Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Menurunkan Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi Covid-9 Melalui Pendidikan Kesehatan Secara Daring di Dukuh Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Mundakir Mundakir; I’in Masfiyah; Uswatun Hasanah; Sukadiono Sukadiono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9283

Abstract

Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan termasuk aspek kesehatan mental. Tak hanya orang dewasa, kondisi psikologis remaja pun rentan terganggu oleh situasi. Salah satu upaya mengatasinya dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan(health education) melalui media daring, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19. Pendidikan kesehatan melalui daring ini diharapkandapat menurunkan kecemasan remaja akibat pandemi. Kegiatan memberikan Pendidikan Kesehatan ini dilaksanakan kepada remaja yang mengalami kecemasan. Remaja terlebih dahulu diskrining tingkat kecemasannya Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Remaja yang terlibat dalam kegiatan ini adalah remaja yang mengalami kecemasan ringan dan sedang. Jumlah remaja yang diberikan Pendidikan Kesehatan sebanyak 5 orang remaja dengan klasifikasi tiga partisipan mengalami kecemasan ringan dan dua partisipan lainnya mengalami kecemasan sedang. Pelaksanaan pendidikankesehatan melalui daring dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasanberdasarkan skor yang diperoleh partisipan yang diukur mengunakan HARS. Tiga partisipan yang mengalami kecemasan ringan menjadi tidak cemas dan dua partisipan dengan kecemasan sedang menjadi cemas ringan. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Daring, Kecemasan, Remaja, Covid-19Reducing Adolescent Anxiety during the Covid-9 Pandemic Through Online Health Education in Sutorejo, Mulyorejo DistrictABSTRACKThe COVID-19 pandemic has brought changes to various aspects of life, including aspects of mental health. Not only adults, the psychological condition of teenagers is also vulnerable to being disturbed by the situation. One of the efforts to overcome this can be done by providing health education through online media, so as to minimize the spread of Covid-19. This online health education is expected to reduce adolescent anxiety due to the pandemic. The activity of providing Health Education is carried out for adolescents who experience anxiety. Adolescents were first screened for anxiety levels on the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Adolescents who are involved in this activity are teenagers who experience mild and moderate anxiety. The number of adolescents who were given Health Education was 5 adolescents with a classification of three participants experiencing mild anxiety and two other participants experiencing moderate anxiety. The implementation of health education through online was carried out in three meetings. The results of the evaluation showed that there was a decrease in the level of anxiety based on the scores obtained by the participants as measured using HARS. Three participants who experienced mild anxiety became less anxious and two participants with moderate anxiety became mildly anxious.Keywords: Health Education, Online, Anxiety, Youth, Covid-19
Pendampingan Psikososial pada Pasien dengan Penyakit Kronis di Yayasan Kanker Indonesia Uswatun Hasanah; Islam Syarifur Rahman; Imtihanatul Ma'isyatuts Tsalitsah; Faiz Azmi Fauzia
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.17247

Abstract

Perawatan pada pasien dengan penyakit kronis merupakan tantangan bagi dunia kesehatan. Kanker merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia maupun di Indonesia. Kanker tidak hanya berdampak secara fisik saja, akan tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya, dan perawatan penyakit dalam jangka waktu yang lama selain mempengaruhi kondisi penderita juga mempengaruhi kondisi keluarga atau care givernya. Pendampingan psikososial merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan dukungan bagi individu dan keluarga penderita sebagai upaya dalam meminimalisir dampak psikologis yang muncul. Dukungan psikososial bagi penderita kanker dapat berpengaruh secara holistik terhadap kondisi pasien dan keluarga baik secara biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Pendampingan psikososial terhadap pasien kanker ini dilakukan di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Hasil yang didapatkan selama proses pendampingan diantaranya adalah pasien dan keluarga memahami konsep kanker, cara perawatan pasien, cara melakukan penanganan sederhana terhadap masalah psikososial dan keluarga mampu memberikan dukungan psikososial pada anggota keluarga yang sakit. Rekomendasi: perlu dilakukan lebih banyak kegiatan dan aktivitas yang berfokus pada peningkatan dukungan psikososial pasien dan keluarga, karena masalah psikososial dapat mempengaruhi proses penyembuhan pasien kanker.
EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM KOMBINASI GUIDED IMAGERY DENGAN MUSIK TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RS. SITI KHODIJAH SEPANJANG Ira Purnamasari; Dede Nasrullah; Mundakir Mundakir; Uswatun Hasanah; Idham Choliq
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Edisi Khusus (2023): International Conference of Health Innovation and Technology (ICHIT)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v0i0.17878

Abstract

Objective: Fracture is bone damage caused by trauma, namely excessive pressure on the bone, surgery is one of the fracture management, the problem that often arises in postoperative fracture patients is pain. Pain is an uncomfortable or unpleasant symptom caused by tissue damage. Deep breathing relaxation and guided imagery are non-pharmacological techniques to reduce pain. The aimed of this research was to determine the effect of giving deep breathing relaxation techniques combination with guided imagery with music on pain scale in postoperative fracture patients at the Siti Khodijah hospital.Methods: This article used pre-experimental with one group pre-test post-test design. The sampling techniques was purposive sampling where a sample of 20 respondents was obtained. The data analysis techniques used a paired sample t- test program with a significance level of α=0.05.Results: showed that the deep breathing relaxation technique combination with guided imagery with music proved to be effective in reducing pain scale in postoperative extremity fracture patients at the Siti Khodijah hospital. The pain scale before the intervention was moderate pain (70%) and severe pain (30%), while the pain scale after the intervention was mild pain (45%) and moderate pain (55%) (p value=0.000 < α=0.05), then H1 is accepted and H0 is rejected.Conclusion: deep breathing relaxation techniques combination with guided imagery with music can reduce pain intensity in postoperative fracture patients at the Siti Khodijah hospital. The application of these techniques can be carried out according to SOP so that nurses do not only focus on pharmacological treatment.
UPAYA GURU DALAM MENGAJARKAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA SISWA SAAT PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA MASA PANDEMI COVID-19 Uswatun Hasanah; Fajar Setiawan; Meiza Nanda Faradita
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 1: June 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.357 KB) | DOI: 10.24114/jh.v13i1.36013

Abstract

ABSTRACT: Teachers' Efforts in Teaching Social Skills to Students During the Implementation of Home Learning (BDR) During the Covid-19 PandemicThe purpose of this study was to describe the efforts made by teachers in teaching social skills to students during the implementation of Learning From Home (BDR) during the Covid-19 pandemic. This research method uses descriptive qualitative. The data collection technique used triangulation, namely a questionnaire to obtain data from students and parents. Observation to get data on teacher activity observations. And interviews to get data from teachers. The subjects of this study were students, guardians, and teachers of class 2A Al- Kautsar SD Muhammadiyah 29 Surabaya. The data obtained is reduced, then presented and conclusions drawn/verified. The results of the research carried out can be concluded that the efforts made by the teacher in teaching social skills are (1) motivating and making games to get to know each other, (2) stimulating students to also share information, (3) making rules at the beginning of learning, (4) getting students used to so that they can speak softly and politely, (5) provide support so they can help their friends to be confident in expressing their opinions, (6) familiarize and direct students to respect when someone is talking.Keywords : covid-19, learning from home, social skills.ABSTRAK : Upaya Guru Dalam Mengajarakan Keterampilan Sosial Pada Siswa Saat Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) Pada Masa Pandemi Covid-19 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengajarkan keterampilan sosial pada siswa saat pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi, yaitu angket untuk mendapatkan data dari siswa dan walimurid. Observasi untuk mendapatkan data pengamatan aktivitas guru. Dan wawancara untuk mendapatkan data dari guru. Subjek penelitian ini adalah siswa, walimuri, dan guru kelas 2A Al-Kautsar SD Muhammadiyah 29 Surabaya. Data yang diperoleh direduksi, kemudian disajikan dan ditarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam mengajarkan keterampilan sosial adalah (1) memberi motivasi dan membuat permainan saling mengenal, (2) menstimulus siswa agar juga berbagi informasi, (3) membuat peraturan diawal pembelajaran, (4) membiasakan siswa agar dapat berbicara lembut dan sopan, (5) memberikan support agar dapat membantu temannya untuk percaya diri mengemukakan pendapat, (6) membiasakan dan mengarahkan siswa agar menghormati jika ada yang sedang berbicara.Katakunci : belajar dari rumah, covid-19, keterampilan sosial.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI PENDEKATAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERSAMA PIMPINAN DAERAH AISYIYAH KOTA SURABAYA Ira Purnamasari; Mundakir Mundakir; Dede Nasrullah; Firman Firman; Uswatun Hasanah; Ade Susanty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14153

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan kondisi kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Ibu hamil berisiko melahirkan bayi stunting, karena rentan mengalami kekurangan nutrisi yang kebutuhannya meningkat selama kehamilan. Angka stunting di Jawa Timur 23,5%, Surabaya sebesar 28,9%. Pengabdian ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil mengenai stunting melalui program transfer ilmu dengan pendekatan psikoedukasi. Tim pengabdian memberikan edukasi pada ibu hamil melalui pendampingan dengan mengoptimalkan peran kader Majelis Kesehatan PDA dan PCA Kota Surabaya sebagai fasilitator. Fasilitator bertugas memberikan edukasi tentang pemenuhan gizi selama kehamilan dan setelah kelahiran guna pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan melibatkan 18 ibu-ibu Majelis Kesehatan PCA se Surabaya dan ibu hamil sebanyak 36 orang. Hasil kuesioner pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi adalah pengetahuan baik (63,9%), pengetahuan cukup (25%), pengetahuan kurang (11,1%). Sedangkan, hasil pengetahuan sesudah diberikan edukasi adalah pengetahuan baik (89%), pengetahuan cukup (5,5%), pengetahuan kurang (5,5%). Setelah kegiatan pengabdian ini, diharapkan secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu ke arah yang lebih baik. Terbentuknya kader dari Majelis Kesehatan PCA se Surabaya yang dapat melanjutkan pendampingan kepada ibu hamil berisiko tinggi guna pencegahan stunting di Kota Surabaya. Kata kunci: stunting; psikoedukasi; pencegahan; ibu hamil ABSTRACTStunting is a condition of malnutrition in infants in the first 1000 days of life that lasts a long time and causes delays in brain development and child development. Pregnant women are at risk of giving birth to stunted babies, because they are vulnerable to experiencing nutritional deficiencies whose needs increase during pregnancy. The stunting rate in East Java is 23.5%, Surabaya is 28.9%. This service is carried out as an effort to increase pregnant women's knowledge and understanding of stunting through a knowledge transfer program with a psychoeducational approach. The service team provides education to pregnant women through mentoring by optimizing the role of Surabaya City PDA and PCA Aisyiyah Health Council cadres as facilitators. The facilitator is tasked with providing education about fulfilling nutrition during pregnancy and after birth to prevent stunting. This activity was carried out for 2 months involving 18 women from the PCA Health Council in Surabaya and 36 pregnant women. The results of the knowledge questionnaire on pregnant women before being given education were good knowledge (63.9%), sufficient knowledge (25%), insufficient knowledge (11.1%). Meanwhile, the results of knowledge after being given education were good knowledge (89%), sufficient knowledge (5.5%), insufficient knowledge (5.5%). After this service activity, it is hoped that it will significantly increase the mother's knowledge in a better direction. Formation of cadres from the PCA Health Council throughout Surabaya who can continue to assist high-risk pregnant women to prevent stunting in the city of Surabaya. Keywords: stunting; psychoeducation; prevention; pregnant women
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur melalui Pelatihan Pembuatan Sofa Botol Plastik (SOBOTIK) di UPTD RSAN Rizka Dara Vonna; Nur Hasmalawati; Maria Ulfa; Uswatun Hasanah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.21825

Abstract

Memperkenalkan entrepreneurship sejak dini adalah hal yang sangat tepat, karena dapat membentuk dan mendorong seseorang untuk menjadi entrepreneur. Seorang anak yang memiliki jiwa entrepreneurship merasa bertanggung jawab dan memiliki kesadaran untuk membuat suatu usaha menjadi sukses. Apabila mengalami kegagalan, anak tersebut akan belajar dari kesalahannya. Dengan adanya pengembangan karakter sejak dini, maka jiwa entrepreneurship diharapkan dapat merubah pola pikir anak bahwa tidak selamanya harus menunggu adanya kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, namun bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Tujuan pada kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship pada anak-anak yang kurang beruntung dan tidak seperti anak lain pada umumnya, yaitu anak yang terlantar, anak korban kekerasan, anak yang berhadapan dengan hukum dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang ada di Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe (UPTD - RSAN). Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan pembuatan Sofa Botol Plastik (SOBOTIK). SOBOTIK dibuat dari botol plastik air mineral yang sudah kosong yang biasanya dibuang di tempat sampah. Pada kenyataannya, sampah plastik sangat berdampak buruk bagi lingkungan, oleh karena itu kegiatan ini bisa membantu masyarakat menyadari betapa pentingnya memiliki kesadaran menyelamatkan llingkungan dengan mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai jual.
STUDI KASUS PENERAPAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK DAN PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ASPEK BIOLOGIS, KOGNITIF DAN BAHASA REMAJA Uswatun Hasanah; Reliani Reliani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i1.22083

Abstract

Development in adolescence is often associated with a period full of challenge. Therefore, an adolescent is required to complete the task of self-identity development in order to be able to achieve satisfaction, to reach happiness, and to have a positive identity. The purpose of this paper was to describe a comparison of improvement aspects of adolescents’ self-identity development between adolescents who received therapeutic group therapy and those who received therapeutic group therapy and family psychoeducation. Therapeutic group therapy is a mental health nursing specialist therapy that can improve potential and develop quality among group members in overcoming health problems. The family psychoeducation was given to increase knowledge and ability of family in stimulating adolescents’ identity achievement. The clients consisted of four adolescents with the age range 13-14 years old, two adolescents received therapy of therapeutic group only, while the other two adolescents received therapy of therapeutic group and family psychoeducation. The evaluation results indicated an increase in aspect and task of adolescents' development with maximum attainment value in adolescents who had been given the therapeutic group therapy and family psychoeducation. The analysis process was done by using Stuart and King Adaptation stress model approach. This case report is used as recommendation to provide standard in the mental health nursing specialist’s therapy, to be socialized, and to be carried out in community mental health services. Keywords: Self-Identity, Adolescent, Family Psychoeducation, King Theory