Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

UJI EFEK ANTI DIARE DAN UJI EFEK SISTEM SARAF OTONOM (SSO) INFUS DAUN TAPAK DARA ( Catharanthus roseus L.) TERHADAP HEWAN UJI MENCIT Samsidar Usman; Ismail Ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.656 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.127

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efek pemberian Oleum Ricini yang merangsang timbulnya diare dan untuk mengetahui efek pemberian infuse Daun Tapak dara yang diujikan pada hewan uji mencit yang diinduksi diare dengan berbagai variasi konsentrasi infus dan sebagai pembanding digunakan Pilokarpin dan Atropin sulfat, di mana setiap konsentrasi infus dan kelompok pembanding tersebut, diteliti efeknya terhadap system saraf otonom, seperti miosis, midriasis, vasodilatasi, vasokontriksi, eksoftalmus, kejang, salviasi, dan diare pada interval waktu 30, 60, 90 dan 120 menit, begitupun dengan kelompok kontrol ( Air suling ). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa infuse Daun Tapak dara dapat menghambat timbulnya diare dan menimbulkan efek pada system saraf otonom yaitu pada system saraf simpatis dengan konsentrasi 10% sebesar 48,7% dan pada system saraf parasimpatis sebesar 38%. Sedangkan untuk system saraf simpatis dengan konsentrasi 15% sebesar 64% dan pada sistem saraf parasimpatis sebesar 51,7%. Kata kunci : Daun Tapak dara ( Catharanthus roseus L.),  Sistem Saraf Otonom, Hewan Uji Mencit
UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI Samsidar Usman; Ismail Ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.689 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif antimikroba ekstrak daun Sembukan (Paederia foetida L.) yang memiliki efektifitas terhadap Staphylococcus aureus dengan metode Bioautografi. Bahan uji dari penelitian ini adalah daun sembukan (Paederia foetida L.) dan sampel yang digunakan adalah Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Uji Senyawa Bioaktif Ekstrak Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dapat memberikan efektifitas terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus pada ekstrak eter daun sembukan dengan nilai Rf 0,85 dengan zona hambat 4,75 mm, nilai Rf 0,82 zona hambat 6,5 mm,  nilai Rf 0, 84 zona hambat 6,25 mm dan ekstrak n-Butanol nilai Rf 0,35 dengan zona hambat 5,25 mm, nilai Rf 0,47 zona hambat 6,75 mm,  nilai Rf 0,37 zona hambat 9,5 mm.Kata kunci : Daun Sembukan (Paederia foetida L.),  Staphylococcus aureus, Bioautografi
POTENSI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG DENGEN (Dillenia serrata) SECARA IN VITRO santi sinala; Ismail Ibrahim; Alfrida Monica Salasa; Ratnasari Dewi
Media Farmasi XXX Vol 16, No 1 (2020): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.557 KB) | DOI: 10.32382/mf.v16i1.1484

Abstract

Dengen (Dillenia serrata) is an endemic plant found in Luwu Regency. Its primary utilization is still limited to the fruit as a food ingredient, such as dodol, though leaves and barks are often used as medicine. According to Santi Sinala et al. (2019), dengen leaves and bark contain large polyphenols. This study determines the sunscreen activity of the Dengen plant, specifically leaves and bark obtained from Malangke City in Luwu Regency. Also, the study aims to establish the part of the plant with great potential for sunscreen. The leaves and bark of the tree are extracted by maceration using 70% ethanol solvent. The determination of the SPF value was carried out in vitro based on the principle of measuring extraction absorption with a certain concentration at wavelengths of 290-320 nm. The ethanol extract of the bark is made with a concentration series of 100, 200, 300, 400, and 500 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 4,611. Furthermore, the ethanol extracts of the leaves were made in series 50, 100, 150, 200, 250 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 2. This study concluded that the ethanol extract of dengen bark has maximum sunscreen activity with a low concentration compared to ethanol leaves.Keywords: Dengen, Ethanol Extract, Bark, Leaves, Sunscreen Activity, SPF Value.Dengen (Dillenia serrata) merupakan salah tanaman endemic Indonesia yang dapat ditemukan di Kabupaten Luwu. Pemanfaatan tanaman ini masih sebatas pada bagian buahnya, yang dijadikan bahan masakan dan telah dikembangkan menjadi dodol.. Selain buah, daun dan kulit batang dengen telah digunakan masyarakat sebagai obat. Penelitian dari Santi Sinala dkk (2019) daun dan kulit batang dengen memiliki kandungan polifenol yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas tabir surya dari dua bagian tanaman Dengen yaitu daun dan kulit batang yang diperoleh dari Kota Malangke, Kab. Luwu, Sul-Sel. Dari penelitian ini nantinya akan ditentukan bagian tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tabir surya. Daun dan kulit batang pohon dengen diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro dengan prinsip pengukuran serapan ekstrak dengan konsentrasi tertentu pada panjang gelombang  290 – 320 nm. Untuk ekstrak etanol kulit batang dibuat dengan seri konsentrasi 100, 200, 300, 400, 500 ppm, dimana dengan konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 4,611. Untuk ekstrak etanol daun dibuat seri 50, 100, 150, 200, 250 ppm dimana konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 2. Dari hasil dimana ekstrak kulit batang dengen dengan SPF 4 pada konsentrasi 100 ppm dan ekstrak daun dengan SPF 2 pada konsentrasi 100 ppm dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit batang dengen, memiliki memiliki aktivitas tabir surya yang maksimal dengan konsentrasi yang  rendah dibandingkan dengan etanol daunKata Kunci : Dengen, Ekstrak Etanol, Kulit Batang, Daun, Aktivitas Tabir Surya, Nilai SPF.
FORMULASI PATCH ANTIPIRETIK YANG MENGANDUNG EKSTRAK COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) Santi Sinala; Ismail Ibrahim; Sisilia Teresia Rosmala Dewi
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.1972

Abstract

Antipyretic Patch Formulation Containing Extract (Kalanchoe Pinnata)Fever in children requires special treatments coupled with practical use of drugs. Therefore, this research aims to formulate antipyretic patch preparations containing Kalanchoe pinnata plant extracts. The plant was first extracted using the maceration method, meanwhile, the patch formulation was made with 3 different concentrations of Na CMC base. Thereafter, the extract was then added to the base patch. The three formulas were tested for the characteristics, namely organoleptic, weight uniformity, thickness, percentage of water loss, pH, and folding resistance. The results showed that the three formulas have the same organoleptic color, namely green, F1 is not homogeneous, while F2 and F3 are homogeneous. Moreover, the three formulas met the weight uniformity requirements, while in the thickness test, F3 is thicker compared to F2 and F1. F3 has a water content greater than F2 and F1, meanwhile, the three formulas have a pH of 6 and folding resistance > 300 times. Based on the results, Formula 2 (F2) has better physical stability compared to F1 and F3.Keywords: Kalanchoe pinnata, patch, antipyreticDemam pada anak membutuhkan penanganan khusus  dimana penggunaan obat harus lebih praktis. Penelitian ini akan memformulasi sediaan patch bberbahadan dasar tanaman cocor bebek. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan patch antipretik yang mengandung ekstrak tanaman cocor bebek. Tanaman cocor bebek terlebih dahulu diekstraksi menggunakan metode maserasi untuk menghasilkan ekstrak. Formulasi patch dibuat dengan 3 konsentrasi basis Na CMC yang berbeda. Ekstrak kemudian ditambahkan ke dalam basis patch. Ketiga formula diuji karakteristiknya meliputi uji organoleptis, keseragaman bobot, uji ketebalan, persentase kehilangan air, uji pH dan uji daya tahan lipat. Hasil pengujian diperoleh dimana ketiga formula memiliki organoleptis warna yang sama yaitu hijau, F1 tidak homogen, sedangkan F2 dan F3 homogen. Pada uji keseragaman bobot, ketiga formula memenuhi syarat keseragaman bobot. Pada uji ketebalan, F3 lebih tebal dibandingkan dari F2 dan F1. F3 memiliki kadar air yang lebih besar dibandingkan dengan F2 dan F1. Pada uji pH, ketiga formula memiliki pH 6 dan memiliki kemampuan bertahan meski telah dilipat >300 kali. Formula 2 (F2) memiliki kestabilan fisik yang lebih baik disbanding dari F1 dan F3.Kata Kunci : Cocor bebek, patch, antipiretik
UJI POTENSI ANTIMIKROBA HASIL FRAKSINASI EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP Candida albicans PENYEBAB KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL St. Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Ismail Ibrahim
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.665 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.595

Abstract

Tanaman Kecombrang memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonoid, polifenol,steroid, saponin, dan minyak atsiri, dimana kandungan kimia tersebut dapat berperan dalam pencegahan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak daun kecombrang terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan eksperimen murni menggunakan ekstrak daun kecombrang, diisolasi menggunakan kromatografi kolom sehingga diperoleh fraksi-fraksi. Hasil fraksinasi selanjutnya diuji potensi antimikrobanya terhadap Candida albicans penyebab keputihan pada ibu hamil.  Zona hambat yang diperoleh diukur untuk menentukan potensi antimikroba hasil fraksinasi ekstrak Daun Kecombrang tersebut. Hasil penelitian Daun Kecombrang (Etlingera elatior), dapat disimpulkan bahwa isolasi senyawa kimia ekstrak etanol Daun Kecombrang (Etlingera elatior) diperoleh 3 senyawa murni. Ketiga senyawa murni tersebut dapat menghambat Candida albicans, rata-rata diameter zona hambat dari senyawa A = 13,66 mm, senyawa  C = 10,40 mm dan senyawa E = 9,33 mm. Hasil statistik one way anava menunjukkan bahwa fraksi A (F.A) memiliki potensi antimikroba yang berbeda dengan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) (sig p < 0,05) sedangkan fraksi C (F.C) dan Fraksi E (F.E) memiliki potensi antimikroba yang sama (sig p > 0,05).