Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERBEDAAN PERUBAHAN WARNA ANTARA RESIN KOMPOSIT KONVENSIONAL, HIBRID, DAN NANOFIL SETELAH DIRENDAM DALAM OBAT KUMUR CHLORHEXIDINE GLUCONATE 0,2% Noor Hafida Widyastuti; Nabila Amalia Hermanegara
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Resin komposit merupakan salah satu bahan restorasi yang sering digunakan dalam kedokteran gigi yang mampu menghasilkan warna bahan tumpatan sesuai dengan warna gigi asli. Resin komposit mempunyai sifat yaitu mudah menyerap cairan sehingga dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna pada resin komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan warna pada resin komposit setelah direndam dalam obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%. Penelitian ini menggunakan 27 sampel cetakan resin komposit yang berbentuk diskus dengan diameter 15 mm dan tebal 2 mm. Sampel dibagi dalam 3 kelompok variabel. Kelompok I resin komposit konvensional, kelompok II resin komposit hibrid, dan kelompok III resin komposit nanofil. Seluruh sampel direndam dalam 20 ml obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%dan diinkubasi dengan suhu 370C selama 24 jam. Sampel dilakukan pengukuran perubahan warna dengan menggunakan alat chromameter dan dihitung berdasarkan metode CIE L*a*b*. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji anova satu jalur dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perubahan warna yang signifikan antara kelompok resin komposit konvensional, hibrid, dan nanofil yaitu p=0,000 (p0,05) meskipun perbedaannya tidak dapat dilihat secara visual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah resin komposit nanofil paling tahan terhadap perubahan warna dibandingkan resin komposit konvensional dan hibrid.
PERBANDINGAN APLIKASI CHLORHEXIDINE 2% DAN ASAM POLIAKRILAT 10% TERHADAP KEKUATAN TARIK BAHAN ADHESIVE SELF ETCH RESTORASI RESIN KOMPOSIT Anindita Diptya Kartika; Noor Hafida Widyastuti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit merupakan bahan restorasi adhesif yang dapat berikatan dengan jaringan keras gigi melalui sistem bonding. Prosedur preparasi menghasilkan smear layer yang terdiri dari bakteri, hidroksiapatit dan kolagen yang terdenaturasi. Smear layer dapat menghalangi proses terjadinya perlekatan yang sempurna bahan adhesive terhadap struktur gigi. Chlorhexidine dan asam poliakrilat 10% merupakan molekul kation yang biasanya digunakan sebagai bahan cavity cleanser dan dapat menghapuskan smear layer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aplikasi chlorhexidine 2% dan asam poliakrilat 10% terhadap kekuatan tarik bahan adhesive self etch restorasi resin komposit. Penelitian ini menggunakan sampel 32 gigi premolar permanen. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diaplikasikan resin komposit dengan chlorhexidine 2% sebagai cavity cleanser, kelompok kedua diaplikasikan resin komposit dengan asam poliakrilat 10% sebagai cavity cleanser. Sampel direndam dalam saliva buatan selama 24 jam dan diinkubasi pada suhu 37°C. Sampel kemudian dilakukan thermocycling dengan suhu 60° C dan 4°C selama 1 menit setiap suhu, diulang 25 kali. Kekuatan tarik resin komposit diukur menggunakan Universal Testing Machine. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara kedua kelompok penelitian tersebut terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik yang signifikan yakni p=0,000 (P0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi asam poliakrilat 10% sebagai cavity cleanser memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi chlorhexidine.
PENGARUH LAMA PEMOLESAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFIL Noor Hafida Widyastuti; Rahmania Zahrotun Nisa
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 1 (2020): Vol 3. No 1. (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukaan restorasi resin komposit nanofiller didapatkan melalui hasil akhir pemolesan. Metode pemolesan beragam bentuknya, salah satunya menggunakan pasta poles. Tidak hanya metode pemolesan sebagai faktor penentu kekasaran permukaan, tetapi lama pemolesan berperan penting. Lama pemolesan dapat mempengaruhi daya tahan suatu restorasi gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama pemolesan dengan pasta poles terhadap penurunan kekasaran permukaan restorasi resin komposit nanofiller. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental laboratories dengan pretest-posttest group dengan 27 spesimen resin komposit nanofiller. Spesimen dibuat cetakan silindris berdiameter 10 mm dan tinggi 2 mm. Sampel direndam aquades selama 24 jam, diinkubasi 37°C, dan dilakukan uji kekasaran permukaan awal. Pengujian menggunakan Surface Roughness Tester. Sampel dipoles sesuai kelompok durasi pemolesan 30, 60, dan 90 detik. Sampel direndam dan diinkubator kembali dan diuji kekasaran permukaan akhir. Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan signifikan atau bermakna yaitu p = 0,000 (p0,05) pada uji One Ways Anova dan uji Post Hoc LSD. Hasil perbedaan rata-rata pada kelompok pemolesan 90 detik terhadap 30 detik menunjukkan nilai tertinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah lama pemolesan dengan pasta poles dapat menurunkan kekasaran permukaan restorasi resin komposit nanofiller.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Konservasi Gigi Terhadap Kepuasan Pasien Bpjs Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Surakarta Noor Hafida Widyastuti; Inda Tri Handayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.186 KB)

Abstract

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu bagian turunandari pelayanan kesehatan dalam upaya pemerataan, jangkauan danpeningkatan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanankonservasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan gigi danmulut.Penelitian mengenai kualitas pelayanan kesehatan gigiterhadap kepuasan pasien BPJS khususnya konservasi gigi masihbelum banyak diketahui sehingga diperlukan penelitian tentangtingkat kepuasan pasien BPJS. Kualitas pelayanan dapat diukurdengan dimensi kualitas pelayanan, yaitu ketanggapan(responsiveness), empati (empathy) dan bukti fisik (tangible),jaminan(assurance) dan kehandalan (reliability). Kualitas pelayanan dapatmempengaruhi kepuasan pasien, apabila kualitas pelayanankonservasi gigi semakin baik, maka kepuasan pasien juga semakintinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitaspelayanan konservasi gigi terhadap kepuasan pasien BPJS di FKTPKota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitikobservasional dengan metode cross sectional study dengan kuesioneryang dilakukan terhadap 30 pasien BPJS di Puskesmas Gajahan yangtelah mendapatkan tindakan konservasi. Analisis data dilakukandengan menggunakan uji chi fisher dengan SPSS versi 24 forwindows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pasien BPJSterhadap kualitas pelayanan konservasi gigi tergolong baik (93,3%)dan tergolong kurang baik (6,7%). Pasien BPJS juga merasa puasterhadap kualitas pelayanan konservasi gigi yang diberikan olehPuskesmas Gajahan (93,3%) dan merasa kurang puas (6,7%).Terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan konservasi gigi terhadapkepuasan pasien BPJS dengan nilai ρ= 0,002 yang berarti signifikankarena ρ<0,05. Terdapat pengaruh antara kualitas pelayanankonservasi gigi terhadap kepuasan pasien BPJS di FKTP KotaSurakarta (kajian di Puskesmas Gajahan).
Perbedaan Teknik Irigasi Saluran Akar (Konvensional, Agitasi Manual, Ultrasonik) Terhadap Kebersihan Saluran Akar Noor Hafida Widyastuti; Indah Riana Sukmasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.294 KB)

Abstract

Salah satu tahapan penting dalam perawatan saluran akar adalahpembersihan. Pembersihan dicapai dengan irigasi saluran akar.Salah satu hal yang dapat mempengaruhi irigasi adalah teknikirigasi yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiperbedaan teknik irigasi konvensional, agitasi manual dinamik danultrasonik terhadap kebersihan saluran akar. Metode penelitian inimenggunakan sampel sebanyak 27 gigi premolar mandibular yangtelah dicabut yang dibagi menjadi tiga kelompok berbeda. Kelompok(1) yaitu sampel diirigasi dengan teknik konvensional . Kelompok (2)yaitu sampel diirigasi dengan teknik agitasi manual dinamik.Kelompok (3) yaitu sampel diirigasi dengan teknik ultrasonik.Seluruh sampel kemudian dibelah dan diamati menggunakanmikroskop stereo perbesaran 20 kali. Kebersihan saluran akardihitung menggunakan teknik skoring Wu & Wesselink. Analisis datamenggunakan one way annova dan uji post hoc menggunakan LSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik irigasi ultrasonikmenunjukkan nilai debris terendah dibanding kedua teknik lain danterdapat perbedaan signifikan antara ketiga kelompok terhadapkebersihan saluran akar. Teknik irigasi ultrasonik merupakan teknikyang paling optimal dalam membersihkan saluran akar.
Effect of E-Glass Fiber on Nanofiller Composite Resin Compressive Strength Noor Hafida Widyastuti; Nurul Fahrini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.028 KB)

Abstract

Resin komposit nanofil merupakan resin komposit baru dengan sifat estetikanya yang baik, pengerutan polimerisasi yang kecil dan mempunyai filler yang tinggi. Disamping keunggulannya tersebut, resin komposit nanofil juga mempunyai kelemahan yaitu kekuatan kompresinya masih lebih rendah dari resin komposit mikrofil dan mikrohybrid. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan E-glass fiber terhadap kekuatan kompresi resin komposit nanofil. Penelitian ini menggunakan sampel cetakan resin komposit yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pertama resin komposit dengan penambahan E-glass fiber dan kelompok kedua resin komposit tanpa penambahan E-glass fiber. Ukuran sampel yaitu berdiameter 3 mm dan tinggi 6 mm sebanyak 32 buah dengan masing-masing kelompok 16 buah. Sampel direndam di dalam aquades selama 24 jam dan di inkubasi pada suhu 370 C. Pengujian kekuatan kompresi menggunakan universal testing machine dengan kecepatan 1 mm/menit. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara kedua kelompok penelitian tersebut terdapat perbedaan nilai kekuatan kompresi yang signifikan yakni p=0,000 (P<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kekuatan kompresi resin komposit nanofil antara yang menggunakan E-glass fiber dan tanpa penambahan E-glass fiber. Kekuatan kompresi resin komposit nanofil dengan penambahan E-glass fiber memberikan hasil nilai kekuatan kompresi yang lebih besar dibandingkan dengan tanpa penambahan E-glass fiber.
Pengaruh Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Jkn) Terhadap Pelayanan Konservasi Gigi Di Fktp Kota Surakarta Noor Hafida Widyastuti; Danti Narulita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.175 KB)

Abstract

Background of this study was National Health Insurance started on 1st January 2014. Dentist in Primary Health Care as a provider in primary case, these are promotive, preventive, curative and rehabilitative. This principle as a focus service in national Health Insurance System as gatekeeper. These concepts are credentialing and re-credentialing, four function of primary care these are first contact, continuity, comprehensive, coordination, competit ion and quality and cost control. Aim of this study to determine the impact of National Health Insurance system toward conservative dentistry treatment in Primary Health Care in Surakarta. Methods of this study was observational analytic with cross sectional study. The research subject were dentist who work in Primary Health Care in Surakarta. This research performed at Primary Health Care at Surakarta on February 2019. Instrument of this study were questionnare of National Health Insurance system and conservative dentistry treatment. Result of this study was majority of respondent (92%) have an optimal categorical applying National Health Insurance system and respondent (42%) have a good categorical giving a conservative dentistry treatment. Based on statistical test that has been done there is significant impact on both variables with p<0,05. Conclusion was there is an impact beetween National Health Insurance system and conservative dentistry treatment in Primary Health Care in Surakarta
KAJIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER N95 PADA DOKTER GIGI UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19 MELALUI AEROSOL PADA PERAWATAN DENTAL: Noor Hafida Widyastuti; Devy Suherawati
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 5. No 2. 2022
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona merupakan patogen yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dengan menginfeksi saluran pernafasan, gastrointestinal, hati, dan neurologis. Pandemi COVID-19 menyebabkan dokter gigi menjadi salah satu tenaga medis yang rentan terpapar virus corona karena berhadapan dengan langsung untuk memberikan perawatan dental kepada pasien positif. Tindakan perawatan dental yang menggunakan rotary instrument, handpiece highspeed, air-water syringe yang menghasilkan aerosol dapat menularkan virus corona. Aerosol merupakan partikel padat atau cair yang berdiameter 50 mikron. Dokter gigi dan asisten diwajibkan untuk menggunakan masker N95 untuk tindakan yang menghasilkan aerosol. Masker N95 secara signifikan dapat menyaring 0,3 mikron partikel. Masker N95 efektif digunakan untuk tindakan dental yang menghasilkan aerosol. Masker N95 memiliki kekurangan yaitu dapat menyebabkan hipoventilasi, dermatitis kontak, eritema, produksi sebum meningkat, reaksi alergi (kemerahan, ruam, gatal) dan menyebabkan pengguna merasa tidak nyaman dalam waktu lama serta tidak diindikasikan untuk petugas dengan memiliki banyak bulu wajah serta deformitas wajah, karena dapat mengurangi kerapatan dari masker tersebut.
Effect Of Avocado Seed (Persea Americana Mill.) On The Growth Of Bacteria Prevotella Intermedia (In Vitro) Syifaul Amrodi Al Birro; Nur Ariska Nugrahani; Nina Runting; Noor Hafida Widyastuti
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2543

Abstract

Periodontitis is an inflammatory disease of the supporting tissues of the teeth caused by bacteria present in the dental plaque biofilm. Gingivitis and periodontitis are the most common periodontal diseases and are associated with bacteria Prevotella intermedia. Avocado seeds are one way to inhibit this bacteria. the aim of this study is to prove that avocado seed extract (Persea americana Mill.) has an antibacterial effect on bacterial growth Prevotella intermedia. This study was a pure laboratory experimental post-test only control group design. The research sample was divided into 10 groups, namely 8 groups of avocado seed extract with different concentrations, 1 positive control group (chlorhelxidinel glulconat 0,2%), and 1 negative control group (aquades). Avocado seed extract (Persea americana Mill.) has antibacterial power against bacteria Prevotella intermedia with Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of 3.125% and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of 6.25%. Avocado seed extract has antibacterial power against the bacteria Prevotella intermedia with MIC 3.125% and MBC 6.25%.
Effectiveness Of Green Nanochitosaan Addition On Compressive Strength Of Glass Ionomer Cement Rahma Wadania Lobubun; Noor Hafida Widyastuti; Nur Ariska Nugrahani; Edi Karyadi
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2686

Abstract

Glass ionomer cement is a restorative material that is adhesive, tooth-colored, and has the ability to release fluoride ions which are affected by the degree of acidity (pH). Apart from that, one way to utilize the waste from green mussels is by processing them into chitin and chitosan as materials to strengthen the properties of glass ionomer cement. Glass ionomer cement contains materials such as powderacid soluable calcium fluoraluminosilicate glass and liquidaqueous solution of polyacrylic acid. This can be an alternative as a treatment for dental caries. Objective: This study aims to determine the effectiveness of the addition of green mussel shell (perna viridis) nanochitosan on the compressive strength of glass ionomer cement. Method: This study used a quantitative experimental laboratory study with a True Experimental study design using a post test only control group design. the total sample used was 25 samples. Results: The 2% nanochitosan concentration has the highest compressive strength value compared to other concentrations, as evidenced by the mean value at 2% concentration, which is 4.10 MPa. Conclusion: The result of 2% green mussel (perna viridis) nanochitosan was the most effective treatment in influencing the compressive strength of glass ionomer cement. The greater the concentration used, the higher the compressive strength of the resulting glass ionomer cement.