Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN SAKUBUN MELALUI WEB MEDIA Lady Diana Yusri; Imelda Indah Lestari; Darni Enzimar Putri
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 25 No 3 (2018): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemicu ditulisnya topik ini adalah berkembangnya teknologi yang bisadigunakan dalam pengajaran bahasa Jepang. Pembelajar bahasa Jepang dapat menggunakanweb media untuk mempelajari bahasa Jepang. Tetapi permasalahannya adalah kurangnyapengetahuan pembelajar dalam penggunaan media ini. Salah satu hal yang dirasa sulit olehguru-guru bahasa Jepang adalah bagaimana meningkatkan kemampuan menulis sakubunbahasa Jepang. Pembelajaran sakubun dalam makalah ini di fokuskan pada pembelajar bahasaJepang dengan menggunakan web media. Makalah ini adalah juga sebagai hasil daripelaksanaan pengabdian masyarakat bersama dengan MGMP Bahasa Jepang di SumateraBarat. Hasil dari kegiatan ini cara belajar dengan memanfaatkan web media akan meningkatkanmotivasi pembelajar bahasa Jepang. Selain itu, diharapkan juga pembelajar dapat memahamitata bahasa dan budaya yang terdapat dalam bacaan bahasa Jepang tersebut.
Pelatihan Shodou bagi Guru-Guru MGMP Bahasa Jepang di Sumatera Barat Idrus Idrus; Darni Enzimar Putri; Imelda Indah Lestari; Lady Diana Yusri
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.c (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shodou is a traditional art form in writing kanji characters expressively and creatively. Japanese writing often used to practice Shodou is Kanji, which cannot separate from Japanese. In learning Japanese, we can used Shodou as a way to improve the ability of students, especially vocabulary mastery through Kanji writing. Therefore, Shodou needs to be mastered by Japanese language teachers. Shodou's training conducted by using lecture and training methods for Japanese MGMP teachers of senior high school in West Sumatra. The trainees were enthusiastic about participating in this Shodou training because they also gained knowledge about the benefits of Shodou in learning Japanese. The benefits of Shodou in learning Japanese include increasing patience, increasing concentration, increasing harmony, and improving memory.
Pelatihan Origami Bagi Anak Usia Dini di Paud Jannatul Na’iem Sungai Buluh Lady Diana Yusri; Adrianis Adrianis; Aulia Rahman; Darni Enzimar Putri; Dini Maulia; Idrus Idrus; Imelda Indah Lestari; Rachmidian Rahayu; Radhia Elita; Rahtu Nila Sepni; Rima Devi; Rina Yuniastuti
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.26.1.1-6.2019

Abstract

Origami is one of the arts in folding paper from Japan. Through this origami workshop, not only adults, even the children, could increase their imagination and creativity in the early years. Based on this reason, Japanese Department Universitas Andalas carried out the Origami workshop to the children in the PAUD Jannatul Nai'em Sungai Buluh. This workshop was a part of community service as the lecturer of the University. The workshop activity provided three sessions. The first session was to give an introduction about origami for understanding, history, types, and benefits of origami. The second session was training on making origami in various forms. Then the last session was evaluation, which aims to confirm whether the children could absorb the material well and whether the children could work on the process of making origami on their own. This activity was very beneficial for children in improving their motoric skills. Origami is an alternative skill game where the skill games begin to abandon due to the presence of a smartphone and other digital gadgets.
Peningkatan Pemahaman dan Keterampilan GOI Melalui Web Media bagi Guru Bahasa Jepang di Sumatera Barat Lady Diana Yusri; Darni Enzimar Putri; Idrus Idrus; Imelda Indah Lestari
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.b (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemicu ditulisnya topik ini adalah berkembangnya teknologi yang bisa digunakan dalam pengajaran bahasa Jepang. Pembelajar bahasa Jepang dapat menggunakan web media untuk mempelajari bahasa Jepang. Tetapi permasalahannya adalah kurangnya pengetahuan pembelajar dalam penggunaan media ini. Salah satu hal yang dirasa sulit oleh guru-guru bahasa Jepang adalah bagaimana meningkatkan kemampuan kosakata atau disebut goi dalam pembelajaran bahasa Jepang. Makalah ini di fokuskan pada pembelajar bahasa Jepang yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pengajar bahasa Jepang khususnya guru-guru yang tergabung dalam Majelis Guru Mata Pelajaran Bahasa Jepang Sumatera Barat. Guru-guru bahasa Jepang diperkenalkan Portal Nihongo e-na, portal ini merupakan kumpulan web-web bahasa Jepang yang dapat dipilih levelnya sesuai dengan kemampuan kosakata pembelajar. Untuk meningkatkan kemampuan kosakata guru-guru juga dibekali bahan-bahan pembelajaran Goi terutama untuk menghadapi ujian kemampuan Bahasa Jepang. Cara belajar yang menarik dengan memanfaatkan web media akan meningkatkan motivasi pembelajar bahasa Jepang.
Phonological Errors Produced By Students In Pronouncing English Silent Letters Rumbardi, Rumbardi; Lestari, Imelda Indah
Linguistika Kultura Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : English Study Program, Faculty of Humanities, Universitas Andalas, Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jlk.11.1.11-32.2022

Abstract

Hampir semua huruf mulai dari ‘a’ sampai ‘z’ kecuali huruf ‘j’, ‘q’, dan ‘v’ ditemukan silent (sunyi/ tidak dilafazkan) pada posisi atau lingkungan bunyi tertentu. Misalnya, huruf /b/ sunyi dalam kata ‘plumber’, /g/ sunyi dalam kata ‘gnome’, huruf /p/ dalam kata ‘coup’, /i/ dalam ‘zaria’, /l/ dalam ‘salmon’, /m/ dalam ‘mnemonic’, /s/ dalam ‘debris ‘, /x/ dalam ‘faux’, /z/ dalam rendezvous (Oxford Advanced Learner Dictinary). Kajian ini membahas tentang pola, bentuk, posisi, dan lingkungan dari silent letter tersebut. Data adalah semua kata-kata yang mempunyai silent letter diambil dari Oxpord Advanced Learner Dictionary, kemudian dianalisa dengan menggunakan teori Carney (1994). Hasil analisa menunjukkan bahwa silent letter terdapat dalam dua pola yaitu pola ‘endocentric digraph’ dan ‘empty letter’. Dari pola endocentric digraph ditemukan bermacam-macam bentuk digraph yang mengambil posisi diawal, ditengah, atau diakhir sebuah kata. Sedangkan pola empty letter tidak punya bentuk. Hubungan bunyi dua huruf yang mengapit satu huruf sangat kuat, sehingga bunyi huruf yang terapit jadi silent. Kemudian diteliti bagaimana mahasiswa melafazkan kata-kata yang mengandung silent letter tersebut. Hasil penelitian penunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan mahasiswa senior dalam melafazkan kata-kata yang mengandung silent letter masih sangat rendah.
Negotiating Identity and Language in Child-Naming: Parental Perspectives in Minangkabau–Japanese Intercultural Marriages Lestari, Imelda Indah; Putri, Darni Enzimar; Rumbardi, Rumbardi
Andalas International Journal of Socio-Humanities Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijosh.v7i1.84

Abstract

This study explores the practice of naming children in Minangkabau–Japanese intercultural families from linguistic and socio-cultural perspectives. A child’s name reflects identity, cultural values, and the ethnic affiliations of parents from two distinct cultural backgrounds. Based on qualitative data from questionnaires, this research reveals naming strategies and the dynamics of identity negotiation involved in the process. The contrasting cultural contexts—Minangkabau as the world’s largest matrilineal society, and Japan with its traditional patrilineal "ie" system—form the backdrop for fundamental differences in views on lineage, family name inheritance, and family role structures. This study discusses how such intercultural couples negotiate these differences in daily life, decision-making, and especially in naming their children, which often reflects cultural and linguistic compromises. The findings indicate tendencies toward acculturation, assimilation, or even the formation of a new hybrid system, enriching discourse in anthropological linguistics and identity studies within multicultural families.