MAS DJOKO RUDYANTO
Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGASINAN MEMPENGARUHI KUALITAS TELUR ITIK MOJOSARI KUSUMAWATI, ELIYA; RUDYANTO, MAS DJOKO; SUADA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.017 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengasinan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), Haugh Unit (HU) dan warna kuning telur dan untuk mengetahui interaksi antara pengasinan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), Haugh Unit (HU) dan warna kuning telur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 x 5, dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur itik segar dan telur itik asin. Sedangkan faktor kedua yaitu jangka waktu pengamatan yang dimulai dari hari ke-1, ke-8, ke-15 sampai hari ke-22 (4 kali pengamatan). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah telur itik segar dan telur itik asin. Variabel terikatnya adalah IPT, IKT, HU dan warna kuning telur. Variabel kendali/kontrol adalah asal telur dan suhu penyimpanan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan sidik ragam dan apabila didapatkan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Untuk warna kuning telur diuji dengan uji Kruskal-Wallis dan jika terdapat perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai IPT telur itik segar pada hari ke-1 (0.083). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (0.060), hari ke-15 (0.029), dan hari ke-22 (0.021). Sedangkan rataan nilai IPT telur itik asin pada hari ke-1 (0.094). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (0.120), hari ke-15 (0.159), dan hari ke-22 (0.201). Rataan nilai IKT telur itik segar pada hari ke-1 (0.374). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (0.253), hari ke-15 (0.083), dan hari ke-22 (0.045). Sedangkan rataan nilai IKT telur itik asin pada hari ke-1 (0.455). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (0.837), hari ke-15 (0.954), dan hari ke-22 (1.019). Rataan nilai HU telur itik segar pada hari ke-1 (65.162). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (54.998), hari ke-15 (21.008), dan hari ke-22 (6.060). Sedangkan rataan nilai HU telur itik asin pada hari ke-1 (69.540). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (73.975), hari ke-15 (80.602), dan hari ke-22 (86.398). Untuk warna kuning telur itik segar, warnanya semakin menurun yaitu pada hari ke-1 dengan skor 3 dan pada hari ke-22 dengan skor 1. Sedangkan pada telur itik asin, warnanya semakin meningkat yaitu pada hari ke-1 dengan skor 5 dan pada hari ke-22 dengan skor 12.
Hubungan antara Umur dengan Berat Karkas Depan (Fore Quarter) Ditinjau dari Potongan Primal Sapi Bali Jantan SRIWIJAYANTI, DEWA AYU; PUTU, I GEDE; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.198 KB)

Abstract

Hasil penelitian hubungan antara umur dengan berat karkas depan (forequarter) ditinjau dari potongan primal sapi bali jantan yaitu : pada umur muda (1,5-2,5 tahun) rata-rata berat karkas depan sebesar 40.73kg dan umur dewasa 3-4 tahun sebesar 46.77kg. Sedangkan pada potongan primal umur muda persentase berat cuberoll sebesar 5.42%, blade sebesar 16.42%, brisket sebesar 10.71%, chuck sebesar 20.83%, dan chuck tender sebesar 2.67%; pada umur dewasa persentase berat cuberoll sebesar 5.01%, blade sebesar 16.82%, brisket sebesar 10.95%, chuck sebesar 22.33%, dan chuck tender sebesar 2.56%. Hasil penelitian ini dipengaruhi beberapa faktor seperti metode pelayuan, pakan, berat hidup (badan), aktivitas otot, dan umur. Hasil tersebut disimpulkan bahwa berat karkas depan (forequarter) umur muda lebih kecil daripada umur dewasa. Potongan primal (blade, brisket, chuck) pada umur muda lebih kecil daripada umur dewasa dan persentase potongan primal chuck yang paling besar. Sapi bali umur muda dan dewasa tidak memiliki hubungan dengan berat karkas depan (forequarter) ditinjau dari potongan primal sapi bali jantan.
Evaluasi Penyakit Virus pada Kadaver Broiler Berdasarkan Pengamatan Patologi Anatomi di Rumah Pemotongan Unggas DAMAYANTI, YUNNY; OKA WINAYA, IDA BAGUS; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.485 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyakit pada kadaver ayam diduga disebabkan oleh virus, yang diperiksa secara patologi anatomi.Metode yang digunakan adalah dengan mengamati 100 ekor kadaver ayam yang berasal dari budidaya peternakan Kabupaten Jember dan Malang, Propinsi Jawa Timur.Pengumpulan data dilakukan secara langsung setelah ayam dinekropsi yang disesuaikan dengan pedoman variabel patologi anatomi yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Rumah Pemotongan Unggas PT Wonokoyo Jaya Corporindo Pasuruan, Jawa Timur tidak ditemukan adanya kematian ayam yang disebabkan oleh penyakit virus, kondisi ini bisa diakibatkan karena program vaksinasi dan penerapan biosekuriti yang ketat dan berkelanjutan.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Telur Ayam Kampung Ditinjau dari Angka Lempeng Total Bakteri -, HARDIANTO; KETUT SUARJANA, I GUSTI; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.289 KB)

Abstract

Penelitian mengenai Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Telur Ayam Kampung Terhadap Jumlah Angka Lempeng Total Bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap jumlah bakteri Angka Lempeng Total Bakteri serta interaksi antara pengaruh suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap Angka lempeng Total Bakteri .Metode yang digunakan adalah pemeriksaan telur ayam kampung sebanyak 24 butir disimpan dalam suhu chilling dan suhu kamar sebelum disimpan telur terlebih dulu dicuci dengan air hangat yang sudah dipanaskan sebelumnya. Media yang digunakan Nutrient Agar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 2×4×3, dengan dua perlakuan yaitu disimpan pada suhu chilling dan disimpan pada suhu kamar dengan jangka waktu penyimpanan hari ke-0, hari ke- 7, hari ke-14 dan hari ke-21 dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah angka lempeng total bakteri yang diamati pada telur ayam kampung yang di simpan pada suhu chilling dan suhu kamar. Koloni bakteri yang dihitung meliputi warna koloni yaitu koloni yang tumbuh baik pada permukaan, bagian dalam, dan bagian bawah nutrient agar. Data yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam, apabila hasilnya berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan telur ayam kampung berpengaruh terhadap angka lempeng total bakteri, lama penyimpanan telur ayam kampung berpengaruh terhadap angka lempeng total bakteri, ada interaksi antara suhu dan lama penyimpanan telur ayam kampung terhadap angka lempeng total bakteri.
Angka Lempeng Total Bakteri pada Daging Sapi Bali yang Dipasarkan Keluar Bali Rabiulfa, Pramita; Rudyanto, Mas Djoko; Sudarmini, Ni Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.12

Abstract

Pengujian Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) adalah salah satu jenis uji awal dalam mengidentifikasi jumlah mikrob secara umum pada daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ALTB pada daging sapi bali yang akan dipasarkan keluar Bali. Sampel berupa daging sapi berjumlah 20, berasal dari empat perusahaan daging sapi di Bali yang akan mengirim daging sapi keluar pulau Bali melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar. Pengujian dilakukan dengan memasukkan 1 mL inokulum sampel yang telah diencerkan ke dalam cawan petri, kemudian ke dalam cawan tersebut dituangkan Plate Count Agar (PCA) sampai media padat, diinkubasi dan dilakukan perhitungan bakteri yang tumbuh. Cawan Petri yang mengandung jumlah koloni 25 sampai dengan 250 dipilih untuk penghitungan koloni. Berdasarkan hasil penelitian, rerata jumlah koloni bakteri dari pemeriksaan ALTB pada perusahaan A adalah 42,76 x 103 (CFU/g), perusahaan B adalah 7,9 x 103 (CFU/g), perusahaan C adalah 30 x 103 (CFU/g), dan perusahaan D adalah 35,7 x 103 (CFU/g). Semua hasil yang didapat dari setiap perusahaan memiliki jumlah koloni yang berada di bawah standar SNI dan layak untuk dipasarkan dan dikonsumsi.