Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Guru PAI dalam Membentuk Kepemimpinan Siswa di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Hanif Rasyidu; Asrori Asrori; Ika Puspitasari
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7605

Abstract

Dalam dunia yang kompleks dan serba cepat seperti saat ini, kebutuhan akan kepemimpinan yang tangguh dan tanggap semakin mendesak. Mengembangkan kepemimpinan siswa dalam lingkungan pendidikan merupakan upaya multipihak yang memerlukan usaha bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penekanan pada pengamatan dan pemahaman yang komprehensif untuk menghasilkan pemahaman yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan pengumpulan data melalui wawancara di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Strategi guru PAI dalam membentuk kepemimpinan siswa melibatkan berbagai pendekatan dan metode yang berfokus pada pengembangan karakter siswa dan kemampuan kepemimpinan. Selain itu, integrasi nilai-nilai agama dan prinsip-prinsip etika ke dalam pendidikan agama Islam juga ditekankan sebagai upaya untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan yang kuat. Kolaborasi antara guru PAI dengan pendidik lainnya, serta dukungan dari kepala sekolah, sangat penting dalam mengembangkan kepemimpinan siswa melalui pendidikan agama Islam. Sinergi antara pendidikan nilai-nilai agama dan pengembangan kepemimpinan merupakan kunci untuk membentuk individu yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa Aminatul Jannah; Shokhibul Arifin; Ika Puspitasari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1549

Abstract

Minat belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, siswa SD Putra Harapan Bangsa menunjukkan minat belajar yang lebih tinggi saat melaksanakan P5 dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan P5 di SD Putra Harapan Bangsa dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Deskripsi tersebut disusun berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, tepatnya di SD Putra Harapan Bangsa, dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Subjek penelitian ini mencakup, guru fasilitator kegiatan P5, dan siswa kelas 1 yang terlibat dalam kegiatan P5. Indikator adanya minat belajar siswa yaitu : (1) rasa antusias terhadap pembelajaran, (2) Konsentrasi dan keterlibatan penuh dalam pembelajaran, (3) motivasi untuk memperoleh pengetahuan. (4) dorongan intrinsic untuk berpartisipasi aktif, dan (5) adanya upaya dalam mengembangkan minat belajar. P5 dapat meningkatkan minat belajar siswa karena adanya pendekatan yang praktis dan interaktif, kaitan dengan kehidupan nyata, kebebasan berkreasi, kolaborasi dan kerja tim serta evaluasi yang lebih fleksibel. Sehingga dapat memenuhi indikator adanya minat belajar pada siswa. maka jika ingin meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran yang lain, penting bagi guru untuk menerapkan strategi P5 dalam proses pembelajarannya. Keterbatasan penelitian ini yang pertama adanya keterbatasan data dan sampel, penelitian hanya dilakukan pada kelas tertentu, sehingga sulit untuk digeneralisasi ke skala yang lebih luas. Yang kedua adanya variasi karakteristik siswa Minat belajar bisa dipengaruhi oleh faktor individu seperti latar belakang keluarga, gaya belajar, dan kondisi lingkungan sekolah.
Implementasi Supervisi Akademik Pengawas dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAI di MAN 2 Magelang Puspitasari, Novita Ika; Baihaqi, Akhmad; Iman, Muis Sad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia membutuhkan pendidikan agar cerdas dan berakhlak mulia terutama tingkat pendidikan Madrasah Aliyah. Perbaikan pengajaran terus dilakukan, kemudian supervisi akademik diarahkan untuk mengembangkan sumber daya manusia atau kinerja guru PAI. Maka dari itu perlu diadakan supervisi akademik pengawas di MAN 2 Magelang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1)mengetahui implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang, dan 2)mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat dalam supervisi akademik pengawas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian adalah pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru PAI MAN 2 Magelang. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa: 1)Implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang sudah berjalan sebagaimana mestinya dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Supervisi akademik pengawas perlu dilakukan dengan adanya kegiatan kepengawasan guru menjadi terkontrol karena ada yang menilai, sehingga kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang meningkat, 2)Faktor pendukung implementasi supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kinerja guru PAI di MAN 2 Magelang yaitu komunikasi yang sudah terjalin baik, peserta didik mudah dikondisikan dan media pembelajaran yang tersedia. Faktor penghambatnya yaitu belum maksimalnya daya dukung sarana dan prasarana sekolah, kurangnya kerja sama di lingkungan sekitar sekolah.
PERAN STAKEHOLDER PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI SDN SARIROGO SIDOARJO Novi Ika Puspitasari; Ahmad Hariyadi
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2024): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i1.482

Abstract

Fokus penelitian ini adalah tentang peran stakeholder pendidikan dalam meningkatkan manajemen perpustakaan di SDN Sarirogo Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran stakeholder pendidikan dalam meningkatkan manajemen perpustakaan di SDN Sarirogo Sidoarjo. Perpustakaan tidak hanya digunakan sebagai tempat menyimpan bahan-bahan perpustakaan, namun juga sebagai alat untuk membantu siswa dan pengguna lainnya mendapatkan bahan-bahan pendidikan yang mereka inginkan atau butuhkan. Peran pelaku pendidikan dalam meningkatkan pengelolaan perpustakaan dilihat berdasarkan dua indikator yaitu: (1) peran stakeholder pendidikan dalam meningkatkan manajemen perpustakaan. (2) bagaimana faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen perpustakaan. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dapat ditunjukkan bahwa, (1) peran stakeholder pendidikan di SDN Sarirogo Sidoarjo di antaranya kepala sekolah memiliki peran sebagai manajer, leader, dan supervisor. Guru memiliki peran sebagai motivator, fasilitator dan teladan. (2) faktor penghambat dari manajemen perpustakaan ialah fasilitas perpustakaan yang kurang, sumber daya manusia dalam pengelolaan perpustakaan, dan sedikitnya koleksi buku di perpustakaan. Kata Kunci: Peran Stakeholder Pendidikan, Manajemen Peprustakaan DAFTAR PUSTAKA Asma Sari Rambe, “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Manajemen Perpustakaan Di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Jambi Kabupaten Batang Hari.” Skripsi, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin, 2022. Bafadal Ibrahim, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara, 2011. Darmono, “Pengembangan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar,” Perpustakaan Sekolah, Tahun 1-Nomor 1 (April 2007) hlm 12. Datu Jatmiko, Peran Stakeholder Sekolah Dalam Mengatasi Berbagai Macam Kekerasan Di Kalangan Siswa, Vol 04, Nusantara Off Research, 2017, hlm 11. Hartono, Manajemen Perpustakan Sekolah, Cet ke 1, Yogyakarta: Ar-ruz Media, 2016. Irjus Indrawan dkk, Manajemen Perpustakaan Sekolah,Jakarta: Qiara Media, 2020. Ketut Widiasa, Manajemen Perpustakaan Sekolah, vol 01, Jurnal Perpustakaan Sekolah, 2007. Moleong, L. J. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2017. Muhimmatul Farihah, “Peran Pustakaawan Dalam Meningkatkan Minata Baca Siswa Tunanetra di MTs Yaketunis”, Skripsi, Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Yogyakarta, 2015. Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Bandung: Alfabeta, 2009. Wahyudi, Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi Pembelajaran, Bandung: CV. Alfabeta, 2012.
Implementation of Botanical Pesticides and Yellow Traps for Pest Control in Farmer Groups of Gombolirang Village, Kabat Sub-district, Banyuwangi Regency Muhammad Dafa Riansyah; Nadia Dwi Safitri; Diah Ayuk Wulandari; Nazala Zaikumar Elfa Rizqi; Gita Puspita Sari; Ira Ika Puspitasari; Fiky Binti Zakiyah; Audina Rahma Sari; Fernanda Bagus Prasetya; Muhammad Doni Gunarso; Arif Mohammad Siddiq
Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/instem.v3i2.6

Abstract

The community service program conducted by the Community Service (KKN) Team of the University of Jember in Gombolirang Village provided practical solutions to agricultural challenges, particularly in pest and disease control. The program focused on introducing environmentally friendly alternatives, including the use of botanical pesticides made from easily accessible plant-based ingredients such as lemongrass, maja fruit, and garlic, as well as the installation of yellow traps. Activities carried out in August 2025 included field observation, farmer interviews, extension sessions, demonstrations on the production of botanical pesticides and yellow traps, along with interactive discussions with farmer groups from five hamlets (Krajan, Kertosari, Cungking, Sempu, and Ancar). Data were collected through direct observation and evaluation of the community’s response to the introduced innovations. The implementation of this program showed that farmers in Gombolirang Village were highly enthusiastic and successfully gained practical skills in producing botanical pesticides and applying yellow traps as cost-effective and environmentally friendly pest control methods. These technologies were considered effective in reducing pest populations without disrupting the rice field ecosystem. Most participants also expressed their willingness to independently apply these methods in the next planting season. Thus, this program contributed to enhancing farmers’ capacity and encouraging the adoption of sustainable agricultural practices at the local level.
Kajian Penggunaan Ketorolak sebagai Antinyeri di Ruang Intensif Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Iid Nurdiansyah; Djoko Wahyono; Ika Puspitasari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v21i1.22784

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional tidak menyenangkan, Ketorolak adalah salah satu analgetik yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri tetapi mempunyai efek samping menimbulkan iritasi pada saluran cerna dan menurunkan fungsi ginjal. Penggunaan yang tepat dan rasional dapat meningkatkan efektifitas terapi dan meminimalkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mengatasi nyeri serta DRPs yang terjadi atas penggunaan ketorolak injeksi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental, bersifat retrospektif dilakukan dengan cara mengambil data rekam medis pasien ruang intensiv RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada rentang waktu bulan Februari- April 2022. Data yang diamati adalah identitas pasien, skala nyeri, dosis, durasi dan obat penyerta serta DRPs yang terjadi. Hasil penelitian dari total 151 kasus didapatkan pola penggunaan ketorolak parenteral didasarkan dari adanya rasa nyeri dengan skor 4 sampai skor 10 dengan dosis extra 30 mg sekali sehari 4,6%, dosis 30 mg setiap 12 jam 65% dan dosis 30mg setiap 8 jam 30,4%. Sedangkan lama pemberian didapatkan kurang dari 3 hari 23,1%, 3 hari, 4 hari dan 5 hari masing-masing 19,9%, lebih dari 5 hari 17,2%. Kejadian DRPs berupa iritasi saluran cerna tidak terjadi karena 100% pemberian selalu dibarengi dengan obat gastro intestinal, Kejadian DRPs berupa kurang tepat obat juga tidak terjadi karena pemberian didasarkan skor nyeri yang dilaporkan. Didapatkan data durasi pemberian yang lebih dari 3 hari sebanyak 57% yang berpotensi menimbulkan pendarahan saluran cerna dan penurunan fungsi ginjal.
The Role of PAI Teachers and the School Environment in Forming the Patient and Forgiveness Character of SMAN 19 Students Rizky Putra Darmawan; Ika Puspitasari; Moch. Charis Hidayat
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 4 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.4.p.28-42

Abstract

Character education is an important aspect of developing students’ moral and spiritual values, particularly in fostering attitudes such as patience and forgiveness within the school environment. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers and the school environment in shaping students’ patience and forgiveness characters at SMAN 19 Surabaya, as well as to identify supporting and inhibiting factors in the character-building process. This research employed a qualitative field research approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving PAI teachers and eleventh-grade students. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that PAI teachers play a central role in developing students’ patience and forgiveness through exemplary behavior, contextual learning strategies, and the habituation of positive attitudes during the learning process. A supportive school environment and religious culture also strengthen the internalization of these character values. However, several inhibiting factors were identified, such as differences in family backgrounds, the influence of social environments and social media, and limited time allocation for PAI learning. Overall, the development of patience and forgiveness characters can be optimized through collaboration between teachers, schools, and families.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM SERIAL ANIMASI HAFIZ HAFIZAH DAN RELEVANSINYA PADA MATERI PAI KELAS V SD Savina Aulia Azzahra; Sokhibul Arifin; Ika Puspitasari
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 8 No 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v8i1.1069

Abstract

This study aims to determine the values of Islamic religious education in the animated film series Hafiz Hafizah and to relate them to Islamic education material for grade V SD. This study uses qualitative methods and the type of research is Library research by randomly selecting 5 episodes by the researcher. The results of this study indicate that the values of Islamic religious education in this film are as follows: 1) having faith in the Apostle by behaving tabligh in the episode "Bazaar for Goodness part 1" is relevant to the material of chapter 3 Faith in the apostles of Allah SWT. 2) having faith in Allah's book in the episode "I want to know part 2" is relevant to the material in chapter 4 Faith in Allah's books. 3) Pray in the episode "Hafiz hiccups part 2" relevant to the material for chapter 2 Asma'ul Husna. 4) Sincerity in the episode "Let's go to Mecca part 2" is relevant to the material in chapter 6 respecting opinions, simplicity, and sincerity. 5) Please help in the episode "Greed is a problem part 1" relevant to the material in chapter 1 of At-tin and Al-ma'un letters.
Analisis Strategi Guru Agama dalam Mengembangkan Karakter Moral dan Etika Peserta Didik Masyitha Putri Aritantia; Ika Puspitasari; Moch. Charis Hidayat
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.2003

Abstract

Strategi yang diterapkan oleh guru agama dalam mengembangkan karakter moral dan etika peserta didik dalam membentuk generasi muda yang berkualitas tidak dapat dipungkiri untuk memberikan konstribusi yang berarti dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan karakter dengan fokus pada peran sentral guru agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif mengkaji berbagai strategi yang diterapkan guru agama dalam mengembangkan aspek tersebut. Fokus pada berbagai metode pengajaran, penelitian ini mengidentifikasi pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter di era digital. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan religius, keteladanan guru, integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum, serta kolaborasi dengan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan dan keteladanan guru memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan karakter anak didik. Selain itu, penggunaan metode interaktif juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran moral siswa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya peran guru dalam membentuk individu yang berkarakter dan etis, serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut.
INTERNALISASI KESADARAN BERAGAMA ISLAM BERBASIS BUDAYA SEKOLAH : STUDI FENOMENOLOGIS DI SMP MUHAMMADIYAH 9 SURABAYA Salsabila Arum Az Zahro Putri; Moch. Charis Hidayat; Ika Puspitasari
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v13i1.12727

Abstract

Religious awareness is a crucial aspect of adolescent character development, particularly during the identity formation phase influenced by technological advancement and social environments. This study aims to examine to the process of internalizing Islamic religious awareness among students at SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, including the forms of internalization, the role of Islamic Religious Education teachers and the school environment, as well as supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with students, Islamic Religious Education teachers, and the principal, as well as documentation of religious activities. The findings reveal that the internalization process occurs through three stages: value transformation, value transaction, and transinternalization. The process is strengthened by contextual Islamic learning, teacher role modeling, and the habituation of religious practices within the school culture. The study highlights that a religious school ecosystem and sustainable religious programs serve as key supporting factors, while social media influence, limited parental involvement, and peer pressure act as inhibiting factors.These findings enrich the discourse on religious value internalization by emphasizing the role of school culture ecosystems and students' social dynamics in fostering self-regulated religious awareness.