Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA PERBANDINGAN STRUKTUR RANGKA ATAP KAYU DENGAN BAJA RINGAN DARI SEGI KETAHANAN DAN KEGAGALAN KONSTRUKSI Ikhsan, Muhammad Nur; Endah Purnamasari; Siska Dewi; Januari Yanto; Riski Wahyudi
JOURNAL INFORMATION TECHNOLOGY ENGINEERING AND SCIENCE Vol 3 No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The roof construction is the highest part of the building. Various problems with roof construction depend on the area to be protected, the shape and construction chosen, and the covering layer. This study aims to study and analyze the structure of wooden roof trusses and light steel roof trusses, study construction failures, find a comparison of construction failures between wooden roof trusses and light steel roof trusses. The method used is the meta-analysis method. The causes of failure that occur due to the use of wood are cracks or breaks, setbacks or corrosion and accidental cracks while the causes of failure in light steel are due to bending and due to curling. The results of the calculation of the 7 x 9 m building obtained the most economical truss trunk dimensions for wood materials are 6 / 8 cm for upper, lower, diagonal and vertical trunks. For the left and right vertical rods use 2 4/10 cm timbers. As for steel materials, it uses a 2L 35x35x4 mm isosceles elbow steel profile for all bars. In a 10 x 15 m building, wooden easels use a size of 8/10 cm for the upper, lower, diagonal and vertical trunks in the middle. For the left and right vertical rods, use 2 4/10 cm sticks. Meanwhile, the steel trusses use 2L 40x40x4 mm isosceles elbow steel profiles for the top rod, 2L 35x35x4 mm for the bottom and vertical rods and 2L 45x45x5 mm for the diagonal rod. From the results of the calculation of the weight of wooden and steel easels, a weight difference of 19% was obtained in the 7 m span and 12.5% in the 10 m span, with wooden easels lighter than steel materials.
Peran Pengabdian Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi Al-Qur'an di Masyarakat : Studi Kasus di Binjai, Kabupaten Langkat Siti Jubaidah; Riski Wahyudi; Sajidah Tambunan; Nur Saniyah Siregar
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v3i1.1658

Abstract

Community service is an integral part of higher education which aims to provide a positive impact on the community. The service program implemented in Binjai, Langkat Regency, aims to increase Al-Qur'an literacy among the community through the method of reciting and reciting the Al-Qur'an. This activity involves students as facilitators in guiding the reading of the Al-Qur'an, teaching Iqro, and coordinating learning with the target of completing 30 juz in nine days. The main methods applied are talaqqi and classical, which have proven effective in accelerating understanding and fluency in reading the Al-Qur'an. The results of this program show a significant increase in the ability to read the Al-Qur'an, both in terms of fluency and understanding of recitation. Apart from that, this activity also has an impact on the social aspect by strengthening relationships between community members and fostering religious enthusiasm. It is hoped that this program can become a model for increasing religious literacy in society and will continue to be developed with more sustainable innovation.
Keterampilan Menggiring Bola dalam Permainan Sepak Bola Ghaniya Assakinah; Maratus Sholeha; MHD Ramadhan Al Hafiz; Nabil Akbar; Riski Wahyudi; Muhammad Toti Reihan; Muhammad Indra Zakky; Elfera Riski
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v2i4.148

Abstract

Latar belakang dalam menggiring merupakan teknik yang bertujuan untuk mengatur alur permainan yang nantinya faktor kelincahan dan kecepatan merupakan kunci utama untuk melewati lawan berpindah berubah arah gerakan dengan cepat dan efektif, adapun tujuan adalah untuk memahami lebih dalam terkait keterampilan menggiring bola dalam permainan sepak bola, metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian utamanya, memanfaatkan pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan seperti jurnal, buku, dan artikel, hasil penelitian dalam menggiring bola melibatkan koordinasi kompleks antara kaki, mata, dan tubuh secara keseluruhan, serta menuntut kekuatan, kecepatan, kelincahan, daya tahan, dan fleksibilitas otot, maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwasanya fungsi menggiring bola tidak hanya sebatas menggerakkan bola, namun juga sebagai alat taktik untuk memulai serangan balik, memancing lawan, mengatur tempo permainan, dan membuka ruang. Oleh karena itu, penguasaan teknik menggiring bola yang baik dan pemahaman terhadap penggunaannya dalam berbagai situasi pertandingan sangat penting dimiliki oleh setiap pemain sepak bola yang ingin tampil optimal dan berkontribusi maksimal bagi timnya.
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Andi Syahputra; Riski Wahyudi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan pendidikan terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. Karena keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental. Penanaman nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Dalam keluarga yang seharusnya merupakan wadah utama bagi pembentukan watak dan moral manusia sering berubah menjadi sumber malapetaka karena menurunnya tingkat pendidikan ahklak manusia, sehingga dalam bersikap dan beretika dalam kehidupan tidak obyektif. Materialisme dan individualism kian mendominasi kehidupan keluarga serta adanya pergantian arus globalisasi yang kian mendominasi kehidupan masyarakat dewasa ini, oleh karena ketidaksiapan individu menghadapi nilai-nilai baru dan lemahnya filter yang dilakukan oleh manusia dalam menyikapi globalisasi tersebut, sehingga dampak buruk dari globalisasi mulai dirasakan dalam kehidupan keluarga. Banyak keluarga yang kini cendrung mengidap karakter destruktif. Persoalan seperti ini tidak hanya berada pada fakta individual akan tetapi sudah nenjadi fakta sosial. Seperti halnya seorang perempuan menjadi pihak yang paling rentan menjadi sasaran korban tindak kekerasan. Oleh karena itu kaum wanita sudah semestinya mendapatkan perlindungan dari negara atau masyarakat agar terbebas dari ancaman kekerasan dan perlakuan yang dapat merendahkan manusia. Persoalan kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi kapanpun dan dimana saja. Karena persoalan kekerasan dalam rumah tangga baik korban maupun pelakunya tidak mengenal status sosial, status ekonomi maupun tingkat pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat tentang kekerasan dalam rumah tangga dan implikasinya terhadap psikologi anak. Korban kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada keluarga tingkatan sosial manapun baik menengak ke bawah maupun menengah ke atas. Beberapa fakror yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga antara lain : ekonomi, perselingkuhan, tekanan keluarga dan perkawinan usia dini. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan psikologi anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak selanjutnya terutama dalam berinteraksi dengan lingkunganKata kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Psikologi Anak