Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

WORKSHOP GREEN TECHNOLOGY UNTUK PARA SISWA MENENGAH PERTAMA Sugata, Marcelia; Samantha, Ariela; Pinontoan, Reinhard; Victor, Hans; Marbun, Kristin Talia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i2.8090

Abstract

Workshop mengenai aplikasi bioteknologi pada green technology untuk mengatasi pencemaran air melalui proses dekolorisasi merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan Sekolah Palembang Harapan (SPH). Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan produk-produk teknologi ramah lingkungan yang sederhana. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan secara onsite. Siswa SMP dari Sekolah Palembang Harapan akan memperoleh pemaparan materi melalui presentasi oleh dosen Program Studi Biologi. Dalam rangka meningkatkan minat dan ketertarikan siswa, pemberian materi dilanjutkan dengan sesi workshop sehingga para siswa dapat melakukan hands on untuk mengoperasikan alat peraga dekolorisasi. Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang diberikan dengan memberikan berbagai pertanyaan, serta secara aktif berpartisipasi untuk mencoba mengoperasikan alat peraga. Setelah kegiatan para siswa diharapkan telah mendapatkan wawasan dan pemahaman mengenai berbagai produk teknologi sederhana yang ramah lingkungan.
Evaluation of Plantaricin Gene Expression in Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a: [Evaluasi Ekspresi Gen Plantarisin pada Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a] Sugata, Marcelia; Sunardi, Jessica; Victor, Hans; Tan, Tjie Jan
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9595

Abstract

Lactobacillus species are normal gastrointestinal flora and are commonly used in the food industry for fermented milk products. Due to their probiotic properties, Lactobacillus strains are considered safe and effective for human consumption, with antimicrobial activity often attributed to bacteriocins. Lactobacillus plantarum (known as Lactiplantibacillus plantarum) produces plantaricin, a ribosomally synthesized bacteriocin with activity against a range of pathogens and potential as a bio-preservative. In this study, L. plantarum SU-KC1a, isolated from human breast milk, was assessed for its antimicrobial activity through the production of plantaricin. Since plantaricin is typically produced at low concentrations, reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) was employed. PCR amplification of the plnJ and plnK genes resulted in amplicons of approximately 168 bp and 173 bp, respectively. These findings suggest that L. plantarum SU-KC1a produces plantaricin JK. However, further sequence analysis is required to confirm the homology of the amplified genes with known plantaricin J and K genes in GenBank. Bahasa Indonesia Abstract: Spesies Lactobacillus adalah flora gastrointestinal normal dan sering digunakan dalam industri makanan untuk produk susu fermentasi. Karena sifat probiotiknya, strain Lactobacillus dianggap aman dan efektif untuk konsumsi manusia, dengan aktivitas antimikroba yang sering dikaitkan dengan bakteriosin. Lactobacillus plantarum (dikenal sebagai Lactiplantibacillus plantarum) menghasilkan plantarisin, sebuah bakteriosin yang disintesis ribosom dengan aktivitas melawan berbagai patogen dan berpotensi sebagai bio-preservatif. Dalam penelitian ini, L. plantarum SU-KC1a yang diisolasi dari ASI manusia dievaluasi aktivitas antimikrobanya melalui produksi plantarisin. Karena plantarisin biasanya diproduksi dalam konsentrasi rendah, dilakukan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Amplifikasi PCR dari gen plnJ dan plnK menghasilkan produk amplifikasi sekitar masing-masing 168 bp dan 173 bp. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa L. plantarum SU-KC1a menghasilkan plantarisin JK. Namun, analisis urutan lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kesamaan gen yang diamplifikasi dengan gen plantarisin J dan K yang diketahui di GenBank.
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIJAMUR Bacillus amyloliquefaciens STRAIN N1 [ASSESSMENT ON ANTIFUNGAL ACTIVITY OF Bacillus amyloliquefaciens STRAIN N1] Jo, Juandy; Subroto, Sara Thalia; Victor, Hans; Sanjaya, Astia
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The negative impact of fungal contamination in food products is profound. The contamination could be caused by fungi that threatens human health as well. Effective and safe antifungal compounds therefore are crucial to control this issue. It had been reported that certain strains of Bacillus amyloliquefaciens exerted an antifungal activity. As a strain of Bacillus amyloliquefaciens (called strain N1) had been isolated by our laboratory from a chicken gizzard, we investigated whether this strain had an antifungal activity as well. Two species of fungi, i.e., Aspergillus welwitschiae and Penicillium sp., were utilized as the target in the whole-cell co-culture method. The result showed that Bacillus amyloliquefaciens strain N1 significantly inhibited the growth of Aspergillus welwitschiae and Penicillium sp. (percentages of inhibition were 73.3% and 100%, respectively). Next, with the availability of whole genome data of Bacillus amyloliquefaciens strain N1, the bioinformatic analyses with RAST and nucleotide BLAST database suggested that Bacillus amyloliquefaciens strain N1 could secrete antifungal compounds of bacillomycin D, surfactin and fengycin. In conclusion, Bacillus amyloliquefaciens strain N1 has a potential to be further utilized due to the presence of its antifungal activity. BAHASA INDONESIA ABSTRAK:Dewasa ini, permasalahan kontaminasi pada produk makanan banyak ditemukan. Kontaminasi ini dapat disebabkan, salah satunya oleh jamur yang dapat mengancam kesehatan manusia. Oleh karena itu, senyawa antijamur yang efektif dan aman dibutuhkan untuk mengendalikan permasalahan ini. Berdasarkan penelitian terdahulu, strain tertentu dari bakteri Bacillus amyloliquefaciens diketahui memiliki aktivitas antijamur. Pada penelitian ini, isolat bakteri Bacillus amyloliquefaciens strain N1 yang berhasil diisolasi dari tembolok ayam oleh laboratorium Program Studi Biologi Universitas Pelita Harapan diteliti kemampuan aktivitas antijamurnya. Dua spesies jamur, Aspergillus welwitschiae dan Penicillium sp. dipergunakan sebagai target dalam percobaan dengan metode whole-cell co-culture. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Bacillus amyloliquefaciens strain N1 menghambat pertumbuhan Aspergillus welwitschiae dan Penicillium sp. masing-masing sebesar 73,3% dan 100%. Percobaan selanjutnya adalah analisis bioinformatika dengan RAST dan nucleotide BLAST database berhubung tersedianya data whole genome dari Bacillus amyloliquefaciens strain N1, dimana ditunjukkan kemungkinan bahwa senyawa antijamur yang dihasilkan adalah bacillomycin D, surfactin dan fengcyn. Kesimpulan kami adalah bahwa Bacillus amyloliquefaciens strain N1 memiliki potensi untuk dipergunakan lebih lanjut berkat aktivitas antijamurnya.Kata kunci: analisis bioinformatika; antijamur; Aspergillus welwitschiae; Bacillus amyloliquefaciens strain N1; Penicillium sp.
PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DAN ISOLASI BAKTERI TERMOFIL DARI KOMPOS [COMPOSTING ORGANIC WASTE AND ISOLATING THERMOPHILE BACTERIA FROM COMPOST] Tan, Tjie Jan; Daniel, Juan; Victor, Hans; Sugata, Marcelia
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 7 No. 1 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v7i2.7596

Abstract

Composting is one of the methods to sustainably minimize the accumulation of waste in the environment. Compost is made through the decomposition process of organic waste with the help of microorganisms. The process of making compost goes through several phases, one of the most important phases is the thermophilic phase. In this research, an evaluation was carried out on the effect of temperature, humidity, pH and aeration on the success of composting from leaves and twigs and braches of trembesi tree (Albizia saman). In addition, isolation and identification of thermophilic bacteria which play an important role in the composting process were carried out. Isolation of thermophilic bacteria is carried out when the compost making process is in the thermophilic phase. To support the growth of thermophilic bacteria, incubation during the isolation and purification process was carried out at a temperature of as high as 55-60 oC. Subsequently, thermophilic bacterial isolates were identified based on morphology and biochemical activity tests. The characterization results based on Bergey's Manual Systematic Bacteriology Second Edition Volume Three the Firmicutes indicated that the isolates obtained belonged to the genus Bacillus.Bahasa Indonesia Abstract:Pembuatan kompos merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi penumpukan sampah di lingkungan secara berkelanjutan. Kompos dibuat melalui proses dekomposisi sampah organik dengan bantuan mikroorganisme. Proses pembuatan kompos melalui beberapa fase, salah satu fase terpenting adalah fase termofilik. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi pengaruh suhu, kelembapan, pH dan aerasi terhadap keberhasilan pembuatan kompos dari daun dan ranting serta dahan pohon trembesi (Albizia saman) Selain itu, dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri termofilik yang berperan penting dalam proses pengomposan. Isolasi bakteri termofilik dilakukan saat proses pembuatan kompos berada pada fase termofilik. Untuk mendukung pertumbuhan bakteri termofil, inkubasi selama proses isolasi dan purifikasi dilakukan pada suhu 55-60 oC. Selanjutnya, isolat bakteri termofil diidentifikasi berdasarkan morfologi dan uji aktivitas biokimia. Hasil karakteriasasi yang dicocokan dengan Bergey’s Manual Systematic Bacteriology Second Edition Volume Three the Firmicutes mengindikasikan bahwa isolat yang diperoleh berasal dari genus Bacillus.
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIJAMUR Bacillus amyloliquefaciens STRAIN N1 [ASSESSMENT ON ANTIFUNGAL ACTIVITY OF Bacillus amyloliquefaciens STRAIN N1] Juandy Jo; Sara Thalia Subroto; Hans Victor; Astia Sanjaya
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The negative impact of fungal contamination in food products is profound. The contamination could be caused by fungi that threatens human health as well. Effective and safe antifungal compounds therefore are crucial to control this issue. It had been reported that certain strains of Bacillus amyloliquefaciens exerted an antifungal activity. As a strain of Bacillus amyloliquefaciens (called strain N1) had been isolated by our laboratory from a chicken gizzard, we investigated whether this strain had an antifungal activity as well. Two species of fungi, i.e., Aspergillus welwitschiae and Penicillium sp., were utilized as the target in the whole-cell co-culture method. The result showed that Bacillus amyloliquefaciens strain N1 significantly inhibited the growth of Aspergillus welwitschiae and Penicillium sp. (percentages of inhibition were 73.3% and 100%, respectively). Next, with the availability of whole genome data of Bacillus amyloliquefaciens strain N1, the bioinformatic analyses with RAST and nucleotide BLAST database suggested that Bacillus amyloliquefaciens strain N1 could secrete antifungal compounds of bacillomycin D, surfactin and fengycin. In conclusion, Bacillus amyloliquefaciens strain N1 has a potential to be further utilized due to the presence of its antifungal activity. BAHASA INDONESIA ABSTRAK:Dewasa ini, permasalahan kontaminasi pada produk makanan banyak ditemukan. Kontaminasi ini dapat disebabkan, salah satunya oleh jamur yang dapat mengancam kesehatan manusia. Oleh karena itu, senyawa antijamur yang efektif dan aman dibutuhkan untuk mengendalikan permasalahan ini. Berdasarkan penelitian terdahulu, strain tertentu dari bakteri Bacillus amyloliquefaciens diketahui memiliki aktivitas antijamur. Pada penelitian ini, isolat bakteri Bacillus amyloliquefaciens strain N1 yang berhasil diisolasi dari tembolok ayam oleh laboratorium Program Studi Biologi Universitas Pelita Harapan diteliti kemampuan aktivitas antijamurnya. Dua spesies jamur, Aspergillus welwitschiae dan Penicillium sp. dipergunakan sebagai target dalam percobaan dengan metode whole-cell co-culture. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Bacillus amyloliquefaciens strain N1 menghambat pertumbuhan Aspergillus welwitschiae dan Penicillium sp. masing-masing sebesar 73,3% dan 100%. Percobaan selanjutnya adalah analisis bioinformatika dengan RAST dan nucleotide BLAST database berhubung tersedianya data whole genome dari Bacillus amyloliquefaciens strain N1, dimana ditunjukkan kemungkinan bahwa senyawa antijamur yang dihasilkan adalah bacillomycin D, surfactin dan fengcyn. Kesimpulan kami adalah bahwa Bacillus amyloliquefaciens strain N1 memiliki potensi untuk dipergunakan lebih lanjut berkat aktivitas antijamurnya.Kata kunci: analisis bioinformatika; antijamur; Aspergillus welwitschiae; Bacillus amyloliquefaciens strain N1; Penicillium sp.
PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DAN ISOLASI BAKTERI TERMOFIL DARI KOMPOS [COMPOSTING ORGANIC WASTE AND ISOLATING THERMOPHILE BACTERIA FROM COMPOST] Tjie Jan Tan; Juan Daniel; Hans Victor; Marcelia Sugata
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v7i2.7596

Abstract

Composting is one of the methods to sustainably minimize the accumulation of waste in the environment. Compost is made through the decomposition process of organic waste with the help of microorganisms. The process of making compost goes through several phases, one of the most important phases is the thermophilic phase. In this research, an evaluation was carried out on the effect of temperature, humidity, pH and aeration on the success of composting from leaves and twigs and braches of trembesi tree (Albizia saman). In addition, isolation and identification of thermophilic bacteria which play an important role in the composting process were carried out. Isolation of thermophilic bacteria is carried out when the compost making process is in the thermophilic phase. To support the growth of thermophilic bacteria, incubation during the isolation and purification process was carried out at a temperature of as high as 55-60 oC. Subsequently, thermophilic bacterial isolates were identified based on morphology and biochemical activity tests. The characterization results based on Bergey's Manual Systematic Bacteriology Second Edition Volume Three the Firmicutes indicated that the isolates obtained belonged to the genus Bacillus.Bahasa Indonesia Abstract:Pembuatan kompos merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi penumpukan sampah di lingkungan secara berkelanjutan. Kompos dibuat melalui proses dekomposisi sampah organik dengan bantuan mikroorganisme. Proses pembuatan kompos melalui beberapa fase, salah satu fase terpenting adalah fase termofilik. Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi pengaruh suhu, kelembapan, pH dan aerasi terhadap keberhasilan pembuatan kompos dari daun dan ranting serta dahan pohon trembesi (Albizia saman) Selain itu, dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri termofilik yang berperan penting dalam proses pengomposan. Isolasi bakteri termofilik dilakukan saat proses pembuatan kompos berada pada fase termofilik. Untuk mendukung pertumbuhan bakteri termofil, inkubasi selama proses isolasi dan purifikasi dilakukan pada suhu 55-60 oC. Selanjutnya, isolat bakteri termofil diidentifikasi berdasarkan morfologi dan uji aktivitas biokimia. Hasil karakteriasasi yang dicocokan dengan Bergey’s Manual Systematic Bacteriology Second Edition Volume Three the Firmicutes mengindikasikan bahwa isolat yang diperoleh berasal dari genus Bacillus.
Evaluation of Plantaricin Gene Expression in Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a: [Evaluasi Ekspresi Gen Plantarisin pada Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a] Marcelia Sugata; Jessica Sunardi; Hans Victor; Tjie Jan Tan
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9595

Abstract

Lactobacillus species are normal gastrointestinal flora and are commonly used in the food industry for fermented milk products. Due to their probiotic properties, Lactobacillus strains are considered safe and effective for human consumption, with antimicrobial activity often attributed to bacteriocins. Lactobacillus plantarum (known as Lactiplantibacillus plantarum) produces plantaricin, a ribosomally synthesized bacteriocin with activity against a range of pathogens and potential as a bio-preservative. In this study, L. plantarum SU-KC1a, isolated from human breast milk, was assessed for its antimicrobial activity through the production of plantaricin. Since plantaricin is typically produced at low concentrations, reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) was employed. PCR amplification of the plnJ and plnK genes resulted in amplicons of approximately 168 bp and 173 bp, respectively. These findings suggest that L. plantarum SU-KC1a produces plantaricin JK. However, further sequence analysis is required to confirm the homology of the amplified genes with known plantaricin J and K genes in GenBank. Bahasa Indonesia Abstract: Spesies Lactobacillus adalah flora gastrointestinal normal dan sering digunakan dalam industri makanan untuk produk susu fermentasi. Karena sifat probiotiknya, strain Lactobacillus dianggap aman dan efektif untuk konsumsi manusia, dengan aktivitas antimikroba yang sering dikaitkan dengan bakteriosin. Lactobacillus plantarum (dikenal sebagai Lactiplantibacillus plantarum) menghasilkan plantarisin, sebuah bakteriosin yang disintesis ribosom dengan aktivitas melawan berbagai patogen dan berpotensi sebagai bio-preservatif. Dalam penelitian ini, L. plantarum SU-KC1a yang diisolasi dari ASI manusia dievaluasi aktivitas antimikrobanya melalui produksi plantarisin. Karena plantarisin biasanya diproduksi dalam konsentrasi rendah, dilakukan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Amplifikasi PCR dari gen plnJ dan plnK menghasilkan produk amplifikasi sekitar masing-masing 168 bp dan 173 bp. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa L. plantarum SU-KC1a menghasilkan plantarisin JK. Namun, analisis urutan lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kesamaan gen yang diamplifikasi dengan gen plantarisin J dan K yang diketahui di GenBank.
PELATIHAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN DAN PENYULUHAN KESEHATAN DI TANGERANG, BANTEN [WORKSHOP ON HYGIENE AND HEALTH CARE AT TANGERANG, BANTEN] Marcelia Sugata; Astia Sanjaya; Hans Victor; Reinhard Pinontoan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.3054

Abstract

Health is closely related to hygiene and nutritious food consumption. However, the practice of monitoring personal hygiene and consuming nutritious food has not been carried out properly, especially among elementary school students. Therefore, this community service activity (PKM) aimed to increase children's awareness about the importance of proper hygiene practices and the importance of adequate nutritional intake. Besides paying attention to personal hygiene, children also need to be aware to environmental hygiene, for example by reducing plastic waste and utilizing organic waste for composting. To achieve this goal, this PKM was divided into two sessions, one session was about counseling on personal hygiene and health for elementary school students in grade 1, while another session was about composting training for elementary school students in grades 5-6. The results of the survey conducted before and after the activity showed that this counseling was successfully increase the awareness of students about the good practice of maintaining personal hygiene and health. In addition, composting training provided students with knowledge and understanding that composting does not require special skills; but requires considerable effort and time. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kesehatan sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan konsumsi makanan bergizi. Namun, seringkali praktek menjaga kebersihan diri dan mengonsumsi makanan bergizi belum dilakukan secara baik dan benar, terutama di kalangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya praktek kebersihan yang benar serta pentingnya asupan gizi yang cukup. Selain memperhatikan kebersihan diri, anak-anak juga perlu diajarkan untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, misalnya dengan mengurangi sampah plastik dan memanfatkan sampah organik untuk pembuatan kompos. Untuk mencapai tujuan tersebut, PkM ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu penyuluhan mengenai kebersihan diri dan kesehatan untuk siswa SD kelas 1 serta pelatihan pembuatan kompos untuk siswa SD kelas 5-6. Hasil survei yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan kesadaran para siswa mengenai praktek pemeliharaaan kebersihan diri dan kesehatan yang benar. Selain itu, pelatihan membuatan kompos berhasil memberikan pengetahuan dan pemahaman pada para siswa bahwa pembuatan kompos tidak memerlukan keahlian khusus, namun memerlukan tenaga dan waktu yang cukup banyak. 
WORKSHOP INTERAKTIF TERKAIT PENYAKIT COVID-19 DAN VARIANNYA BAGI PARA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS [INTERACTIVE WORKSHOP RELATED TO COVID-19 AND ITS VARIANTS FOR HIGH SCHOOL STUDENTS] Marcelia Sugata; Juandy Jo; Effendi Soewono; Reinhard Pinontoan; Vivian Litanto; Hans Victor; Suawa Natania Abigail Christy; Valerie Vidian; Theophilus Sophiano; Enjelia Febriani; Tan Tjie Jan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 2 (2022): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.5708

Abstract

An interactive workshop related to COVID-19 and its variants was held during the introduction of Biology Study Program, Pelita Harapan University to high school students. This activity was carried out online and was divided into two sessions. The first session was socialization about COVID-19 and its variants, while the second session was the time to play an online game called ATtack Covid Variant (ATCV). The success of this activity was measured based on the surveys given before and after the activity. The survey results showed that socialization and online game ATCV have succeeded in increasing students' knowledge and understanding of COVID-19 and its variants. In addition, the students were satisfied with the ATCV game because of the benefits obtained from this game, the rules are easy to understand, and the visuals of the game are attractive.Bahasa Abstract:Workshop interaktif terkait COVID-19 dan variannya dilaksanakan saat kegiatan perkenalan Program Studi Biologi, Universitas Pelita Harapan kepada siswa/i sekolah menengah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan secara daring dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah sosialisasi tentang COVID-19 dan variannya, sedangkan sesi kedua merupakan waktu untuk melakukan permainan daring yang bernama ATtack Covid Variant (ATCV). Keberhasilan kegiatan ini diukur berdasarkan survei yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan permainan daring ATCV berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para siswa mengenai COVID-19 dan variannya. Selain itu, para siswa merasa puas dengan permainan ATCV karena manfaat yang diperoleh dari permainan ini, peraturan yang mudah dipahami, serta visual permainan yang menarik.
PENYULUHAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KELAPA DUA II DI TANGERANG, BANTEN Juandy Jo; Marcelia Sugata; Hans Victor; Tan Tjie Jan; Reinhard Pinontoan; Ariela Samantha; Vivian Litanto; Suawa Natania Abigail Christy; Chelsea Valeria Simamora; Daniel Elia Firmansyah; Celeste Abigail Thanos
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7666

Abstract

Kebersihan dan kesehatan diri merupakan isu penting di kalangan anak-anak usia 6-12 tahun atau jenjang sekolah dasar (SD) di Indonesia. Umumnya, sekolah telah mengajarkan pentingnya kebersihan diri dan kesehatan, tetapi bahaya nyata yang dapat timbul akibat kelalaian dalam menjaga kebersihan serta kesehatan belum tentu dipahami oleh para siswa SD. Kelalaian menjaga kebersihan dan kesehatan diri dengan baik, dapat mengakibatkan timbulnya penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan pada anak. Dengan begitu, perlu dilakukan penyuluhan mengenai kebersihan dan kesehatan diri untuk mengurangi resiko terkena penyakit. Penyuluhan kebersihan dan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan praktik kebersihan diri dan kesehatan pada siswa/i SD negeri Kelapa Dua II Tangerang. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan penjelasan dan pemaparan materi yang interaktif seperti video animasi serta gambar-gambar animasi dengan tujuan untuk membuat siswa/i mudah memahami materi yang disampaikan. Pada penyuluhan ini juga dilakukan survei pada sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) pemaparan materi untuk melihat pemahaman siswa/i. Dari survei yang telah dilakukan, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa/i mengenai kebersihan dan kesehatan diri. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah reponden (dari 49,2% saat pre-test menjadi 56,4% pada post-test) yang menjawab cara yang dapat dilakukan untuk memiliki hidup sehat adalah dengan makan makanan yang bergizi dan menjaga kebersihan. Oleh karena itu, acara ini dapat dikatakan berhasil meningkatkan pemahaman siswa/i mengenai kebersihan dan kesehatan diri.