Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengujian Fama-French Three Factor Model Terhadap Excess Return Saham Pada Perusahaan Indeks Kompas100 Periode 2016-2020 Faudia Rizky Aprillia; Edi Warman; Siti Hidayati
IKRAITH-EKONOMIKA Vol 5 No 1 (2022): IKRAITH-EKONOMIKA No 1 Vol 5 Maret 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.573 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Fama FrenchThree Factor Model terhadap Excess Return saham pada perusahaan yangtermasuk kedalam daftar indeks KOMPAS100 selama periode 2016-2020.Populasi dalam penelitian ini adalah 100 perusahaan yang terdaftar pada indeksKOMPAS100. Pemilihan sampel dalam penelitian ini mengunakan metodepurposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 58 perusahaan. Teknikanalisis yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dan terdapat 6model regresi yaitu terdiri dari regresi portofolio BH, BM, BL, SH, SM danSL. Alat bantu yang digunakan yaitu program Eviews-10 dan Misrosoft Excel2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa Fama French Three Factor Modelmampu menjelaskan pengestimasian excess return saham dengan baik padasemua portofolio yang terdapat pada model ini.
Implementasi Branchless Banking di SMKN 3 Depok Siti Hidayati; Kery Utami; Masripah Masripah
Media Abdimas Vol 1 No 3 (2022): Jurnal Media Abdimas Vol 1 No 3 Bulan November 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.441 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v1i3.2569

Abstract

Sebagai bentuk implementasi Branchless Banking, diperlukan adanya sinergi akademisidan juga industri perbankan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat, akademisi bertugasmeningkatkan literasi branchless banking di masyarakat, sehingga tingkat inklusi keuangan dapatmeningkat melalui tersedianya layanan keuangan tanpa kantor (LAKU PANDAI) / BranchlessBanking. Sasaran kegiatan ini akan ditujukan pada kalangan Masyarakat yang tidak ProduktifSecara Ekonomi yakni SMK Negeri 3 Depok. Implementasi Branchless Banking menjadi saranaTeknologi Pendidikan dan Pembelajaran bagi Siswa/i jurusan perbankan yang bermanfaat bagilingkungan sekolah dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan Literasi dan Inklusi Masyarakat.Kegiatan diawali dengan sosialisasi literasi branchless banking, sosialisasi pembukuantransaksi branchless banking, pendampingan pembukaan dan pelaksanaan agen branchless bankserta pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut. Sehingga pelaksanaan sistem pembayaran digitalini menjadi sempurna dan memudahkan semua pihak. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungankepada pemerintah, khususnya Bank Indonesia yang telah meluncurkan blueprint sistempembayaran Indonesia 2025. Sebagaimana kita ketahui bahwa tuntutan terhadap layanankeuangan yang cepat, efisien dan aman semakin menguat seiring dengan pengalaman barukonsumen yang dimanjakan oleh layanan baru yang serba seamless. Oleh karena layananperbankan kepada masyarakat harus ditingkatkan, pembayaran secara cashless mulai dikenalkankepada masyarakat, dengan memanfaatkan handphone serta teknologi informasi yang ada, sertaperan Bank sebagai mitra Lembaga harus dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan masyarakat.
LITERASI KEUANGAN DAN PERBANKAN DIGITAL UNTUK MENJADIKAN ANGGOTA UMKM BANKABLE DI CINERE, JAWA BARAT Siti Hidayati; Marlina Marlina; Dewi Cahyani Pangestuti
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.829

Abstract

The Community Engagement Program aims to provide financial literacy and assistance in business transaction record-keeping to members of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Cinere Subdistrict. A participatory approach is employed to encourage participants' engagement in understanding digital financial services and banking, as well as effectively managing business transactions. The activities involve 27 SME members, the outreach team, and Bank Syariah Indonesia Branch of Fatmawati. Financial literacy is conducted through pre-test and post-test assessments to measure knowledge enhancement. From the pre-test, some participants already have bank accounts and e-wallets, although comprehension of digital services still varies. Post-test results indicate a significant improvement, reaching 100% understanding of digital services and the importance of safeguarding personal data. Business transaction record-keeping assistance is conducted using Excel format and a manual approach, aiding participants in better managing their businesses. Results demonstrate enhanced administrative skills and transaction management. Additionally, the socialization of KUR (Kredit Usaha Rakyat) provides a safer funding option for SMEs. Recommendations for the future encompass strengthened collaboration with financial institutions, continuous mentoring, more in-depth impact assessment, and group learning. This program has the potential to fortify the SME sector, enhance financial literacy, and support community economic growth in the dynamic era of technology and economics. By actively involving SME members and providing sustained mentoring, the program yields tangible benefits for the development of small and medium enterprises, enhancing their competitiveness in an increasingly competitive market
PENINGKATAN LITERASI PERENCANAAN KEUANGAN BAGI PELAJAR DAN KELOMPOK USAHA MUDA UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN EKONOMI YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN Ranila Suciati; Siti Hidayati; Kery Utami; R. Parianom; Hani Novanti
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i2.218

Abstract

Young business groups in Indonesia face challenges in developing their enterprises, focusing on business growth and stability. One of the main obstacles they encounter is limited understanding of financial concepts and access to formal financial services. This research aims to enhance financial literacy and financial inclusion among young business groups through community service programs. The methods employed in this program include conducting financial planning literacy training focused on cash management, emergency fund management, and debt management. The program is conducted at the Youth Forum, Yayasan Panti Nugraha, South Jakarta, which partners in this initiative. The results of this community service initiative demonstrate a significant improvement in participants' understanding and readiness in managing their business finances. Participants show increased understanding in financial planning, risk management, and identifying key challenges faced by young business groups. Recommendations for further development include deepening participants' understanding in financial risk management, expanding collaboration networks with local and national financial institutions to enhance access to financial products, and conducting regular monitoring and evaluation of program implementation. These steps are expected to strengthen the financial capacity of young business groups and support sustainable business growth