Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tesa Arsitektur

INOVASI BENTANG MODUL STRUKTURAL UNTUK PENERAPAN TEKNOLOGI RUMAH INSTAN SEDERHANA SEHAT (RISHA) PADA KONSTRUKSI RUMAH SUSUN KAMPUNG DERET PETOGOGAN Carissa Carissa; Dewi Larasati; Sugeng Triyadi; Mia Wimala; Virginia Slamat
Tesa Arsitektur Vol 21, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i1.10179

Abstract

Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) adalah teknologi prapabrikasi beton yang awalnya dikembangkan untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Penerapannya yang diperluas hingga ke konstruksi rumah susun Kampung Deret Petogogan di Jakarta menunjukkan bahwa RISHA ternyata belum mampu memfasilitasi seluruh aktivitas di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentang optimal modul struktural yang harus disediakan pada studi kasus ini dan mengkaji kesesuaian RISHA dalam memfasilitasi bentang optimal tersebut. Kajian kuantitatif akan dilakukan dalam bentuk simulasi untuk setiap dimensi ruang di Kampung Deret Petogogan berdasarkan beberapa parameter yaitu organisasi ruang, relasi antar ruang, dan standar dimensi ruang. Agar RISHA dapat digunakan dengan baik, penataan ruang pada Kampung Deret Petogogan masih perlu diperbaiki, demikian pula dengan hubungan antar ruang dan juga ukuran standar ruangnya. Selanjutnya, hanya tiga ukuran bentang, yaitu 1,8 m, 2,7 m, dan 2,9 m yang dapat diakomodasi oleh RISHA saat ini, sedangkan bentang lain dengan ukuran 3,3 m dan 3,6 m masih perlu dikembangkan untuk kepentingan proyek serupa di masa mendatang
STUDI KOMPARASI KARAKTERISTIK FISIK ARSITEKTUR VERNAKULAR BUGIS DI KARIMUNJAWA DAN SULAWESI SELATAN (Comparative Study of Physical Characteristics of Bugis Vernacular Architecture in Karimunjawa and South Sulawesi) Anita Viana; Dewi Larasati; Christina Gantini
Tesa Arsitektur Vol 21, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i2.11183

Abstract

Arsitektur vernakular di Indonesia sangat beragam, seperti rumah yang mulanya dikenal sebagai tempat bernaung. Di Indonesia, terdapat beraneka ragam rumah vernakular yang khas, salah satunya adalah rumah Suku Bugis, baik di Desa Kemujan Karimunjawa maupun Sulawesi Selatan. Suku Bugis berasal dari Sulawesi Selatan yang ada sejak masa penjajahan. Suku Bugis menyebar ke daerah lain karena suku ini dikenal sebagai saudagar. Kedatangan Suku Bugis di Desa Kemujan diawali semenjak zaman perang yang datang dengan kapal untuk mencari tempat perlindungan. Adanya perbedaan dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan dan di Desa Kemujan Karimunjawa yang telah mengalami adaptasi, sehingga penelitian ini ingin melihat seberapa jauh terjadinya transformasi dari yang asli di Sulawesi Selatan dengan yang ada di Desa Kemujan Karimunjawa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik fisik pada rumah Bugis di Desa Kemujan Karimunjawa dengan Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan sampel diambil dengan teknik purposive. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan karakteristik fisik pada bangunan rumah Bugis yang ada di Desa Kemujan Karimunjawa dan Sulawesi Selatan seperti pada fasad bangunan, tata ruang, pola struktur dan konstruksi, penggunaan material, serta ketinggian lantai yang menjadi identitas rumah Suku Bugis.  Vernacular architecture in Indonesia exhibits notable diversity, encompassing various forms of traditional residential vernacular architecture. Among these architectural styles, the Bugis house is particularly noteworthy. The Bugis tribe, originally residing on the island of Sulawesi, has witnessed a considerable migration of its members to other regions and islands. In these new locales, they have erected vernacular houses that bear resemblances to the traditional dwellings found in South Sulawesi. However, differences emerge between the vernacular residences of the Bugis Tribe in South Sulawesi and those in Kemujan Village, Karimunjawa. These discrepancies are a result of the Bugis tribe's adaptation to natural and environmental conditions. This research endeavor aims to discern the disparities between the vernacular houses of the Bugis tribe on Sulawesi Island and those on Karimunjawa Island. It also seeks to ascertain the extent of the transformation and the underlying causes of this residential adaptation. A primary focus of this study is to investigate the distinctions in the physical attributes of Bugis houses in Kemujan Village, Karimunjawa, and South Sulawesi. The research methodology employed here is a qualitative descriptive approach, with samples selected using a purposive sampling technique. The findings of this research illuminate several variations in the physical characteristics of Bugis house structures in Kemujan Village, Karimunjawa, and South Sulawesi. These distinctions encompass architectural facades, spatial arrangements, structural and construction patterns, material selection, and floor elevations, all of which collectively contribute to the unique identity of Bugis houses. Keywords: bugis house, physical charateristics, kemujan village,south sulawesi.