Sunarno Sunarno
Biology Laboratory Structure And Function Of Animals, Department Of Biology, Faculty Of Science And Mathematics, Diponegoro University, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemeriksaan Kolesterol , LDL, dan HDL Daging Ayam Petelur Jantan dengan Pakan Berimbuhan Serbuk Daun Kelor Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.1-6

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan terhadap kadar kolesterol total, kadar LDL dan kadar HDL daging ayam petelur jantan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan fisiologis yang terjadi pada profil lipid daging ayam petelur jantan terkait dengan pemberian tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, terdiri atas satu perlakuan kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan pakan basal yang diberi imbuhan berbagai kadar tepung daun kelor. Kelompok perlakuan pada penelitian ini adalah K0: Pakan basal, tanpa imbuhan tepung daun kelor (kontrol) K1: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 1% K2: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2% K3: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 3% K4: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 4%.Variabel yang diamati adalah kadar kolesterol total daging, LDL daging, serta HDL daging ayam petelur jantan. Analisis data dilakukan dengan Anova Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan yang nyata kadar kolesterol total daging dan kadar LDL daging, serta peningkatan kadar HDL daging ayam yang nyata (P < 0.05).Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan berpotensi memperbaiki performa lipid daging ayamKata kunci :  Daging ayam, kelor, kolesterol, LDL ,HDL
Kandungan Antioksidan dan Kolesterol Dalam Daging Broiler (Galus gallus Domestica) Hasil Pemberian Suplemen dalam Pakan Dari Tepung Daun Pegagan dan Bayam Merah Muhammad Adnan Jafar Alfian; Sunarno Sunarno; Muhammad Fikri Zulfikar; Ahmad Rifai
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.41 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.126-132

Abstract

Daun pegagan dan bayam merah mengandung senyawa antioksidan (polifenol), kaya akan serat, vitamin dan mineral yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan antioksidan dan menurunkan kandungaan kolesterol dalam daging broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa efek suplemen dari daun pegagan dan bayam merah terhadap kandungan antioksidan dan kolesterol daging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Enam perlakuan tersebut, meliputi P0 atau kontrol (broiler yang diberi pakan tanpa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah), P1 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun pegagan sebanyak 5%), P2 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun bayam merah sebanyak 5%), P3, P4, dan P5 berturut-turut adalah broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung kulit daun pegagan dan bayam merah dengan rasio (3,75%:1,25%, 2,5%:2,5% atau 1,25%:3,75%). Pemberian perlakuan di lakukan secara ad libitum setiap hari sebanyak 2 kali Perlakuan diberikan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap bobot tubuh, kadar antioksidan dan kolesterol dalam daging broiler (P<0,05). Suplemen tepung daun pegagan dan bayam merah dengan rasio konsentrasi 2,5%:2,5% memberi pengaruh terbaik terhadap tiga parameter yang diamati sehingga hasil penelitian ini dapat diaplikasikan untuk mendukung kegiatan budidaya agar broiler dapat menghasilkan daging yang menyehatkan. Kata kunci: broiler; daun pegagan; daun bayam merah; suplemen; kolesterol; antioksidan
Efek Suplemen Kulit Kayu Manis dan Daun Pegagan terhadap Produktivitas Puyuh Petelur Strain Australia (Coturnix coturnix australica) Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.89-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa pengaruh suplemen dari kulit kayu manis dan daun pegagan terhadap bobot dan jumlah telur serta produktivitas puyuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3x ulangan. Delapan perlakuan tersebut, meliputi kontrol (pakan tanpa pemberian suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan), pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung daun pegagan 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis dan pegagan (5%:5%, 5%:10% atau 10%:5%). Pemberian perlakuan di lakukan secara ad libitum setiap hari sebanyak 2 kali. Perlakuan pakan bersuplemen terhadap hewan uji diberikan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan dalam pakan dapat meningkatkan bobot tubuh, bobot telur, namun menurunkan jumlah dan produktivitas telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, suplemen dari kulit kayu manis dengan konsentrasi 5% atau kombinasi suplemen dari kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% dapat meningkatkan produktivitas puyuh. Kata kunci: telur puyuh; kayu manis; pegagan; suplemen; kolesterol; antioksidan
Bobot Karkas dan Morfometri Serabut Muskulus Pektoralis Itik Pengging Periode Layer Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor Dalam Pakan Muhammad Alvin Gibran; Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.167-174

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman fungsional yang mengandung nutrisi dan antioksidan. Daun tanaman ini digunakan sebagai bahan pakan karena nutriennya yang lengkap. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh substitusi tepung daun kelor dalam pakan itik pengging periode layer pada bobot karkas dan ukuran serabut muskulus pektoralis. Rancangan penelitian menggunakan 60 ekor itik dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan. Pengulangan tiap perlakuan dilakukan 3 kali dengan 4 ekor itik setiap ulangan. Kelompok perlakuan terdiri atas kontrol (K0) menggunakan pakan standar; K1 menggunakan 97,5% pakan standar dan 2,5% tepung daun kelor; K2 menggunakan 95% pakan standar dan 5% tepung daun kelor; K3 menggunakan 92,5% pakan standar dan 7,5% tepung daun kelor; K4 menggunakan 90% pakan standar dan 10% tepung daun kelor. Analisis data menggunakan one-way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian didapatkan bahwa substitusi pakan dengan tepung daun kelor tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap bobot karkas, bobot muskuli pektoralis, dan ukuran serabut. Kesimpulan penelitian ini adalah substitusi tepung daun kelor pada pakan itik pengging periode bertelur tidak memberikan dampak pada bobot karkas, muskulus pektoralis, dan diameter serabut otot. Nutrien lebih banyak diarahkan untuk produksi telur daripada sintesis karkas.Moringa (Moringa oleifera) is a functional plant that contains lots of nutrients and antioxidants. The leaves on this plant are often used as a feed ingredient because of their potential to increase growth and cells development. The objective of the study is to examine moringa leaf inclusion meal on carcass weight and size of pectoral musculus fibrils of sexually mature laying ducks. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments. Treatment was repeated 3 times. Feeding were carried out at 07.00 WIB and 16.00 WIB. Treatment Control (K0) used standard feed; treatment 1 (K1) used 97.5% standard feed and 2.5% moringa leaf meal; treatment 2 (K2) used 95% standard feed and 5% Moringa leaf meal; treatment 3 (K3) used 92.5% standard feed and 7.5% Moringa leaf meal; treatment 4 (K4) used 90% standard feed and 10% moringa leaf meal. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and regression test using SPSS version 25. The results showed that feed substitution on Moringa leaves did not have a significant effect on carcass weight and fibril size of treated and control ducks. In conclusion, substitution of Moringa leaf meal in pengging ducks feed on layer period had no impact of carcass and pectoral muscles weight, and could not change the diameter of pectoral muscles fibril. Nutrient and energy leads to egg production than carcass synthesis.
Respon Histologis Hepar Tikus Wistar yang Mengalami Stres Fisiologis setelah Pemberian Pakan dengan Suplementasi Daging Ikan Gabus (Channa striata) Beta Cahyaning Nugraheni; Sunarno Sunarno; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.095 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.173-180

Abstract

Stres fisiologis karena kekurangan nutrisi yang disertai aktivitas berlebihan dapat menyebabkan kekurangan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kekurangan energi dapat berpengaruh pada penurunan bobot badan, bobot dan histologi hepar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh suplemen daging ikan gabus terhadap peningkatan bobot badan, bobot dan histologi hepar hewan uji yang mengalami stres fisiologis. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas P0: tikus kontrol; P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah: suplemen daging ikan gabus dalam pakan dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; dan 20%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah bobot badan, bobot hepar, diameter vena sentralis dan hepatosit. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan suplemen daging ikan gabus memberi pengaruh nyata terhadap bobot badan, bobot dan histologi hepar. Suplemen daging ikan gabus mampu meningkatkan bobot badan, bobot hepar, dan histologi hepar yang ditunjukkan dengan nilai diameter vena sentralis dan hepatosit lebih tinggi dibanding kontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu suplemen daging Channa striata dapat meningkatkan bobot badan, bobot hepar, diameter vena sentralis, dan hepatosit tikus Wistar dan konsentrasi 20% paling berpengaruh.
Aplikasi Suplemen dari Kayu Manis dan Pegagan untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit Puyuh (Coturnix coturnix australica) Sunarno Sunarno; Siti Murni Mas&#039;adah
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.753 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.1.2019.55-64

Abstract

Kulit kayu manis dan daun pegagan merupakan tanaman herbal yang kaya akan antioksidan jenis polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hematologis puyuh petelur strain Australia setelah penambahan suplemen kulit kayu manis dan daun pegagan dengan variabel kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan variabel pendukung bobot tubuh. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan, meliputi kontrol, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis 5% atau 10%, suplemen tepung daun pegagan 5% atau 10%, kombinasi suplemen tepung kulit kayu manis dengan pegagan (5%:5%, 5%:10% atau 10%:5%). Hasil penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap bobot tubuh, kadar hemoglobin, dan jumlah eritrosit (P<0,05). Suplemen kombinasi tepung kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% memberi pengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan eritrosit dengan nilai lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya, yaitu sebesar 13 g/% dan 2,588,000 per mm3. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan suplemen kombinasi tepung kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% dapat meningkatkan status hematologis puyuh.  Kata kunci: kayu manis, pegagan, suplemen, antioksidan, bobot tubuh, hemoglobin, eritrosit
Corrigendum: Efek Dinamika Faktor Lingkungan terhadap Perilaku Ayam Broiler di Kandang Close House A. P. Nagari; Sunarno Sunarno
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.2.255.2022

Abstract

Efek Dinamika Faktor Lingkungan terhadap Perilaku Ayam Broiler di Kandang Close House A. P. Nagari; Sunarno Sunarno
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.24.1.8-20.2022

Abstract

Filtrasi dan Aerasi Mengurangi Kerusakan secara Histopatologi pada Organ Insang Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno; Muhammad AmmarNurHandyka; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.459

Abstract

Penggunaan filter dan aerator dalam budidaya perikanan mempunyai peran penting dalam mengendalikan kualitas air, terutama kadar amonia agar tidak melebihi ambang batas. Senyawa amonia dengan kadar yang tinggi dalam air pada wadah pemeliharaan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dan fungsi organ insang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filtrasi dan aerasi yang berbeda terhadap histopatologi organ insang ikan nila merah (O. niloticus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati adalah bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Bobot insang relatif dihitung menggunakan rumus, BIR (%)= Bi x Bt-1 x 100%. Kerusakan jaringan insang dihitung dari pengamatan 240 lamela sekunder per insang dengan menggunakan mikroskop perbesaran 400 kali, kemudian dikalikan dengan 100%. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan uji sidik ragam dua arah dengan taraf kepercayaan sebesar 95%. Hasil analisis menunjukkan terdapat beda nyata terhadap variabel yang diamati antar perlakuan dengan kontrol (P<0,05) terhadap bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Simpulan penelitian ini adalah, penambahan aerasi yang dikombinasi dengan filtrasi dapat mereduksi amoniadan mengurangi kerusakan jaringan organ insang ikan nila merah.
Carcass Weight and Skeletal Muscle Microscopic Structure of Red Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) in The Different Aeration and Filtration Muhammad Anwar Djaelani; Kusuma Alya Fathurika; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.31948

Abstract

AbstractRed tilapia (Oreochromis niloticus) is a freshwater fish that widely liked by Indonesian people. Keeping fish with good water quality will increase productivity. The aim of this research was to determine the effect of adding aeration and using filters on carcass weight, muscle fiber diameter and number of muscle fibers in red tilapia. This research used 24 red tilapia fish with an initial body weight of around 7 g. Divided into 4 groups, namely the maintenance group using one aerator without a filter (ANF), the maintenance group using two aerators without a filter (AANF), the maintenance group using one aerator and using a filter (AF) and the maintenance group using two aerators and using a filter (AAF). The results showed that rearing red tilapia fish in the group rearing two aerators and using a filter had a significant effect (P <0.05) on carcass weight, muscle fiber diameter, and number of muscle fibers. Observation of the muscle histology structure showed that there was no damage to the muscle histology structure. The conclusion of this research indicate that additional aerator equipped with filters will supports the growth of red tilapia fish.AbstrakIkan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan ikan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Pemeliharaan ikan dengan kualitas air yang baik akan memberikan peningkatan produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan aerasi dan penggunaan filter terhadap bobot karkas, diameter serabut otot serta jumlah serabut otot pada ikan nila merah. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ikan nila merah dengan bobot badan awal berkisar 7 g. Dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok pemeliharaan menggunakan satu aerator tanpa filter (ANF), kelompok pemeliharaan menggunakan dua aerator tanpa filter (AANF), kelompok pemeliharaan menggunakan satu aerator dan menggunakan filter (AF) serta kelompok pemeliharaan menggunakan dua aerator dan menggunakan filter (AAF). Hasil menunjukkan pemeliharaan ikan nila merah pada kelompok pemeliharaan dua aerator dan menggunakan filter berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap bobot karkas, diameter serabut otot, dan jumlah serabut otot. Pada pengamatan struktur histologi otot menunjukkan tidak adanya kerusakan struktur histologi otot. Kesimpulan penelitian ini penambahan aerator dilengkapi filter mendukung pertumbuhan ikan nila merah.