Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP HASIL PROSES PIROLISIS PADA BAN BEKAS PAKAI Mahmudi, Haris; Mukharomah , Lia Fatul
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.502

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur terhadap proses hasil pirolisis ban bekas dan katalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental nyata. Dengan temperatur sebagai variabel bebas dan nilai viskositas, densitas serta flash point sebagai variabel terikatnya. Sementara suhu kondensor dan tekanan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh temperatur terhadap hasil yang didapat. Pada suhu 350ºC dari bahan ban bekas murni diperoleh hasil sebanyak 190 ml, dan pada suhu 350 ºC dari bahan ban bekas dan katalis diperoleh hasil sebanyak 165 ml. Sedangkan untuk sifat karakteristik yang dimiliki ditinjau dari nilai viskositas, nilai viskositas terendah dari bahan ban bekas murni sebesar 350 ºC sebesar 0,29dPa.S dan dari bahan ban bekas yang dicampur dengan katalis viskositas terendah ada pada sampel 250 ºC sebesar 0,29 dPa.S. sedangkan untuk nilai densitas terendah dari bahan ban bekas murni ada pada sampel 300 ºC dengan nilai densitas sebesar 710 Kg/m3 sementara untuk bahan dari ban bekas dan katalis nilai densitas terendah pada suhu 250 ºC dengan nilai 780 ºC. Untuk nilai Flash point terendah dari bahan ban bekas murni sebesar 29 ºC dan dari bahan ban bekasdankatalissebesar 29 ºC.
Grain Processing Machine Frame Design Capacity 5kg Yusuf, Syam Syarifuddin; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1006

Abstract

Penjualan hasil panen oleh mayoritas petani di Kabupaten Nganjuk tepatnya di Dusun Ngemplak RT 09 Rw 05 Desa Sudimoroharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, dalam bentuk gabah sehingga memiliki daya jual yang murah. Sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual hasil panen adalah dengan membuat mesin pengolah gabah dengan kapasitas 5kg. Tujuannya agar petani bisa menjual hasil panenannya dalam bentuk beras dengan harga yang lebih mahal selain itu petani juga bisa menikmati hasil panenannya sendiri. Untuk membuat sebuah mesin pengolah gabah di perlukan desain rangka yang kokoh dan presisi agar komponen lainnya dapat terpasang sesuai desain mesin pengolah gabah dan diharapkan mesin bisa berkerja lebih efektif dan efisien. Dalam merancang mesin pengolah gabah ini antara lain perencanaan desain rangka beserta pengujiannya,perhitungan rangka,pembuaan rangka dan komponen yang di topang rangka. Adapun langkah kerja dalam pembuatan rangka mesin pengolah gabah ini antara lain pemiihan bahan rangka,pemotongan bahan,perakitan,pengelasan,pengeboran rangka untuk tempat baut,pengecetan,uji coba mesin. Berdasarkan hasil pembahasan yang di lakukan maka dapat di simpulkan jenis bahan rangka yang di gunakan yaitu tipe baja BJ34 besi hollow 30x30mm dengan tebal 1mm dengan ukuran dimnsi rangka sebagaiberikut (mesin dengan tinggi 1600mm, lebar 350mm, dan panjang 640mm). Dalam pembuatan rangka menggunakan sambungan las rata rata dengan jenis sambungan single fillet menggunakan sambungan las tipe Butt joint dengan menggunakan elektroda las jenis E 6013.
Analisis Perhitungan Daya Pada Mesin Pemarut Dan Pemeras Kelapa Sistem Hidraulik Dengan Kapasitas 10 Kilogram Wijaya, Roni; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1007

Abstract

Seiring perkembangan zaman proses pembuatan santan mengalami banyak sekali inovasi teknologi diantaranya adalah proses pembuatan santan secara manual hingga menggunakan mesin bertenaga motor listrik atau motor bakar yang masih mendominasi mesin parut kelapa. Mesin parut kelapa kebanyakan menggunakan mesin parut bertenaga motor bakar dipasaran, mesin parut bertenaga motor bakar banyak kekurangannya disebabkan beberapa alasan yaitu; harganya yang lebih mahal, memerlukan oil mesin, perawatan harus rutin, menimbulkan kebisingan dan polusi asap. Pada penelitian ini, penulis ingin membuat suatu alat pemarut kelapa yang dilengkapi dengan pemeras santan menggunakan sistem hidraulik, motor yang digunakan berdaya 750 Watt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa daya yang dibutuhkan dan pengaruhnya pada mesin pemarut dan pemeras santan kelapa bersistem hidraulik dengan kapasitas 10 kilogram. Hasil dari penelitian ini adalah perhitungan daya pada saat tidak ada beban pemrutan sebesar 682 Watt, pada saat ada beban pemarutan sebesar 704 Watt, pada saat tidak ada beban pendongkrak sebesar 690 Watt, pada saat diberikan beban pendongkrak sebesar 738 Watt, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan daya yang signifikan pada saat motor penggerak tidak diberi beban dan pada saat motor penggerak diberi beban, dari hasil perhitungan daya pada motor listrik yang dibutuhkan pada alat ini tidak terlalu besar sehingga saangat cocok untuk UMKM jasa parut dengan daya listrik rumah 900 Watt atau dua paket.
Design Of Centrifugal Blower For Rice Milling Machine With A Capacity Of 5Kg Hardhyanto, Nuris Tri; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1010

Abstract

Salah satu tanaman yang begitu penting di Indonesia adalah padi. Padi memiliki nilai histori yang besar dan sudah jadi makanan pokok untuk bangsa Indonesia. Akan tetapi masih banyak petani padi yang kesulitan untuk menikmati hasil panennya sendiri karena tidak tersediannya mesin penggiling gabah, kalaupun ada lokasinya lumayan jauh. Tujuan dari perancangan blower ini adalah untuk membuat sebuah desain blower sentrifugal yang bisa bekerja efektif sesuai dengan kerja mesin penggiling gabah dengan kapasitas 5 kg yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan petani pada proses pasca panen dengan skala rumah tangga. Dengan putaran motor 2800 rpm, blower ini dirancang memiliki kapasitas 0,005 m3. Metode rancang bangun blower ini meliputi penentuan dimensi dari impeller serta rumah keong dan pembuatan komponen sampai pengujiannya. Hasil dari rancang bangun ini, blower memiliki diameter hisap 50 mm, diameter luar impeller 150 mm dengan 14 sudu. Dari hasil pengujian, blower ini dapat beroperasi dengan baik dan mampu mengimbangi kerja dari mesin penggiling gabah dengan kapasitas 5 kg
Aplikasi Sistem Hidraulik Jenis Dongkrak Botol Pada Mesin Pemeras Santan Kapasitas 10kg Prasetiya Choliq, M Fanni Eka; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1014

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara agrarian yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil perkebunan, salah satunya adalah perkebunan kelapa. Kelapa merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna. Dimana salah satu produk hasil olahannya adalah santan. Santan ini sendiri dihasilkan dari proses pemerasan kelapa parut baik yang manual maupun menggunakan mesin. Kebanyakan mesin pemeras kelapa ini yang kita jumpai adalah mesin peras manual. Hal inilah yang menjadi kendala para produsen santan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Dari permasalahan yang ad aini, penulis mencoba merancang sebuah mesin pemeras kelapa yang memanfaatkan sistem hidraulik jenis dongkrak botol yang berfungsi sebagai penekan pada tabung pemeras. Mesin ini terususun atas motor listrik sebagai penggerak utama, kemudian ditransmisikan oleh bearing, pulley, v-belt yang kemudian akan menggerakkan poros. Berdasrkan perhitungan dalam perencanaan perancangan mesin pemeras santan kelapa ini menggunakan poros diameter 210mm dengan menggunakan motor listrik bertenaga 1HP menggunakan pulley sebagai transmisi dengan perbandingan pulley 8 : 30 dengan menggunakan dongkrak jenis botol berkapasitas 5 ton. Dengan sistem ini dapat memepercepat proses produksi serta lebih efisien.
Desain Gigi Parut Pada Mesin Pemarut Kelapa dan Pemeras Santan Serbaguna Riyadi, Farhan; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1015

Abstract

Mesin pemarut kelapa sering kita jumpai dipasaran mulai dari sekala rumah tangga hingga sekala industri.Mesin pemarut dengan kapasitas besar sering dijumpai dipasaran hanya untuk mesin pemarut saja. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan UMKM dalam produksi santan dan srundeng, perlu mesin yang bisa digunakan untuk pemarutan srundeng dengan kwalitas baik (tidak berminyak) dengan cepat dan mudah pemakaiannya. Maka kami menggabungkan mesin pemarut sekaligus mesin pemeras santan dengan satu motor listrik untuk efisiensi penggunaan daya dan kecepatan produksi. Gigi mata parut pun kami menyediakan dua jenis gigi. Yaitu untuk pemarutan yang halus (santan) dengan panjang silinder 19 cm, diameter silinder 5 cm dengan jarak antar gigi 5 mm, kerapatan 3 mm dan panjang gigi 0,5 mm. sedangkan untuk pemarutan kasar (serundeng) mempunyai panjang silinder 19 cm, diameter silinder 5 cm dengan jarak antar antar gigi 5 mm, kerapatan 5 mm dan panjang gigi 1,5 mm. Daya yang digunakan yaitu 1 hp 1400 rpm dengan daya 750 watt 220 volt, yang di transmisikan menggunakan pulley motor listrik diameter 18 cm dan pulley pemarut berdiameter 7,5 cm didapati putaran mesin pemarut adalah 3,360 rpm . Dengan perpaduan speksifikasi gigi parut dan motor penggerak didapati hasil pengujian mesin parut ini adalah 29,38 kg/jam dan parutan serundeng 45,11 kg/jam .
Desain Tabung Pemeras Santan Pada Mesin Pemarut Kelapa Sistem Hidraulik Romadhon, Fakri Qinan; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i2.1016

Abstract

Tanaman kelapa sering dijuluki pohon surga karna seluruh bagian tanamannya memiliki manfaat bagi kehidupan manusia dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, salah satu produk hasil olahan dari kelapa adalah santan. Santan kelapa merupakan cairan hasil ekstrasi dari kelapa yang sudah di peras baik secara manual atau di press menggunakan alat. Untuk mempermudah menghasilkan perasan santan yang banyak dalam sekali proses, tentunya dibutuhkan suatu alat pemeras santan dengan kapasitas yang besar. Dalam merancang tabung pemeras santan ada beberapa proses yang harus dikerjakan, antara lain pembuatan desain, perancangan, dan pengujian. Berdasarkan hasil perancangan yang dilakukan maka dapat disimpulkan jenis bahan tabung pemeras santan yang digunakan yaitu plat stainless steel tipe 304 dengan tebal 2mm diameter tabung 60 cm dan tinggi 60 cm untuk diameter saringan 49 cm dan tinggi saringan 32 cm, hasil dari kelapa parut 10 kg kemudia di peras dapat menghasilkan 2 liter santan murni tanpa campuran air dengan durasi 1 menit.
Analisa Kebutuhan Panas Dan Desain Pemanas Alat Pasteurisasi Susu Tenaga Surya Prasetyo, M. Wildane; Akbar, Ali; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i1.2497

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk yang besar di dunia. Hingga saat ini Indonesia masih masuk dalam 10 besar negara populasi terbanyak. Dengan adanya susu, dapat dikonsumsi mulai dari susu siap minum hingga susu segar. Dari berbagai jenis susu tersebut memiliki kandungan berbeda yang terbaik yaitu susu segar. konsumsi susu segar sebaiknya tidak langsung diminum karena terdapat bakteri tercampur dari udara maupun kontak lingkungan. Baiknya susu segar tersebut melalui proses penanganan terlebih dahulu yaitu dengan proses pasteurisasi susu. Tujuan dari proses pasteurisasi ini adalah untuk menghilangkan bakteri merugikan seperti mikroorganisme patogen serta sebagian besar mikroorganisme pembusuk karena diketahui kuman penyakit seperti TBC dan tifus juga dapat berasal dari susu. Dalam perancangan lebih terfokus desain pemanas dan menganalisa kebutuhan panas. Mengetahui proses pasteurisasi susu sendiri mulai dari masuknya susu murni ke pemanas, ke dalam pendingin dan siap konsumsi atau dikemas. Dapat disimpulkan bahwa desain pemanas pesteurisasi susu menggunakan kompor listrik bersumber dari tenaga panas matahari. Proses heater menghantarkan panas kealat memasak sangat lama, Daya tahan batrai menyalakan kompor pada malam hari atau panel surya dari kompor tidak terkena sinar mata hari selama 3-4 jam. Dengan adanya alat ini penguna dapat memasak dalam kondisi terjadinya kelangkaan gas pemadaman listrik.
Analisa Perpindahan Panas Furnace Menggunakan Kawat Nikelin 2 mm Hasanuddin, Muhammad Fahmi; Akbar, Ali; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i1.2501

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini menuntut banyak produk yang terbuat dari logam yang diproses dengan berbagai macam metode seperti pengecoran, penempaan, perlakuan panas, dan lain sebagainya. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan alat pemanasan logam, salah satunya berupa furnace. Untuk mengetahui karakteristik furnace ini maka perlu dilakukan analisis. Dari hasil analisis diketahui furnace memiliki output maksimum sebesar 18,35 kilowatt dan mampu mencapai suhu 1000˚C dari suhu 26˚C dalam waktu 15 menit 45 detik dengan rata-rata kenaikan suhu 1,064˚C per detik. Konsumsi daya furnace saat steady state adalah sebesar 454,03 watt pada suhu 100°C, 2194,45 watt pada suhu 200°C, 3016,11 watt pada suhu 300°C, 3897,47 watt pada suhu 400°C, 6598,57 watt pada suhu 500°C, 9887,83 watt pada suhu 600°C, 11.738,24 watt pada suhu 700°C, 13.793,03 watt pada suhu 800°C, 15.868,38 watt pada suhu 900°C, dan 17.199,90 watt pada suhu 1000°C. Akurasi suhu pada furnace tergantung pada tipe kontrolnya. Pada suhu target 400°C, kontrol tipe PID adalah yang paling akurat dengan variasi sebesar ±0.5°C setelah kondisi steady. Sedangkan pada kontrol tipe on-off, suhu furnace naik turun dari 396°C hingga 406°C secara berkala.
Rancang Bangun Alat Pemotong Tulang Dan Penggiligan Daging Pratama, Garin Yoga; Akbar, Ali Akbar; Mahmudi, Haris
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i2.2567

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang bersumber dari protein hewani seperti daging semakin tinggi sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan selera, gaya hidup, harga dan meningkatnya daya beli masyarakat mempengaruhi permintaan terhadap makanan, melihat peningkatan daging dan tulang terhadap kebutuhan masyarakat yang terhitung tinggi terdapat beberapa kendala pada proses pengolahan. Salah satunya pada proses pemotongan yang masih manual menggunakan pisau golok dan membutuhkan tenaga manual, membutuhkan waktu yang lama, dari tingkat keamanannya juga dinilai kurang aman karena jari tangan sering terkena pisau golok pada saat pemotongan yang mempengaruhi produktifitasnya.Pada rancangan bangun alat peotong tulang dan penggilingan daging ini menggunakan pendekatan perancangan yaitu dengan mendesain ulang alat yang sudah ada dengan ukuran dimensi yang lebih kecil disbanding alat yang sudah ada karena alat ini diperuntukan untuk pemotongan dan penggilingan daging dengan kapasitas yang kecilKarena dinilai lebih praktis dan mudah untuk dipindahkan, untuk kecepatan lebih cepat dan tingkat keamanan yang maksimal. Untuk alat ini akan dibuat dengan menggunakan posisi vertical dan dengan ukuran pisau selendang +-200 cm dan tinggi alat 150 cm. Mesin ini bekerja dengan baik dan meningkatkan produtivitas 2 kali lebih cepat dibandingan manual.