Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UPAYA DINAS PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN (studi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember) Edhi Siswanto; Ika Herawati
POLITICO Vol 18, No 2 (2018): Jurnal POLITICO Fisipol
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/politico.v18i2.1657

Abstract

ABSTRACT This study aims to find out the efforts of Library Office in improving the quality of service (study of the Library and Archives Office of Jember Regency). This type of research uses qualitative research with a descriptive approach. Data sources are obtained from primary and secondary data. Collecting data through observation, interviews and documentation. The analysis uses data analysis of interactive models which include, Data Collection, Data Reduction, Data Presentation and Conclusing Drawing / Verification. The results showed that there were several efforts of the Library Service in improving the quality of service which could be measured using management theory with 4 factors namely Planning, Organizing, Actuating, Controlling but these efforts had not been maximized due to constraints on the quality of human resources is minimalKeywords: Effort, Library, Reading Interest, Service Quality
Penerapan Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di SDN 1 Sucopangepok dan SDN 2 Sucopangepok Edhi Siswanto; Ahmad Widarta Setiadi
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.683 KB) | DOI: 10.32528/jiwakerta.v2i2.6724

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya  sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan di masyarakat. PHBS yang di lakukan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember yaitu sosialisasi tentang tata cara mencuci tangan yang baik dan benar dengan tujuan memberikan pemahaman tentang bagaimana pola hidup sehat di mulai dari usia dini. Setiap anak di anjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan, dengan begitu resiko terjadinya penyakit bias di minimalisir. PHBS di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau dan mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat juga merupakan sekumpulan perilaku yang di praktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat  
Sosialisasi Sanitasi Lingkungan Dan Air Bersih Yang Aman Di Sekolah Dan Asrama Difabel Kabupaten Banyuwangi Putri Robiatul Adawiyah; Edhi Siswanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v6i1.3318

Abstract

Tujuan sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman Sanitasi Lingkungan dan air bersih yang aman di Sekolah dan Asrama Difabel di Kabupaten Banyuwangi.  Mitra SDLB A N Banyuwangi dan asrama difabel YKPTI membutuhkan pengetahuan bagaimana sanitasi lingkungan. Pengetahuan sanitasi lingkungan dan air minum yang sehat dan aman. Pengetahuan sanitasi lingkungan dan air bersih bagi pengelola asrama difabel dan para siswa yang bertempat tinggal di asrama difabel. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan. Sekolah baik guru, dan siswa difabel mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian yaitu telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan bagaimana cara pengelolaan sanitasi lingkungan yang benar dan tepat, serta cara menjaga kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyediaan air bersih dan aman di lingkungan sekolah SDLB A N Banyuwangi dan asrama difabel YKPTI.
ANALISA BOBOT KEGIATAN, GANTI RUGI SERTA KEBAHAGIAAN TERHADAP KEMAMPUAN PEGAWAI HOTEL DALAM BEKERJA DI JEMBER Faozen Faozen; Edhi Siswanto; Bagus Indra Tjahyadi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2022): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v5i2.9036

Abstract

Riset ini dilaksanakan pada hotel di Jember, dimana penginapan ialah salah satu zona yang diperlukan buat mendukung pariwisata pada wilayah setempat. Tujuan di riset ini: 1) Buat menganalisa bobot kegiatan, ganti rugi serta kebahagiaan kegiatan mempengaruhi parsial dengan cara penting kepada kemampuan pegawai. 2) Buat menganalisa bobot kegiatan, ganti rugi, serta kebahagiaan pegawai mempengaruhi simultan dengan cara penting kepada kemampuan pegawai. Tata cara yang dipakai merupakan tata cara kuantitatif sebab- akibat. Metode analisa informasi buat riset ini: percobaan dugaan klasik, uji regresi linier berganda, uji asumsi (uji f serta uji t) serta uji koefisien determinasi. Hasil riset membuktikan: 1) Hasil uji t variabel bobot kegiatan mempengaruhi positif tidak penting kepada kemampuan pegawai dengan angka signifikansi 0,140. 2) Hasil uji t variabel ganti rugi mempengaruhi positif penting kepada kemampuan pegawai bersumber pada angka signifikansi 0,000. 3) Hasil uji t variabel kebahagiaan pegawai mempengaruhi positif tidak penting kepada kemampuan pegawai bersumber pada angka signifikansi 0,558. 4) Hasil uji F membuktikan variabel bobot kegiatan, ganti rugi serta kemampuan pegawai mempengaruhi penting kepada kemampuan pegawai ditunjukkan oleh hasil sebesar 0,000. 5) Hasil pada uji R2 didapat hasil 0,850. Nilai penting dalam riset ini merupakan terdapatnya hasil yang membuktikan dampak positif tetapi tidak penting kepada elastis bobot kegiatan serta kebahagiaan kegiatan, maka perihal itu dapat jadi rujukan terkini untuk riset selanjutnya.
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Sriwijaya Melalui Branding Pangan Menggunakan Hygiene Plastic Rohimatush Shofiyah; Edhi Siswanto
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 4 (2022): Proceedings SEMNAS PSW 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.661 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i4.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan solusi terhadap permasalahan PKK Sriwijaya Sumbersari dalam mengembangkan usaha dengan cara memperbaiki branding dan packaging produk yang sudah dipasarkan, sehingga akan meningkatkan minat konsumen dan omset penjualan produk olahan. Adapun permasalahan yang ditemui antara lain; (1) Minimnya pengetahuan anggota terkait Pembuatan Branding dan Packaging produk yang higienis; (2) Menurunnya konsumen pembeli olahan gula aren di Masa Pandemi Covid-19; (3) Produk belum memiliki Branding dan Hygiene Plastic Packaging yang menarik. Solusi yang ditawarkan adalah dengan (1) mengadakan pelatihan dan simulasi Branding Packaging produk Tali Abrem dan Bolu Kuwuk gula aren (2) Menyusun Brosur atau Modul Pelatihan; (3) Pendampingan mitra dalam mengoptimalkan potensi. Kegiatan penelitian dilakukan dengan metode wawancara, studi kasus, dan diskusi tanya-jawab.
Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Desa Pakis Pipit Pratiwi; Edhi Siswanto
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023 - Maret 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/projip.v2i2.646

Abstract

Pemerintah mengumatakan nilai pendidikan pada semua lapisan masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari perannya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendidikan formal dalam program wajib belajar 12 tahun di desa pakis. Wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data, dan analisis deskriptif digunakan sebagai metode analisis data. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun di Desa Pakis Kabupaten Jember (2022-2023) tidak mengalami kenaikan maupun penurun. Tantangan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun antara lain tingkat pendapatan orang tua yang relative rendah, jenis pekerjaan orang tua, dan waktu yang dibutuhkan anak untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah membutuhkan waktu 10-15 menit dengan jarak tempuh 3km-5km setiap hari dengan berjalan kaki ataupun berkendara. Penelitian ini menyarankan bahwa Dinas Pendidikan harus menjamin bahwa masyarakat mendapat informasi tentang program wajib belajar 12 tahun dan bahwa Negara bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari latar belakang yang kurang mampu. The government publicizes the value of education to all levels of society through improving the quality of education as part of its role in society. This study aims to explain how formal education in the 12-year compulsory education program in Pakis village. Interviews and documentation were used as data collection methods, and descriptive analysis was used as the data analysis method. Based on the research findings, the implementation of the 12-year compulsory education program in Pakis Village, Jember Regency (2022-2023) has neither increased nor decreased. Challenges to the implementation of the 12-year compulsory education program include the relatively low income level of parents, the type of work of parents, and the time it takes children to travel from home to school takes 10-15 minutes with a distance of 3km-5km every day by walking or driving. This study suggests that the education office should ensure that the community is informed about the 12-year compulsory education program and that the state is responsible for providing free education to children from disadvantaged backgrounds.