Ika Puspitasari
Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Guru PAI dalam Membentuk Kepemimpinan Siswa di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Hanif Rasyidu; Asrori Asrori; Ika Puspitasari
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7605

Abstract

Dalam dunia yang kompleks dan serba cepat seperti saat ini, kebutuhan akan kepemimpinan yang tangguh dan tanggap semakin mendesak. Mengembangkan kepemimpinan siswa dalam lingkungan pendidikan merupakan upaya multipihak yang memerlukan usaha bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penekanan pada pengamatan dan pemahaman yang komprehensif untuk menghasilkan pemahaman yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan pengumpulan data melalui wawancara di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Strategi guru PAI dalam membentuk kepemimpinan siswa melibatkan berbagai pendekatan dan metode yang berfokus pada pengembangan karakter siswa dan kemampuan kepemimpinan. Selain itu, integrasi nilai-nilai agama dan prinsip-prinsip etika ke dalam pendidikan agama Islam juga ditekankan sebagai upaya untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan yang kuat. Kolaborasi antara guru PAI dengan pendidik lainnya, serta dukungan dari kepala sekolah, sangat penting dalam mengembangkan kepemimpinan siswa melalui pendidikan agama Islam. Sinergi antara pendidikan nilai-nilai agama dan pengembangan kepemimpinan merupakan kunci untuk membentuk individu yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa Aminatul Jannah; Shokhibul Arifin; Ika Puspitasari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1549

Abstract

Minat belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, siswa SD Putra Harapan Bangsa menunjukkan minat belajar yang lebih tinggi saat melaksanakan P5 dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan P5 di SD Putra Harapan Bangsa dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Deskripsi tersebut disusun berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, tepatnya di SD Putra Harapan Bangsa, dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Subjek penelitian ini mencakup, guru fasilitator kegiatan P5, dan siswa kelas 1 yang terlibat dalam kegiatan P5. Indikator adanya minat belajar siswa yaitu : (1) rasa antusias terhadap pembelajaran, (2) Konsentrasi dan keterlibatan penuh dalam pembelajaran, (3) motivasi untuk memperoleh pengetahuan. (4) dorongan intrinsic untuk berpartisipasi aktif, dan (5) adanya upaya dalam mengembangkan minat belajar. P5 dapat meningkatkan minat belajar siswa karena adanya pendekatan yang praktis dan interaktif, kaitan dengan kehidupan nyata, kebebasan berkreasi, kolaborasi dan kerja tim serta evaluasi yang lebih fleksibel. Sehingga dapat memenuhi indikator adanya minat belajar pada siswa. maka jika ingin meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran yang lain, penting bagi guru untuk menerapkan strategi P5 dalam proses pembelajarannya. Keterbatasan penelitian ini yang pertama adanya keterbatasan data dan sampel, penelitian hanya dilakukan pada kelas tertentu, sehingga sulit untuk digeneralisasi ke skala yang lebih luas. Yang kedua adanya variasi karakteristik siswa Minat belajar bisa dipengaruhi oleh faktor individu seperti latar belakang keluarga, gaya belajar, dan kondisi lingkungan sekolah.