Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Regional Development Strategy Based on Superior Commodities, Masalle District, Enrekang Regency Nur Fitri Ramadhani; Budimawan; Danial Useng; Muslim Salam; Arifuddin Akil; Ria Wikantari
Journal of Public Administration and Government Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpag.v4i1.330

Abstract

Masalle District is one of Enrekang Regency's sub-districts with high agricultural potential. According to the Enrekang Regency Spatial Plan 2011-2031, Masalle District is designated as a center for horticultural crop production and as a designated area for the development of large livestock. Masalle District, on the other hand, is located in an area prone to fault zones and landslides. As a result, the purpose of this research is to identify superior commodities, establish regional zones, determine land carrying capacity based on land capabilities, and develop a regional development strategy based on superior commodities in the Masalle District. Field observations, expert interviews, and related literature were used to collect data. Purposive sampling was used to select respondents. The method of analysis employs LQ (Location Quotient) analysis, Klassen Typology, Scalogram, analysis of land carrying capacity based on land capability, and Analytic Hierarchy Process (AHP) - Strength, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT). According to the findings, the main commodities in Masalle District were peanuts, red beans, carrots, and goats as the leading commodities that developed and grew quickly, green onions as the leading commodity of fast growing, and cassava, sweet potatoes, potatoes, cabbage, tomatoes, bananas, coffee, and free-range chicken as a commodity developed under pressure. There are a total of four regional zones. The land has a carrying capacity of 1.53, indicating that it has optimal development potential while maintaining environmental balance. In addition, the S-O strategy is one of eleven regional development strategies that can be used in conjunction with strategic priorities.
ANALISIS HUBUNGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, JUMLAH PENDUDUK, DAN PEREKONOMIAN TERHADAP TIMBULAN SAMPAH DI SULAWESI UTARA Sigar, Brenda Risita; Tulis, Daniel Harvey; Wijaya, Yosia Nico; Pangauw, Kindly Anugrah Imanuel; Ramadhani , Nur Fitri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6174

Abstract

Municipal solid waste generation at the regency level has become an increasingly pressing issue, driven by the growth of social and economic activities. This study aims to examine the relationship between regional development factors and the volume of waste produced across 15 regencies in North Sulawesi. Using a quantitative associative framework, the analysis draws on panel data from 2022 to 2024 and is conducted using a Random Effects regression model with a between-effects estimation method. The dependent variable in this study is waste generation, while the independent variables consist of Human Development Index (HDI), Gross Regional Domestic Product (GRDP) and population. The results indicate that both HDI and population are positively and significantly associated with waste generation across regions, whereas Gross Regional Domestic Product shows no statistically significant relationship. These findings suggest that regions with higher levels of welfare and larger populations tend to generate more waste. However, the between-effects approach is limited, as it reflects only cross-sectional variation and does not account for temporal dynamics or support direct conclusions about causality. As such, the interpretations are correlational, reflecting structural differences across regions rather than dynamic developments. This study provides meaningful insights for urban and regional planning, particularly in guiding the development of waste management policies that align with the socio-economic conditions of each region. ABSTRAKPermasalahan timbulan sampah di tingkat kabupaten/kota semakin kompleks seiring meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik pembangunan wilayah dan volume timbulan sampah di 15 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data panel periode 2022–2024, yang dianalisis menggunakan regresi Random Effects dengan pendekatan between-effects. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah timbulan sampah, sementara variabel independen terdiri dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Jumlah Penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa IPM dan Jumlah Penduduk memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik terhadap timbulan sampah antar wilayah, sedangkan PDRB tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa daerah dengan tingkat kesejahteraan dan populasi yang lebih tinggi cenderung menghasilkan timbulan sampah yang lebih besar. Namun, pendekatan model antara-wilayah ini tidak dapat menjelaskan perubahan dari waktu ke waktu maupun hubungan kausal secara langsung. Interpretasi hasil bersifat korelasional dan mencerminkan kondisi struktural antar daerah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian perencanaan wilayah dan kota, khususnya dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang berbasis pada karakteristik sosial-ekonomi wilayah.
KAJIAN KEMAMPUAN LAHAN DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI RTRW DI KECAMATAN AIRMADIDI Ramadhani, Nur Fitri; Sigar, Brenda Risita; Tulis, Daniel Harvey
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7152

Abstract

This research is motivated by the strategic position of Airmadidi District as the capital of North Minahasa Regency and a National Activity Center, which faces significant development pressures. The potential for conflict between development needs and environmental conservation in spatial use necessitates land capability analysis to support the sustainable implementation of the Regional Spatial Plan (RTRW). Therefore, this study focuses on analyzing and mapping land capability classes in Airmadidi District based on their biophysical characteristics. This study uses a quantitative approach with overlay and scoring methods based on Geographic Information Systems (GIS) on secondary data, including rainfall, topography, geology, slope gradient, and disaster vulnerability. The results indicate variations in land capability classes. Most areas fall into the moderately high category (class d), suitable for development with attention to mitigation. Areas with very high capability (class e) were identified in Upper Airmadidi, ideal for activity centers. Meanwhile, areas with moderate capability (class c) in Sawangan and Tanggari are more suitable for conservation. It is concluded that spatial planning in Airmadidi District must refer to this land capability map to rationally guide development and prevent environmental degradation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kecamatan Airmadidi sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa Utara dan Pusat Kegiatan Nasional, yang menghadapi tekanan pembangunan signifikan. Adanya potensi konflik pemanfaatan ruang antara kebutuhan pembangunan dengan konservasi lingkungan mendorong perlunya analisis kemampuan lahan untuk mendukung implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Kecamatan Airmadidi berdasarkan karakteristik biofisiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode overlay dan skoring berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap data sekunder, meliputi curah hujan, topografi, geologi, kemiringan lereng, dan kerawanan bencana. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelas kemampuan lahan. Sebagian besar wilayah masuk dalam kategori agak tinggi (kelas d), yang sesuai untuk pengembangan dengan memperhatikan mitigasi. Wilayah dengan kemampuan sangat tinggi (kelas e) teridentifikasi di Airmadidi Atas, ideal untuk pusat kegiatan. Sementara itu, wilayah berkemampuan sedang (kelas c) di Sawangan dan Tanggari lebih cocok untuk konservasi. Disimpulkan bahwa perencanaan ruang di Kecamatan Airmadidi harus mengacu pada peta kemampuan lahan ini untuk mengarahkan pembangunan secara rasional dan mencegah degradasi lingkungan.
ANALISIS KRITIK NORMATIF DAN FENOMENOLOGIS TERHADAP PASAR TRADISIONAL SEBAGAI RUANG PUBLIK STUDI KASUS; PASAR BERSEHATI MANADO Nuchri, Asni Amaliah; Ramadhani, Nur Fitri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7154

Abstract

Traditional markets are not merely places of trade but also living spaces where communities interact, share stories, and construct cultural identity. Revitalization programs are often implemented to provide a more modern appearance; however, in practice, many fail to fully address the actual needs of their users. This study focuses on the Bersehati Market in Manado as a case study to examine how government-led revitalization has affected the market’s function as a public space. Employing a qualitative approach, data were collected through field observations, semi-structured interviews with vendors, buyers, and architectural experts, as well as visual documentation. The analysis was conducted using normative criticism, which evaluates aspects of function, aesthetics, social ethics, culture, and sustainability, and phenomenological criticism, which emphasizes the multisensory experiences of users. The findings reveal that the revitalization successfully highlights local cultural identity through a Bentenan-patterned façade. Nevertheless, several critical issues remain unaddressed, including sanitation, circulation, and spatial comfort. From the users’ perspective, the market retains its vibrancy and colorful atmosphere, yet it often proves physically exhausting. Synthesizing the two approaches demonstrates a gap between the market’s modernized appearance and the lived spatial realities that remain problematic. This study underscores the importance of pursuing market revitalization that is not only visually appealing but also inclusive, sustainable, and responsive to the needs of the community. ABSTRAKPasar tradisional tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang hidup tempat masyarakat berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun identitas budaya. Revitalisasi pasar sering kali dilakukan untuk memberi wajah baru yang lebih modern, namun kenyataannya banyak yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata para penggunanya. Penelitian ini berfokus pada Pasar Bersehati Manado sebagai obyek studi kasus untuk melihat bagaimana revitalisasi yang dilakukan pemerintah setempat berdampak pada fungsi pasar sebagai ruang publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pedagang, pembeli, pakar arsitektur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui kritik normatif yang mengkaji penilaian terhadap fungsi, estetika, etika sosial, budaya, dan keberlanjutan, serta kritik fenomenologis yang menekankan pengalaman multisensori pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil menampilkan identitas budaya lokal lewat fasad bermotif Bentenan. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti persoalan sanitasi, sirkulasi, dan kenyamanan ruang yang belum terpenuhi. Dari pengalaman pengguna, pasar tetap terasa hidup dan penuh warna, tetapi sering kali melelahkan secara fisik. Sintesis kedua pendekatan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara wajah pasar yang tampak modern dengan kenyataan ruang yang masih penuh tantangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menghadirkan revitalisasi pasar yang bukan hanya indah dipandang, melainkan juga ramah, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
PENILAIAN KERENTANAN INTRINSIK AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN METODE SINTACS DI KOTA MANADO Fitri Ramadhani, Nur; Marcellino Oroh, Ficky; Granbey Potalangi, Jessen; Elroi Pandelaki, Claudio; Dany Mufid Farera, Muhammad; Novena Pangalila, Laura
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i6.11758

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat di Kota Manado, sehingga informasi mengenai tingkat kerentanannya terhadap pencemaran diperlukan untuk mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan airtanah di Kota Manado menggunakan metode SINTACS. Metode ini menerapkan tujuh parameter hidrogeologi yang kemudian diberikan nilai, bobot, dan skor dengan analisis spasial overlay untuk memperoleh indeks kerentanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah Kota Manado didominasi oleh kelas kerentanan sedang (69,04%), kelas kerentanan rendah mencakup 27,62%, sedangkan kelas kerentanan tinggi hanya mencakup 3,34% dan umumnya berada di wilayah pesisir dan dataran rendah. Faktor yang paling berpengaruh adalah muka airtanah dangkal, laju infiltrasi tinggi, media akuifer permeabel, nilai konduktivitas hidrolik besar, serta topografi datar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa area di Kota Manado berpotensi mengalami pencemaran airtanah sehingga memerlukan prioritas dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air dan mitigasi lingkungan.
PENGARUH BEBAN GEMPA TERHADAP RESPON STRUKTUR GEDUNG TUA TERBENGKALAI (STUDI KASUS: GEDUNG KLABAT PLAZA MANADO) Potalangi, Jessen Granbey; Oroh, Ficky Marcellino; Ramadhani, Nur Fitri
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beban gempa berdasarkan zonasi terbaru terhadap respons struktur Gedung Klabat Plaza Manado, yaitu sebuah bangunan tua yang telah lama terbengkalai dan berada pada wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi. Kajian dilakukan melalui investigasi lapangan meliputi pengumpulan data kondisi fisik bangunan, pengujian mutu beton menggunakan rebound hammer, pengujian kuat leleh tulangan baja melalui metode Leeb Hardness Test, serta pemindaian tulangan untuk mengidentifikasi konfigurasi aktual elemen struktural. Selanjutnya, pemodelan struktur dilakukan menggunakan SAP2000 v.26 dengan mengadopsi parameter beban gempa sesuai SNI 1726:2019 melalui analisis respons spektrum dan analisis nonlinier pushover. Hasil analisis respons spektrum menunjukkan bahwa simpangan maksimum pada kedua arah masih memenuhi batas interstorey drift yang disyaratkan standar, sehingga secara elastis struktur masih memiliki kekakuan lateral yang cukup. Namun, hasil analisis pushover mengungkap bahwa struktur berada pada level kinerja Damage Control, dengan beberapa kolom lantai dasar melampaui batas Collapse Prevention (CP). Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur rentan mengalami mekanisme strong beam–weak column yang berbahaya pada saat terjadi gempa besar. Elemen kritis terutama ditemukan pada kolom dasar, balok kantilever, dan balok nonprismatis yang mengalami konsentrasi gaya dalam signifikan. Secara keseluruhan, gedung masih dapat dipertahankan apabila dilakukan perkuatan yang tepat, khususnya pada elemen kolom dasar dan sistem penahan gaya lateral. Penelitian ini memberikan dasar teknis penting bagi upaya rehabilitasi bangunan tua serta pengambilan keputusan pengelolaan aset bangunan di kawasan rawan gempa.
PENGARUH BEBAN GEMPA TERHADAP RESPON STRUKTUR GEDUNG TUA TERBENGKALAI (STUDI KASUS: GEDUNG KLABAT PLAZA MANADO) Potalangi, Jessen Granbey; Oroh, Ficky Marcellino; Ramadhani, Nur Fitri
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beban gempa berdasarkan zonasi terbaru terhadap respons struktur Gedung Klabat Plaza Manado, yaitu sebuah bangunan tua yang telah lama terbengkalai dan berada pada wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi. Kajian dilakukan melalui investigasi lapangan meliputi pengumpulan data kondisi fisik bangunan, pengujian mutu beton menggunakan rebound hammer, pengujian kuat leleh tulangan baja melalui metode Leeb Hardness Test, serta pemindaian tulangan untuk mengidentifikasi konfigurasi aktual elemen struktural. Selanjutnya, pemodelan struktur dilakukan menggunakan SAP2000 v.26 dengan mengadopsi parameter beban gempa sesuai SNI 1726:2019 melalui analisis respons spektrum dan analisis nonlinier pushover. Hasil analisis respons spektrum menunjukkan bahwa simpangan maksimum pada kedua arah masih memenuhi batas interstorey drift yang disyaratkan standar, sehingga secara elastis struktur masih memiliki kekakuan lateral yang cukup. Namun, hasil analisis pushover mengungkap bahwa struktur berada pada level kinerja Damage Control, dengan beberapa kolom lantai dasar melampaui batas Collapse Prevention (CP). Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur rentan mengalami mekanisme strong beam–weak column yang berbahaya pada saat terjadi gempa besar. Elemen kritis terutama ditemukan pada kolom dasar, balok kantilever, dan balok nonprismatis yang mengalami konsentrasi gaya dalam signifikan. Secara keseluruhan, gedung masih dapat dipertahankan apabila dilakukan perkuatan yang tepat, khususnya pada elemen kolom dasar dan sistem penahan gaya lateral. Penelitian ini memberikan dasar teknis penting bagi upaya rehabilitasi bangunan tua serta pengambilan keputusan pengelolaan aset bangunan di kawasan rawan gempa.