Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inklusi Pajak PP No. 23 Tahun 2018 PPh Final Bagi UMKM Ciracas Dyah Pita Sari, Ratna Hindria; Nugraheni, Ranti; Miftah, Munasiron
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jd.v4i2.463

Abstract

Saat ini perkembangan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin meningkat, mencapai 60 juta di seluruh wilayah Indonesia. UMKM sendiri bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.Perkembangan pesat jumlah UMKM di Indonesia saat ini ternyata tidak selaras dengan jumlah penerimaan pajak dari UMKM. Kesadaran dan kepatuhan pajak juga menjadi salah satu penyebab masih kecilnya penerimaan pajak dari sektor UMKM. Pengetahuan mengenai perpajakan masih kurang dipahami oleh para pelaku UMKM.  Penting adanya pemahaman aturan tentang pajak final untuk penghasilan bruto tertentu berikut juga teknis perpajakannya. Kecamatan Ciracas merupakan salah satu kecamatan yang ada di Wilayah Jakarta Timur. UMKM di wilayah Ciracas cukup banyak dan berada di bawah pengawasan Suku Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta perdagangan di wilayah Jakarta Timur.  Para pelaku UMKM di Ciracas masih belum memahami tentang pajak final untuk penghasilan bruto tertentu yang seharusnya telah dipahami oleh mereka selaku wajib pajak. Berdasar permasalahan di atas, kami tim pengabdi ingin memberikan sosialisasi dan penjelasan bagi para pelaku UMKM di Ciracas terkait implementasi atas dikeluarkannya PP No 23 tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Peredaran Bruto Tertentu sebagai pengganti atas PP No 46 Tahun 2013. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan pajak serta mendukung program yang digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar pemahaman bagi para wajib pajak semakin baik dan hal tersebut dapat berdampak pada tingkat kepatuhan wajib pajak.Kata kunci—UMKM, Pajak Final 
Inklusi Pajak PP No. 23 Tahun 2018 PPh Final Bagi UMKM Ciracas Ratna Hindria DPS; Ranti Nugraheni; Munasiron Miftah
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin meningkat, mencapai 60 juta di seluruh wilayah Indonesia. UMKM sendiri bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. Perkembangan pesat jumlah UMKM di Indonesia saat ini ternyata tidak selaras dengan jumlah penerimaan pajak dari UMKM. Kesadaran dan kepatuhan pajak juga menjadi salah satu penyebab masih kecilnya penerimaan pajak dari sektor UMKM. Pengetahuan mengenai perpajakan masih kurang dipahami oleh para pelaku UMKM. Penting adanya pemahaman aturan tentang pajak final untuk penghasilan bruto tertentu berikut juga teknis perpajakannya. Kecamatan Ciracas merupakan salah satu kecamatan yang ada di Wilayah Jakarta Timur. UMKM di wilayah Ciracas cukup banyak dan berada di bawah pengawasan Suku Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta perdagangan di wilayah Jakarta Timur. Para pelaku UMKM di Ciracas masih belum memahami tentang pajak final untuk penghasilan bruto tertentu yang seharusnya telah dipahami oleh mereka selaku wajib pajak. Berdasar permasalahan di atas, kami tim pengabdi ingin memberikan sosialisasi dan penjelasan bagi para pelaku UMKM di Ciracas terkait implementasi atas dikeluarkannya PP No 23 tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Peredaran Bruto Tertentu sebagai pengganti atas PP No 46 Tahun 2013. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan pajak serta mendukung program yang digalakkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar pemahaman bagi para wajib pajak semakin baik dan hal tersebut dapat berdampak pada tingkat kepatuhan wajib pajak.
Perubahan ukuran komite audit dan dewan direksi terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor keuangan Maisiska Setyarini; Andi Manggala Putra; Ranti Nugraheni
Jurnal Akuntansi Aktual VOLUME 8, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um004v8i12021p065

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to observe the effect of change in number of audit committee and board of directors on financial performance in financial sector. Financial performance is measured by Return on Assets, Return on Equity, Operating Expense, and Operating Income. The control variables in this study were leverage, book to market, size, sub sectors, and year control. The number of samples in this research is 135 samples of financial sector companies listed on the IDX from 2016 to 2018. This analysis technique uses panel data regression analysis. The results of this study indicate that change in number of independent board of directors have a positive effect on financial performance. Meanwhile, change in number of audit committee, independent audit committee, and board of directors have no effect on financial performance. This study explains that the governance that most effectively affects the financial performance of finance sector companies is change in number of the independent board of directors.AbstrakTujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan ukuran komite audit dan dewan direksi terhadap kinerja keuangan pada sektor keuangan. Kinerja keuangan diukur dengan Return on Assets, Return on Equity, Beban Operasional, dan Pendapatan Operasional. Variabel kontrol dalam riset ini yaitu leverage, book to market, size , sub sectors , dan year control. Jumlah sampel pada riset ini yaitu 135 sampel perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI mulai tahun 2016 hingga 2018. Teknik analisis menggunakan analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa perubahan ukuran dewan direksi independen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan perubahan ukuran komite audit, komite audit independen, dan dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menjelaskan bahwa tatakelola yang paling efektif memengaruhi kinerja keuangan pada perusahaan sektor keuangan adalah perubahan ukuran anggota dewan direksi independen.
Analisis Penerapan Corporate Governance, Kualitas Audit dan Pengungkapan CSR Serta Ukuran Perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan Ranti Nugraheni
Syntax Idea Vol 3 No 9 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v3i9.1434

Abstract

Informasi yang disajikan pada laporan keuangan (LK) diharapkan memiliki nilai integritas yang tinggi. Untuk menyajikan LK yang berintegritas dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari eksternal maupun internal perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengawasan internal (komite audit) dan pengawasan external (kepemilikan institusional dan kualitas audit external), pengungkapan corporate social responsibility (CRS), ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan listed di BEI untuk sektor manufaktur selama 3 tahun dari tahun 2016 sampai dengan 2018 dengan metode purpose-based sampling dalam pengumpulan datanya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan analisis data dilakukan dengan regresi berganda dengan SPSS 25 dalam pengolahan data. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa kepemilikan institusional, kualitas audit, dan pengungkapan CSR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan ukuran perusahaan dan komite audit tidak berpengaruh signifikan pada integritas LK.
Analisis Penerapan Audit Tools and Linked Archives System (ATLAS) Terhadap Proses Audit Laporan Keuangan (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Wisnu dan Katili) caesar krismonanda; Shinta Widyastuti; Ranti Nugraheni
JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) Vol 6, No 3 (2021): JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpensi.v6i3.794

Abstract

Terjadinya perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada era saat ini, salah satunya adanya perubahan yang signifikan yang mengalami peningkatan pada kemajuan teknologi informasi dalam bidang keuangan yang didalamnya juga mempengaruhi pada teknologi informasi pada audit laporan keuangan.. Penggunaan TABK (Teknik Audit Berbantuan Komputer) oleh beberapa KAP (Kantor Akuntan Publik) sebagai kertas kerja audit mereka yang dikerjakan dengan tujuan agar mempermudah proses audit yang dilakukannya. Proses audit dengan TABK (Teknik Audit Berbantuan Komputer) ini biasa menggunakan software yang disebut dengan Audit Tools and Linked Archives System (ATLAS). Sejak tahun 2019 Kantor Akuntan Publik (KAP) Wisnu dan Katili menerapkan penggunaan Audit Tools and Linked Archives System (ATLAS) secara berkala sebagai salah satu alat penunjang yang mampu membantu auditor dalam melaksanakan prosedurnya.
Pengenalan Manajemen Keuangan Sederhana Pada UMKM Bank Sampah Lestari 25, Kota Serang Ranila Suciati; Zackharia Rialmi; Siti Hidayati; Ranti Nugraheni
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 1 No. 2: Desember 2020
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v1i2.21

Abstract

Bank Sampah Lestari 25 is a community group in Serang City that carries out business activities to utilize waste to be managed with a system of refuse, reduce, and recycle. This effort is certainly a form of public concern in helping the government improve environmental cleanliness. In addition, of course, you will get income to improve people's welfare and advance the economic structure. The absence of financial management carried out at Bank Sampah Lestari 25 makes the performance of this waste bank not optimal. Financial management is an action to achieve financial goals in the future. Financial management includes personal financial management, family financial management, and company financial management. Financial management is an important part of overcoming economic problems, whether individuals, families, or companies. The objectives of financial management in general are to achieve certain target funds in the future, protect and increase wealth owned, regulate cash flow (income and expenditure of money), and carry out risk management and manage investment risk properly and manage debt and credit. From the results of the implementation of community service activities in the form of financial management literacy, training on recording financial transactions, and preparing simple financial reports, the benefits were very much felt. From ignorance of financial management and irregularity in managing finances to understanding and being able to carry out more regular financial management. Abstrak Bank Sampah Lestari 25 adalah kelompok masyarakat di Kota Serang yang melakukan kegiatan usaha memanfaatkan sampah untuk dikelola dengan sistem refuse, reduce, dan recycle. Usaha ini tentunya sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam membantu pemerintah meningkatkan kebersihan lingkungan. Selain itu tentunya mendapatan penghasilan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan struktur ekonomi. Belum adanya manajemen keuangan yang dilakukan pada Bank Sampah Lestari 25 menjadikan kinerja bank sampah ini tidak maksimal.  Manajemen keuangan merupakan sebuah tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa yang akan datang. Manajemen keuangan meliputi manajemen keuangan pribadi, manajemen keuangan keluarga, dan manajemen keuangan perusahaan. Manajemen keuangan merupakan bagian penting dalam mengatasi masalah ekonomi, baik individu, keluarga, maupun perusahaan. Tujuan manajemen keuangan secara umum adalah mencapai target dana tertentu di masa yang akan dating, melindungi dan meningkatkan kekayaan yang dimiliki, mengatur arus kas (pemasukan dan pengeluaran uang), dan melakukan manajemen risiko dan mengatur risiko investasi dengan baik serta mengelola utang piutang. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk literasi manajemen keuangan, pelatihan pencatatan transaksi keuangan, dan penyusunan laporan keuangan sederhana memang sangat dirasakan manfaatnya. Dari ketidaktahuan mengenai manajemen keuangan dan ketidakteraturan mengelola keuangan menjadi mengerti dan mampu melakukan pengelolaan keuangan yang lebih teratur. Kata Kunci: manajemen keuangan; bank sampah; UMKM
Pengenalan Penguatan Kelembagaan Pada UMKM Bank Sampah Lestari 25 Zackharia Rialmi; Ranila Suciati; Siti Hidayati; Ranti Nugraheni
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 2 No. 1: April 2021
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v2i1.26

Abstract

Institutional strengthening in the form of establishing an organizational structure model, drafting job descriptions and handling conflicts are very important issues today. The need for institutional strengthening is needed not only in large organizations but also very much needed by small organizations such as MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). The Garbage Bank is a type of investment from the sale of community waste that is not cashed directly but is recorded as personal savings. The Sustainable Waste Bank, which was established by a community of environmental care residents at Perum Taman Banten Lestari, has experienced ups and downs in its organizational journey, institutional strengthening is expected to be one of the supporting tools so that this organization can survive and grow in the future. From the results of the implementation of this institutional strengthening activity, results were obtained in the form of a more introduction to the importance of making a clear organizational structure and preparation of job descriptions so that there is no overlapping in the implementation of duties and authorities within the organization. Abstrak Penguatan kelembagaan berupa penetapan model struktur organisasi, penyusunan job description dan handling conflict menjadi isu yang sangat penting dewasa ini. Kebutuhan akan penguatan kelembagaan diperlukan tidak hanya di organisasi besar tetapi juga sangat diperlukan oleh organisasi kecil seperti UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Bank Sampah merupakan jenis investasi dari penjualan sampah masyarakat yang tidak secara langsung diuangkan akan tetapi dicatat sebagai tabungan pribadi. Bank Sampah Lestari yang didirikan komunitas warga peduli lingkungan hidup di Perum Taman Banten Lestari ini mengalami pasang surut di dalam perjalanan organisasinya, penguatan kelembagaan diharapkan menjadi salah satu tools yang mendukung agar organisasi ini bisa survive dan semakin berkembang ke depannya. Dari hasil pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan ini didapatkan hasil berupa pengenalan lebih akan pentingnya pembuatan struktur organisasi yang jelas, dan penyusunan job description sehingga tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan tugas dan wewenang di dalam organisasi. Kata Kunci: penguatan kelembagaan; struktur organisasi; job description; umkm bank sampah
Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Keuangan Di Indonesia Lidya Primta Surbakti; Ekawati Jati Wibawaningsih; Ranti Nugraheni
Jurnal Akuntansi Manajerial (Managerial Accounting Journal) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.272 KB) | DOI: 10.52447/jam.v7i1.6092

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan memakai data sekunder serta bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan sektor keuangan dengan tiga indikator kinerja keuangan  yaitu  BOPO, ROE dan ROA. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 45 perusahaan sektor keuangan baik subsektor perbankan dan subsektor non-perbankan yang terdaftar di Bursa Indonesia dengan periode 2016 -2018. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan keuangan subsektor nonperbankan lebih baik dari kinerja perusahaan subsektor perbankan dengan indikator ROE dan ROA.  Dan hasil lain dari penelitian ini menunjukkan perusahaan nonperbankan mengalami tingkat efisiensi lebih rendah dibandingkan subsektor perbankan yang diukur dengan BOPO
PENDAMPINGAN TENTANG PENCATATAN AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PESANTREN SESUAI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Lidya Primta Surbakti; Yeni Elfiza Abbas; Ranti Nugraheni; Ekawati Jati Wibawaningsih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i5.3566

Abstract

This community service activity aims to provide assistance on accounting records and financial reports of Islamic boarding schools according to financial accounting standards. With this assistance, it is hoped that the managers of Islamic boarding schools will gain knowledge about accounting for Islamic boarding schools reporting. With the increased understanding and skills of Islamic boarding school managers, it is hoped that they can implement Islamic boarding school accounting standards or PSAK 45 in maintaining the going concern of Islamic boarding schools. The activity of mentoring the accounting reporting of Islamic boarding schools and carried out at the manager of the "Syukur Al-Amin" Islamic Boarding School in Central Bekasi. The participants of this assistance are the managers of the “Syukur Al-Amin” Islamic boarding school. This assistance is carried out by the collaboration of lecturers from the accounting study program at UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) and STIE Swadaya Jakarta lecturer
PENINGKATAN KOMPETENSI SDM SERTA PENDAMPINGAN PERHITUNGAN BIAYA PRODUK DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN Lidya Primta Surbakti; Ranti Nugraheni; Ekawati Jati Wibawaningsih; Yeni Elfiza Abbas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12717

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dan siswi dengan pelatihan pembuatan donat dan pizza serta pendampingan dalam perhitungan biaya produk tersebut di Pesantren Syukur Al-Amin. Peserta dalam pelatihan dan pendampingan tersebut terdiri dari 17 siswa dan siswi dari Pesantren tersebut. Pentingnya PKM ini dilaksanakan karena latar belakang siswa siswi dari Pesantren ini adalah anak- anak yang tidak mempunyai orang tua dan anak-anak yang dititipkan dikarenakan orang tua mereka yang mempunyai ekonomi lemah, sehingga penting meningkatan kompetensi dari siswa tersebut untuk dapat mendidik mereka untuk memiliki kompetensi dalam mendirikan usaha untuk menunjang kemandirian mereka. PKM ini menggunakan metode pelatihan untuk peningkatan kompetensi serta metode pendampingan untuk melatih pemahaman perhitungan biaya produksi dari siswa pesantren. Dari hasil pelatihan pembuatan donat dan pizza tersebut seluruh peserta dapat mempraktekkannya dengan baik dan dalam pendampingan perhitungan harga pokok produk dari kedua produk tersebut semua siswa dan siswi dapat melakukannya dengan baik. Dengan Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan siswa siswi di pesantren tersebut dapat terampil dan mandiri dalam melakukan usaha dalam rangka kemandirian mereka kedepannya.