Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN KADAR ANTIOKSIDAN KISMIS KUNING DAN KISMIS HITAM SEBAGAI PENINGKAT IMUN DENGAN METODE DPPH Ratnasari Dewi; Ismail Ibrahim; Rafika Rafika; Sania Umar; Zulaiha Zulaiha
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v14i1.3240

Abstract

Telah dilakukan penelitian perbandingan kadar antioksidan dengan metode DPPH pada jajanan kaya nutrisi seperti kismis hitam dan kuning sebagai alternatif penguat imun alami. Antioksidan merupakan zat yang bekerja untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan sel dalam tubuh, terutama yang disebabkan oleh paparan radikal bebas. Selain mengedukasi masyarakat tentang jajanan sehat tanpa bahan pengawet dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu makanan untuk memperkuat daya tahan tubuh, penelitian ini membandingkan kadar antioksidan pada kismis kuning dan kismis hitam sebagai alternatif jajanan kaya nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Hasil penelitian ini harus menginformasikan praktisi dan bisnis tentang kandungan antioksidan yang dapat digunakan sebagai penguat kekebalan alami alternatif. Pendekatan DPPH yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada kemampuan antioksidan untuk mencegah radikal bebas dengan mendonorkan atom hidrogen. Aktivitas bahan kimia antioksidan dinilai dengan mengamati perubahan rona dari DPPH ungu menjadi ungu kemerahan. Dengan nilai 19,22 dan 30,21, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa yellowcurrant memiliki potensi aktivitas antioksidan yang lebih besar daripada blackcurrant.
EVALUASI MUTU PELAYANAN FARMASI KLINIK PADA PUSKESMAS PATTALLASSANG DI KABUPATEN TAKALAR Helmatiana Tandirogang; Ismail Ibrahim; Ida Adhayanti
Jurnal Buana Farma Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v3i3.828

Abstract

One of the government's efforts to realize health development for the community is to create a Community Health Center (Puskesmas). The Puskesmas is responsible for providing comprehensive, integrated and sustainable first-level health service activities. Pharmaceutical care (pharmaceutical care) has undergone a paradigm shift from initially only focusing on drug management (drug oriented) to developing into services that also aim to improve the quality of life of patients (patient oriented). Standard clinical pharmacy is very important to note because it is directly related to patients so that it can have an impact on reducing the length of patient care and reducing therapy costs. 74 of 2016. This research is a quantitative descriptive study using observational data and retrospective data at the Pattallassang Health Center in Takalar District. Based on the results of the study, it was found that the percentage of conformity of the quality of clinical pharmacy services at the Pattallassang Health Center, Takalar Regency, based on Permenkes Number 74 of 2016, was 38.88% in the unfavorable category. This is because there are 11 assessment indicators (prescription review, labeling, delivery accompanied by information, polypharmacy, counseling, drug information service documentation, visit documentation, MESO documentation, PTO documentation, drug costs per prescription visit, and number of items per prescription) that do not meet standards and for those that meet there are 7 indicators (time to prescribe, generic preparations, use of antibiotics in non-specific diarrhea, ORS and zinc for diarrhea, antibiotics in ARI, injections and patient satisfaction) out of 18 research indicators.