Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IPTEKS BAGI INOVASI KREATIVITAS KAMPUS DI UPT PETERNAKAN UNIVERSITAS ANDALAS MENUJU KAWASAN “SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINESS PARK” MENUNJANG OTONOMI KAMPUS Mirnawati Mirnawati; Gita Ciptaan; Fitrini Fitrini
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 3 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan jangka panjang kegiatan Program IbIKK ini adalah menjadikan UPT Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas sebagai kawasan “science technology and business park” dengan peningkatan koleksi dan jumlah berbagai jenis ternak produktif yang memadai dan menjadikan UPT Peternakan sebagai unit usaha produktif berbasis produk hasil ternak berkualitas menunjang otonomi Perguruan Tinggi. Hal ini didukung oleh kondisi alam dan lingkungan yang ideal serta potensi masyarakat kampus yang jumlahnya cukup besar (40.000). Kondisi lingkungan kampus sebagai pusat pertumbuhan/ekonomi baru akan menunjang perkembangan UPT Peternakan dengan menghasilkan produk-produk peternakan berkualitas hasil riset dosen yang di butuhkan masyarakat kampus. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan budaya kewirausahaan di Universitas Andalas, khususnya di Fakultas Peternakan serta mendorong munculnya wirausaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja. Wirausaha-wirausaha baru tersebut diharapkan dapat memberikan dampak semakin meluasnya budaya kewirausahaan dan pemanfaatan hasil riset (science and technology park) di Universitas Andalas. Selain itu, program IbIKK ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk pelatihan dan penerapan hasil riset dosen khususnya dibidang pakan ternak ruminansia, seperti sapi perah dan sapi potong, teknologi pengolahan susu dan teknologi pemeliharan dan penetasan unggas yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah menjadikan UPT Peternakan sebagai kawasan “ science and technology park dan terbentuknya unit usaha bisnis berbasis produk peternakan berkualitas yang merupakan produk intelektual dosen yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi perguruan tinggi menunjang otonomi Perguruan Tinggi. Target luaran tahun I adalah menjadikan UPT Peternakan sebagai wadah/tempat pelatihan dan penjulan produk ternak unggas (puyuh, itik dan ayam buras) dan adanya pendapatan tambahan perguruan tinggi yang berasal dari penjualan produk aplikasi teknologi dan penjualan produk-produk ternak unggas berkualitas yang dibutuhkan masyarakat. Target luaran Tahun II dan Tahun III adalah target luaran Tahun I ditambah dengan sebagai wadah inkubator bisnis mahasiswa dan dosen dan terjalinnya kerjasama dengan pihak swasta dalam rangka pengembangan kawasan science and business park dan pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi. Program IbIKK ini dimulai dengan melengkapi ternak serta sarana dan prasarana usaha peternakan sapi perah, sapi potong, peternakan unggas dan kelinci. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeliharaan, penerapan teknologi pengolahan susu,penerapan teknologi penetasan dan penjualan produk. Metode pelaksanaan kegiatan mengacu kepada aspek bisnis rencana usaha meliputi penyiapan bahan baku, produksi, proses produksi, manajemen, pemasaran, sumber daya manusia, fasilitas dan analisis financial.
TEKNOLOGI PEMBUATAN RANSUM DAN INTRODUKSI AYAM KUB BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN KOTO LUA KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Ridho Kurniawan Rusli; Gita Ciptaan; Mirnawati Mirnawati; Ahadiyah Yuniza
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v6i1.501

Abstract

Balitbangtan Superior Kampung Chicken (KUB) is a superior native chicken due to selection from native chicken families for six generations conducted by the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development. KUB chickens have faster growth compared to ordinary native chickens. This training program was conducted for the Koto Lua community, Pauh District, Padang City, West Sumatra. This activity aims to help the community by conducting training on making poultry rations using conventional feed ingredients. In addition, this activity also aims to introduce one of the potential local chickens producing meat and eggs, namely: KUB chicken. The methods used in this activity were counseling and discussion (conventional feed and KUB chickens), training (traditional preparation of ration), mentoring (KUB chicken rearing), and evaluation at the end of the activity. 100 KUB chickens are raised by the service team from 1-28 days (4 weeks); after that, the KUB chickens are given to 10 heads of families (10 chickens per head of family), provided they have raised chickens and have a chicken coop. This activity results in the community gaining knowledge about feed ingredients that can be used as poultry rations. Community-rearing chickens until 16 weeks of age achieve an average body weight of 1000–150 g/head. The conclusion from this activity is that the community is skilled in making rations and raising KUB chickens, with a survival rate of around 90%.
Kombinasi Penggunaan Empulur Sagu dan Daun Indigofera zollingeriana dalam Ransum terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica) Kadran Fajrona; Gita Ciptaan; Mirnawati Mirnawati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.233-239.2023

Abstract

Empulur sagu berpotensi menjadi bahan pakan sumber energi karena kandungan energinya cukup tinggi, namun pemanfaatannya dalam ransum sangat rendah sehingga penggunaan harus dikombinasikan dengan daun Indigofera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi penggunaan empulur sagu dan daun Indigofera zollingeriana yang terbaik di dalam ransum puyuh petelur. Puyuh yang digunakan pada penelitian berjumlah 200 ekor dengan umur 6 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yaitu kombinasi penggunaan empulur sagu dan daun Indigofera dalam ransum puyuh petelur (P1 = tanpa penggunaan empulur sagu dan daun Indigofera, P2 = empulur sagu 5% dan daun indigofera 2,5%, P3 = empulur sagu 10% dan daun Indigofera 5%, P4 = empulur sagu 15% dan daun Indigofera 7,5%, P5 = empulur sagu 20% dan daun Indigofera 10%). Variabel penelitian yaitu konsumsi ransum, produksi telur, berat telur, massa telur dan konversi ransum. Kombinasi penggunaan empulur sagu dan daun Indigofera dalam ransum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap performa produksi puyuh petelur. Penggunaan empulur sagu 10% dan daun Indigofera 5% dalam ransum menunjukan performa produksi yang lebih baik dilihat dari konsumsi ransum 23,16 gram/ekor/hari, produksi telur 72,06%, berat telur 11,28 gram/butir, massa telur 8,30 gram/ekor/hari dan konversi ransum 2,79.
TEKNOLOGI PEMBUATAN RANSUM DAN INTRODUKSI AYAM KUB BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN KOTO LUA KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Ridho Kurniawan Rusli; Gita Ciptaan; Mirnawati Mirnawati; Ahadiyah Yuniza
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v6i1.501

Abstract

Balitbangtan Superior Kampung Chicken (KUB) is a superior native chicken due to selection from native chicken families for six generations conducted by the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development. KUB chickens have faster growth compared to ordinary native chickens. This training program was conducted for the Koto Lua community, Pauh District, Padang City, West Sumatra. This activity aims to help the community by conducting training on making poultry rations using conventional feed ingredients. In addition, this activity also aims to introduce one of the potential local chickens producing meat and eggs, namely: KUB chicken. The methods used in this activity were counseling and discussion (conventional feed and KUB chickens), training (traditional preparation of ration), mentoring (KUB chicken rearing), and evaluation at the end of the activity. 100 KUB chickens are raised by the service team from 1-28 days (4 weeks); after that, the KUB chickens are given to 10 heads of families (10 chickens per head of family), provided they have raised chickens and have a chicken coop. This activity results in the community gaining knowledge about feed ingredients that can be used as poultry rations. Community-rearing chickens until 16 weeks of age achieve an average body weight of 1000–150 g/head. The conclusion from this activity is that the community is skilled in making rations and raising KUB chickens, with a survival rate of around 90%.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK PADA KELOMPOK SARIRIEK SEPAKAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN OPTIMALISASI NUTRISI DI KECAMATAN PADANG GANTING KABUPATEN TANAH DATAR Robi Amizar; Gita Ciptaan; Mirzah Mirzah; Wizna Wizna
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.592

Abstract

This community service activity aims to enhance the knowledge of duck farmers in the Saririek Sepakat group located in Padang Ganting District, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province. The main challenge faced by this group is the high cost of feed. The solution offered to address this issue is to improve farmers' knowledge through nutrition optimization by transferring knowledge related to duck nutrition and appropriate technology for the use of probiotics, as well as utilizing local feed ingredients to create affordable and efficient rations. The methods used in this community service activity include observation, counseling and training, and post-training assistance. The participants of the activity consist of 20 members of the Saririek Sepakat group. The counseling provided includes the transfer of knowledge regarding the nutritional needs of ducks, challenges, and solutions related to feed. Demonstrations/training were conducted on the use of Waretha probiotics and the preparation of duck rations from simple ingredients to create efficient and affordable feed. The indicator of increased knowledge among group members is shown by the results of observations on their enthusiasm and understanding of the materials and training provided. The outcome of the community service activity is that the knowledge of group members has successfully increased by optimizing nutritional factors to develop duck farming businesses. A ration combining commercial feed/concentrate, rice bran, and corn with the addition of probiotics has become a solution for affordable feed. The conclusion of the community service activity is the increased knowledge of group members, particularly regarding the optimization of nutritional factors for duck farming in the Saririek Sepakat group.