Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

UPAYA DINAS PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN (studi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember) Edhi Siswanto; Ika Herawati
POLITICO Vol 18, No 2 (2018): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v18i2.1657

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out the efforts of Library Office in improving the quality of service (study of the Library and Archives Office of Jember Regency). This type of research uses qualitative research with a descriptive approach. Data sources are obtained from primary and secondary data. Collecting data through observation, interviews and documentation. The analysis uses data analysis of interactive models which include, Data Collection, Data Reduction, Data Presentation and Conclusing Drawing / Verification. The results showed that there were several efforts of the Library Service in improving the quality of service which could be measured using management theory with 4 factors namely Planning, Organizing, Actuating, Controlling but these efforts had not been maximized due to constraints on the quality of human resources is minimalKeywords: Effort, Library, Reading Interest, Service Quality
Penerapan Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di SDN 1 Sucopangepok dan SDN 2 Sucopangepok Edhi Siswanto; Ahmad Widarta Setiadi
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.683 KB) | DOI: 10.32528/jiwakerta.v2i2.6724

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya  sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan di masyarakat. PHBS yang di lakukan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember yaitu sosialisasi tentang tata cara mencuci tangan yang baik dan benar dengan tujuan memberikan pemahaman tentang bagaimana pola hidup sehat di mulai dari usia dini. Setiap anak di anjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan, dengan begitu resiko terjadinya penyakit bias di minimalisir. PHBS di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau dan mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan sekumpulan perilaku yang di praktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat  
Sosialisasi Sanitasi Lingkungan Dan Air Bersih Yang Aman Di Sekolah Dan Asrama Difabel Kabupaten Banyuwangi Putri Robiatul Adawiyah; Edhi Siswanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3318

Abstract

Tujuan sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman Sanitasi Lingkungan dan air bersih yang aman di Sekolah dan Asrama Difabel di Kabupaten Banyuwangi.  Mitra SDLB A N Banyuwangi dan asrama difabel YKPTI membutuhkan pengetahuan bagaimana sanitasi lingkungan. Pengetahuan sanitasi lingkungan dan air minum yang sehat dan aman. Pengetahuan sanitasi lingkungan dan air bersih bagi pengelola asrama difabel dan para siswa yang bertempat tinggal di asrama difabel. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian yaitu telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan bagaimana cara pengelolaan sanitasi lingkungan yang benar dan tepat, serta cara menjaga kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyediaan air bersih dan aman di lingkungan sekolah SDLB A N Banyuwangi dan asrama difabel YKPTI.
ANALISA BOBOT KEGIATAN, GANTI RUGI SERTA KEBAHAGIAAN TERHADAP KEMAMPUAN PEGAWAI HOTEL DALAM BEKERJA DI JEMBER Faozen Faozen; Edhi Siswanto; Bagus Indra Tjahyadi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2022): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v5i2.9036

Abstract

Riset ini dilaksanakan pada hotel di Jember, dimana penginapan ialah salah satu zona yang diperlukan buat mendukung pariwisata pada wilayah setempat. Tujuan di riset ini: 1) Buat menganalisa bobot kegiatan, ganti rugi serta kebahagiaan kegiatan mempengaruhi parsial dengan cara penting kepada kemampuan pegawai. 2) Buat menganalisa bobot kegiatan, ganti rugi, serta kebahagiaan pegawai mempengaruhi simultan dengan cara penting kepada kemampuan pegawai. Tata cara yang dipakai merupakan tata cara kuantitatif sebab- akibat. Metode analisa informasi buat riset ini: percobaan dugaan klasik, uji regresi linier berganda, uji asumsi (uji f serta uji t) serta uji koefisien determinasi. Hasil riset membuktikan: 1) Hasil uji t variabel bobot kegiatan mempengaruhi positif tidak penting kepada kemampuan pegawai dengan angka signifikansi 0,140. 2) Hasil uji t variabel ganti rugi mempengaruhi positif penting kepada kemampuan pegawai bersumber pada angka signifikansi 0,000. 3) Hasil uji t variabel kebahagiaan pegawai mempengaruhi positif tidak penting kepada kemampuan pegawai bersumber pada angka signifikansi 0,558. 4) Hasil uji F membuktikan variabel bobot kegiatan, ganti rugi serta kemampuan pegawai mempengaruhi penting kepada kemampuan pegawai ditunjukkan oleh hasil sebesar 0,000. 5) Hasil pada uji R2 didapat hasil 0,850. Nilai penting dalam riset ini merupakan terdapatnya hasil yang membuktikan dampak positif tetapi tidak penting kepada elastis bobot kegiatan serta kebahagiaan kegiatan, maka perihal itu dapat jadi rujukan terkini untuk riset selanjutnya.
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Sriwijaya Melalui Branding Pangan Menggunakan Hygiene Plastic Rohimatush Shofiyah; Edhi Siswanto
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 4 (2022): Proceedings SEMNAS PSW 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.661 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i4.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan solusi terhadap permasalahan PKK Sriwijaya Sumbersari dalam mengembangkan usaha dengan cara memperbaiki branding dan packaging produk yang sudah dipasarkan, sehingga akan meningkatkan minat konsumen dan omset penjualan produk olahan. Adapun permasalahan yang ditemui antara lain; (1) Minimnya pengetahuan anggota terkait Pembuatan Branding dan Packaging produk yang higienis; (2) Menurunnya konsumen pembeli olahan gula aren di Masa Pandemi Covid-19; (3) Produk belum memiliki Branding dan Hygiene Plastic Packaging yang menarik. Solusi yang ditawarkan adalah dengan (1) mengadakan pelatihan dan simulasi Branding Packaging produk Tali Abrem dan Bolu Kuwuk gula aren (2) Menyusun Brosur atau Modul Pelatihan; (3) Pendampingan mitra dalam mengoptimalkan potensi. Kegiatan penelitian dilakukan dengan metode wawancara, studi kasus, dan diskusi tanya-jawab.
Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Desa Pakis Pipit Pratiwi; Edhi Siswanto
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023 - Maret 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/projip.v2i2.646

Abstract

Pemerintah mengumatakan nilai pendidikan pada semua lapisan masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari perannya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendidikan formal dalam program wajib belajar 12 tahun di desa pakis. Wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data, dan analisis deskriptif digunakan sebagai metode analisis data. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun di Desa Pakis Kabupaten Jember (2022-2023) tidak mengalami kenaikan maupun penurun. Tantangan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun antara lain tingkat pendapatan orang tua yang relative rendah, jenis pekerjaan orang tua, dan waktu yang dibutuhkan anak untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah membutuhkan waktu 10-15 menit dengan jarak tempuh 3km-5km setiap hari dengan berjalan kaki ataupun berkendara. Penelitian ini menyarankan bahwa Dinas Pendidikan harus menjamin bahwa masyarakat mendapat informasi tentang program wajib belajar 12 tahun dan bahwa Negara bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari latar belakang yang kurang mampu. The government publicizes the value of education to all levels of society through improving the quality of education as part of its role in society. This study aims to explain how formal education in the 12-year compulsory education program in Pakis village. Interviews and documentation were used as data collection methods, and descriptive analysis was used as the data analysis method. Based on the research findings, the implementation of the 12-year compulsory education program in Pakis Village, Jember Regency (2022-2023) has neither increased nor decreased. Challenges to the implementation of the 12-year compulsory education program include the relatively low income level of parents, the type of work of parents, and the time it takes children to travel from home to school takes 10-15 minutes with a distance of 3km-5km every day by walking or driving. This study suggests that the education office should ensure that the community is informed about the 12-year compulsory education program and that the state is responsible for providing free education to children from disadvantaged backgrounds.
Program Bank Sampah Binor Lestari Sebagai Lingkungan Berkelanjutan Di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Edhi Siswanto; Nadiya Amalia Putri
SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities Vol 3 No 1 (2026): SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities
Publisher : Empat Sembilan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63232/ssh.v3i1.89

Abstract

This study examines the role of the Binor Lestari Waste Bank as an innovative community-based model for sustainable environmental management in Binor Village, Paiton District, Probolinggo Regency, Indonesia. The research addresses increasing household waste generation, limited waste-sorting practices, and the need to transition from conventional collect-and-dispose systems toward reduction- and recycling-oriented management. Methods: A descriptive qualitative research design was employed. Data was collected through field observations, in-depth interviews with waste bank managers and community members, documentation review, and questionnaire distribution. Data was analyzed through systematic classification, interpretation, and triangulation to ensure validity and contextual accuracy. Results: The findings indicate that the Binor Lestari Waste Bank significantly contributes to improving environmental awareness, encouraging household-level waste segregation, and fostering active community participation. In 2024, approximately 313 kg of recyclable waste was managed, generating IDR 313,600 in economic value. From January to September 2025, 202 kg of waste was collected, producing IDR 426,750. Beyond measurable economic returns, the program strengthens social cohesion, supports local environmental education, and integrates with village-level sustainability initiatives. However, challenges remain in participation consistency, operational resources, and systematic waste collection scheduling. The Binor Lestari Waste Bank demonstrates that community-driven waste management can simultaneously achieve ecological, social, and economic benefits. As a village-based environmental governance model, it supports sustainable development through participatory mechanisms and local institutional collaboration. Strengthening administrative systems, expanding community engagement, and improving logistical support will enhance long-term sustainability and replicability in other rural contexts.
A Political Communication Analysis of Prabowo Subianto's First Official Speech Ageng Soeharno; Mohammad Thamrin; Edhi Siswanto
POLITICO Vol. 25 No. 2 (2025): JURNAL POLITICO FISIPOL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v25i2.4134

Abstract

Political communication is a method used by political figures to convey messages to the public about power, government, and public policy in order to influence their beliefs, behavior, and attitudes toward politics in order to achieve specific political goals. Likewise, for a large country like Indonesia, the political communication of an elected and newly inaugurated president is a highly significant topic of discussion. As a country undergoing a presidential transition, the new president's welcome is likely to be crucial for the continuity of the nation and state within the Unitary State of the Republic of Indonesia. The words spoken by a president at his inauguration are invaluable for his future work plans after his inauguration. Some words carry profound meaning that deserve further study as lessons for all of us, so that the world knows that these words have significance as a president's work plan and work patterns in leading this great nation. Thus, the continuity of national life can be seen in President Prabowo Subianto's inaugural speech. Essentially, if we examine the speech closely, we will find many ambiguous sentences that require further study. In this article, all these ambiguous sentences will be studied and examined further so that their meaning is clear.
Literacy Transformation in Junior High Schools Through the Book Writing Movement Edhi Siswanto; Putri Robiatul Adawiyah; Budi Satria Bakti
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i3.4272

Abstract

The low level of literacy among Indonesian students, particularly in creative writing skills, remains a significant challenge in education. To address this issue, a community service program titled Book Writing Movement was implemented at SMP Muhammadiyah 2 Jember, aiming to promote students' productive literacy. The program consisted of two main stages: socialization and participant selection, followed by a creative writing workshop. Out of 40 students, 10 were selected based on interest and commitment to participate in a four-session intensive training. The workshop covered topics such as idea development, narrative writing structure, character building, language style, and basic editing. Results showed that 80% of participants were able to construct logically structured stories, and 70% demonstrated improvement in vocabulary and language style. On average, students' writing skills improved by 35%. Beyond cognitive gains, students also reported increased self-confidence and motivation to write independently. The program demonstrates that a structured, practice-based approach can effectively foster a culture of literacy in schools. For sustainability, it is recommended to provide ongoing mentorship, involve more students across grades, and engage teachers and publishers to support student publication
Easily English Sentences Understanding by the Syntax Method in Class XI A of SMA Muhammadiyah 3 Jember Ageng Soeharno; Mohammad Thamrin; Edhi Siswanto; Achmad Syahfrudin Zulkarnnaeni
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i4.4681

Abstract

In this training, students are guided to understand sentences using the syntax method. Syntax is a framework of rules that describes how all well-structured sentences in a language can be generated from basic components (morphemes, words, and parts of speech). The depiction of the sentence construction framework here uses the Backus-Naur Form technique. Backus–Naur Form (BNF) is a formal metalanguage used to structure the syntax and rules of programming languages. Created in the late 1950s by American computer scientist John Backus, BNF serves as a regular notation that helps developers ensure that the code they write follows a specific set of rules, similar to grammar guidelines for everyday languages. This notation utilizes various symbols, such as square brackets, to indicate defined categories and terms, thus clearly describing the structure of the language. This training was attended by 17 male and female students of SMA Muhammadiyah 3 Jember, involving 4 resource persons. The training took place solemnly, emphasizing a sense of camaraderie to foster positive communication among participants. Evaluation results showed satisfactory results, with students improving their comprehension, spelling, and translation skills.