Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM X KOTA MAKASSAR Raimundus Chalik; Djuniasti Karim; Sisilia Teresia Rosmala Dewi; Hidayati Hidayati
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.2018

Abstract

Analysis Of Factors That Affect The Incidence Of Drug Interactions In Hypertensive Patients At A Regional General Hospitals In Makassar CityDrug interactions are directly related to factors such as polypharmacy. Meanwhile, patients with hypertension are at high risk for potential drug interactions due to the large number and types of drugs consumed. Therefore, this research aims to determine the potential for drug interactions in hypertensive patients at one of the Makassar City General Hospitals. It also analyzed the factors with the most significant effect on the potential for drug interactions. Furthermore, this is a descriptive-analytic research with a cross-sectional approach. The sample were determined using a consecutive sampling technique and the research was conducted between March-June 2020. In addition, the potential drug interactions were identified using Micromedex 2.0 software and Handbook of Drug Interaction Fact. Analysis of the factors with the most influence on potential for drug interactions was performed using multiple logistic regression statistical tests. The results showed that the number of drugs prescribed had a significant influence on the potential for drug interactions with p = 0.023, OR = 11.676 (9% CI 1.401-97.322). Based on the results, the number of drugs prescribed is the most influential factor in the potential for drug interactions.Keywords  : drug interactions, hypertension, influencing factors, Regional General Hospital  Interaksi obat secara langsung berhubungan dengan faktor seperti polifarmasi. Pasien dengan hipertensi beresiko tinggi terhadap potensi kejadian interaksi obat-obat disebabkan karena banyaknya jumlah dan jenis obat yang mereka terima. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di  RSU X Kota Makassar dan menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap potensi interaksi obat. Penelitian merupakan deskriptik analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penentuan sampel menggunaan teknik consequtive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di RSU X Kota Makassar selama periode Maret-Juni 2020. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan dengan menggunakan Micromedex 2,0 software dan Handbook of Drug Interaction Fact. Analisis faktor yang paling berpengaruh terhadap potensi interaksi obat dilakukan dengan uji statistik regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menemukan faktor jumlah obat yang diresepkan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap potensi interaksi obat dengan p=0,023,OR=11,676 (IK 9%1,401-97,322). Hasil penelitian menyimpulkan jumlah obat yang diresepkan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap potensi interaksi obat.Kata kunci : interaksi obat, hipertensi, faktor yang berpengaruh
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK UMBI TALAS (Colocasia esculanta L.Scoot) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DALAM PEMBUATAN TABLET PARASETAMOL Sisilia Rosmala Dewi; Djuniasti Karim
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.266 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.780

Abstract

Banyak tipe pati dari beberapa tanaman dapat digunakan sebagai alternative untuk bahan tambahan pada formulasi tablet. Salah satu sumber  yang telah dikembangkan sebagai eksipien farmasi adalah pati umbi talas, yang relatif mudah ditemukan di daerah tropic seperti Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan serbuk umbi talas sebagai pengikat dalam pembuatan tablet parasetamol dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% secara granulasi basah. Pada pengujian mutu fisik tablet yang digunakan menurut Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu Uji Kekerasan dan Uji Keregasan tablet. Kedua parameter tersebut digunakan untuk mengetahui apakah daya ikat bahan pengikat serbuk umbi talas dalam menghasilkan sediaan tablet yang baik. Hasil penelitian pada pengujian keregasan tablet menunjukkan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% tidak memenuhi syarat uji keregasan. Pada pengujian kekerasan tablet, hasil yang diperoleh pada konsentrasi 5% tidak memenuhi persyaratan karena dibawah 4 kg/cm2, sedangkan pada konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% memenuhi syarat karena kekerasan tabletnya berkisar antara 4 kg/cm2 – 8 kg/cm2.Kata kunci : Serbuk Umbi Talas, Pati, Tablet Parasetamol, Uji keregasan, dan Uji Kekerasan
Respon Streptococcus pneumonia Terhadap Senyawa Fitokimia Ekstrak Etanol dan n-Heksan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) Sesilia Rante Pakadang; Nur Hikmah Hasrul; St Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Djuniasti Karim; Andi Muhammad Farid; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i2.2974

Abstract

Response Of Streptococcus pneumonia To Photochemical Compounds Of Ethanol and n-Hexane Extract Of Salam Leaf (Syzygium polyanthum Wight)Pneumonia due to pneumococcal bacteria is generally caused by Streptococcus pneumonia. Pneumonia cases in Indonesia in 2019 reached 400 thousand and increased due to the impact of Covid-19 on children. The response of bacteria to chemical compounds is scientific proof of the antibacterial properties of a plant extract that is polar or non-polar based on the type of solvent used in the extraction process. Method. Identification of active compounds in extracts based on phytochemical screening. The antibacterial potential was determined based on the ability of the active compound to inhibit the growth of Streptococcus pneumoniae by agar diffusion. The test materials were ethanol extract and n-hexane of salam leaf (Syzygium polyanthum Wight). The results showed that the ethanol extract contained alkaloids, phenols, tannins, flavonoids, glycosides, saponins, and phlobatanins. Hexane extract contains alkaloids, glycosides, and saponins. It was concluded that Streptococcus pneumonia responded to ethanol extract of salam leaves and cephalosporins but did not respond to hexane extract from salam leaves. Ethanol extracts 1,3 and 5% were bacteriostatic but hexane extracts with the same concentration did not inhibit the growth of Streptococcus pneumonia.Keywords:  Syzygium polyanthum Wight; Antibacteria;, Streptococcus pneumoniaePneumonia akibat bakteri pneumokokus umumnya disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Kasus pneumonia di Indonesia tahun 2019 mencapai 400 ribu dan  meningkat akibat dampak Covid-19 pada anak. Respon bakteri terhadap senyawa kimia adalah pembuktian ilmiah sifat antibakteri dari suatu ekstrak tanaman yang bersifat polar atau non polar berdasarkan jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi. Metode. Identifikasi senyawa aktif dalam ekstrak berdasarkan skrining fitokimia. Potensi antibakteri ditentukan berdasarkan kemampuan senyawa aktif menghambat pertumbuhan Streptococcus pneumoniae secara difusi agar. Bahan uji ekstrak etanol dan n-heksan daun salam (Syzygium polyanthum Wight). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% mengandung alkaloid, fenol, tannin, flavonoid, glikosida, saponin dan phlobatanin. Ekstrak heksan mengandung alkaloid, glikosida dan saponin. Disimpulkan  Streptococcus pneumoniae memberikan respon terhadap ekstrak etanol daun salam dan cefalosforin  namun tidak memberikan respon terhadap ekstrak heksan daun salam.  Ekstrak etanol 1,3 dan 5% bersifat bakteriostatik namun ekstrak heksan dengan konsentrasi yang sama tidak menghambat pertumbuhan Streptococcus pneumoniae.Kata kunci :  Syzygium polyanthum Wight; Antibakteri;  Streptococcus pneumoniae
Tingkat Kepatuhan Masyarakat Dalam Menggunakan Masker Setelah Vaksinasi Covid-19 Di Kecamatan “X” Kota Makassar Raimundus Chalik; Hasni Hasni; Hendra Stevani; Hidayati Hidayati; Djuniasti Karim
Media Farmasi XXX Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i2.2999

Abstract

Public Compliance Level In Using Mask After Covid-19 Vaccination In District "X" Makassar CityThe government in responding to COVID-19 is currently carrying out the COVID-19 Vaccination program and is urging the public to continue implementing health protocols such as wearing masks even though they have been vaccinated. This study aimed to determine the level of public compliance with the use of masks after carrying out the COVID-19 vaccination. This research was conducted in one of the districts in Makassar City. This research is an observational analytic with a cross-sectional approach. The sample size is 50 respondents. Purposive sampling technique. The instruments used were data collection sheets and questionnaires to measure compliance. The results of the study found that as much as 84.0% of the public was disobedient in using masks. The results of this study concluded that most people in District "X" Makassar City were disobedient in using masks during the Covid-19 pandemic.Keywords: compliance, use of masks, covid-19 vaccination; MakassarPemerintah dalam menanggapi COVID-19 saat ini sedang melakukan program Vaksinasi COVID-19 dan menghimbau masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker walaupun telah di Vaksinasi. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker setelah melakukan vaksinasi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Kecamatan di Kota Makassar. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpul data dan kuesioner untuk mengukur kepatuhan. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 84,0 % masyarakat tidak patuh dalam menggunakan masker. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kecamatan “X” Kota Makassar tidak patuh dalam menggunakan masker dimasa pandemi covid-19.Kata Kunci : kepatuhan, penggunaan masker, vaksinasi covid-19; Makassar