Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Psikososial pada Pasien dengan Penyakit Kronis di Yayasan Kanker Indonesia Hasanah, Uswatun; Syarifur Rahman, Islam; Tsalitsah, Imtihanatul Ma'isyatuts; Fauzia, Faiz Azmi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.17247

Abstract

Perawatan pada pasien dengan penyakit kronis merupakan tantangan bagi dunia kesehatan. Kanker merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia maupun di Indonesia. Kanker tidak hanya berdampak secara fisik saja, akan tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya, dan perawatan penyakit dalam jangka waktu yang lama selain mempengaruhi kondisi penderita juga mempengaruhi kondisi keluarga atau care givernya. Pendampingan psikososial merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan dukungan bagi individu dan keluarga penderita sebagai upaya dalam meminimalisir dampak psikologis yang muncul. Dukungan psikososial bagi penderita kanker dapat berpengaruh secara holistik terhadap kondisi pasien dan keluarga baik secara biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Pendampingan psikososial terhadap pasien kanker ini dilakukan di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Hasil yang didapatkan selama proses pendampingan diantaranya adalah pasien dan keluarga memahami konsep kanker, cara perawatan pasien, cara melakukan penanganan sederhana terhadap masalah psikososial dan keluarga mampu memberikan dukungan psikososial pada anggota keluarga yang sakit. Rekomendasi: perlu dilakukan lebih banyak kegiatan dan aktivitas yang berfokus pada peningkatan dukungan psikososial pasien dan keluarga, karena masalah psikososial dapat mempengaruhi proses penyembuhan pasien kanker.
INTEGRASI FILSAFAT, SAINS DAN AGAMA DALAM PEMIKIRAN ISLAM: INTEGRASI FILSAFAT, SAINS DAN AGAMA DALAM PEMIKIRAN ISLAM Tsalitsah, Imtihanatul Ma’isyatuts
Al Hikmah Vol 10 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v10i1.22858

Abstract

Upaya untuk menemukan Tuhan dilakukan oleh manusia, beberapa berhasil menemukan Tuhan sementara banyak yang tersesat di hutan metafisika. Pembahasan filsafat dan agama sangat menarik, mencakup filosofi yang beragam, dari kontra hingga keinginan untuk menggabungkan keduanya. Kontribusi filsafat dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan iman kepada Tuhan, meski dalam batas tertentu mempertahankan bukti kebenaran tentang keberadaan dan kekuasaan Tuhan yang sebagian besar diungkapkan oleh agama. Syari'at sebagai hukum Allah tidak hanya legal tetapi tidak dapat diikuti oleh penalaran filosofis. Islam membawa ajaran sebagai model bagi masyarakat, dengan Syari'at sebagai sarana untuk menghadap Tuhan. Sains dan filsafat berkembang melalui jiwa manusia dan kehadiran persuasif. Meski sains, filsafat, dan agama bertujuan sama, mereka berbeda sumber: ilmu dan filsafat berasal dari ra'yu (jiwa manusia) sementara agama berakar pada wahyu. Sains mencari kebenaran melalui penelitian dan eksperimen, sementara filsafat mendekati kebenaran dengan menemukan kesamaan makna radikal dan hanya terikat oleh logika yang benar. Manusia mencari kebenaran agama dengan mengajukan pertanyaan tentang berbagai masalah manusia itu sendiri. Kata kunci : filsafat, sains, agama.
TOGETHER WITH SMILES : SPREADING HAPPINESS AND BUILDING CHARACTER AT MUHAMMADIYAH ORPHANAGE SIMOKERTO LKSA BUYA HAMKA Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah; Muhammad Wahid Nur Tualeka; Maheswari Ayu Pratiwi; Fani Maulina
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 1 No 1 (2024): PROCEEDING INSPIRE 2024: INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON GLOBAL EDUCATION, PSYCHOLOGY,
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.25242

Abstract

Muhammadiyah Orphanage Simokerto LKSA BUYA HAMKA, located in Surabaya, has 30 children from diverse backgrounds, ranging from early childhood education to elementary school. Children face various challenges in their community, which are addressed by their parents. Many cannot express their emotions and their needs are not met. Through workshops, children can communicate with each other. To improve the Global Health Environment, creative education and learning must be provided to children so that they understand their environment and help them make the best use of it. This study aims to understand the effectiveness of seminars and workshops with the theme "Together with a Smile: Spreading Happiness and Building Character" and its impact on children and the environment. The PjBL (Project Based Learning) program aims to enhance their life experiences, reduce plastic usage, teach them about various aspects of happiness, food, and educate them to be kind and considerate.
Mental Well-being Among Muslim Adolescents: Challenges and Strategies for Coping with Social Pressures Imtihanatul Ma'isyatuts Tsalitsah; Akhsanul In’am; Abdul Haris; Muhammad Arfan Muammar
Proceeding International Symposium on Global Educatiorg Psychology, and Cultural Synergy Vol 2 No 1 (2025): Proceeding International Symposium on Global Education, Psychology, and Cultural
Publisher : P3I UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/psychoseries.v1i1.29183

Abstract

Mental well-being among Muslim adolescents is an important issue that increasingly demands attention due to the various challenges faced by the youth in a complex social context. This study aims to explore the challenges faced by Muslim adolescents in maintaining their mental well-being, as well as the strategies that can be implemented to cope with the social pressures they experience. Using a mixed-method approach, data were collected through surveys and in-depth interviews with Muslim adolescents from various regions in Indonesia. The results show that social pressures from the environment, such as expectations from family and society, as well as the influence of social media, significantly contribute to adolescents' mental health. Several strategies identified to improve mental well-being include social support, mental health education, and the development of effective coping skills to deal with stress and anxiety. This study underscores the importance of a community-based approach to support Muslim adolescents.
MODERASI ISLAM DITENGAH PLURALISME INDONESIA Muhammad Nur; Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah
Al Hikmah Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i2.16226

Abstract

Indonesia adalah negara dengan beragam agama, budaya dan suku. Hal tersebut dapat mengakibatkan kemajuan bangsa, dan sebaliknya dapat mengancam eksistensi bangsa. Isu yang sering menjadi sorotan adalah pluralisme agama. Karena agama lebih sensitif dari perbedaan lainnya. Islam di Indonesia merupakan agama mayoritas yang harus berperan dalam menstabilkan kehidupan di negara ini. Pandangan moderat terhadap keberagaman agama di Indonesia harus selalu ditumbuhkan agar Indonesia menjadi negara yang majemuk dan damai. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk membangun moderasi Islam sebagai cara merespons pluralisme agama di Indonesia. Dari argumentasi ini, Islam tidak menganggap semua agama sama, tetapi memperlakukannya secara setara, mengutamakan tasamukh (toleransi), syura antaragama (kasih sayang), dan sikap musawah (non-diskriminasi), dapat kita simpulkan demikian. Kata Kunci: Moderasi Islam, Pluralisme Agama, Kemajemukan
Implementing an AIK-Integrated Snakes-and-Ladders Game to Support Foundational Literacy and Numeracy Among Children in Orphanage Royani Puspandoyo; Sandha Soemantri; Mukayat Al Amin; Imtihanatul Ma'isyatuts Tsalitsah; Ngatma'in Ngatma'in; Bagus Khansakumara; Devi Aprilia; Eka Indah Wuriani; Farahdibah Ade Makantika; Faridah Sal Sabillah; Ganesha Gistha Annafi; Nur Fauziatul Azkiyak
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v6i2.3970

Abstract

Children in orphanage often learn in mixed-age groups with markedly different levels of foundational literacy and numeracy, while access to interactive, low-technology learning media may be limited. This community-based study examined the implementation of Mentari Snakes and Ladders, a floor-sized educational game integrating differentiated reading, writing, and arithmetic tasks with Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. Twelve elementary-school-aged children at a Muhammadiyah orphanage institution in Surabaya participated in five 90-minute sessions in May 2026. Data were drawn from needs-assessment observations and interviews, initial diagnostic tasks, written products, challenge-card records, structured behavioral observations, reflection journals, and a final individual assessment. Quantitative evidence was summarized descriptively, while qualitative records were organized thematically around feasibility, participation, differentiated support, academic practice, and values-related behavior. The program was feasible in the available space and enabled children from Grades 1-6 to participate in a common activity through tiered challenge cards and graduated prompts. The number meeting the specified reading criterion increased from 2 to 7 of 12, simple-sentence writing from 1 to 6, and two-digit arithmetic from 3 to 8. Consistent observations of shiddiq, amanah, ta’awun, and takaful also increased. The findings indicate that the game offers a context-responsive mechanism for combining foundational learning, movement, peer assistance, and values-based reflection. Because the initial and final assessments were not identical and the study had no comparison group, the results constitute preliminary descriptive evidence rather than causal proof of effectiveness.