Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal syntax admiration

Pengaruh Alih Fungsi Trotoar terhadap Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki Jalan RS Fatmawati Raya Jakarta Larasati Anggraini; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i9.304

Abstract

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta terdapat pengembangan kapasitas jalan pada Peraturan Gubernur No. 103 Tahun 2007 yaitu memperbanyak jalur pejalan kaki yang tertuang pada konsep Pola Transportasi Makro (PTM), pelaksanaan PTM untuk mengoptimalkan jaringan jalur pejalan kaki tidak terlaksana dengan baik. Kawasan Jl RS Fatmawati merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang memiliki daya tarik besar, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Jl RS Fatmawati yaitu adanya alih fungsi trotoar menjadi lahan untuk parkir dan berjualan di sekitar area trotoar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alih fungsi trotoar terhadap tingkat kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan hasil survei pengamatan terdapat 2 indikator yang tidak sesuai dengan standar yaitu jalur fasilitas dan ruang bebas sedangkan dari hasil kuesioner dari responden didapatkan hasil yang diprioritaskan untuk dibenahi yaitu lebar trotoar, penerangan, dan hambatan di sekitar trotoar. Hasil dari survei volume kepadatan yaitu saat akhir pekan terdapat jumlah pejalan kaki sebesar 636 orang atau 1,33 orang/menit sedangkan saat hari kerja sebesar 938 orang atau 1,95 orang/menit. Dari perhitungan LOS mendapatkan nilai A yang artinya pejalan kaki bebas memilih kecepatan untuk berjalan kaki. Kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta terdapat pengembangan kapasitas jalan pada Peraturan Gubernur No. 103 Tahun 2007 yaitu memperbanyak jalur pejalan kaki yang tertuang pada konsep Pola Transportasi Makro (PTM), pelaksanaan PTM untuk mengoptimalkan jaringan jalur pejalan kaki tidak terlaksana dengan baik. Kawasan Jl RS Fatmawati merupakan pusat kegiatan sekunder di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang memiliki daya tarik besar, serta termasuk kawasan yang diprioritaskan untuk penanganan jalur pejalan kaki. Beberapa permasalahan kawasan Jl RS Fatmawati yaitu adanya alih fungsi trotoar menjadi lahan untuk parkir dan berjualan di sekitar area trotoar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alih fungsi trotoar terhadap tingkat kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan hasil survei pengamatan terdapat 2 indikator yang tidak sesuai dengan standar yaitu jalur fasilitas dan ruang bebas sedangkan dari hasil kuesioner dari responden didapatkan hasil yang diprioritaskan untuk dibenahi yaitu lebar trotoar, penerangan, dan hambatan di sekitar trotoar. Hasil dari survei volume kepadatan yaitu saat akhir pekan terdapat jumlah pejalan kaki sebesar 636 orang atau 1,33 orang/menit sedangkan saat hari kerja sebesar 938 orang atau 1,95 orang/menit. Dari perhitungan LOS mendapatkan nilai A yang artinya pejalan kaki bebas memilih kecepatan untuk berjalan kaki.
Dampak Perubahan Jumlah Lajur Ruas Jalan Raya Kalibata Jakarta Selatan Zahara Dwicahyanti; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 9 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i9.306

Abstract

DKI Jakarta sebagai Ibukota Indonesia, merupakan tempat berlangsungnya pusat bisnis, politik dan kebudayaan. Pembuatan lalu lintas dan angkutan jalan yang terpadu perlu dilakukan pengembangan jaringan lalu lintas dan angkutan jalan untuk menghubungkan wilayah. Ruas Jalan Raya Kalibata berfungsi sebagai penghubung antara wilayah Jakarta Selatan dengan wilayah Jakarta Timur dalam sistem transportasi. Selain itu, pada jalan ini terdapat pintu keluar masuk untuk pusat perbelanjaan dan Apartemen Kalibata City, kantor kementerian dan pertokoan. Tingkat aktivitas pada Jalan Raya Kalibata cukup tinggi, serta berperan penting dalam melayani arus lalu lintas yang cukup tinggi. Analisis terhadap kinerja lalu lintas dan evaluasi dibutuhkan untuk memperbaiki atau mempertahankan kinerja dari jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak pengurangan lajur yang memengaruhi kinerja pada ruas Jalan Raya Kalibata. Metode yang digunakan adalah berdasarkan Manual Kapsitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, dimana nilai derajat kejenuhan tidak melebihi nilai 0,75. Penelitian dilakukan dengan meninjau ruas Jalan Raya Kalibata yang dibagi menjadi ke dalam 2 segmen. Segmen 1 adalah ruas jalan yang menuju ke arah Barat atau Jalan Raya Pasar Minggu. Sedangkan untuk segmen 2 menuju ke arah Timur atau Jalan Dewi Sartika. Pengumpulan data dengan survei dilakukan selama 2 hari, yaitu pada hari Selasa, 6 April 2021 sampai Rabu, 7 April 2021 pada jam 07.00 – 09.00 WIB. Hasil analisis menunjukan pada segmen 1 didapat nilai derajat kejenuhan sebesar 0,766 dan untuk segmen 2 nilai derajat kejenuhan sebesar 0,647