Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemetaan Klaster UMKM Dalam Penguatan Pengembangan Ekonomi Lokal Menghadapi Pandemi Covid19 Studi Kasus Jangkauan Pelayanan Telekomuikasi Di UMKM Makan Ringan Kabupaten Temanggung Muhammad Indra Hadi Wijaya; Surya Tri Esthi Wira Hutama; Bagus Nuari Priambudi; Nofa Martina Ariani
TATALOKA Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.3.393-403

Abstract

Pandemi COVID19 telah menunjukkan dampaknya terhadap perekonomian global terutama pelaku usaha dan sektor yang paling terdampak langsung adalah pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). UMKM memiliki peranan yang vital karena dapat berimplikasi langsung dengan system pangan dan pergerakan ekonomi di lokal desa. Salah satunya yaitu UMKM olahan makanan ringan yang merupakan aktivitas usaha mengolah bahan baku (komoditas) menjadi produk makanan sampai tahap pemasaran, sehingga diharapkan UMKM makanan ringan mampu cepat beradaptasi dimasa pandemi mengingat makanan merupakan kebutuhan primer. Menghadapi kondisi tersebut perlu ada konsep adaptasi dan penyediaan pelayanan telekomunikasi bagi UMKM makanan ringan agar tetap dapat bertahan, dengan pendekatan kerangka kerja system pasar dari tahapan bahan baku, produksi/pengolahan hingga pemasaran. Konsep adaptasi tersebut di simulasikan dalam pemetaan sebaran dan jangkauan pelayanan pada UMKM Makanan Ringan di Kabupaten Temanggung sebagai kabupaten dengan potensi lokal yang tinggi dan mayoritas masyarakatnya masih memiliki usaha berskala mikro dan kecil. Data penelitian ini bersumber dari data primer yang dikumpulkan dengan wawancara, kuesioner pelaku klaster UMKM dan sebaran jangkauan pelayanan telekomunikasi dari data penyedia provider seluler di Kabupaten Temanggung. Hasil dari penelitian ini adalah keterkaitan pemetaan UMKM dan jangkauan pelayanan telekomunikasi dalam menumbuhkan penguatan ekonomi lokal yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi di era pandemi COVID19.
Identifikasi Pembelajaran Sosial dalam Pengembangan Batik di Kota Pekalongan Muhammad Indra Hadi Wijaya; Artiningsih Artiningsih; Holi Bina Wijaya; Nofa Martina A.; Bagus Nuari P.
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 19 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v20i.139

Abstract

Batik as an Indonesian cultural heritage has been recognized by the world in 2009 by UNESCO. This recognition does not fully go hand in hand with the sustainability of batik business and culture in Pekalongan City, especially for business actors in the next generation. This condition is caused by the minimum wage of workers due to the inequality of the subcontracting system in the batik business. This study aims to identify social learning in the batik industry development. The extent to which social learning facilitates the development of batik with regional development. Qualitative methods were carried out for data collection by using in-depth interviews with key business actors in the batik industry chain in the City and Regency of Pekalongan which were selected purposively. The results show that social learning and innovative production processes are still limited with the involvement of the regeneration of young entrepreneurs. The challenges of the batik industry in rural areas depend on how entrepreneurs can enlarge their business net works. This business needs to be more adaptive in utilizing batik not only as an industrial commodity as it is but also processing it creatively as an attraction for Pekalongan City. Keywords: Batik, social learning, sustainability
Analisis Nilai dan Kualitas Ruang Menggunakan Pendekatan Kriteria Tak Terukur pada Kawasan Kampung Batik Kauman sebagai Kawasan Wisata Budaya Kota Pekalongan Nofa Martina Ariani; Muhammad Indra Hadi Wijaya; Bagus Nuari Priambudi
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 19 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v20i.143

Abstract

Pekalongan City is one of the cities with a batik cultural heritage preserved from tens or even hundreds of years ago. Most of the batik has been done by the community at home. Batik work, which has become the community's livelihood, slowly forms the peculiarities of regional spaces that can give an impression to visitors. This can be felt in an area known as Kampung Batik, one of which is Kampung Batik Kauman. Kauman Batik Village has now transformed into one of the cultural tourism destinations offered by the Pekalongan City Government. The uniqueness of the city space which is thick with culture and community activities is an attraction that is considered capable of providing tourist experiences and education related to batik production. This study analyzes the spatial area in Kampung Batik Kauman by using an unmeasured criteria analysis approach as a strong supporter to give an impression to observers. The results of the analysis show that Kampung Batik Kauman has met 6 (six) indicators of the unmeasured criteria although it needs improvement in several parts. The most powerful indicators are access, identity, and livability. The description of this analysis can be used as input for t he Pekalongan City Government to increase its attractiveness and at the same time foster a love for urban space that has history and culture. Keyword: Kampung batik, cultural heritage, unmeasured criteria
Pola Pemanfaatan Ruang Usaha dari UMKM Kaki Lima di Koridor Inspeksi Banjir Kanal Timur Kecamatan Duren Sawit, DKI Jakarta Nia Rizky Rohmani; Fadjar Hari Mardiansjah; Muhammad Indra Hadi Wijaya
Jurnal Penataan Ruang Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Penataan Ruang 2022
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v17i1.10976

Abstract

Sejalan dengan pembangunan perkotaan saat ini, peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan peningkatan kebutuhan ruang, termasuk kebutuhan akan infrastruktur Banjir Kanal Timur (BKT) sebagai infrastruktur pengendali banjir yang turut menyediakan ruang terbuka di wilayah Kota Jakarta Timur. Para pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kaki lima ikut memanfaatkan ruang tersebut sebagai lokasi berdagang. Berbasiskan kepada pemikiran bahwa keberadaan aktivitas perdagangan tersebut dapat berpengaruh terhadap ruang BKT, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku pemanfaatan ruang usaha yang dilakukan oleh UMKM kaki lima di kawasan BKT serta menganalisis pola gangguannya. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan analisis deskriptif kuantitatif dari metode observasi yang dilakukan kepada fenomena pemanfaatan ruang terbuka BKT oleh aktivitas perdagangan yang berkembang tersebut. Pengamatan dilakukan dengan observasi mendalam terhadap setiap aktivitas perdagangan yang berlangsung pada lokasi studi di sore dan malam hari. Hasil penelitian menunjukkan pola karakteristik aktivitas UMKM kaki lima umumnya menggunakan sarana berupa gelaran/alas yang dapat dibongkar pasang dan gerobak. Pemanfaatan ruang koridor banyak ditemukan pedagang pakaian dan makanan siap saji yang tersebar mengikuti sirkulasi koridor yang memanjang. Berdasarkan analisis, pedagang beraktivitas secara menetap dan semi menetap sehingga dari aktivitas yang dilakukan berpotensi menimbulkan gangguan. Pola gangguan yang muncul adalah potensi hambatan arus lalu lintas akibat kerumunan pengunjung dan/atau pedagang beserta sarananya yang berjualan pada sore dan malam hari. Gangguan yang ada memberikan dampak pada akses pintu keluar masuk ke kawasan yang penuh/sesak; badan jalan menjadi sempit; dan terjadinya perselisihan akibat dari gangguan konflik kepentingan. Kerjasama antara UMKM kaki lima dengan pemerintah kota diperlukan untuk mengoptimalkan pola gangguan yang ditimbulkan. Beberapa yang dapat dilakukan seperti bekerjasama dalam menjaga dan mengelola kawasan Koridor BKT, melakukan pemberdayaan kepada paguyuban pedagang kaki lima, pengaturan waktu berdagang guna mengakomodasi kegiatan pedagang, memberlakukan suatu sistem yang dapat mencegah gangguan yakni sistem pop up/ bongkar pasang pada sarana yang digunakan, serta melakukan optimalisasi pedagang pada sisi utara BKT.
Eksplorasi Pentingnya Penggunaan Data Science Dalam Perencanaan Pemodelan Transportasi Perkotaan Bagus Nuari Priambudi; Nofa Martina Ariani; Muhammad Indra Hadi Wijaya; Brian Pradana
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.095 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.375

Abstract

Perencanaan suatu kota tidak akan pernah lepas dari proses pemodelan transportasi. Karena pemodelan transportasi merupakan suatu faktor penting untuk melihat keberhasilan dari perencanaan kota. Pemodelan transportasi yang baik, seharusnya dapat mencerminkan karakteristik suatu kota. Proses ini pastinya ditunjang dengan banyak data, serta proses statistik/matematis yang kompleks dan akurat. Hal inilah yang selalu menjadi kendala utama dalam suatu proses pemodelan transportasi. Pada era Big Data permasalahan tersebut seharusnya sudah dapat diatasi. Karena semua proses pengumpulan data dapat dilakukan secara real time melalui semua platform yang dimiliki. Selain itu, semua proses yang kompleks dalam pemodelan transportasi dapat lebih mudah dilakukan dengan bantuan Data Science. Sekumpulan inferensi data yang dikembangkan dengan algoritmik yang bertujuan untuk memudahkan penanganan masalah yang rumit merupakan pengertian Data Science. Namun banyak peneliti/praktisi belum menyadari tentang pentingnya penggunaan data science. Pada artikel ini akan mengkaji lebih mendalam tentang peluang tantangan dan pentingnya penggunaan data science dalam pemodelan transportasi. Karena penggunaan data science ini, dapat membantu mempercepat semua tahapan yang dilakukan dalam pemodelan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap beberapa penelitian pemodelan transportasi yang menggunakan data science baik di Indonesia maupaun di negara lain. Pembahasan dalam artikel ini terdiri dari beberapa poin penting yakni kondisi penggunaan data science di Indonesia, peluang dan tantangan serta pentingnya penggunaan data science di dunia transportasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan data science di Indonesia termasuk kategori rendah. Jika dikaji secara lebih mendalam, data science memiliki peranan penting. Khususnya dalam menghadapi permasalahan ketersediaan data dalam pemodelan transportasi. Output dari pemodelan transportasi dengan menggunakan data science dapat terlihat lebih informatif dan mudah dimengerti. Hal inilah yang belum banyak disadari oleh para peneliti/praktisi di dunia transportasi. Adanya studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa dengan mulai memanfaatkan data science yang lebih baik, berpengaruh terhadap output yang lebih optimal.
Pola Pikir Masyarakat Dalam Mengakses Fasilitas Sebagai Pembentuk Sistem Sosial Ekologi Pada Kota Baru Mandiri (Studi Kasus: Bukit Semarang Baru Mijen) Nofa Martina Ariani; Bagus Nuari Priambudi; Muhammad Indra Hadi Wijaya; Deny Aditya Puspasari
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.776 KB) | DOI: 10.35718/specta.v5i3.376

Abstract

Kota baru mandiri merupakan konsep untuk mengendalikan pertumbuhan lahan terbangun sekaligus sebagai pengendali pergerakan masyarakat. Letak kawasan permukiman yang tersebar dalam sebuah kota dan fasilitas yang tidak terintegrasi menyebabkan banyak masyarakat yang membutuhkan perjalanan jauh untuk mengaksesnya, yang akhirnya berdampak pada kemacetan, polusi, dan sebagainya. Bukit Semarang Baru adalah sebuah kota baru mandiri yang dikembangkan mulai tahun 1997 di Kota Semarang untuk membuat masyarakat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan segala aktivitasnya mulai dari bekerja, sekolah, berbelanja, sampai menghabiskan waktu luang mereka. Namun, tantangan dalam pengembangan kota baru ini adalah pola pikir masyarakat untuk mengakses fasilitas yang ada. Fasilitas yang ada di pusat Kota Semarang tidak dipungkiri menjadi daya tarik besar bagi warga Kota Semarang, sehingga masih banyak masyarakat Kawasan BSB yang mengakses fasilitas tidak di dalam lingkungan BSB dan masih mengakses sampai pusat kota. Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dimana hasil studi membuktikan bahwa lebih dari 60% masyarakat mengakses fasilitas untuk bekerja, sekolah dan rekreasi di luar kawasan BSB. Studi ini yang merupakan studi lanjutan akan mengkaji bagaimana pola pikir masyarakat Kawasan BSB dalam mengakses fasilitas, terutama fasilitas yang berada di luar Kawasan BSB. Aktivitas yang akan dikaji adalah aktivitas bekerja, sekolah, belanja dan rekreasi. Konsep pola pikir tersebut nantinya akan membentuk sistem sosial ekologi masyarakat dalam mengakses fasilitas. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan kuesioner yang disebar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat alasan mendasar mengapa mereka lebih memilih fasilitas di luar kawasan BSB seperti mutu sekolah, suasana tempat rekreasi, lokasi belanja yang lengkap dan lokasi bekerja yang telah lebih dulu ditentukan sebelum menghuni BSB. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi input dalam mengembangkan kota baru lainnya di Indonesia..