Fathurrahman Fathurrahman
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REFORMULASI PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENANGKAL IDEOLOGI TAKFIRI Fathurrahman Fathurrahman; Nasaruddin Nasaruddin; Tuti Herawati
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4456

Abstract

Mentalitas radikal ini adalah cara berpikir bahwa hanya golongannya sendirilah yang benar. Dari mentalitas inilah muncul apa yang disebut dengan ideologi takfiri. Sebuah struktur mental yang telah terbentuk dalam pandangan dan keyakinan bahwa pemahaman dan tindakan pengkafiran yang mereka lakukan terhadap kelompok lain yang tidak sepandangan dengan mereka merupakan sesuatu yang benar dan sesuai dengan ajaran agama yang murni. Faham ini memposisikan umat lain sebagai sesat dan harus dibasmi termasuk dengan menggunakan pendekatan kekerasan. Implikasi dari pendekatan ini sangat berpotensi merusak keutuhan bangsa. Pendidikan agama memiliki peran sentral dalam membentuk cara pandang setiap peserta didik dalam memahami dan mengamalkan agama yang penuh dengan kedamaian bukan permusuhan, kedengkian serta kekerasan. Dibutuhkan formulasi pendidikan Islam yang dapat menangkal penyebaran idologi ini bagi generasi muda. Dengan perspektif interdisiplin, multidisiplin dan transdisiplin dibutuhkan pendidikan Islam yang melibatkan pengetahuan bayani, irfani dan burhani sebagai scientific skill dan humanistis thougt dengan menjadi pengetahuan irfani sebagai corak keberagamaan yang intersubjektif untuk menjembatani corak keberagamaan yang objektif dan subjektif.
Keteladanan Profetik dalam Al-Qur’an dan Hadis sebagai Basis Pendidikan Agama Islam Abad Ke-21 Kamarudin Zaelani; Fathurrahman Fathurrahman
SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/semesta.v4i1.475

Abstract

This study examines the portrayal of the 25 prophets and messengers along with their prayers in the Qur’an and Hadith and their relevance to Islamic Religious Education (PAI) in the 21st century. The research employed a qualitative approach using library research methods through the analysis of primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, tafsir books, books, and scientific articles. The findings reveal that the stories and prayers of the prophets contain exemplary values of spirituality, morality, leadership, patience, and responsibility that are highly relevant to the challenges of modern education. These values can strengthen Islamic Religious Education in shaping religious, moderate, humanistic, and adaptive character in response to technological advancement and social change. Furthermore, the stories and prayers of the prophets can serve as contextual learning media to develop students’ spiritual awareness and ethical values in the digital era. Therefore, the integration of prophetic values into Islamic Religious Education plays an important role in addressing the moral and spiritual crises of 21st-century society.
KEHUJJAHAN HADITS DAN FUNGSINYA DALAM HUKUM ISLAM Fathurrahman Fathurrahman
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v6i1.878

Abstract

Hadits merupakan salah satu sumber hukum Islam yang sangat penting dalam menjelaskan dan menjabarkan hal-hal selain dijelaskan dalam Al Qur’an serta menjadi hujjah dalam menentukan dan menetapkan dalam Hukum Islam. Tantangan terbesar dalam kajian hadits adalah menampik isu-isu yang diberikan para orientalis yang mengkritik akan eksistensi dari hadits tersebut, hadits dianggap tidak bisa dipercayai secara keseluruhannya sebagai sumber ajaran dan perilaku Nabi sendiri. Akan tetapi eksistensi hadits tetap menjadi kuat dengan adanya pemikir-pemikir Islam yang menampik tuduhan dari pra orientalis tersebut. Hadits dalam kehujjahan dalam hukum Islam sangatlah kuat, dan menempati posisi kedua dari Al Qur’an, hal ini tidak lain kedudukan akan hadits sangatlah penting dalam istinbat hukum Islam, karena memang penjabaran Al Qur’an terkadang perlu penjelasan, oleh karena itulah hadits dalam kedudukan dan fungsi sangatlah penting .