Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT YANG DIPERSEPSIKAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPUASAN DI RUANG DAHLIA ATAS RSU KABUPATEN TANGERANG Dwi Setyawati; M. Martono Diel; Neneng Gantini
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 12 (2024): Nusantara Hasana Journal, May 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i12.1120

Abstract

Communication is the first step in the nurse-patient relationship. The focus of communication is the patient's needs. Nurses must consider several factors in patients including physical condition, emotional state, cultural background, readiness to communicate and way of relating to others. Choosing when to communicate is also important when working with patients. Objective of this research to determine the relationship between therapeutic communication and the level of satisfaction in the Dahlia room at RSU Tangerang Regency. This research uses descriptive quantitative with a sampling technique, namely Total Sampling, totaling 16  respondents. Based on the analysis results of the chi-square statistical test, it was found that p-value = 0.003 so that the P value <0.05, which means Ho is rejected. So it can be concluded that there is a significant relationship between the therapeutic communication relationship and the level of satisfaction. There is a significant relationship between the nurse's therapeutic communication perceived by the family and the level of satisfaction in the upper dahlia room at RSU Tangerang Regency.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kesiapan Menghadapi Menarche pada Usia Pubertas di SD Bina Mandiri Rajeg Kabupaten Tangerang Fatmawati; M. Martono Diel; Ayu Pratiwi
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puberty often poses challenges for adolescent girls, especially when facing menarche. Menarche as the first menstruation is generally in the middle of puberty before entering the reproductive period. Readiness to face menarche reflects the ability of adolescents to accept change, while unpreparedness can have an impact on physical and mental health. This study aims to analyze the relationship between knowledge and family support with readiness to face menarche at puberty age at Bina Mandiri Rajeg Elementary School, Tangerang Regency. The study used a cross-sectional design with quantitative analysis. The number of samples in this study was 127 female students who had not experienced menarche through total sampling. The majority of respondents had insufficient knowledge as many as 60 (47.20), had insufficient family support as many as 55 (43.3) and the majority of respondents were in a state of unpreparedness as many as 67 (52.8). The study showed no relationship between knowledge and readiness p value 0.382>0.05, which indicates that knowledge does not always reflect emotional, mental, or social readiness. On the other hand, there is a significant relationship between family support and readiness to face menarche p value 0.000<0.05, where the greater the support received, the higher the readiness of adolescents to face these physical, psychological and social changes
Penerapan Model Empowering Housewive Melalui Inovasi Olahan Herbal: Daun Saga Sebagai Alternatif Obat Batuk Alami Untuk Anak di Kelurahan Margasari Kusumastuti, Nurry; Lastri Mei Winarni; M. Martono Diel
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.195

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Margasari, Kota Tangerang memiliki tingkat urbanisasi tinggi dan terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT). Analisis situasi menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat herbal yang aman dan efektif, keterbatasan pengetahuan, serta keterampilan KWT dalam pengolahan tanaman herbal, ketergantungan ekonomi pada pendapatan suami, dan minimnya legalitas, serta dukungan pemerintah bagi produk herbal berbasis rumah tangga. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas dan kemandirian KWT melalui pelatihan teknis pengolahan daun saga menjadi produk herbal alternatif obat batuk alami untuk anak, sekaligus membangun jiwa teknopreneur ibu rumah tangga. Metode pelaksanaannya, meliputi mengadakan workshop bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) mengenai teknis pembuatan sirup daun saga dan teknopreneur untuk keberlanjutan program, menyediakan alat-alat teknologi tepat guna (TTG) untuk produksi ekstrak daun saga, pendampingan pembuatan merk dagang dan kemasan, hingga perijinan PIRT, pengujian laboratorium untuk memastikan standar mutu dan keamanan produk, serta mendorong KWT dalam pemasaran e-commerce (shopee, tokopedia, dan tiktok). Hasil awal menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah, serta mengemas produk herbal yang higienis dan bernilai jual. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan memperluas pemanfaatan lahan pekarangan. Kesimpulan pengabdian ini memanfaatkan produk herbal daun saga melalui penerapan model pemberdayaan berbasis inovasi herbal yang mampu menjadi solusi peningkatan kesehatan keluarga sekaligus ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan.
Implementasi Program Kader TBC Rumah Tangga Dalam Peningkatan Pemahaman Kepatuhan Minum Obat di Kelurahan Margasari Susanto, Adi Dwi; M. Martono Diel; Syahrani Kholinul Putri; Jeva Putri Fanisa
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.245

Abstract

Kepatuhan pengobatan yang rendah berdampak pada kegagalan terapi, meningkatnya kasus TBC resisten obat, serta tingginya beban ekonomi keluarga. Pembentukan kader TBC rumah tangga merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pemantauan, edukasi, dan dukungan minum obat pada pasien TBC. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TBC melalui pemahaman kader rumah tangga TBC di Kelurahan Margasari. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kepada kader rumah tangga mengenai TBC dengan menggunakan leaflet dan memberikan buku saku terkait kepatuhan minum obat. Kegiatan ini juga menggunakan kuesioner pre-test and post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman tentang TBC ini. Responden sebanyak 12 responden yang memiliki keluarga yang terkena TBC di Kelurahan Bugel, Kota Tangerang. Implementasi program kader TBC rumah tangga berjalan dengan baik, ditandai oleh peningkatan pemahaman kader TBC rumah tangga dari sebelum diberikan penyuluhan yang memiliki pemahaman kurang sebanyak 7 responden (58.3%) dan cukup sebanyak 5 responden (41.7%). Setelah diberikan penyuluhan yang berada pada kategori kurang hanya 1 responden (8.3%) dan cukup sebanyak 11 responden (91.7%). Kesimpulan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pemahaman kader TBC rumah tangga di Kelurahan Bugel. Penguatan pemantauan kader rumah tangga, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan kualitas pengendalian TBC berbasis keluarga.
PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR SOSIAL MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN SEKTOR SOSIAL ANAK Arliany, Frilla Ika; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1458

Abstract

Salah satu aspek terpenting dari perkembangan ini adalah perkembangan sosial kemampuan anak untuk berinteraksi, berbagi, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain. Anak-anak yang telah mencapai perkembangan sosial yang optimal akan lebih mudah berinteraksi sosial, beradaptasi, dan belajar dari lingkungannya. Tujuan Diketahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan sektor sosial dengan video terhadap kemandirian ibu dalam memaksimalkan perkembangan sektor sosial anak. Metode : Dalam Penyusunan ini, Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment (eksperimen semu) dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design, di mana pengukuran tingkat kemandirian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Didapatkan hasil nilai nignifikan dari pre test kelompok kontrol - post test kelompok kontrol sebesar (0.359) sehingga nilai tersebut dapat dikatakan lebih besar dari nilai probabilitasnya (0.359 > 0.05) Sedangkan hasil lain dari output paired sampel t-test pada kelompok intervensi didapatkan hasil nilai pre test – post test yaitu sebesar (0.002) sehingga nilai signifikansi tersebut dapat dikatakan lebih kecil dari probabilitasnya (0.002 < 0.05)
PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR BAHASA MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN SEKTOR BAHASA ANAK Nofitasari, Fitri Padilah; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1481

Abstract

Perkembangan bahasa pada sangat dipengaruhi oleh stimulasi sejak dini. Ibu memiliki peran utama dalam memberikan stimulasi, namun sebagian belum mandiri dalam melaksanakannya. Media video dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam menstimulasi perkembangan bahasa pada anak. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan bahasa menggunakan video terhadap kemandirian ibu. Metode: penelitian quasy experiment dengan design pre-test dan post-test control group melibatkan 36 ibu anak usia 0-5 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi (edukasi video) dan kelompok kontrol (tanpa video). Kemandirian ibu diukur menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunkan uji wilcoxon. Hasil: rata-rata skor kemandirian ibu pada kelompok intervensi meningkat dari 61,28 menjadi 87,89 (P-0,01), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat 43,72 menjadi 45,10 (P=0,284) peningkatan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-6 TAHUN Sayyidha, Friyanka Aisyah; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1493

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada anak usia 0–6 tahun memegang peranan penting dalam mendukung kemampuan fisik, koordinasi, dan kemandirian anak di masa pertumbuhan. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk memaksimalkan perkembangan tersebut. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar masih menjadi permasalahan yang umum ditemui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan sektor motorik kasar menggunakan media video terhadap kemandirian ibu dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia 0–6 tahun. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 42 responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemandirian berdasrkan denver