Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Formation and Training of Peer Counselors on PKPR and Post-Covid-19 AKB Socialization Sri Susilawati; Winda Windiyani; Dewi Nurdianti; Ade Kurniawati
AbdimasMu UMTAS Vol. 1 No. 1 (2022): AbdimasMu UMTAS: Journal Of Community Service
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.038 KB) | DOI: 10.35568/amu.v1i1.1833

Abstract

Limited knowledge of students about adolescent reproductive health is a problem that is often found in Islamic boarding school. The behavior of teenagers who often wear clothes or towels alternating with friends will be very influential for the reproductive health of adolescents, and it is feared that it could become a medium of spread of covid-19. Therefore, it is necessary to establish youth counselors and training through the provision of information as well as counseling practices on Youth Care Health Services (PKPR) and Socialization of New Habit Adaptation (AKB) after covid-19 in Al-Ittihaad Islamic Boarding School Purbaratu. The purpose of this PKM activity is to train and provide information on the importance of maintaining health by paying attention to adolescent reproductive health behaviors in Islamic boarding school with the implementation of health protocols / adaptation of new habits (AKB), which in the end participants are able to relay the information that has been obtained during the training process to others. The method in this activity is the establishment of youth counselors from santri sons and daughters. Providing training by directly training participants conduct counseling practices to their peers in the post-covid-19 PKPR and AKB. Conduct health protocols to prevent the spread of covid-19 virus in Islamic boarding school. The result of this activity is the increasing knowledge and skills of peer counsellors about PKPR and AKB post-covid-19 in Islamic boarding school.Conclusion is that participants can know and better understand and apply directly the material about PKPR and AKB post-covid-19 in Islamic boarding school.
Upaya Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Di Puskesmas Tamansari Sri Wahyuni Sundari; Ade Kurniawati; Meti Patimah; Sri Susilawati; Dewi Nurdianti; Winda Windiyani; Rissa Nuryuniarti; Melsa Sagita Imaniar; Noorhayati Novayanti; Tatu Septiani; Ratni N; Endah Nurmahmudah
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v2i2.3720

Abstract

Remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang sering dijumpai pada remaja diantaranya anemia, masalah gizi, penyalahgunaan NAFZA, terutama yang disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko. Beberapa upaya yang selama ini sudah dikembangkan oleh pihak Puskesmas untuk meningkatkan status kesehatan remaja adalah dengan program Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). Program UKS berada di bawah naungan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan. Puskesmas Tamansari merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan kampus Universitas Muahmmadiyah Tasikmalaya dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan remaja melalui program pokok UKS, akan tetapi tidak semua sekolah mempunyai kegiatan UKS yang aktif dan rutin. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi UKS. Kegiatan Pengabdian telah dilaskanakan di SMA 8, yang merupakan sekolah diwilayah kerja PKM Tamansari. Kegiatan menunjukan antusiasme dari siswa dan siswi, dengan berkunjung ke UKS untuk dilakukan pemeriksaan dan pendidikan kesehatan. Hasil menunjukan bahwa sebagian besar sasaran memiliki status IMT normal sebesar 67,6%, tidak anemia sebear 67% serta dengan status kesehatan normal sebear 89,3%. Namun demikian amsih ada diantaranya siswa dengan masalah kesehatan dan ini memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak. Sehingga Diperlukan pendampingan pada petugas UKS untuk mengembangkan program dan keberkalaan kegiatan supaya bias dilaksanakan setiap waktu dan dapat diakses oleh remaja.