Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN LAYANAN SECARA DARING TERHADAP LOYALITAS MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Rhoma Iskandar; Arie Widiyastuti; Nadia Rista; Ayu Nurul Amalia
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v4i2.477

Abstract

Pandemi Covid 19 telah meluluhlantahkan hampir seluruh kehidupan umat manusia di dunia, termasuk Indonesia. Institusi pendidikan dipaksakan untuk memberikan layanan secara daring. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap kualitas layanan (X1) dan kepuasan layanan (X2) terhadap loyalitas mahasiswa (Y). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang mengisi instrumen sebanyak 382 mahasiswa dari 799 mahasiswa semester akhir sebagai populasi. Pengambilan data menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Analisis data menggunakan regresi sederhana. hasil penelitian mengungkapkan: 1) Persamaan regresi linear ganda Ȳ = 1.812 + 0.223X1 + 0.183X2 2) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap Loyalitas mahasiswa; 3) Kepuasan layanan berpengaruh positif terhadap loyalitas mahasiswa 4) Terdapat pengaruh secara bersama-sama (simultan) kualitas layanan dan Kepuasan layanan terhadap loyalitas mahasiswa, 5) Koefisien determinasi Pengaruh Kualitas layanan Kepuasan layanan secara bersama-sama terhadap Loyalitas mahasiswa sebesar 63.7%.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PERMAINAN EDUKASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK PADA TK TABITHA Laurencia Maria Yoyon; Arie Widiyastuti
Jurnal Web Informatika Teknologi Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Web Informatika Teknologi (J-WIT)
Publisher : LPPM STMIK WIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.747 KB)

Abstract

Pada anak usia dini, seluruh perkembangan anak berkembang pesat karena otak anak mengalami peningkatan yang signifikan. Aspek perkembangan bahasa sangatlah penting untuk dikembangkan karena bahasa adalah sebagai alat komunikasi baik secara lisan, tulisan, simbol, atau menggunakan lambang. Permainan edukasi adalah permainan yang mampu merangsang dan melatih perkembangan otak anak. Penelitian ini menggunakan metode permainan edukasi berupa boneka tangan pada anak usia 4 - 5 tahun untuk upaya meningkatkan perkembangan bahasa pada anak di Taman Kanak - Kanak Tabitha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode permainan edukasi dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak pada Taman Kanak - Kanak Tabitha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Populasi penelitian ini adalah 10 anak kelompok A pada TK Tabitha
Seminar dan Bimbingan Teknis Penulisan Karya Ilmiah Remaja pada Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jakarta Timur Ayu Nurul Amalia; Supriyadi; Nadia Rista; Rhoma Iskandar; Arie Widiyastuti
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Desember (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ilmiah merupakan karya yang disusun dengan memperhatikan dan menggunakan prinsip-prinsip keilmuan, sedangkan karya nonilmiah adalah karya tulis yang penyusunannya tidak atau kurang memenuhi prinsip-prinsip keilmuan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa-siswi di Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Jakarta Timur dalam melakukan penelitian, membuat laporan penelitian dan membuat artikel hingga terbit atau publikasi di jurnal ilmiah ber ISSN. Pelaksanaan kegiatan pelatihan penulisan karya ilmiah remaja dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan, dimana pelaksanaan kedua metode tesebut dilakukan dengan cara: Ceramah/Pemberian Informasi, problem solving, penugasan, Drill, Focused Group Discussion (FGD), Simulasi dan Latihan, Refleksi. Hasil kegiatan pelatihan antara lain: siswa dapat membuat proposal penelitian, membuat dan menyusun instrumen penelitian, melaksanakan penelitian, membuat laporan penelitian dan membuat resume penelitian dalam bentuk artikel ilmiah.
Meningkatkan Perilaku Peduli Lingkungan Pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Pemanfaatan Media Loose Parts Yati Sumiati; Arie Widiyastuti; Nina Yuminar Priyanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i5.984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau menganalisis peningkatan perilaku peduli lingkungan pada anak usia 5-6 tahun pada KB DOA BANGSA 5 Sukabumi.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan  pemanfaatan media Loose Parts terbukti efektif dalam meningkatkan rasa kepedulian anak terhadap lingkungan. Hasil dari penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepedulian anak terhadap lingkungan, hal ini di buktikan pada  pencapaian Berkembang  Sesuai Harapan ( BSH) prasiklus sekitar 12,49%,perkembangan pencapaian pada siklus pertama meningkat 66,67 % dan pada siklus kedua meningkat lagi menjadi 75% .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran dengan mengintegrasikan konsep peduli lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak anak usia dini. Peran guru dan orang tua sangat penting untuk membentuk sikap peduli lingkungan pada anak. Dengan penelitian yang memanfaatkan media Loose Parts untuk meningkatkan perilaku Peduli Lingkungan anak usia 5-6 tahun pada KB DOA BANGSA 5 Sukabumi di nyatakan berhasil.
Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Kelompok Di Tkit Rumah Bune Islamic Fullday School Enny Septiani; Lia Kurniawaty; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial anak usia dini melalui kegiatan permainan kelompok di TKIT Rumah Bune Islamic Fullday School. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B, terdiri dari 2 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dari tahap prasiklus hingga siklus III. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dirancang agar anak dapat belajar melalui pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih bermakna. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan sosial anak mengalami peningkatan signifikan dari prasiklus hingga siklus III. Anak yang sebelumnya banyak berada di kategori BB berkurang drastis, sementara kategori BSH dan BSB meningkat secara konsisten. Perkembangan ini mencakup kemampuan memahami emosi teman, menunjukkan empati, berkomunikasi, hingga berbagi dengan sesama. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual melalui kegiatan di kebun mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif. Pada indikator empati dan komunikasi, anak menunjukkan perubahan positif yang cukup nyata. Jika pada prasiklus sebagian besar anak masih kesulitan memahami perasaan teman, pada siklus III mereka sudah mampu menunjukkan perhatian dan respons emosional yang tepat. Keterampilan berbicara dan mendengarkan juga berkembang pesat, ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah anak yang berada di kategori BSB. Pada akhir siklus III, guru dan peneliti melakukan refleksi menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa kegiatan mengenal dan memanen tanaman kangkung tidak hanya memperkenalkan konsep bagian tanaman, tetapi juga menjadi wahana praktik keterampilan sosial. Guru berperan aktif sebagai fasilitator dengan memberi teladan, menguatkan sikap positif anak, dan mendorong refleksi lisan. Anak-anak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan lapangan.
Pemanfaatan Media Sosial di Kalangan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Fitri Yani; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media sosial oleh guru PAUD dalam meningkatkan kreativitas pembelajaran. Latar belakang penelitian adalah kebutuhan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak di era digital. Media sosial seperti TikTok digunakan sebagai sumber inspirasi dan sarana berbagi praktik pembelajaran kreatif. Menurut Fitriyani (2022), konten TikTok yang aman dan sesuai usia dapat menjadi media pendukung yang bermanfaat. Hal ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan media sosial secara positif dalam pendidikan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggali pengalaman guru yang memanfaatkan media sosial dalam kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk pemanfaatan, yaitu sebagai sumber ide pembelajaran, media berbagi konten edukatif, dan wadah kolaborasi antar guru. Pemanfaatan ini berdampak pada meningkatnya variasi metode dan media pembelajaran. Selain itu, guru menjadi lebih percaya diri untuk berinovasi dalam mengajar. Meskipun demikian, keterbatasan literasi digital masih menjadi tantangan bagi sebagian guru. Guru memerlukan pelatihan agar mampu mengakses, mengevaluasi, dan mengembangkan konten secara kritis. Sejalan dengan pandangan Hobbs (2010), guru idealnya tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga kreator konten yang bijak. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial harus dilakukan secara hati-hati, kreatif, dan sesuai prinsip pedagogis PAUD. Dengan langkah tersebut, media sosial dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembelajaran anak usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Dasar Linguistik Anak Usia 4-5 Tahun dengan Metode Siuul di Kober Al-Khairiyah Sri Nurhayati; Sri Watini; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar linguistik anak usia dini melalui penerapan metode SIUUL di KB. Al Khairiyah. Latar belakang penelitian adalah rendahnya perkembangan kemampuan berbahasa anak kelompok A usia 3-4 tahun, seperti pengucapan yang kurang jelas, belum mampu menceritakan pengalaman, dan belum dapat mengulang kalimat sederhana. Metode SIUUL (Menyimak, Mengucap, dan mengulang) diterapkan secara kontekstual, menyenangkan, dan sesuia nilai-nilai keislaman untuk melatih keterampilan berbicara dan membaca anak secara sistematis. Penelitian ini menggunakan Penelitiuan Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mctaggart dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan linguistik anak, dari prasiklus sebesar 36,94% menjadi 50,8% pada siklus I (peningkatan 13.8%) dan mencapai 77.8% pada siklus II (peningkatan 26,98%). Capaian pada siklus II telah melmpaui kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, Metode SIUUL efektif dalam membangun kemampuan dasar linguistik anak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna.
Efektivitas Metode Sensori Eksplorasi Dalam Meningkatkan Konsentrasi Anak Hiperaktif Usia 4 – 5 Tahun Astrid Nurfebrianti; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas metode sensori eksplorasi dalam meningkatkan konsentrasi anak hiperaktif usia 4–5 tahun di Leap Learning Playground. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya masa golden age sebagai periode krusial dalam perkembangan kognitif, motorik, sosial emosional, dan bahasa anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif survey. Subjek dari penelitian ini adalah unsur lembaga Leap Learning Playground yang meliputi Kepala Lembaga, tenaga pendidik dan orangtua di Leap Learning Playground. Teknik pengumpulan data menggunakan inteview atau wawancara, observasi dan dokumentasi analisis data melalui beberapa aktivitas yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sensori eksplorasi efektif dalam meningkatkan rentang perhatian anak hiperaktif secara bertahap.
Pengaruh Kegiatan Outbound Dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun di Kober Anak Sholeh Maryani Maryani; Arie Widiyastuti; Delina Kasih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rasa percaya diri pada Anak Usia Dini melalui kegiatan bermain, khususnya melalui kegiatan outbound di Kober Anak Sholeh. Kegiatan outbound yang melibatkan permainan, seperti berjalan di atas papan titian, dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri serta mengasah kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain eksperimen dan ekspos facto, melibatkan teknik observasi dan dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari 9 anak pada kelas B2. Hasil observasi pre-test menunjukkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan outbound, 3 (30%) anak belum berkembang, 4 (40%) anak berkembang sesuai harapan, dan 2 (20%) anak berkembang sangat baik. Setelah kegiatan outbound, terjadi peningkatan signifikan pada rasa percaya diri anak, di mana 4 (40%) anak berkembang sesuai harapan dan 5 (50%) anak berkembang sangat baik. Hasil uji coba menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kegiatan outbound dan peningkatan rasa percaya diri pada anak. Penelitian ini memperkuat pentingnya kegiatan outbound dalam mendukung pengembangan rasa percaya diri anak usia dini, sebagai salah satu faktor penunjang motivasi untuk meningkatkan potensi mereka. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pendidikan karakter yang mendukung pendidikan anak usia dini di lingkungan PAUD.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Ibu Terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Dini Zahra Nur Afiya; Choiriyah Choiriyah; Arie Widiyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kecerdasan emosional ibu terhadap regulasi emosi anak usia dini (4–6 tahun). Regulasi emosi merupakan aspek perkembangan yang sangat penting pada masa prasekolah karena berperan dalam kemampuan anak menyesuaikan diri, berinteraksi sosial, serta menghadapi situasi baru baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Peran ibu sebagai figur utama dalam kehidupan anak menjadi krusial karena kecerdasan emosional ibu diyakini memiliki kontribusi besar dalam membentuk pola regulasi emosi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu yang memiliki anak usia 4–6 tahun di RT 10 dan RT 11/RW 16, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Brief Emotional Intelligence Scale (BEIS-10) untuk mengukur kecerdasan emosional ibu dan Emotion Regulation Checklist (ERC) untuk menilai regulasi emosi anak. Analisis data menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional ibu terhadap regulasi emosi anak, dengan nilai t hitung = 8,346 > t tabel = 1,994 dan signifikansi p = 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,499 menunjukkan bahwa 49,9% variasi regulasi emosi anak dipengaruhi oleh kecerdasan emosional ibu, sedangkan sisanya 50,1% dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan pentingnya program edukasi orang tua untuk memperkuat kecerdasan emosional ibu sehingga mampu menciptakan pola asuh yang hangat, responsif, dan penuh empati.