Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEK SENYAWA AKTIF DAUN BELUNTAS TERHADAP KADAR TESTOTERON TIKUS PUTIH (Ratus norwegicus) JANTAN Rr. Eko Susetyarini
Jurnal Gamma Vol. 5 No. 1 (2009): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In carrying out autonomy this area needed to emphasize at the democratize principles, the roleof society, generalization and justice also pay attention the potency and area variety. Thereforeparticipation and society initiative in development needed to improve the role of society in executingdevelopment and identify potency and the local variety.This research is done in Tlogowaru of Kedung Kandang subdistrict Malang town. Target ofthis research is to describe of how society participation in identifying, planning, executing, treatmentand taking place of program are suitable with basic necessary and also government participation ofsub-district, LPMK and other organization. This research method is combining between RRA method and PRA expected can dig the information that required suitable with the target of research.Result of research indicates that the society participation in identifying the problems in societycommunity needs to be improved as form of empowering of society potency. Development is realsociety necessary and non package program forced from power center. Involvement of figuregovernmental give and give high motivation in development that have continuation is done bysociety.
Aktivitas tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa Tikus putih jantan Rr. Eko Susetyarini
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa Tikus putih jantanBeluntas leaf tannin activity against spermatozoa concentration white male ratsRr. Eko SusetyariniJurusan Biologi, Fakultas Keguruan danh Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65144 Email: niniek08@gmail.comABSTRACTAntifertility of traditional medicine has not been revealed. Antifertility men who have used the form of injections, namely testosterone, it is necessary antifertility of medicinal plants revealed that beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertility can be used as a drug in mice (stage pre-clinical trials) (Susetyarini, 2011). This study is a continuation of the tannins that can lower sperm fertilization potential of rat (Susetyarini, 2010). Assessment of leaf tannin in influencing consentration of beluntas spermatozoa has not been done, it is necessary to study leaf tannins beluntas against consentration of spermatozoa. Consentration of spermatozoa role in the fertilization process. This study aims to prove the leaf tannin beluntas against spermatozoa consentration white male rats. The research used the experimental treatment control group (without giving tannin), giving tannin treatment groups with as many as 0.8 ml to a white male adult rats were repeated 3 times. Giving time for 60 days. Observations at the time treatment was stopped (0 days); discharged after treatment, rats were left for 7 days, 14 days, and 21 days. Each observation time and was taken off the white rat epididymis and giving spermatozoa. Data were analyzed using ANOVA and Duncan&rsquo;s test further. Results of data analysis showed that p <0.05 means giving tannin beluntas shown to decrease sperm concentration. Highest concentration of spermatozoa when white male rats were left for 14 days after treatment was stopped Concentration lows while white male rats were left for 7 days after treatment was stoppedKey word: Tannis leaf belintas,consentration of spermatozoa, white ratABSTRAKAntifertilitas dari obat tradisional belum terungkap. Antifertilitas pria yang telah menggunakan bentuk suntikan, yaitu testosteron, maka hal ini memerlukan antifertility tanaman obat yang terungkap dari beluntas (Pluchea indica). Beluntas antifertilitas dapat digunakan sebagai obat pada tikus (tahap uji coba pra-klinis) (Susetyarini, 2011). Penelitian ini merupakan kelanjutan dari tanin yang dapat menurunkan potensi pembuahan sperma tikus (Susetyarini, 2010). Penilaian tannin daun dalam mempengaruhi konsentrasi spermatozoa beluntas belum dilakukan, maka perlu untuk mempelajari tanin daun beluntas terhadap konsentrasi spermatozoa. Peran konsentrasi spermatozoa dalam proses pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan daun beluntas tannin terhadap spermatozoa konsentrasi tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan kelompok kontrol perlakuan eksperimental (tanpa memberikan tannin), memberikan kelompok perlakuan tannin dengan sebanyak 0,8 ml ke tikus jantan dewasa putih diulang 3 kali. Memberikan waktu selama 60 hari. Pengamatan pada waktu pengobatan dihentikan (0 hari); habis setelah pengobatan, tikus yang tersisa selama 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Setiap kali observasi dan diambil dari epididimis tikus putih dan memberikan spermatozoa. Data dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan tes ANOVA dan Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa p <0,05 tannin pada beluntas terbukti menurunkan konsentrasi sperma. Konsentrasi tertinggi spermatozoa ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 14 hari setelah pengobatan dihentikan Konsentrasi terendah ketika tikus putih jantan yang tersisa selama 7 hari setelah pengobatan dihentikan.Kata kunci: daun beluntas Tanin, konsentrasi spermatozoa, tikus putih
INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X Iin Ratih; Wahyu Prihanta; Rr. Eko Susetyarini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3327

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan untuk memperoleh fakta atau data tentang keanekaragaman jenis Makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan tiga stasiun dengan tiga kali ulangan untuk masing-masing stasiun. Parameter fisika yang diamati adalah kedalaman, kecerahan air, suhu air dan kecepatan arus. Parameter kimia yang diamati adalah pH, DO, BOD5, dan COD. Sedangkan parameter biologi yang diamati adalah kepadatan (D), kepadatan relatif (RD), kelimpahan (K), kelimpahan relatif (KR) dan indeks keanekaragaman (H’). Keanekaragaman makrozoobentos yang ditemukan di daerah aliran sungai Brantas terdiri dari Terdapat 11 spesies yakni Anentome Helena, Hydrophilus ovatus, Berosus sp, Lumbricus sp, Macromia magnifica , Sulcospira schmidti, Parathelphusa convexa, Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Corbicula fluminea, Corbicula largillierti. Indeks keanekaragaman tertinggi adalah Melanoides torulosa dan terendah adalah Berosus sp. Famili Buccinidae dengan kedalaman memiliki hubungan yang sangat kuat. Sedangkan famili Macromiidae dengan DO memiliki hubungan lemah. Hasil penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar berupa handout materi invertebrata pada kelas X SMA IPA. Materi tersebut sesuai dengan penelitian yang memanfaatkan keanekaragaman invertebrata air di DAS Brantas untuk diidentifikasi dan dianalisis kegunaannya. Kata Kunci: Keanekaragaman, Makrozoobentos, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman.
THE BIODIVERSITY OF GASTROPODS IDENTIFIED IN THE MANGROVE FOREST OF BABAN VILLAGE, GAPURA DISTRICTS SUMENEP REGENCY AS THE RESOURCE OF LEARNING BIOLOGY Ahmad Mundzir Romdhani; Sukarsono Sukarsono; Rr. Eko Susetyarini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2016): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v2i2.3687

Abstract

Gastropoda merupakan hewan yang bergerak dengan menggunkan perutnya (gaster= perut dan podos=kaki) yang saat ini mulai terancam keberadaannya karena rusaknya ekosistem hutan mangrove karena konversi lahan, dampak ekologis yang ditimbulkan adalah mengganggu keseimbangan ekosistem hutan mangrove. Masalah lain adalah kurangnya informasi tentang keanekaragaman Gastropoda khususnya di daerah terpencil, salah satu daerah terpencil yang belum diteliti adalah Desa Baban Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep.Penelitian ini berujuan untuk mengetahui keanekaragaman Gastropoda hutan mangrove. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-24 April 2016 pada saat air surut dengan metode random sampling dengan menggunakan transek kuadrat. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap populasi yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropoda yang ditemukam terdiri dari 11  jenis yaitu Nerita fulgurans, Cassidula aurisfelis, Telescopium telescopium,  Cerithidea quadrata, Ceritiopsis sp, Littroraria scabra, Raphitoma purpurea, Alvania sp, Littoraria  melanostoma,  Terebralia  sulcata, dan Littorina  sp. Struktur komunitas Gastropoda berdasarkan beberapa hal: 1) indeks kepadatan tertinggi terdapat pada spesies Terebralia sulcata (2.17 individu per meter persegi) sementara indeks kepadatan terendah adalah Nerit fulgurans (0,25 individu per meter persegi); 2) indeks nilai penting tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata (33%) dan yang terendah adalah pada spesies spesies Nerita fulgurans (0.05%); 3) indeks keragaman termasuk dalam kategori standar yaitu antara 1,84 sampai 2,16; 4) indeks nilai kemerataan menunjukkan kemerataan pada setiap stasiun, mulai 0.77 sampai 0.90; 5) indeks dominansi menunjukkan tidak adanya dominansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar Biologi dalam bentuk booklet.
STUDI KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBUATAN HERBARIUM MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Khilma Vita Nurmayasari; Yuni Pantiwati; Sri Wahyuni; Rr. Eko Susetyarini; Iin Hindun
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.109 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kolaborasi belajar siswa dalam membuat herbarium pada materi klasifikasi tumbuhan sub bahasan herbarium. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan menggambarkan secara detail kemampuan kolaborasi siswa dalam membuat herbarium pada materi klasifikasi makhluk hidup. Subjek penerima tindakan adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Batu yang berjumlah 23 siswa. Cara pengambilan data kemampuan kolaborasi dengan menggunakan lembar observasi dengan menggunakan 4 indikator dan 10 deskriptor. Data penelitian dianalisis menggunakan presentase rata-rata skor pada indikator keterampilan kolaborasi. Diperoleh nilai rata-rata presentase kemampuan kolaborasi siswa pada pembelajaran pertama dan kedua yaitu 64,12% dengan kategori kolaboratif. Berdasarkan hasil rata-rata nilai presentase pada pembelajaran pertama dan kedua indikator yang paling banyak dilakukan siswa yaitu dapa indikator A dengan rata-rata presentase 100% dan deskriptor yang paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada deskriptor J 13,04%. Implikasi dari penelitian ini yaitu model Project Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam bekerjasama menyelesaikan tugas proyek yang diberikan sehingga dapat meningkatkan sikap aktif untuk berkolaborasi pada siswa yang dibuktikan dari kenaikan nilai presentase pada pembelajaran pertama dan kedua.
MODEL PROJECT BASED LEARNING : MENINGKATKAN KOGNITIF SISWA DAN KETERAMPILAN MEMBUAT HERBARIUM Wiranti Mulyandari; Yuni Pantiwati; Sri Wahyuni; Rr. Eko Susetyarini; Iin Hindun
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.056 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3682

Abstract

Pemahaman siswa yang rendah pada materi klasifikasi makhluk hidup disebabkan karena pembelajaran yang konvensional (tidak kontekstual) serta siswa masih menghafal ciri-ciri makhluk hidup tanpa mengetahui bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan 1) meningkatkan kognitif siswa 2) keterampilan siswa dalam membuat herbarium dengan model Project Based Learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, melibatkan siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu TA 2021/2022. Sampel yang digunakan 23 siswa kelas 7 (kelas tahfidz), diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data melalui lembar observasi dan pre- post test. Prosedur penelitian tindakan kelas dilakukan 2 siklus setiap siklus diberikan pre-post test dan pembuatan herbarium. Teknik analisis data menggunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian yaitu 1) model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kognitif siswa materi klasifikasi makhluk hidup, dengan peningkatan skor dari siklus I (8,70%) ke siklus II (86,96%) termasuk kategori sangat baik 2) Siswa terampil dalam pembuatan herbarium yang dilihat dari setiap indikator proses pembuatan dan hasil akhir produk sebesar 87%. Oleh karena itu, dengan menggunakan model PjBL pada materi klasifikasi makhluk hidup, tepat untuk digunakan karena meningkatkan kognitif siswa dan terampilnya siswa dalam membuat herbarium.
Perbedaan Keragaman Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Tiga Anak Sungai Brantas Muhammad Dheo Refaldo Wahyudi; Moh. Mirzha Nuryady; Rr. Eko Susetyarini; Siti Zaenab; Ahmad Fauzi; Tutut Indria Permana; Y. Oikawa; Kiky Martha Arieska
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i3.82872

Abstract

Peningkatan terhadap plastik terus meningkat setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena bertambahnya permintaan terhadap penggunaan plastik sehingga dapat mempengaruhi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan salah satunya di perairan. Sampah plastik yang masuk ke sungai dan mengalami penguraian akan berubah menjadi mikroplastik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keragaman jenis dan kelimpahan mikroplastik yang ada di tiga anak Sungai Brantas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan metode purposive sampling pada 3 anak Sungai Brantas dan dilakukan 3 kali pengulangan. Pengambilan sampel air menggunakan plankton net dengan ukuran 200 µm. Sampel yang sudah diambil dibawa ke laboratorium untuk preparasi sampel. Sampel yang sudah di preparasi dapat dilihat keragamannya menggunakan mikroskop digital, sedangkan untuk kelimpahannya dihitung menggunakan rumus excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Sungai Brantas Kota Surabaya ditemukan 4 jenis mikroplastik yaitu fragmen, filamen, fiber dan pellet. Jenis mikroplastik di Sungai Kalimas menunjukan dominasi tertinggi jenis fragmen, Sungai di dominasi jenis pellet, dan Sungai Jagir dominasi jenis fiber. Warna mikroplastik yang ditemukan meliputi hitam, transparan, dan coklat. Total kelimpahan rata-rata tertinggi mikroplastik ditemukan pada Sungai Kalimas dan terendah pada Sungai Jagir. Implikasi penelitian ini dapat memeberikan informasukKeberadaan mikroplastik dapat menjadi bahaya bagi hewan dan manusia karena akan menjadi bioakumulusi dalam tubuh.