Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategis dan Praktikal Atas Hasil Evaluasi Efektevitas Edukasi Audiovisual Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Sirait, Indriyani Syahputri; Hafizurrachman, Muhammad; Novinda, Dina
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i04.51

Abstract

Tingkat ketaatan penderita Tuberkulosis (TBC) dalam menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) masih menjadi hambatan utama di wilayah Kabupaten Batu Bara. Ketidakpatuhan ini berisiko mengurangi efektivitas pengobatan dan memicu timbulnya resistensi terhadap obat. Studi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana penyuluhan melalui media audiovisual mampu meningkatkan kepatuhan minum OAT, sekaligus merancang pendekatan praktis yang dapat diimplementasikan di fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Penelitian memakai desain kuasi eksperimen dengan model one group pre-test and post-test. Populasi mencakup seluruh pasien TBC yang terdaftar sepanjang tahun 2024, dan dipilih 30 orang sebagai sampel yang hadir dalam sesi edukasi pada 4 Maret 2025. Penilaian kepatuhan dilakukan menggunakan instrumen MMAS-8, yang diberikan sebelum dan satu pekan setelah intervensi edukasi. Materi video dikembangkan secara kontekstual untuk menjelaskan penyakit TBC paru serta urgensi kepatuhan terhadap pengobatan. Pengolahan data mencakup analisis univariat, bivariat menggunakan uji t, dan analisis lanjutan melalui regresi logistik. Temuan menunjukkan peningkatan kepatuhan yang signifikan pasca intervensi audiovisual (p = 0,003). Dua aspek yang paling memengaruhi kepatuhan adalah jenis pekerjaan (p = 0,021) dan beban biaya pengobatan (p = 0,015), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang bermakna dari kondisi sosial ekonomi terhadap perilaku kepatuhan pasien. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar media audiovisual dijadikan sarana edukasi rutin di Puskesmas, khususnya bagi pasien dengan keterbatasan finansial. Dibandingkan dengan metode ceramah konvensional, pendekatan ini terbukti lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat meningkatkan keterlibatan pasien dalam pengobatan. Hasil ini dapat menjadi rujukan dalam merancang program edukatif berbasis media di lini pelayanan kesehatan dasar, terutama untuk pengendalian kasus TBC.
PENGARUH PENGETAHUAN PASIEN, DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RSUD PANIAI TAHUN 2025 Atik, Kartika; Hafizurrachman, Hafizurrachman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55121

Abstract

Keberhasilan program pengendalian HIV/AIDS sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi antiretroviral (ARV), yang dipengaruhi oleh pengetahuan pasien dan dukungan keluarga. Di Kabupaten Paniai, tingginya angka ketidakpatuhan pasien menjadi tantangan serius dalam mencapai target eliminasi HIV/AIDS. Interaksi sehari-hari dan kedekatan emosional antara pasien dan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung semangat dan kepatuhan terapi ARV. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Paniai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 40 responden dari populasi 640 pasien HIV, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4 dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien, sedangkan pengetahuan pasien juga memengaruhi kepatuhan pengobatan. Ditemukan pula pengaruh tidak langsung (mediasi parsial) antara dukungan keluarga dan kepatuhan melalui pengetahuan pasien. Dukungan keluarga yang tinggi meningkatkan pengetahuan pasien, sejalan dengan temuan Tri Ramadani (2020) yang menunjukkan kontribusi dukungan keluarga terhadap harga diri pasien HIV/AIDS sebesar 89,3%. Temuan ini menegaskan bahwa semakin kuat dukungan keluarga—baik emosional, informasional, maupun praktis—semakin tinggi kemungkinan pasien patuh dalam mengonsumsi ARV sesuai jadwal dan anjuran medis. Dengan demikian, dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan kepatuhan pengobatan, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan program pengendalian HIV/AIDS di RSUD Paniai, Kabupaten Paniai tahun 2025.
The 7Ps Marketing Mix in Hospital Services: A Systematic Mapping of Applications Through a Scoping Review Rindu, Rindu; Hafizurrachman, Muhammad; Haryanto, Astrid Novita; Zakaria, Wan Nur Amalina
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 11, No 1 (2025): Volume 11, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v11i1.82221

Abstract

Background: The marketing mix is a vital framework for optimizing hospital services, improving patient satisfaction, and maintaining competitiveness in the healthcare sector. Despite its growing adoption, implementation remains inconsistent, with limited comprehensive reviews evaluating its overall effectiveness.Objective: This scoping review explores the application of the marketing mix in hospital services, identifies key challenges and opportunities, and highlights research gaps to inform future healthcare marketing strategies.Methods: A scoping review was conducted following Arksey and O’Malley’s framework and PRISMA-ScR guidelines. A systematic search across PubMed, Scopus, and Web of Science identified peer-reviewed studies published between 2019 and 2023. Studies focusing on the marketing mix in hospital services were included, while non-peer-reviewed and irrelevant articles were excluded. Data extraction analyzed the implementation of the 7Ps framework and its outcomes.Results: Seven studies examined the marketing mix in hospitals, highlighting key findings. Hospitals differentiate through specialized services, pricing strategies influence affordability, and accessibility affects patient choices. Digital marketing enhances engagement, and expert professionals improve service quality, though workforce shortages pose challenges. Streamlined procedures and modern infrastructure enhance patient experience, but barriers like high service costs, geographic constraints, digital literacy gaps, and operational inefficiencies limit full implementation.Conclusion: The marketing mix is essential for hospital services and patient satisfaction but faces challenges in accessibility, workforce management, and digital transformation. Future research should assess its long-term impact and develop tailored frameworks to enhance hospital marketing effectiveness