Anak Agung Gde Oka Dharmayudha
Laboratorium Bedah Dan Radiologi Veteriner, Universitas Udayana

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pertambahan Bobot Badan Tikus Diabetes Mellitus dengan Pemberian Ekstrak Etanol Buah Naga Daging Putih SRI PUSPATI, NI KETUT; SUMA ANTHARA, MADE; OKA DHARMAYUDHA, ANAK AGUNG GDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.218 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek esktrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) terhadap rata-rata bobot badan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Sampel darah diambil dari 25 ekor tikus putih jantan (R. norvegicus) berumur 3 bulan dengan rata-rata bobot badan 150-300 gram. Rancangan yang digunakan adalah berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan (kontrol negatif), tikus yang diberi perlakuan aloksan (kontrol positif), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis I (50 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis II (100 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + glibenklamid 0,02% (dosis 1 ml/ kg bb). Setiap perlakuan diperiksa kadar glukosa darah serta rata-rata bobot badan tikus pada hari ke-0, 3, 7, 14, dan 21. Sebelum diberi perlakuan tikus diadaptasi 2 minggu dan dipuasakan selama 16-18 jam. Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati adalah rata-rata bobot badan pada masing-masing perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan diantara perlakuan maka pengujian di lanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2% dosis (50 mg/ kg bb) , dosis (100 mg/kg bb) dan glibenklamid 0,02% 1 ml/kg bb secara signifikan dapat meningkatkan bobot badan (P<0,05) pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Hal ini menunjukan ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) dapat digunakan untuk meningkatkan pertambahan bobot badan.
Pengaruh Partisi Etil Asetat Ekstra Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih ( Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotozin Ananta, Muhammad Ghufron; Suartha, I Nyoman; Dharmayudha, Anak Agung gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.497 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat pemberian partisi etil asetat ekstrak buah pare terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum disuntikkan streptozotocin dan pada hari ke 0, 4, 11, dan18 setelah tikus dalam keadaan diabetes mellitus eksperimental. Pemberian perlakuan (ekstrak pare dan partisi kloroform) dilakukan pada hari nol sampai hari ke 18. Penelitian ini terdiri atas empat perlakuan dan lima pengulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Lima perlakuan ini adalah tikus normal yang menjadi kontrol negatif (-), tikus diabetes melitus BB kontrol positif (+), tikus diabetes melitus dan ekstrak pare 2% (200 mg/kg BB) dan tikus diabetes melitus dan partisi etil asetat 50 mg/kg BB . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian partisi etil asetat ekstrak buah pare berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah tubuh. Kesimpulan ekstrak etil asetat pare dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L) di Bali Pratama Putra, I Wayan Dwika; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.932 KB)

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur. Salah satu kekayaan alam tersebut berupa tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber obat tradisional. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki khasiat sebagai antidiabetes dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kelor. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kelor yang diperoleh di wilayah Denpasar Utara, Bali. Daun kelor terlebih dahulu diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mendeteksi adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, fenolat, triterpenoida/steroida, dan tanin. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa senyawa alkaloid, flavonoid, fenolat, triterpenoida/steroida, dan tanin
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Bunga Kecubung (Datura metel l.) di Bali yang Berpotensi sebagai Anestetik Rozalina, Irma; Sudisma, I Gusti Ngurah; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.987 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dengan beragam hayati yang ada di dalamnya. Tumbuh beragam tanaman dengan beragam manfaat. Diantaranya sebagai tanaman obat, seperti kecubung. Kecubung merupakan tanaman yang beracun namun sering dimanfaatkan sebagai obat bius, antitusif, bronkodilator, halusinogen, hingga pestisida alami. Bali, sebagai salah satu sentra penanam tanaman obat, memiliki dua variasi bunga kecubung yaitu ungu dan putih. Untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstraksi etanol bunga kecubung (Datura metel L.) di Bali yang berpotensi sebagai anestetik dilakukan penelitian dengan menggunakan sampel bunga kecubung yang diperoleh dari Desa Serangan, Denpasar Selatan, Bali. Bunga tersebut diekstraksi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia, hasilnya menunjukkan bahwa bunga kecubung positif mengandung triterpenoid/ steroid, flavonoid, fenolat, tanin, saponin dan alkaloid. Senyawa kimia yang berpotensi sebagai anestetik adalah saponin dan alkaloid.
Standarisasi Cemaran Mikrob Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Bahan Baku Sediaan Obat Tradisional Putri, Adelia; Sudimartini, Luh Made; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.305

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman bahan obat tradisional yang berkhasiat dan memiliki komponen aktif sebagai antibakteri, antivirus, antijamur, antiparasit dan antiinflamasi. Ekstrak daun sirsak terbukti efektif sebagai bahan obat tradisional yang dikemas dalam bentuk sediaan salep/krim untuk penyakit dermatitis pada anjing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah cemaran mikrob daun sirsak yang dibuat menjadi sediaan obat telah memenuhi standar cemaran mikrob yang diperbolehkan berdasarkan parameter dari Farmakope Herbal Indonesia (FHI) sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional dan Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2000. Pemeriksaan cemaran mikrob pada daun sirsak dilakukan dengan Uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Uji Angka Kapang/Khamir (AKK). Hasil uji Angka Lempeng Total (ALT) dari sampel daun sirsak menggunakan media Plate Count Agar (PCA) yang diinkubasi pada suhu 35-37oC selama 24 jam menunjukkan angksa 3850 cfu/mL atau 3,85 x 103 cfu/mL. Sampel daun sirsak layak dan memenuhi standar yang ditentukan bentuk sediaan semi padat untuk angka lempeng total yaitu maksimal ? 107 koloni / g. Hasil uji Angka Kapang/Khamir (AKK) dari sampel daun sirsak menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang diinkubasi pada suhu 20-25oC selama 3-5 hari menunjukkan angka 3200 cfu/mL atau 3,2 x 103 cfu/mL. Sampel daun sirsak layak dan memenuhi standar yang ditentukan bentuk sediaan semi padat untuk angka lempeng total yaitu maksimal ? 104 koloni / g.
Suplementasi Madu Trigona Tidak Meningkatkan Kadar Gula Darah Anjing Penderita Dermatitis Heparandita, Ananda Agung Dextra; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Utama, Iwan Harjono; Suartha, I Nyoman; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi madu trigona cair dan kapsul terhadap kadar gula darah anjing penderita dermatitis. Menggunakan 14 ekor anjing lokal bali jantan dan betina berumur 2-6 bulan yang dibagi menjadi tiga perlakuan, yakni kontrol, madu trigona cair 5 mL/ekor/hari dan madu trigona kapsul 110 mg/ekor/hari. Variabel yang diamati adalah kadar gula darah. Kadar gula darah diukur menggunakan glukometer yang kemudian dianalisis pada minggu ke-0, 1, 2, 3, 4, 5. Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak lengkap (RAL) pola berjenjang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji sidik ragam model split plot in time. Berdasarkan hasil penelitian, rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis dengan perlakuan kontrol yaitu 71,36±9,00 mg/dL. Rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis setelah perlakuan madu trigona cair yaitu 72,83±17,12 mg/dL dan rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis setelah perlakuan madu trigona kapsul yaitu 82,85±4,31 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kadar gula darah dari perlakuan kontrol, perlakuan yang diberi madu trigona cair 5 mL/ekor/hari dan perlakuan yang diberi madu trigona kapsul 0,1 mg/ekor/hari.
Eliminasi Kera Galak dan Sterilisasi Guna Mengendalikan Populasi Kera di Kawasan Suci Pura Lempuyang Luhur Karangasem N. W. Susari; K. K. Agustina; A. A. G. O. Dharmayudha; I. M. Sudimartini; I W. F. Gunawan; I K. Budiasa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.42 KB)

Abstract

Pura Lempuyang Luhur yang terletak sangat tinggi di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang itu, diduga termasuk pura paling tua di Bali. Selain menyajikan keindahan alam, dikawasan Pura Lempuyang juga hidup ratusan ekor kera yang menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun para pamedek. Kasus kera menggigit manusia di kawasan suci Pura Lempuyang dimulai sejak awal tahun 2013. Kera-kera yang galak tersebut telah menggigit seluruh elemen masyarakat yang datang ke pura tersebut, mulai dari pendeta (pemangku), pecalang setempat, pedagang, pamedek serta wisatawan. Hingga saat ini tercatat telah terjadi gigitan kera sebanyak 52 kasus. Luka gigitan yang dialami korban ada yang bertaraf ringan hingga berat bahkan beberapa diantaranya sampai dirawat beberapa hari di RS setempat. Maka kegiatan ini bertujuan untuk mengeliminasi kera galak serta menangkap kera untuk dilakukan sterilisasi dengan cara vasektomi pada kera jantan dan tubektomi pada kera betina, dengan harapan tidak terjadi perkawinan/pembuahan diantara kera sehingga populasi kera dapat dikendalikan. Hasilnya sebanyak 3 kera galak yang teridentifikasi berhasil dieliminasi, sedangkan sebanyak 5 (lima) ekor kera yang terdiri dari 4 (empat) ekor jantan dan 1 (satu) ekor betina telah disterilisasi.
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR A.A. G. O. Dharmayudha; Made Suma Anthara; I M. Sukada; I B. Komang Ardan; I W Nico Fajar Gunawan
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.713 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p20

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana. Kata Kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR A.A. G. O. Dharmayudha; Made Suma Anthara; I M. Sukada; I B. Komang Ardana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.042 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p19

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana. Kata kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin.
The Differences of Ultrasonography Imaging Between Green Turtles (Chelonia mydas) and Olive Ridley Turtles (Lepidochelys olivacea) in Bali (PERBEDAAN CITRA ULTRASONOGRAFI ANTARA PENYU HIJAU (CHELONIA MYDAS) DAN PENYU LEKANG (LEPIDOCHELYS OLIVACEA) DI BALI I Wayan Nico Fajar Gunawan; Archie Leander Maslim; Ida Bagus Windia Adnyana; Anak Agung Gde Oka Dharmayudha; Luh Made Sudimartini
Jurnal Veteriner Vol 21 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.388 KB)

Abstract

Ultrasonography is a rapid and non-invasive method for assessing internal organs. The purpose of this study is to determine the differences in ultrasonographic imaging of internal organs between green turtle (Chelonia mydas) and olive ridley turtles (Lepidochelys olivacea). This study used two female green turtles (C. mydas) and two olive ridley turtle (one male and one female) (L. olivacea) with body condition index ranging from Average-Very Good. Micro-convex transducer ultrasonography with frequencies 4.5-8 MHz was used in this study. Acoustic windows were used in this study from cervical dorsal, cervical ventral, cervicobrachial, sinister-dexter, axillary sinister-dexter, prephemoral sinister-dexter and postphemoral sinister-dexter. The necropsies were performed to provide reference data. The results of ultrasonography imaging showed that the jugular vein of the olive ridley turtles (L. olivacea) was wider than the jugular vein of the green turtles (C. mydas). The ultrasonography imaging also showed that the stomach of green turtles (C. mydas) was smooth folds but the stomach of olive ridley turtles (L.olivacea) was sharp folds according to necropsy. There were no differences in the heart, stomach, liver, small intestine, large intestine, and kidneys. Vitellogenic follicles ultrasonography imaging was found from the olive ridley turtles (L. olivacea) which had shown in the period of premating and mating.