirausahawan ternak ayam pedaging di Gorontalo, memiliki kendala dalam budidaya ayam pedeging. Dalam mewujudkan peningkatan produksi peternakan di Gorontalo, masyarakat Gorontalo bertujuan mengembangkan kualitas ternak, khususnya ternak ayam pedaging. Kandang ternak yang ada di Gorontalo sudah menggunakan beberapa metode pengembangan untuk pemanas kandang ternak, agar kualitas ternak ayam yang lebih unggul. Pemanas kandang ternak yang ada di Gorontalo seperti Gas Brooder yang menggunakan bahan bakar gas LPG, tetapi dilihat pada kalangan ekonomi lemah metode tersebut sangat tidak ekonomis. peneltian ini bertujuan untuk,Mengetahui berapa besar suhu yang terjadi pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler, mengetahui berapa lama ukuran temperatur suhu pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler. Sekam ini memiliki kerapatan jenis (bulk densil) 1125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam sebesar 3300 k. kalori, serta memiliki bulk density 0,100 g/ ml, nilai kalori antara 3300 -3600 kkalori/kg sekam dengan konduktivitas panas 0,271 BTU (Houston, 1972). Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Kegiatan penelitian ini mulai dilaksanakan pada Oktober 2018 sampai dengan Juli 2019 di Laboratorium Mesin Umum dan Welding Program Studi Mesin dan Peralatan Pertanian Politeknik Gorontalo. Proses pengujian alat, berguna untuk mengetahui cara kerja alat dan efesiensi alat penghangat ternak ayam. Pada saat pengujian alat simulator boiler berbahan bakar sekam padi pada ternak ayam dilakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan berat sekam 1kg, 2kg dan 3kg yang masing-masing dilakukan selama satu jam. hasil percobaan pada Gas Brooder menghabiskan bahan bakar berupa gas sebanyak 3kg dalam waktu 19:00 – 06:00. Untuk simulator boiler berbahan bakar sekam menghabiskan sekam padi 6kg, namun keunggulan dari alat simulator boiler ini mudah untuk mendapatkan bahan bakarnya. Sekam mudah ditemukan didekat penggilingan padi, adapun dijual harganya tak semahal harga gas. Sedangkan untuk pemanas gas brooder ini, sulit untuk mendapatkan bahan bakarnya. Dilihat dari kondisi gas yang disediakan oleh pemerintah Gorontalo sangatlah minim untuk kebutuhan masyrakat Gorontalo
MODIFIKASI MATA PISAU PADA MESIN PENGUPAS SABUT KELAPA Mahmud Bahsoan; Yunita Djamalu; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v5i1.538

Abstract

Mesin pengupas sabut kelapa menggunakan mata pisau yang berbentuk seperti busur dengan sudut 70º ini dapat memisahkan sabut kelapa dari batok kelapa. Mesin ini akan mempercepat secara efisien dalam pengupasan sabut kelapa dibandingkan dengan menggunakan mata pisau berbentuk lancip ke atas yang sebelumnya. Karena pada mata pisau tersebut masih belum maksimal pada saat proses pengupasan, dimana mata pisau ini masih menggaruk batok kelapa hingga sampai pecah saat proses pemisahaan sabut dari batok. Untuk itu, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu diciptakan inovasi untuk meningkatkan nilai ekonomis dan pemanfaatannya sebagai produksi kopra.“Modisfikasi Mata Pisau Pada Mesin Pengupas Sabut Kelapa” dengan kapasitas 18.96 detik/buah.Dimaksudkan untuk pendapatan petani lebih meningkat dan terhindar dari resiko kecelakaan. Setelah dilakukan perancangan mesin pengupas sabut kelapa, diperoleh dimensi dan ukuran mesin sesuai dengan standar yang ada, seperti daya motor penggerak yang digunakan, serta komponen-komponen mesin lainnya. Sehingga akan dihasilakn mesin pengupas sabut kelapa dengan biaya yang lebih efisien, terjangkau dan hasil produksinya juga sesuai dengan yang diharapkan
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) MENGGUNAKAN ALAT PENCACAH LIMBAH ORGANIK Moh Sarif Ismail; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v5i2.678

Abstract

Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) merupakan jenis tanaman air yang mampu beradaptasi sehingga cepatberkembang biak pada lingkungan baru. Hal ini yang membuat eceng gondok menjadi gulma dominan diwilayahperairan yang tumbuh terapung dapat menggangu jalanya tranportasi perairan. Pemanfaatan Eceng Gondok salahsatu yaitu sebagai pupuk organik yang berupa cair atau padat yang berguna terhadap unsur tanaman. Pupukorganik cair ataupun padat mengandung zat-zat serta unsur-unsur yang di butuhkan oleh tanaman. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui hasil ukuran hasil cacahan menggunakan mesin pencacah eceng gondokdengan daya putaran kecepatan 1420rpm, proses penyimpanan pengukuran suhu , dan hasil pupuk organik ecenggondok berupa pupuk padat dan cairan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium umum Mesin PeralatanPertanian Politeknik Gorontalo. Penelitian pembuatan pupuk organik berbahan eceng metode pengujian dilakukan sebanyak 5 kali perlakuan. Hasil penelitian bahwa menunjukan bahwa Semakin kecil ukuran fraksiorganik dari eceng gondok maka proses pengurain semakin cepat dan berbanding lurus dengan fase kematanganpupuk. Pada proses pencacahan eceng gondok didapatkan bahwa rata- rata ukuran hasil cacahan adalah 1,5 cmdengan ukuran yang paling kecil adalah 1 cm.
Identifikasi Pertumbuhan Sayuran dengan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Akuaponik Sistem Apung Abas Saleh; Ikrima Staddal; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v6i2.853

Abstract

Akuaponik adalah penggabungan antara budidaya ikan dan hidroponik (budidaya tumbuhan). Akuaponik menjadi salah satu solusi beternak sekaligus menanam di perkotaan dengan menngunakan lahan sempit. Dalam budidaya ikan nila tentunya menghasilkan limbah air kolam yang bersal dari metabolisme ikan dan sisa pakan yang terlarut. Air yang berasal dari limbah ikan nila ini masih bisa digunakan untuk proses pembudidayaan sayuran melalui sistem akuaponik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh limbah kolam ikan nila terhadap pertumbuhan sayuran yang mennggunakan sistem apung untuk peningkatan kapasitas produksi. Penelitian ini dilakukan di green house Program Studi Mesin dan Pralatan Pertanian Politeknik Gorontalo. Penelitian dilakukan pada tiga perlakuan masing-masing dengan jumlah sayuran sebanyak 25 tanaman. Tiga jenis sayuran yang menjadi objek penelitian adalah kangkung, pakcoy, dan bayam. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, dan diameter batang. Hasil penelitian dianalisis dari minggu pertama sampai minggu keempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode aquaponik sistem apung merupakan metode yang baik untuk budi daya sayur-sayuran, terutama kangkung tanpa tambahan AB MIX.
Analisis Kualitas Air Sawah Di Kota Gorontalo Secara Spasial Menggunakan ArcGIS Awen Dino Aryo; Siradjuddin Haluti; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v7i1.873

Abstract

Kualitas air adalah tingkat kondisi kualitas air yang menunjukan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air. Kualitas air di Kota Gorontalo khususnya pada lahan sawah dapat terlihat melalui kualitas pH, TDS, Suhu, EC, dan salinitas. Untuk mengetahui lokasi kualitas air sawah di Kota Gorontalo dapat dilakukan melalui pemetaan. Penelitian ini bertujuan menguji dan memetakan kualitas air persawahan pada daerah perumahan di Kota Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, mengambil sampel air kemudian diolah dan ditampilkan lokasi pengambilan sampel dalam bentuk peta. Penampilan dalam bentuk peta dilakukan menggunakan software ArcGIS. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat beberapa daerah di Kota Gorontalo yang kualitas air persawahannya memenuhi dan tidak memenuhi syarat air irigasi. Beberapa lokasi yang tidak memenuhi standar air irigasi antara lain Desa Dembe II Kecamatan Kota Utara, Desa Libuo Kecamatan Dungingi dan Desa Molosipat Kecamatan Kota Barat. Parameter yang tidak memenuhi syarat kualitas air irigasi adalah pH. Selain itu, kualitas air irigasi terpenuhi.
Rancang Bangun Pompa Hidram sebagai Solusi Sistem Pengairan di Daerah Perbukitan Didik Firmana; Iqrima Staddal; Mustofa Mustofa
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v7i2.946

Abstract

Water is one of the natural resources needed by all living things. Not only for human and animal consumption but water is also needed by plants for the process of growth and development. In areas where the position is low (below sea level), water is very easy and often found. However, in contrast to hilly and mountainous areas. Generally, farmers rely on rainwater to meet crop water needs. Therefore, hydram pump technology is a solution for irrigation systems in hilly and mountainous areas. This study aims to design a hydram pump system with a two-valve system. This research was conducted through several stages, namely design, provision of tools and materials, functional design and structural design, and testing. The main material for making hydram pumps comes from PVC pipes with different diameters, namely ¾, 2, and 3 inches. The design of the hydram pump consists of several main components, namely the input pipe, output pipe, delivery valve, waste valve, and air tube. Based on the results of the type 2 valve hydram pump test, the resulting discharge data is 8 liters/minute. The flow velocity in the input pipe and the output pipe are 0.052 m/s and 0.42 m/s respectively. One of these differences is influenced by the diameter of the pipe, where the flow velocity is inversely proportional to the diameter of the pipe. The flow rates generated in the input pipe and output pipes are 1.33 x 10‑4 m3/s and 1.32 x 10‑4 m3/s respectively.
Perancangan Sistem Peringatan Dini dan Monitoring pada Saluran Irigasi Berbasis Mikrokontroller Renaldi Pakaya; Mustofa Mustofa; Iqrima Staddal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i1.1335

Abstract

Sungai merupakan salah satu siklus hdrologi dan ekosistem yang sangat penting bagi keberlangsungan makluk hidup. Keberlangusngan ekosistem sungai tetap terjaga jika proses monitoring dan evaluasi air sungai dilakukan secara berkala. Penelitian ini bertujuan merancang sistem peringatan dini dan monitoring Sungai Bone. Sistem ini dirancang melalui tahapan perancangan sistem mekanik dan pengujian. Pengujian dilakukan melalui uji fungsi alat dan pengujian pada lokasi sungai. Indikator yang didukur adalah derajat keasaman, debit aliran, dan ketinggian air. Sistem ini dilengkapi dengan sensor pH, sensor debit aliran, dan sensor ultasonik. Nilai masing-masing indikator dapat dilihat dari pembacaan sistem pada layar LCD. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan lampu LED (hijau, kuning, merah) sebagai media yang dapat memberikan data level ketinggian air. Informasi tentang ketinggian air akan memberikan data berkaitan peringatan siaga I, II dan III. Jika indikator lampu menunjukkan siaga III, maka akan diteruskan ke suara speaker sebagai indikator peringatan kemungkinan terjadi banjir. Hasil pengujian diperoleh bahwa Sungai Bone memiliki pH = 7,32-7,34. Kondisi ini menunjukkan bahwa air berada pada keadaan netral dan masih layak untuk digunakan oleh masyarakat, baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian. Adapun debit aliran Sungai Bone pada bagian hulu, tengah dan hilir masing-masing sebesar 24 ml/s, 10 ml/s, dan 4 ml/s. Selain itu, ketinggian air pada bagian hulu, tengah dan hilir masing-masing sebesar 81 cm, 148 cm, dan 134 cm. Kondisi ini mengindikasikan bahwa air masih berada pada status aman (siaga I).
Perancangan Instalasi Irigasi Tetes pada Tanaman Melon Kuning (Cucumis melo L.) Ramdan Azis; Iqrima Staddal; Hariadi Hariadi
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v9i2.1407

Abstract

Irigasi merupakan salah satu komponen penting dalam budidaya tanaman, termasuk melon kuning, untuk memastikan ketersediaan air yang efisien dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis instalasi irigasi tetes guna mendukung efisiensi penggunaan air pada tanaman melon kuning. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu desain perancangan sistem irigasi, instalasi perangkat, dan pengujian kinerja sistem. Sistem irigasi dirancang menggunakan bak penampungan berkapasitas 200 liter dan pipa PVC berukuran 3/4 inci. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menghasilkan laju tetesan emiter sebesar 0,0016 m²/jam. Kebutuhan air dihitung berdasarkan tiga stadia pertumbuhan tanaman, yaitu tahap awal, pembungaan, dan pematangan, dengan masing-masing kebutuhan sebesar 691,2 liter, 883,2 liter, dan 768 liter. Rancangan ini menunjukkan potensi efisiensi dalam penyediaan air yang sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman melon kuning di setiap tahap pertumbuhannya.
Rancang Bangun Mesin Pengayak Gabah Padi Andika Pratama Said; Siradjuddin Haluti; Iqrima Staddal; Mustofa Mustofa
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v10i1.1458

Abstract

Padi merupakan salah satu jenis produk pertanian yang produktivitasnya cenderung mengalami peningkatan. Peningkatan ini tentunya harus diimbangi dengan kualitas produk yang baik. Proses panen padi melalui perontokkan sebagian besar masih menyisakan berbagai produk samping sebagai pengotor, terutama daun dan batang. Pengotor ini dapat disebabkan karena kondisi perontokkan padi yang masih basah atau tidak ada penyaring yang mensortir produk. Kondisi ini akan bermasalah jika pengotor tidak dihilangkan dan dipisahkan dari produk utama. Hal ini karena dapat mempengaruhi bobot dan kualitas beras setelah digiling. Oleh karena itu, perlu ada perlakuan tambahan sebelum gabah padi dilakukan penggilingan. Salah satunya adalah pengayakan gabah padi untuk memisahkan pengotor dan padi hampa (tanpa isi). Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pengayak gabah padi untuk membersihkannya dari berbagai pengotor. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu desain mesin pengayak gabah padi, fabrikasi, uji fungsi komponen, dan aplikasi pada gabah padi. Mesin ini terbuat dari besi siku 3x3mm dan plat besi 1,5mm sebagai rangka utama dan dudukan ayakan. Sistem penggerak pada mesin pengayak padi mengunakan motor bensin 1,5 HP dengan dua sistem transimisi. Pengujian pengayakan gabah padi dilakukan sebanyak lima kali dengan berat gabah yang diayak sebanyak 3 kg. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pengayak gabah padi memiliki kapasitas kerja rata-rata sebesar 96,7 kg/jam dengan persentase rata-rata berat bersih gabah yang dihasilkan sebesar 82,67%.