Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pemanfaatan Media Sosial di Kalangan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Fitri Yani; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial oleh guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas pembelajaran. Latar belakang penelitian adalah kebutuhan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak di era digital. Media sosial seperti TikTok digunakan sebagai sumber inspirasi dan sarana berbagi praktik pembelajaran kreatif. Menurut Fitriyani (2022), konten TikTok yang aman dan sesuai usia dapat menjadi media pendukung yang bermanfaat. Hal ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan media sosial secara positif dalam pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggali pengalaman guru yang memanfaatkan media sosial dalam kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk pemanfaatan, yaitu sebagai sumber ide pembelajaran, media berbagi konten edukatif, dan wadah kolaborasi antar guru. Pemanfaatan ini berdampak pada meningkatnya variasi metode dan media pembelajaran. Selain itu, guru menjadi lebih percaya diri untuk berinovasi dalam mengajar. Meskipun demikian, keterbatasan literasi digital masih menjadi tantangan bagi sebagian guru. Guru memerlukan pelatihan agar mampu mengakses, mengevaluasi, dan mengembangkan konten secara kritis. Sejalan dengan pandangan Hobbs (2010), guru idealnya tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator konten yang bijak. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial harus dilakukan secara hati-hati, kreatif, dan sesuai prinsip pedagogis PAUD. Dengan langkah tersebut, media sosial dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembelajaran anak usia dini.
Penerapan Pembelajaran Coding Meningkatkan Fokus Belajar Anak Usia Dini di TK Perintis Aisyiyah Sumiyarti Jamilah; Choiriyah Chalid; Lily Yuntina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembelajaran coding dapat meningkatkan fokus belajar anak usia dini di TK Perintis Aisyiyah. Fokus belajar anak merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Melalui coding, anak diajak untuk berpikir logis dan terstruktur dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini diharapkan dapat menstimulasi konsentrasi anak dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, pembelajaran coding dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan fokus anak usia dini. Instrumen penelitian yang digunakan disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini. Setiap instrumen dirancang agar sesuai dengan karakteristik anak, baik dari segi kemampuan berpikir maupun tingkat konsentrasi. Peneliti menggunakan indikator fokus yang dapat diamati secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini penting agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi nyata anak di kelas. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dijadikan dasar yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian melibatkan unsur lembaga TK Perintis Aisyiyah. Mereka terdiri dari Kepala Sekolah, guru sebagai tenaga pendidik, serta orang tua anak. Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang fokus anak. Dengan metode tersebut, penelitian diharapkan menghasilkan data yang kaya dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua untuk menggali informasi lebih dalam. Observasi dilakukan untuk melihat langsung perilaku fokus anak dalam pembelajaran coding. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pendukung berupa catatan maupun foto kegiatan. Seluruh data kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran coding memberikan kontribusi positif terhadap fokus belajar anak. Anak terlihat mampu mempertahankan atensi lebih lama ketika mengikuti pembelajaran coding. Walaupun demikian, masih ada beberapa anak yang tingkat fokusnya rendah. Guru dan orang tua berupaya memberikan stimulasi sederhana sesuai karakteristik anak usia dini. Temuan ini menjadi penting bagi pengembangan pembelajaran di PAUD, khususnya untuk meningkatkan fokus belajar anak.
Efektivitas Metode Sensori Eksplorasi Dalam Meningkatkan Konsentrasi Anak Hiperaktif Usia 4 – 5 Tahun Astrid Nurfebrianti; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas metode sensori eksplorasi dalam meningkatkan konsentrasi anak hiperaktif usia 4–5 tahun di Leap Learning Playground. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya masa golden age sebagai periode krusial dalam perkembangan kognitif, motorik, sosial emosional, dan bahasa anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif survey. Subjek dari penelitian ini adalah unsur lembaga Leap Learning Playground yang meliputi Kepala Lembaga, tenaga pendidik dan orangtua di Leap Learning Playground. Teknik pengumpulan data menggunakan inteview atau wawancara, observasi dan dokumentasi analisis data melalui beberapa aktivitas yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sensori eksplorasi efektif dalam meningkatkan rentang perhatian anak hiperaktif secara bertahap.
Peningkatan Pembelajaran Literasi Awal Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Engklek Modifikasi Salsa Amania Fatiha; Choiriyah Choiriyah; Rizawati Rizawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3858

Abstract

Berdasarkan dari berbagai permasalahan yang di temukan, fokus utama dalam penelitian adalah meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini di PAUDQU Shibyan Islamic School. Upaya peningkatan literasi yang dilakukannya melalui stimulasi menggunakan permainan tradisional engklek modifikasi. Permainan ini dipilih karena diyakini mampu menjadi media yang menyenangkan dan edukatif dalam mengembangkan kemampuan literasi awal anak. Penelitian ini hanya berfokus pada satu permasalahan, yaitu peningkatan kemampuan literasi awal anak usia dini melalui permainan tradisional engklek modifikasi di PAUDQU Shibyan Islamic School. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 anak berusia 5-6 tahun kelompok B di PAUDQU Shibyan Islamic School. Fokus penelitian ini berada pada analisis dampak dari stimulasi permainan tradisional engklek modifikasi terhadap peningkatan kemampuan literasi awal anak usia dini. dari berbagai model penelitian tindakan kelas yang sudah di jelaskan sebelumnya, peneliti memilih menggunakan model Kemmis Mc Taggart. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini ditetapkan apabila kemampuan literasi anak mencapai persentase > 76% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Berdasarkan hasil yang di dapat, permainan tradisional engklek modifikasi terbukti efektif dan meningkatkan pembelajaran literasi anak usia 5-6 tahun di kelompok B. Hal ini terlihat dari persentase pada pra siklus yang hanya sebesar 22,22% (Kategori Belum Berkembang/BB), selanjutnya adanya peningkatan pada siklus I sebesar 55,56% (Kategoti Mulai Berkembang/MB), Dan akhirnya mencapai sebesar 88,89% pada siklus II (Kategori Berkembang Sangat Baik/BSB). Peningkatan ini menujukan bahwa permaina tradisional engklek modifikasi dapat memberikan stimulasi terhadap kemampuan literasi anak usia dini.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Ibu Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Dini Zahra Nur Afiya; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kecerdasan emosional ibu terhadap regulasi emosi anak usia dini (4–6 tahun). Regulasi emosi merupakan aspek perkembangan yang sangat penting pada masa prasekolah karena berperan dalam kemampuan anak menyesuaikan diri, berinteraksi sosial, serta menghadapi situasi baru baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Peran ibu sebagai figur utama dalam kehidupan anak menjadi krusial karena kecerdasan emosional ibu diyakini memiliki kontribusi besar dalam membentuk pola regulasi emosi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu yang memiliki anak usia 4–6 tahun di RT 10 dan RT 11/RW 16, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Brief Emotional Intelligence Scale (BEIS-10) untuk mengukur kecerdasan emosional ibu dan Emotion Regulation Checklist (ERC) untuk menilai regulasi emosi anak. Analisis data menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional ibu terhadap regulasi emosi anak, dengan nilai t hitung = 8,346 > t tabel = 1,994 dan signifikansi p = 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,499 menunjukkan bahwa 49,9% variasi regulasi emosi anak dipengaruhi oleh kecerdasan emosional ibu, sedangkan sisanya 50,1% dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan pentingnya program edukasi orang tua untuk memperkuat kecerdasan emosional ibu sehingga mampu menciptakan pola asuh yang hangat, responsif, dan penuh empati.