Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Iqtishad

PENERAPAN SISTEM GADAI EMAS PADA BANK SYARIAH INDONESIA KC MEULABOH IMAM BONJOL Oni Suriyanda; Sari Diana; Nina Eka Putri
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v1i1.2214

Abstract

Bank Syariah Indonesia KCMeulaboh Imam Bonjol adalah lembaga keuangan yang memediasi kebutuhan masyarakat melalui berbagai produk dan layanan yang dimilikinya. Produk yang dimiliki oleh BSIKC Meulaboh Imam Bonjolsalah satunya adalah produk pembiayaan gadai(rahnemas) yang merupakan pembiayaan untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif yang diberikan kepada seluruh kalangan yang membutuhkan dana dengan emas sebagai marhunnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem gadai emas pada Bank Syariah Indonesia dan kendala serta hambatan yang dihadapi bank dalam pembiayaan gadai emas diBSIKCMeulaboh Imam Bonjol.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang mana peneliti akan menguraikan atau menggambarkan mengenai sistem gadai emas pada Bank Syariah Indonesia KCMeulaboh Imam Bonjol. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sistem gadai emas pada Bank Syariah Indonesia KCMeulaboh Imam Bonjol telah menerapkan sistem pelayanan yang mudah, cepat, murah dan aman serta telah sesuai denganFatwa DSN MUI No.25/DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 tetang rahn yang menjelaskan ketentuan praktek gadai yang sesuai dengan syariat Islam. Salah satunya adalah “besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman”.Kemudian,kendala serta hambatan yang dihadapi dalam pembiyaan gadai emas diBSI KC Meulaboh Imam Bonjolyaitu dari segi jangkauan pempromosian produk gadai emas.dari segi ekonomi nasabah, dan juga segi lupa waktu tempo pembayaran.
TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MOBILE BANKING DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA Nina Eka Putri; Mukhsinuddin; Firda Maya Devi
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v1i1.2212

Abstract

Masyarakat di Kecamatan Kuala sekarang ini memiliki dua pilihan mobile banking yaitu aplikasi Action bank Aceh dan mobile banking bank BSI. Banyak masyarakat Kecamatan Kuala menggunakan layanan mobile banking, padahal masyarakat Kecamatan Kuala sangat dekat posisinya dengan gedung bank maupun Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Untuk itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan mobile banking terhadap tingkat konsumsi masyarakat Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik sampel random sampling teknik sebanyak 50 orang dari jumlah masyarakat yang ada di Kecamatan Kuala. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, dan dokumentasi serta dianalisis dengan Regresi Sederhana. Dari penelitian menunjukkan bahwa mobile banking merupakan fasilitas pelayanan perbankan yang disediakan oleh bank kepada nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dengan mudah. Masyarakat Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya banyak menggunakan layanan mobile banking, dipengaruhi oleh faktor kemudahan yang didapatkan oleh nasabah karena dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan tidak perlu antri ke bank. Kemudahan dalam bertransaksi melalui Mobile banking mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Karena kemudahan menggunakan layanan Mobile banking mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi seperti pembelian, tranfer dan pembayaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi (Sig) sebesar 0,000 atau lebih kecil dari probabilitas 0,05, selain itu nilai thitung pada tabel di atas sebesar 4,922 atau lebih besar dari ttabel 1,67655. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang siginfikan antara penggunaan Mobile banking terhadap tingkat konsumsi masyarakat Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, dimana pengaruhnya sebanyak 33,5%.
PERSEPSI NASABAH TERHADAP PEMBIAYAAN KUR SETELAH MERGER TIGA BANK SYARIAH DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA Mia Novita Wilanda; Inayatillah; Nina Eka Putri
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 2 (2023): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v1i2.2514

Abstract

Salah satu bentuk dukungan beberapa bank konvensional terhadap kebijakan Qanun No. 11 Tahun 2018 dengan melaksanakan kegiatan secara syariah secara bertahap yang akhirnya menggabungkan bank konvensional menjadi bank syariah. Salah satu konsekuensi yang patut diperhitungkan akibat adanya merger adalah dampak yang dirasakan oleh nasabah yaitu pengguna jasa dari pihak perbankan, salah satunya nasabah KUR. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji tentang bagaimana persepsi nasabah terhadap pembiayaan KUR setelah merger tiga bank syariah di Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa persepsi nasabah menunjukkan pendapat yang positif dan negatif terhadap pembiayaan KUR setelah merger tiga bank syariah baik dari nasabah eks bank-bank sebelumnya maupun nasabah yang baru bergabung. Kemudian, ada beberapa kendala yang ditemukan, 1) kurangnya penanganan mengenai pembiayaan KUR yang masih bermasalah, 2) untuk nasabah yang sudah menyelesaikan pelunasan pembiayaan KUR kurang mendapat sosialisasi dari pihak bank., dan 3) bank yang baru beroperasi rawan mengalami gangguan sehingga masyarakat terkadang enggan beralih ke Bank BSI.